Mr Penguin / Kekasihku Sangat Istimewa

Mr Penguin / Kekasihku Sangat Istimewa
Bab 1


__ADS_3

Penerbangan delay karena cuaca buruk.Di dalam ruang bandara suhu masih hangat meskipun di luar hujannya lebat.


Barsha berdiri di depan jendela sambil menyaksikan air hujan berhamburan dari awan yang disertai petir yang menakutkan bercakar di langit.


Sekarang jam 9 malam, seharusnya Barsha sudah tiba di bandara tujuan kota S di mana rumahnya berada.


Pintu keberangkatan masih tutup rapat dan tidak didampingi petugas bandara.Satu jam lalu, masih ada petugas membagikan kotak nasi sama air mineral, tapi sampai sekarang belum ada pengumuman kelanjutannya. Jadi Barsha mulai


berpikir kemungkinan malam ini apa masih bisa sampai di rumah.


Barsha kembali duduk di kursi baris dengan tidak berdaya sambil menunggu pengumuman penerbangan lanjutannya.


Tiba-tiba handphonenya berdering dan ada tampilan tulisan Mama di layar hp.


"Bu, di sini hujannya besar sekali, sampai sekarang belum ada pengumuman untuk bisa berangkat." Barsha menjawab panggilan ibunya dengan ragu.


"Kalo begitu kusuruh Ariel balik dulu ya, dia sudah lama menunggu telponmu, rencananya mau jemput kamu ke bandara." Jawab ibunya.


"Kenapa dia datang lagi? Segera suruh dia pulang, kalo sini bisa berangkat aku bisa pulang naik taksi sendiri." Barsha mengerut setelah mendengarkan omongan ibunya.


Setelah selesai panggilan, Barsha memutuskan untuk jalan-jalan sebentar di area belanja karena sudah berjam-jam dia menunggu di bandara dan dia sudah merasakan bosen.


Dengan melewati beberapa toko baju dan perhiasan, Barsha berkunjung ke dalam sebuah toko buku. Buku-buku yang ada di ats rak-rak buku juga tidak begitu menarik, kebanyakan isinya tentang biografi, bisnis dan pariwisata...Satu persatu buku dilewati seleksi Barsha, tiba-tiba pandangannya terjatuh di gambar kover sebuah buku. Di mana tergambar seekor beruang putih yang imut tertidur enak dan seekor penguin berdiri tegak disampingnya di atas sebuah pecahan daratan es. Mata penguin itu terlihat sangat jernih dan pandangannya yang jatuh di muka beruang terasa begitu lembut.


Judul buku itu bernama "Miss Beruang & Mr Penguin".


Barsha secara spontan mengambil bukunya dan berusaha mencoba mencari nama penulis. Yang tercantum di kolom penulis bernama"Mr.Penguin". Nama yang begitu aneh tapi bisa membuat jantung Barsha berdebar-debar begitu kencang.


Barsha langsung mengambil buku itu menuju ke kasir tanpa ragu. Ketika Barsha membayar uang ke pegawai toko bisa tampak tangannya sedikit gemetar.


Setelah kembali ke pintu keberangkatan, Barsha menemukan ada keributan di ruang tunggu bandara.Ternyata ada pengumuman bahwa semua penerbangan malam ini ditiadakan karena faktor cuaca buruk.


Setelah mendapat konfirmasi dari pegawai bandara, Barsha terpaksa keluar bandara untuk mencari satu hotel untuk menginap di malam ini.


Saat Barsha berbaring di atas tempat tidur di sebuah hotel, waktu sudah menunjukan jam 12. Lampu di samping ranjang dihidupkan olehnya dan dengan hati-hati Barsha membongkar segel plastik buku yang baru dibelinya di toko buku tadi. Setelah menenangkan diri, buku yang berkover gambar beruang dan penguin dibukanya secara perlahan-lahan.


Di dalam kenangan Barsha ada juga cuaca buruk seperti hari ini. Itu jatuh pada musim hujan tahun 2003, hujan pada hari itu begitu deras juga.

__ADS_1


Pagi itu, Barsha yang berumur 10


tahun masih tertidur enak di dalam selimutnya,dan tidak mau bangun setelah ibunya berkali-kali memanggilnya untuk bangun sekolah. Setelah melihat jamnya mulai telat, dengan sedikit emosi ibunya masuk ke kamar Barsha dan langsung membuka selimut yang menutupi badannya.


"Aduhhh ma, ini dinginnn..."Barsha mengeluh di atas ranjang dengan memeluk kedua bahunya dengan rapat.


"Kamu mau telat sekolah sama Kelvin hari ini ya!" Ibunya berkata dengan tidak peduli.


Karena desakan ibunya Barsha terpaksa membuka mata dan bangun. Habis sarapan, Barsha tidak langsung ke sekolah, malah menuju ke rumah tetangganya.


