Mr Penguin / Kekasihku Sangat Istimewa

Mr Penguin / Kekasihku Sangat Istimewa
Bab 5


__ADS_3

Habis makan Barsha bukannya segera mengerjakan PR tapi dia malah berlari ke kamar orang tua nya buat nonton TV.


Untungnya pak Bambang tidak banyak mengurus kebiasaan putrinya, kalo dia suka nonton ya nonton aja.


Waktu mereka lagi asyik nonton, terdengar suara ketuk pintu di luar. Bu Elvina mamanya Barsha pergi membuka pintu, ternyata yang datang adalah bu Nina, tetangga mereka.


Ketika Barsha mendengar suara bu Nina di dalam kamar, jantungnya langsung berdebar kencang karena takut bu Nina datang untuk mengeluh perbuatannya terhadap anaknya Kelvin.


Barsha berpura-pura mau balik ke kamar kerjakan PR. Waktu melewati ruang tamu dia juga memberikan sapaannya ke bu Nina dengan sopan.


Bu Nina tersenyum pahit, matanya tampak memerah karena menangis.


Barsha tidak paham apa yang terjadi, jadi habis dia tutup pintu kamarnya, dengan rasa penasaran dia langsung tempelkan kupingnya di belakang pintu.


Ternyata bu Nina ke sini hanya ingin obrol dengan ibunya. Katanya, pak Andy lagi bantu Kelvin mandi, jadi dia mampir sebentar ke sini.


Barsha mendengar mamanya tanya," Ada apa? Apa sama pak Andy


bertengkar lagi?"


"Tidak juga." Jawab bu Nina dengan nada rendah," hanya tadi waktu ku cuci piring, dia mengungkitkan hal itu lagi."


Bu Nina dan bu Elvina terdiam bersama, beberapa saat kemudian bu Elvina berkata," Sebenarnya apa yang dipikirkan pak Andy bisa dimaklumi. Dia adalah seorang insinyur yang berbakat di pabrik, semua orang ingin memilihnya jadi ketua. Pekerjaannya bagus, tentu saja tidak ada beban untuk memelihara anak lagi satu. Sedangkan Kelvin......Tentu saja Kelvin adalah anak yang baik, tetapi dia tetap......Begitulah. Jadi dengan kalian yang masih muda,ada baiknya juga untuk mencari anak lagi satu. Tunggu anak itu dewasa, bisa juga bantu kalian untuk menjaga Kelvin".

__ADS_1


Barsha terkejut mendengarkan percakapan mereka, biarpun dia baru berumur 10 tahun, tapi dia tetap mengerti apa itu maksudnya "mencari anak lagi satu". Ini berarti orang tua Kelvin ingin melahirkan satu adik lagi untuk Kelvin?


'Kalo begitu! Bagaimana dengan Kelvin?' Pikir Barsha.


" Aku tau, aku tau semua itu bu Elvina, cuma aku kepikiran keadaan Kelvin sekarang ini.Bisa menjaganya sudah menghabiskan banyak waktu, makan,tidur,sekolah, semua perlu perhatian yang lebih. Sekarang dia memang sekolahnya tidak terlalu jauh dari rumah, kalo nanti SMA dan kuliah, bagaimana dengan tinggal di asrama, kemungkinan aku harus menemaninya di sekolah nanti. Kalo aku punya satu anak lagi, bagaimana aku bisa menjaga di sisinya. Belum tentu Kelvin di saat ini yang baik dan patuh, bisa saja jadi bandel di masa pertumbuhan.Badannya yang cacat, aku takut di kemudian hari waktu di mana dia semakin dewasa akan semakin masuk ke hati tentang kecacatannya".


Bu Nina menghela nafas dan melanjutkan," Aku sebenarnya sudah bahas sama pak Andy untuk tidak lagi melahirkan anak, fokus pelihara Kelvin saja, anak itu hanya tidak memiliki tangan, yang lain pada sehat dan juga pintar. Sedangkan sekarang, pak Andy terus mengungkit hal ini, katanya ingin mencari anak lagi satu sebelum usia 40 tahun. Dia bahkan berbicara aneh di depan Kelvin saat waktu makan tadi. Bu, aku keberatan..."


Bu Nina mengetes air matanya setelah mengeluarkan isi hatinya, sedangkan bu Elvina terus menghiburnya.


