Mr Penguin / Kekasihku Sangat Istimewa

Mr Penguin / Kekasihku Sangat Istimewa
Bab 4


__ADS_3

Saat mereka kejar-kejaran di jalanan pulang sekolah, mereka berhadapan dengan pak Andy yang pas juga pulang kerja.


"Papa"


"Paman"


Setelah dipanggil oleh anak-anak, pak Andy mendampingi mereka dengan tanpa ekspresi, dia menepuk bahu Kelvin dan bertanya," udah pulang sekolah?"


"Ya,pak", Kelvin mengangguk.


Saat itu pak Andy berumur 39 tahun, dia tinggi dan kurus, berwajah tampan dan memakai sebuah kacamata, penuh dengan ciri khas orang insinyur.


Di dalam perjalanan pulang, Kelvin berjalan di paling depan, pak Andy di tengah, sedangkan Barsha berjalan di paling belakang. Selama perjalanan, mereka tidak lagi berkata apa-apa. Kelvin berlangkah amat hati-hati, dua lengan kemeja yang tanpa isi tergantung dengan tenang di sisinya, sangat berbeda dengan sikap biasanya yang suka kejar-kejaran sama Barsha di jalanan.


Barsha tau bahwa Kelvin itu sedikit takut sama ayahnya.Biarpun di mata Barsha, pak Andy itu orang yang sopan santun dan tidak pernah berbicara dengan nada tinggi apalagi berkata kasar. Tidak seperti ayahnya sendiri suka memukul dan memarahinya saat Barsha nakal. Ditambah dengan pak Andy bergaji tinggi, apa yang dipakai dan dimakan Kelvin jauh lebih bagus ketimbang punyanya Barsha. Jadi, Barsha memang sedikit iri dengan Kelvin yang punya ayah seunggul kayak pak Andy. Dengan begitu dia sedikit kurang paham kenapa Kelvin selalu berlagak hati-hati di depan pak Andy. Bukan kah sama papa sendiri bisa seenaknya manja?


Saat sampai di depan rumah, tiba-tiba pak Andy berkata," Kelvin, kenapa celanamu basah?"


Kelvin,"......"


Barsha ketakutan," Sampai jumpa paman." habis menyapa ke pak Andy, Barsha langsung menghindar masuk ke rumahnya sendiri.


Bu Nina mendengar suara buka pintu, langsung meladeni mereka dengan senyuman," Kok, kalian bisa pulang barengan?"


"Ketemu di jalan." Sahut Pak Andy sambil memberikan tasnya ke ibu Nina. Setelah melepas jaketnya, dia menoleh ke arah putranya dan berbisik," Apa kau kencing di celana?"

__ADS_1


"Tidak!" kelvin segera menggelengkan kepalanya dengan keras," Papa, ini adalah air, air hujan. Tadi main sama Barsha jadi tidak sengaja celananya dibikin jadi basah."


Pak Andy merenung sejenak dan berkata," Segera ganti celananya kalo tidak, bisa jatuh sakit."


"Baik pak."Kelvin mengangguk, mengikuti ayahnya ke kamar dengan patuh, "Papa, maaf, lain kali aku akan lebih hati-hati, bisakah papa tidak memberitahukannya ke mama?" Mohon Kelvin sambil menatap ayahnya.


Pak Andy membalas tatapannya dan berkata," Baik, papa tidak kasih tau ke mama, tapi lain kali jangan dibikin basah lagi, mama bisa khawatir."


Di saat makan, Kelvin duduk diam saja di kursi, bu Nina membawakan satu baskom yang penuh air hangat, taruh di depan kakinya, dengan air hangat itu Kelvin membersihkan kakinya, Setelah bersih, bu Nina membantunya mengambil sepiring nasi dan membuang air yang sudah jadi kotor.


Pak Andy yang duduk di depan meja makan,menyaksikan semua itu dengan pandangan yang rumit.


Kelvin suka makan dengan kaki kanannya.Meja makan di rumahnya juga dibuat secara khusus, yang lebih rendah dari meja makan biasa. Kelvin meletakkan kaki kanannya di atas meja, mencondongkan tubuhnya ke depan,dan mengantarkan nasi ke mulut dengan sendok yang dijepit di antara jari-jari kakinya. Kadang bu Nina juga membantu memberikan beberapa sayuran ke piring putranya.


Pak Andy tetap diam menyaksikan semua itu. Sampailah di saat ibu Nina membantu putranya untuk mengupas beberapa ekor udang,dia baru berkata dengan tidak sabaran,"Semestinya kamu harus menyuruh anakmu kupas udangnya sendiri!"


