
Malam berikutnya, Barsha datang ke rumah Kelvin dengan tas sekolahnya setelah makan malam.
Pak Andy memandang "antusiasme" Kelvin dengan mata dingin, tetapi bu Nina menyambut Barsha dengan senang hati. Dia berterima kasih kepada gadis itu dari lubuk hatinya, setelah Kelvin terluka selama bertahun-tahun,cuma gadis ini menemani di sisinya, dan bahkan dapat dikatakan hubungan mereka lebih baik daripada saudara kandung.
Bu Nina memindahkan meja lipat ke kamar Kelvin, dan juga menyiapkan kursi yang nyaman untuk Barsha, dan akhirnya, dia membawa sepiring biskuit kecil dan semangkuk buah naga yang dipotong-potong, ditambah dua cangkir jus jeruk panas untuk kedua anak itu, setelah semua itu dia baru keluar dari kamar Kelvin dengan senyum.
Tersanjung dengan perawatan ini, Barsha mendapat perhatian nya di piring kue dan mengambil satu dan memakannya sebelum Kelvin berbicara.
"Biskuit ini sangat lezat." Barsha duduk di kursi sambil menggoyangkan kakinya dengan gembira, kemudian dia mengambil jus jeruk dan meminumnya dengan mengerutkan kening,"Oh sss, sedikit asam..."
Kelvin menatapnya tanpa berkata, tiba-tiba dia mengangkat kakinya ke meja tulis yang rendah, menekan jari kakinya yang besar di tombol radio untuk membuka kompartemen pita radio, lalu memasukkan pita bahasa Inggris, dan berkata ke Barsha, "Jangan makan dulu, mari kita lakukan dikte terlebih dahulu."
Barsha "......"
Kelvin menoleh ke belakang berkata kepadanya lagi, "Keluarkan buku bahasa Inggrismu, pertama kita mengambil dikte dulu, dan menghafal apa yang tidak dapat kamu tulis sampai bisa. Kemudian kita akan berlatih percakapan, lalu mengerjakan PR bahasa Inggris kita, dan akhirnya mengerjakan matematika, dan kamu akan mengerjakan PR bahasamu sendiri di rumah nanti setelah pulang dari sini."
Ketika Barsha masih bengong, Kelvin berbalik dengan alis rajutan, bersandar punggungnya ke belakang kursi, menarik laci meja tulis dengan kakinya, dan dengan jentikan jari kakinya, mencabut buku kerja bahasa Inggris baru dari dalam laci, dan menjatuhkannya di meja Barsha.
"Ayo fokus! Dikte, siap, mulai!"
Dengan setengah kue di tangan kirinya dan segelas jus jeruk di sebelah kanannya, Barsha melihat bahwa Kelvin telah mengangkat kakinya dan menekan tombol putar pada perekam.
__ADS_1
Tidak ada gunanya menangis setelah susu tumpah.
Kini Barsha akhirnya menyadari arti dari kalimat itu. Dia merasa tidak ada kerjaan apa? Apa itu tidak cukup untuk disiksa oleh gurunya di sekolah pada siang hari, setelah itu dia harus pergi lagi ke rumah Kelvin untuk dilecehkan olehnya di malam hari.
Setelah lima malam belajar bareng bersama Kelvin di rumahnya, Barsha mengungkap untuk tidak datang lagi, tetapi Kelvin tidak mau!
"Tidak bisa." Kelvin berkata dengan amat serius, "aku tidak menyadari bahwa dirimu itu memiliki dasar yang begitu buruk, Ndut, berapa banyak waktu yang biasanya kau habiskan untuk belajar di malam hari?"
Barsha tidak bisa menjawab. Kehidupan malamnya yang biasa seperti ini: setelah pulang dari sekolah, dia akan menonton kartun, kemudian makan malam, dan kemudian beralih ke surat kabar dan majalah setelah makan.
Setelah membaca majalah sudah pukul 7 malam, pas di jam itu serial tv ditayangkan. Barsha akan bersembunyi di kamar orang tuanya untuk menonton episode baru, sampai pak Bambang bertanya kepadanya, "apakah kamu sudah menyelesaikan pekerjaan rumahmu?"
Jadi akhirnya dia terpaksa menyelinap kembali ke kamarnya.
Setelah menghabiskan satu jam untuk menyelesaikan PR-nya secara ngawur, Barsha akan siap untuk mandi dan tidur.
Apalagi sebelum tidur, dia akan memberi tahu ibunya bahwa dia ingin mendengarkan kaset bahasa Inggris untuk sementara waktu. Tapi sebenarnya Walkman-nya sudah rusak sejak lama. Yang tersisa hanya fungsi mendengarkan radio.Barsha akan bersembunyi di dalam selimut di tempat tidurnya dan pasang headphone, mendengarkan semua jenis program musik, dan kadang-kadang mendengarkan acara "Harbor Hangat" pada pukul 10:00 malam.
