Mr Penguin / Kekasihku Sangat Istimewa

Mr Penguin / Kekasihku Sangat Istimewa
Bab 12


__ADS_3

Jika melakukan survei kuesioner untuk gadis-gadis kecil di Sekolah Dasar Harapan, tanyakan kepada mereka siapa adalah anak lelaki yang paling istimewa di sekolah itu. Sembilan dari sepuluh gadis kecil akan menjawab," Tentu saja adalah Kelvin". Tapi itu berbeda dengan Barsha, dia akan menuliskan nama 'Daniel' di atas kertas survei dengan teliti.


Daniel, Barsha serta Kelvin sama-sama merupakan siswa tamatan dari SD Harapan, tapi Daniel berbeda kelas dengan mereka. Di saat kelas 6, Daniel merupakan murid teladan di sekolah, bukan hanya unggul dalam pelajaran, tapi orangnya juga tampan dan berbakat. Keluarga Daniel juga sangat kaya, di saat dia kelas 3, karena lapangan sekolah masih kotor belum dilapisi pakai semen, jadi ayahnya langsung mengeluarkan modal untuk memperbaiki keadaan lapangan sekolah, membuat pihak sekolah juga terkejut dengan tindakannya.


Daniel bisa dibilang merupakan anak laki-laki yang sangat spesial, dia melakukan banyak hal-hal yang tidak dapat dimengerti oleh banyak orang. Sebagai contoh, dia selalu menolak menjadi ketua kelas, menolak untuk menjadi pembawa acara, menolak memimpin latihan olahraga, bahkan menolak mewakili sekolah untuk berpartisipasi dalam semua jenis kompetisi dan lomba.


Hal paling terkenal yang pernah dilakukan Daniel adalah menolak kesempatan untuk mengikuti ujian Sekolah Internasional kota S. Setelah berita itu keluar, semua siswa terkejut. Karena sekolah internasional itu bukan murid sembarangan bisa masuk ke sana. Setiap siswa perlu pencalonan dari sekolah dan setiap sekolah hanya memiliki 3 sampai 5 kursi dan akan diterima dengan hasil tes ujian sesuai ranking.


Untuk mendapatkan rekomendasi dari sekolah dasar mereka,setiap orang tua murid berupaya keras,bukan hanya berusaha meningkatkan prestasi anak-anak mereka lewat berbagai les, bahkan ada orang tua murid yang sering memberikan uang dan hadiah kepada guru.


Pak Andy juga ingin Kelvin mendapatkan kesempatan rekomendasi itu, tetapi akhirnya dilarang oleh bu Nina, katanya," Sekolah Internasional harus tinggal di sekolahnya, bagaimana Kelvin bisa tinggal sendiri di sana?!"


Mendengarkan kata-kata bu Nina, pak Andy hanya bisa menyerah.


Sedangkan Daniel dikasih kesempatan oleh gurunya,tapi dia malah menolak dengan tegas! Katanya," Aku tidak mau ikut tes ujian itu.Kalo lulus, malah aku harus inap di sekolah itu, tidak bisa nonton TV, tidak bisa main game, bagaikan masuk penjara, apa serunya?!"


Anehnya orang tua Daniel juga tidak banyak memaksa kehendak putranya!


Kemudian, setelah tes ujian selesai, tidak ada satu pun dari tiga siswa yang dicalonkan oleh SD Harapan dapat diterima oleh Sekolah Internasional. Sedangkan guru yang mendapatkan soal tes ujian itu secara diam-diam memberikan tes itu kepada beberapa siswa terbaik di SD Harapan dengan mengelabui mereka bahwa itu adalah soal latihan kompetisi dan meminta mereka menyelesaikan soal itu dengan waktu yang sama.


Hasil tes dari belasan siswa terbaik, hanya Daniel dan Kelvin mendapat nilai yang bisa diterima oleh Sekolah Internasional. Tentu aja, mereka tidak akan tau tentang hal itu selamanya.


Setelah Daniel memarkirkan sepedanya, dia menghampir mereka. Dia tidak mengenal Barsha dan Danita, tetapi dia mengenal Kelvin, dengan tersenyum dia menyapa, "Hi, Kelvin, kamu dibagi di kelas berapa?"


Barsha hanya terdiam di samping Kelvin sambil menyaksikan sosok Daniel.


Daniel memang merupakan cowok yang ganteng, dengan alis tebal dan mata besar bersinar, bibir merah dan gigi putih, mirip seperti bintang film.


"Kelas 1, bagaimana denganmu?" Sahut Kelvin dengan senyum.


"Kebetulan sekali, aku juga di kelas 1!" Jawab Daniel sambil angkat alis. Setelah itu, dia menyapa kepada Barsha dan Danita," Halo ladies."


Disapa oleh Daniel,wajah Barsha merah kesipuan dalam sekejap, bahkan gaya jalannya langsung berubah menjadi gadis baik. Kelvin menatapnya dengan aneh dan bertanya," Barsha, Kamu kenapa?"