"Aku tau kalo ambil nasi sama angkat baskom merupakan hal yang sulit bagi Kelvin, tapi kalo hal seperti kupas udang dan ambil sayur itu tidak mungkin dia harus mengandalkan orang lain seumur hidup, dia harus belajar melakunya sendiri." Pak Andy sambil makan sambil melanjutkan ucapannya dengan tenang," Kelvin sekarang memang masih kecil, umpama waktu dia jadi dewasa, dia harus kuliah, nyari kerja, nyari pasangan, kalo kita tidak ada di sampingnya, apakah dia harus makan nasi tanpa sayuran? Bu Nina, apa ibu bisa menjaganya seumur hidup seperti itu?"


Kelvin menarik bahu dan menundukkan kepalanya setelah mendengarkan ucapan ayahnya. Bulu matanya yang panjang dan lebat terkulai tanpa daya, tatapan matanya hanya tertuju pada nasi yang ada di dalam piring.


Bu Nina terdiam beberapa saat baru berkata, "Ayolah, jangan terdesak-desak. Nak Kelvin telah membuat banyak kemajuan sekarang. Dia sudah bisa berpakaian sendiri. Dia baru berusia 11 tahun. Jangan terlalu menuntut padanya ."


Pak Andy menatap bu Nina sejenak dan menoleh ke arah Kelvin," Nak, bukan papa yang menuntutmu tapi masyarakat ini yang menuntutmu harus kuat. Dunia di luar sana sangat adil dan juga kejam. Kamu tidak ada tangan, baik itu belajar maupun nyari kerja, kalian tidak di level yang sama.Jika kamu ingin mencapai ketinggian yang sama dengan orang lain, kamu harus berusaha beberapa kali lipat


lebih banyak daripada orang lain. Kalo kamu cuma pikir enak-enakan dan malas, kamu akan terlempar terbelakangan. Jangan kan bisa sukses, dapat kerja aja akan susah! Apakah kamu sudah mengerti?"

__ADS_1


Kelvin mengerutkan mulutnya erat-erat, wajahnya mulai tampak pucat dan membalas kritikan ayahnya hanya dengan mengangguk saja.


Bu Nina merasa tidak tega putranya diomongi seperti itu, dia berkata dengan sedikit emosi, "Pak Andy,tolong makan! Apa yang telah bapak lakukan terhadap anakmu sendiri? Kelvin sudah berusaha bekerja keras, Nilai pelajarannya selalu tertinggi di kelas, dan kemampuan melukisnya juga sangat berbakat. Kenapa bapak tidak puas dengan semua itu? "


Mendengar omongan bu Nina,pak Andy tiba-tiba ketawa, dia sambil menggelengkan kepalanya sambil berkata,"iyaya, aku memang sudah puas, amat puas dengan semua itu! apa sudah cukup? Baiklah, jangan lagi berbicara apa-apa,ayo makan!"


Dia benar tidak berbicara lagi. Ibu Nina juga jadi diam. Kelvin juga melanjutkan makan nasinya yang ada di piring. Bu Nina tidak lagi membantu Kelvin untuk mengambil sayuran. Karena agak jauh dari jangkauan kakinya,jadi Kelvin memaksa dirinya menelan nasi putih sampai habis tanpa disertai sayuran apa pun.


Habis makan, pak Andy teringat bahwa tubuh Kelvin yang pernah dibasahi oleh air hujan, jadi dia suruh bu Nina untuk bantu Kelvin nya mandi.


"Tidak perlu, aku bisa mandi sendiri". Jawab Kelvin buru-buru. Karena omongan ayahnya tadi waktu makan, Kelvin udah memutuskan untuk mandi sendiri.


Di hari-hari biasa Kelvin memang berusaha mandi sendiri. Tapi hari ini cuacanya cukup dingin, mereka takut Kelvin kelamaan mandi akan kedinginan. Kalo dimandikan oleh ibunya, Kelvin selalu akan mengenakan celana pendek satu karena merasakan malu.


Mungkin karena tau apa yang dipikirkan putranya, pak Andy mengeluh," Kalo kamu mandi sendiri mana bisa bersih, begini aja, hari ini papa aja yang bantu mandikan."


Pak Andy membawa putranya ke kamar mandi, membantunya melepaskan pakaian. Badan Kelvin yang kurus tanpa ada lengan bawah dan tangan nampak di depannya.


Itu adalah sebuah kecelakaan mengakibatkan tangan anaknya harus


diamputasi.


Kelvin menunduk, berusaha melepaskan celananya dengan gesekan kedua kaki.


Tiba-tiba pak Andy menyentuh luka amputasi yang ada di tubuhnya. Kelvin terkejut dan balik menatap ayahnya, matanya hitam dan jernih membawa rasa waspada.

__ADS_1


Pak Andy baru menyadari bahwa dirinya sudah lama tidak memperhatikan luka putranya.Dengan sedikit merasakan bersalah dia bertanya," Apa sekarang masih sakit?" Kelvin mengatupkan mulut dan menggelengkan kepalanya.


"Baiklah,sini papa bantu kamu lepaskan celananya, ayo kita mandi." Ucap pak Andy.


__ADS_2