Baru ketuk pintu depan dua kali,


pintu sudah terbuka. Di belakang pintu berdiri seorang anak laki-laki yang imut,dengan muka yang ganteng tapi cemberut dan mengeluh," Kamu semakin telat aja, kalo terus begini, aku tidak mau tunggu kamu lagi!"


Barsha mencibir sambil melihat Kelvin memakai sepatu di atas bangku dan berkata,"Bisanya omongi aku aja, lihat dirimu pakai sepatu aja begitu lambat!"


Kelvin memandang ke arah Barsha sekejap dan kembali melanjutkan memakai sepatunya dengan teliti.


Dengan tidak sabar, Barsha berjongkok di depan Kelvin, membantunya memasukkan kakinya ke dalam sepatu.


"Udah enak kah?" Tanya Barsha.


Setelah Kelvin berdiri, Barsha juga membantunya untuk pakai tas sekolah. Ibu Kelvin keluar dari dapur, melihat Barsha dengan senyum dan berkata ke anaknya," Kelvin, hari ini hujannya cukup besar, hati-hati licin di jalanan ya, apa perlu mama antar kalian ke sekolah."


Kelvin yang berumur 11 tahun menggeleng-gelengkan kepalanya," Aku bisa pergi ke sekolah sendiri dengan hati-hati. Ma,bantuku pakai jas hujan aja ya."


"Barsha, tolong bantu jaga Kelvin, jalannya pelan-pelan aja ya." Ibu Kelvin tetap menunjukkan kekhawatirannya.


"Baik Bibi, akan kujagain." Jawab Barsha dengan senyum manis.


Setelah semua beres,kedua anak bergegas keluar rumah menuju ke sekolah mereka.


"Nak-nak ,hati-hati di jalan!" Ibu Kelvin berteriak di depan pintu dengan cemas.


"Baik Bu," Kelvin sengaja menjawab dengan nyaring di dalam hujan untuk menyakinkan ibunya.


"Wow, banyak air ya, sepertinya kita jalan di atas sungai." Barsha berseru dengan gembira sambil menendang air di bawah kakinya ke depan.

__ADS_1


"Hati-hati jalannya,jangan nanti kamu masuk ke lubang selokan." Kelvin berjalan pelan di samping Barsha, jas hujan yang besar panjang yang dikenakannya meliputi seluruh badan dan tas sekolahnya. Tampak seperti seorang kakek tua lagi berjalan dengan punggung bungkuk.


"Udahlah, menyebalkan." Barsha


mencibir sambil menginjak-injak genangan air dengan keras membuat air hujan bercipratan sana sini.


"Ayo cepat jalan, kalo begini main terus kita akan terlambat." Di awal Kelvin masih sabar menunggu Barsha bermain, tapi sudah sekian lama, kalo terus dibiarkan pasti akan terlambat sekolah.


"Sebentar lagi!" Jawab Barsha sambil mengulurkan tangannya ke dalam hujan, dengan telapak tangan yang dicekungkan, sebentar aja, tangan Barsha sudah dipenuhi dengan air hujan.


Barsha menatap ke arah Kelvin dengan senyuman licik, tiba-tiba Barsha melemparkan air yang terisi di telapak tangannya ke arah muka Kelvin.


"Hi, apaan ini!" Kelvin berusaha


untuk menghindar, tapi mukanya yang cemberut tetap dibasahi oleh air hujan lemparan Barsha.


Sepertinya Barsha tidak takut kalo Kelvin marah, ulah kekanakannya tetap terus dilanjutkan kepada Kelvin.


"Barsha!" Kelvin berusaha untuk menghindar, tapi secara tidak sengaja dia menginjak sebuah batu licin dan terjatuh di atas genangan air.


Melihat keadaan Kelvin, Barsha tidak lagi ketawa, dengan segera dia membangunkan Kelvin.Lihat keadaan Kelvin dengan ekspresi kesakitan, Barsha tidak berani meminta maaf, hanya menatap ke arah Kelvin dengan cemas.


Setelah bangun, Kelvin mencoba berjalan dua langkah ke depan dan menoleh ke belakang melihat Barsha yang sedang merasakan bersalah.


"Baiklah, Aku tidak akan kasih tau ke mamaku kalo kau tidak berbuat seperti itu lagi." Kelvin berkata dengan serius.


Mendengar kata Kelvin, Barsha langsung jadi ceria.


"Sakit gak?" Tanya Barsha dengan cemas.


"Jelaslah!" Kelvin menatapnya.


"Di mana sakitnya?" Barsha menatap balik sambil membersihkan jas hujan Kelvin.


Pipi Kelvin mulai memerah setelah ditatap terus oleh Barsha.


"Kayaknya udah ilang sakitnya, ayo! cepat kita ke sekolah, ini kita pasti telat." Kelvin berusaha menutupi perasaannya dengan memimpin jalan di depan.

__ADS_1


"Baiklah." Dengan kejadian tadi, Barsha tidak berani bermain lagi.Dia mengikuti di belakang Kelvin satu langkah persatu langkah menuju ke sekolah mereka.


__ADS_2