Barsha melototnya, tapi hatinya sangat gembira karena Daniel akan menjadi teman kelasnya!


Kehidupan SMP Barsha dan Kelvin secara resmi dimulai. Sekolah baru, kelas baru, guru baru, teman kelas baru, semuanya tampak sangat menarik, kecuali posisi duduknya bersama Kelvin tidak pernah berubah selama bertahun-tahun.

__ADS_1


Barsha dan Kelvin tetap duduk di pojok kelas yang paling belakang,Setelah dua minggu, semua murid baru di kelas telah pulih dari keterkejutan mereka terhadap keistimewaan Kelvin. Di antara sebagian besar teman kelas sudah memberlakukan Kelvin dengan ramah, tetapi ada juga sebagian teman kelas yang tidak berani berbicara dengan Kelvin, tetapi mereka secara diam-diam akan mengamati tingkah laku Kelvin dari jauh. Sepertinya mereka ingin tau segala sesuatu tentang Kelvin, mereka selalu ingin melihat bagaimana dia bisa melakukan sesuatu dengan kakinya. Pengamatan dari teman kelas yang berlebihan selalu akan mendapatkan teguran dari Barsha," Lihat apa lihat?!"


Jadi tidak lama kemudian, rumor sudah menyebar di kelas bahwa Kelvin sama Barsha merupakan pasangan kekasih. Tatapan terhadap mereka juga menjadi aneh.


Setelah Barsha mendengarkan kata-kata itu dari Danita, hatinya tambah kesal. Dia tidak mengerti bahwa selama 6 tahun duduk bersama Kelvin tidak pernah ada gosip, tapi setelah ganti sekolah baru, tidak lebih dari sebulan, teman-teman kelas baru sudah menganggap mereka adalah pasangan. Bahkan Daniel juga berpikir seperti itu.


Di hari itu, Barsha baru habis dari kamar mandi bertemu sama Daniel di koridor sekolah, Daniel melihatnya dan berkata," Beruang, nanti kamu kasih tau sama Kelvin, habis sekolah main sepak bola bareng."


Barsha merasa sedikit aneh, dengan muka sipu dia berkata," Kenapa tidak kamu sendiri yang beritau kepadanya?"


Daniel tersenyum penuh arti dan berkata," Katakan sama kamu atau dia, bukannya sama aja." Setelah itu, dia berbalik dan pergi meninggalkan Barsha yang tercengang.


Sepulang sekolah, Kelvin akan bermain sepak bola bersama sekelompok teman kelasnya, Barsha terus mengomel, dia ingin langsung pulang ke rumah nonton serial TV, tapi dia tetap khawatir dengan Kelvin kalo pulang sendiri.


"Bagaimana kalo kau pulang duluan, aku bisa pulang sendiri nanti." Ucap Kelvin.


Barsha berpikir sejenak, akhirnya tetap menolak," Tidak bisa, kata papaku, di jalan banyak mobil, kalo naik sepeda aku harus pulang bersamamu."


Kelvin mengerutkan bibirnya dan berkata," Kalo begitu kamu harus tungguku sebentar, setelah selesai main bola, kutraktirmu makan es krim ya."


"Sungguh? Ku mau yang coklat!" Kata Barsha langsung jadi gembira.


Ketika mereka sedang bermain bola di lapangan, Barsha duduk sendiri di tribun lapangan dan menyaksikan mereka sambil mengangkat dagu. Barsha yang tidak mengerti tentang sepak bola tentu saja merasakan bosen meyaksikan mereka berebutan bola sana-sini tanpa peraturan. Ahkirnya dia berfokus pandangannya pada sosok seseorang.


Daniel yang berlarian di lapangan, kadang akan berhenti beristirahat, kadang dia juga mengangkat tangannya untuk menunjukkan arahan, sepertinya orang-orang pada turut dengan kata-katanya. Barsha mulai mengamati pakaiannya. Daniel memakai kaos biru dan celana pendek hitam. Di baju dan celananya semua berlogo "✔", katanya Kelvin itu adalah merek bernama Nike,lumayan harganya.


Sepatu paling bagus yang dimiliki Barsha adalah sepasang sepatu putih yang bermerek 'Bata', mamanya beli untuknya saat diskon besar-besaran. Faktanya, kebanyakan pakaiannya semua dibelikan oleh ibunya di pasar grosir, jarang ada yang dibeli di mall. Beda dengan Kelvin, kebanyakan baju dan sepatunya dibelikan di mall, harga jelas lebih mahal. Tapi, menurut Barsha, baju yang bermodif hampir sama yang dipakai oleh Kelvin masih kurang cakep dibandingkan oleh Daniel.


Kebanyakan cewek di kelas mengatakan bahwa Kelvin itu sangat tampan, bahkan Danita pernah bilang Kelvin lebih ganteng daripada Daniel. Sedangkan Barsha merasakan penilaian mereka itu bermasalah, bagaimana Kelvin bisa lebih cakep dari Daniel? Kelvin itu...