"Sebenarnya, tahun kedua setelah Kelvin diamputasi, aku pernah ada niat untuk melahirkan anak lagi satu. Saat itu aku tanya kepadanya, mau tidak mama mencari satu adik buatnya, tapi, dengan sangat tegas dia bilang tidak mau."Ucap Bu Nina dengan sedih.


"Apa yang dikatakan anak kecil jangan dianggap serius. Di zaman kita dulu, siapa yang tidak punya saudara. Orang tuaku kalo mau tambah anak, mana pernah menanyakan pendapatku." Bujuk bu Elvina.


"Tapi Kelvin itu beda dengan anak lain, saat itu dia seperti sudah sedikit mengerti. Jadi dia itu setiap hari harus kutemani untuk tidur dan berkata berulang kali 'Mama, apa Kelvin akan ditinggalkan ibu? ' 'Mama, Kelvin akan rajin belajar makan dan menulis pakai kaki, aku akan jadi anak yang paling baik buat ibu.' Bu Elvina, setiap kali kudengarkan kata-kata itu aku jadi tidak sanggup."


Bu Nina balik ke rumah setelah setengah jam kemudian. Barsha menyelinap ke ruang tamu lagi dengan alasan ambil minum. Terdengar bisikan pak Bambang dengan bu Elvinadi dalam kamar.


Barsha terdengar mamanya berkata," apa maksud bu Nina itu, setiap kali datang ke sini untuk membicarakan putranya itu begitu baik dan pintar. Apa dia masih menginginkan Barsha dicalonkan jadi istri Kelvin?"


Barsha yang bersembunyi di ruang tamu hampir memuntahkan air minumnya setelah mendengarkan omongan mamanya.


Terdengar omongan pak Bambang lagi," Kamu itu jangan bicara sembarangan, bu Nina tidak ada maksud seperti itu. Omong-omong, Kelvin bisa menjadi seperti itu, Barsha kita juga harus bertanggung jawab."

__ADS_1


Bu Elvina langsung jadi cemas," Tanggung jawab apaan, waktu itu putri kita baru umur 5 tahun ! Mana dia mengerti apa-apa!"


"Udahlah." Kata pak Bambang," Sebenarnya aku juga ingin pak Andy itu mencari anak lagi satu. Waktu kita di pabrik, semua orang akan membahas anak-anaknya sendiri. Sepertiku, aku akan bilang kalo Barsha akan belajar menari, mendapat nilai 10 pas ujian. Kecuali pak Andy tidak pernah membicarakan Kelvin."


Barsha merasakan matanya mulai basah, ada perasaan tidak enak mengalir di dalam hatinya. Dia meletakkan gelas air dengan ringan dan kembali ke kamar.


Pagi hari berikutnya, Barsha pergi ke sekolah bersama Kelvin.


Jalan masih sedikit basah, air hujan yang masih ada di dalam genangan tampak kotor membuat Barsha tiada minat untuk bermain air lagi. Barsha berjalan dengan menunduk dan tidak berkata.


Di tengah jalan, dia sudah tidak lagi bisa menahan dirinya untuk bertanya kepada Kelvin yang di sisinya," Kelvin,apakah pak Andy dan bu Nina akan melahirkan seorang adik untuk mu?"


"Aku tidak tau." Jawab Kelvin dengan ragu.


"Kenapa kau bisa tidak tau, apa kau tidak ingin punya adik?" Tanya Barsha sambil mondar-mandir di sisi Kelvin.


Kelvin meliriknya," kata siapa, siapa yang bilang kalo aku tidak ingin?"


"Perkiraanku." Barsha tidak berani mengatakan apa yang dia dengar kemaren, hanya melanjutkan analisanya," Apakah kamu takut orang tuamu tidak akan menyukaimu setelah mereka memiliki anak lagi?"


Kelvin menatapnya,berjalan terus ke depan, kedua lengan panjang kosong nya tergantung lesu di sisi. Dia berkata dengan tenang," aku tau bahwa ayah dan ibu menyayangiku, cuma......mungkin ayahku merasakan agak malu setelah aku kehilangan tangan."


Barsha tercengang mendengar penjelasan Kelvin.

__ADS_1


Kelvin menoleh kepadanya dan tersenyum manis," Ndut, apa kau merasa aku itu memalukan setelah tidak punya tangan?"


Melihat Barsha menggeleng-gelengkan kepalanya dengan keras, Kelvin jadi gembira dan berkata," Aku juga tidak merasakan harus malu kepada diriku sendiri, sungguh!"


__ADS_2