Ada begitu banyak orang yang telpon ke acara "Harbor Hangat", untuk meminta solusi kehidupan, kadang-kadang dengan beberapa masalah kesehatan di antaranya. Pada saat itu, Barsha akan meledak dengan haus akan pengetahuan yang belum dia paham sebelumnya, dia mendengarkan berbagai panggilan pendengar dalam semangat tinggi, meskipun ada banyak pertanyaan yang tidak bisa dia pahami.
Ada satu pertanyaan yang dia dengar berkali-kali dan tetap tidak mengerti apa artinya, jadi dia dengan rendah hati meminta bantuan kepada Kelvin saat dia bersepeda ke sekolah bersamanya.
Kelvin yang lagi bersepeda dengan lengan berada di bingkai logam untuk mengontrol arah, ketika ia mendengar pertanyaan Barsha,kepala sepeda langsung memutar keras, dan ia segera menjatuhkan kaki kanannya ke tanah untuk menghentikan sepedanya yang hampir saja jatuh.
Barsha juga terkejut olehnya, dan setelah menghentikan sepeda, dia menemukan bahwa dia tampak sangat aneh, kelihatan pipinya memerah, jadi dia bertanya dengan bingung, "Apa yang salah denganmu?"
"Tidak ada." Jawab Kelvin sambil naik ke sepedanya lagi,Barsha mengejarnya dan bertanya, "Kamu masih belum menjawab pertanyaanku, apa itu mimpi basah?"
Kelvin dengan cemberut menjawab, "Entahlah."
__ADS_1
"...... "Barsha merasa bahwa Kelvin itu lagi pamer, jadi dirinya tidak begitu senang dan bertanya lagi, ""Lalu, tahukah kamu apa itu 'ejakulasi dini', dan apa arti 'ereksi pagi'?"
Kepala Kelvin menjadi besar setelah mendengarkan pertanyaan konyol Barsha dan dia berteriak padanya, "Aku tidak tahu! Kau tidak bosan tanya-tanya terus? Kalo kau punya waktu untuk peduli tentang hal itu, lebih baik kamu sana membelajari beberapa soal matematika!"
Barsha jadi tidak senang, "Aku hanya bertanya kepadamu, kalo kamu tidak tau tidak usah jawab, mengapa kau berteriak begitu keras! Kau itu baru membosankan! Hemmm!"
Setelah berkata dengan emosi, Barsha melajukan sepedanya dengan kecepatan tinggi meninggalkan Kelvin yang di belakang.
"Ndut, tunggu aku", Kelvin berteriak sambil mengejarnya, tetapi dia tidak dapat mengejarnya.Sebab itu sudah tidak cukup mudah baginya untuk naik sepeda, dia tidak akan ambil resiko untuk melakukan sesuatu yang berbahaya bagi dirinya seperti bersepeda dengan kecepatan tinggi.
Kelvin bersepeda perlahan sampai sekolah dan dia menemukan Barsha sedang menunggunya di depan pintu sekolah.Ketika Kelvin melewatinya, Barsha tiba-tiba menendang betisnya, "Ayo cepat, kita akan terlambat."
Setelah mereka berdua memarkir sepedanya dan berjalan menuju ke kelas mereka, Barsha bertanya lagi, "Kelvin, apa kamu benar-benar tidak tahu apa itu mimpi basah? Aku telah mendengar dari pak Agus ( Penyiar Radio "Harbor Hangat") bahwa pria akan mimpi basah sejak usia sebelas atau dua belas tahun, tetapi aku tidak pernah tahu apa artinya itu."
Kelvin seakan mau pingsan mendengar pertanyaan Barsha. Setelah dia berpikir, dia mencondongkan tubuh ke telinga Barsha dan merendahkan suaranya dan berkata, "Ini adalah masalah fisik seorang pria. Kamu tidak harus memahaminya.Barsha, kamu perempuan, jangan tanya cowok lain pertanyaan seperti ini dikemudian hari, itu akan membuat orang mengira kamu itu kotor. "
"Kau yang kotor!" Barsha melompat, "Aku benar-benar tidak mengerti! Orang-orang di radio terus bertanya, "Pak Agus, saya bermimpi basah hampir setiap hari atau Pak Agus saya belum memiliki ereksi pagi selama beberapa hari, sedangkan aku bahkan tidak bisa mengerti apa yang aku dengar, itu sangat menjengkelkan."
Barsha bersuara lantang, Kelvin langsung melihat sekeliling dengan gugup, kemudian meliriknya, "Kecilkan suaramu, apa kamu tidak malu!"
Seperti kata pepatah, orang bodoh tidak kenal takut, Barsha bahkan tidak tahu apa salahnya, "Apa yang harus aku malu! Kayaknya aku belum pernah melihat burung pipit kecil mu aja, Kelvin, jangan lupa, kita biasa mandi bersama setiap hari ketika kita masih kecil, dan aku bahkan pernah bermain dengan burung pipit kecil mu itu!"
__ADS_1
Kelvin: ⊙﹏⊙