Ketika dia memikirkan Kelvin, dia menoleh ke arahnya, dan di antara semua orang itu, Kelvin tampak begitu mencolok, dia selalu berlari dengan langkah besar, lengan kausnya yang kosong terbang di sekelilingnya tanpa henti, dia tidak takut untuk berebut bola dengan orang lain membuat Barsha berkeringat dingin.


Kelvin itu tidak ada tangan, jadi tidak terhindar dia akan jatuh. Tapi sepertinya dia tidak peduli, habis jatuh langsung bangun, jatuh lagi bangun lagi, kayaknya tidak ada rasa sakit, bermain bola sama anak-anak lain membuatnya sangat gembira.


Hampir sejam kemudian, mereka pada capek bermain, rata-rata berlari ke pinggir lapangan untuk membawa tas pulang. Barsha melihat Kelvin yang kotor habis bermain, dia berkata," Kamu membuat baju jadi kotor begini, mamamu apa tidak akan marahimu."


Kelvin yang berkeringat menggelengkan kepalanya dan jawab," Mamaku tidak akan marah."

__ADS_1


Teman baiknya Irfan dan Liam ternyata juga di kelas 1, mereka berdua bersama Daniel berjalan mendampingi Kelvin, Irfan berkata," Kelvin bajumu kotor, beruang, kamu sana bantu cuci aja."


"Kenapa aku yang bantu cuci? Apa hubungannya denganku?" Jawab Barsha masih bingung.


Irfan tersenyum licik, katanya," Bukankah kamu itu pac......"


"Stop!" Kelvin langsung menghentikan kata Irfan, mukanya tersipu malu dan terlihat canggung, Barsha langsung jadi mengerti.


"Tidak lucu!" Barsha mengenakan tasnya dan pergi dengan emosi. Sebelum dia pergi dia melihat Daniel sedang minum di pinggir lapangan, sambil minum sambil tersenyum padanya.


Kelvin menyuruh Liam membantunya memakai tas sekolah, dengan berlangkah cepat dia mengejar Barsha yang sedang mau naik sepeda. Kelvin berdiri di sampingnya tiba-tiba bingung mau omong apa.


Barsha yang lagi bersepeda menoleh kepadanya, berkata dengan kesal," Lagi apaan, cepatan jalan, hari udah mau gelap!"


"......" Kata Kelvin," Aku belum ganti sepatu,boleh tunggu aku sebentar?"


"Ayo cepatan," Desak Barsha sambil menunduk.


Dengan segera Kelvin menggerakkan bahunya untuk menjatuhkan tasnya. Dia duduk di atas tanah, berusaha melepas ikatan sepatu pakai gigitan mulut dan melepas sepatu dengan saling bertendangan.


Dia berusaha lebih cepat, membuka ritsleting tas dengan tarikan kaki, mengeluarkan sepasang sandalnya dari dalam tas, lagi masukkan sepatu ke dalamnya.


Tapi, ketika dia ingin menutup ritsleting tas, ritsleting itu sepertinya tersangkut oleh kain, bagaimanapun usahanya, ritsleting tas juga tidak tertutup.


Barsha sudah menunggu lama disamping, akhirnya datang dengan pasrah. Dia menjongkok di depannya bantu dia tutup ritsleting tas pakai tangan.


"Bodoh amat." Kata Barsha.


Kelvin tidak berkata, setelah memakai sandalnya, dia berdiri bersama Barsha. Barsha mengangkat kepala, melihat pipi Kelvin terkotor oleh tanah liat, dengan sangat wajar dia mengusap muka Kelvin pakai tangan untuk bantu membersihkan tanah kotor itu. Sedangkan Kelvin yang satu kepala lebih tinggi dari Barsha menatapnya dengan tenang.


Saat itu, dibelakang mereka terdengar banyak seruan,"Oh,oh,oh......" Barsha menoleh dengan panik, kelihatannya 6 orang cowok teman sekelasnya yang memakai tas sambil mengayunkan baju berjalan ke arah mereka. Jelas, mereka semua telah menyaksikan tindakan Barsha tadi, mereka semua tampak terhibur, seolah-olah mereka telah mengetahui sebuah rahasia besar.


Wajah Kelvin langsung jadi merah, sedangkan Barsha marah besar, dia berteriak ke mereka," Oh apaan sih! Kalian itu sungguh menyebalkan!"


Kemudian dia melihat Daniel yang ada di antara mereka, dia tetap lagi minum, matanya yang besar dan berkilau penuh dengan senyuman.


Saat bersepeda di jalan pulang, Barsha tidak menggubris Kelvin, biarpun Kelvin membujuknya dengan es krim coklat, Barsha tetap pasang muka dingin.

__ADS_1


Untuk seorang gadis yang baru kelas 1 SMP, jenis rumor seperti itu bisa membuatnya susah tahan emosi. Di kemudian hari, siapapun yang menertawai hubungannya dengan Kelvin, Barsha akan memarahinya habis-habisan.


__ADS_2