Mutiara Yang Terlupakan

Mutiara Yang Terlupakan
Bertemu Sahabat


__ADS_3

Di sebuah desa dekat kaki gunung, seorang anak berumur 12 tahun sedang berjalan pulang menuju rumahnya yang ada di ujung desa dekat Sungai Kapus. namanya Cantik ia seorang piatu yang tinggal di desa Kemuning bersama paman dan bibinya. 3 tahun yang lalu adalah duka untuk dirinya karena ibunya meninggal dunia karena sakit dan ayahnya kini bekerja di Kota Kultur, terkadang ayahnya pulang setahun sekali pada saat bulan Ramadhan. karena ayahnya cantik bekerja di luar kota ia menitipkan cantik pada bibinya atau adik dari ibunya, karena wajahnya cantik yang seperti ibunya bibinya cantik seperti melihat kakaknya yang telah pergi meninggalkannya. ia sangat menyayangi cantik karena mengingatkan ia kepada kakaknya yang dulu juga sangat menyayangi dan selalu membantu dan melindunginya di setiap kondisi. bibinya cantik yang bernama Nila dan suaminya atau paman cantik yang bernama Andi dan juga anak semata wayangnya yang bernama Nisa tinggal di desa Kemuning di dekat kaki gunung. pekerjaan pekerjaan paman dan bibinya sendiri adalah seorang petani di desanya, karena persediaan air yang melimpah masyarakat di desa Kemuning kebanyakan adalah petani.


Di perjalanan pulang cantik berjalan dengan hati yang bimbang antara senang dan sedih. karena sebentar lagi ia lulus sekolah dasar dan setelah lulus ia berencana untuk pergi ke pesantren bersama saudaranya yang bernama Nisa anak dari bibi dan pamannya. Ia dan Nisa berencana berangkat ke pesantren setelah sebulan penerimaan surat kelulusan. di sana ia ingin memperdalam ilmu agama untuk bermanfaat dirinya dan sekitarnya ia juga bercita cita ia ingin mengajar di masjid di desanya setelah pulang dari pesantren, selain belajar agama juga melatih kemandiriannya karena seorang wanita nantinya akan menjadi ibu rumah tangga dan harus melakukan banyak hal maka dari usia dini ia harus di latih mandiri untuk kedepannya menjadi lebih baik.


tak lama kemudian cantik tiba di rumah ia segera masuk tak lupa ia mengungkapkan salam


" Assalamualaikum wr. wb". ucap cantik mengungkapkan salam sebelum masuk.


"Walaikumsalam wr. wb". ucap wanita paruh baya yang berumur hampir kepala empat yang tak lain adalah bibinya


"Kamu sudah pulang cantik" ucap sang bibi yang melihat langkah cantik memasuki rumah.


" Sudah bi baru saja aku sampai" ucap cantik yang sedang meletakkan sepatunya di rak sepatu.


" Cantik kamu lapar atau tidak bibi sudah masak makanan" ucap bibinya yang melihat cantik berjalan ke arahnya.


"Nanti aja bi aku masih agak kenyang tadi aku udah makan di kantin sekolah". ucap cantik ketika sedang bersalaman dengan bibinya yang duduk di kursi yang sedang melihat televisi.


"Ya sudah nanti kalau kamu lapar kamu makan ya di meja makan bibi sudah masak banyak makanan" ucap bibinya yang sekarang mengalihkan pandangannya ke televisi.


setelah bibinya selesai berbicara cantik segera masuk ke kamarnya ia berganti pakaian di kamar setelah berganti pakaian ia mengambil tas sekolahnya dan mengambil sesuatu dari tasnya yang tak lain adalah hadiah di wali kelasnya karena ia menjadi murid favorit atau panutan.


Ia membuka hadiah yang terbungkus kertas kado dan setelah di buka ia terkejut karena melihat ada sepasang sepatu yang sangat bagus dan jika di lihat itu sepatu dengan merk ternama dan harganya juga lumayan mahal.


Ia senang sekali karena mendapat hadiah sepatu yang sebenarnya sangat ia inginkan karena keterbatasan ekonomi jadi ia tidak bisa membelinya tapi sekarang ia mempunyai hatinya sangat senang dan berbunga bunga.

__ADS_1


Setelah selesai dengan urusan di kamarnya cantik membuka pintu kamarnya dan melenggang pergi mengarah ke pintu keluar rumahnya sebelum keluar ia mendengar ada yang memanggil namanya


" Mba Cantik" ucap seorang anak yang berumur 10 tahun lebih muda 2 tahun dari dirinya yang tak lain adalah Nisa anak dari bibinya.


Cantik yang mendengar ada yang memanggilnya menoleh ke belakang ia melihat seorang yang agak sebaya dengannya bersenyum kepadanya.


"He dik Nisa ada apa memanggilku" ucap cantik yang juga tersenyum kepada anak bibinya.


"Ngga cuman mau bertanya mba cantik mau kemana" ucap Nissa yang masih tersenyum.


"Aku mau keluar sebentar mau membeli peralatan sekolah di warung pak kuat" ucap cantik ke pada Nisa.


"ooh kirain mba cantik mau kemana soalnya kak cantik seperti berdandan mau ketemu seseorang" ucap Nisa melihat penampilan cantik yang agak berbeda.


setelah selesai berbicara dengan Nisa, Cantik pergi melenggang ke luar rumahnya ia berjalan ke arah timur karena letak warung pak kuat di arah timur.


di perjalanan ke warung cantik menikmati hawa sejuk yang di hasilkan pepohonan karena berada di desa, berbeda ketika di sekolah ia merasa kepanasan dan banyak polusi karena sekolahnya berada di dekat kota jadi ramai kendaraan.


Sesampainya di warung ia segera membeli barang yang di butuhkannya dan selain itu ia juga membeli beberapa jajan karena di warung pak kuat apa aja tersedia di warungnya dari sembako, peralatan sekolah dan lain lain.


setelah memilih ia membawanya ke tempat seperti kasir, di sana ia melihat pak kuat sedang menghitung di kalkulator.


melihat ada yang ingin membayar pak kuat menghentikan kegiatannya.


"oh ternyata yang membeli nona Cantik ya" ucap pak kuat yang melihat cantik tersenyum kepadanya.

__ADS_1


"Iya pak ini saya" ucap cantik kepada pak kuat


"kamu membeli barang cukup banyak ya cantik" ucap pak kuat yang sedang menghitung barang yang di beli cantik.


"Iya pak itu kebanyakan kebutuhan sekolah" ucap cantik dengan tersenyum.


setelah selesai membeli apa yang di butuhkan cantik meninggalkan warung pak kuat. di perjalanan ia bertemu seseorang yang sebaya dengannya yang tak lain adalah sahabatnya.


"Hai fira apa kabar?" tanya cantik kepada Zhafira.


"Baik, kamu apa kabar juga?" tanya balik fira ke cantik.


"Baik juga, ngomong ngomong kamu habis dari mana" tanya cantik kepada sahabatnya.


"Aku dari rumahnya bibi aku, kalau kamu dari mana" tanya fira balik


"Aku dari warung pak kuat membeli kebutuhan" jawab cantik dengan tersenyum.


Setelah keduanya mengobrol sebentar cantik melanjutkan perjalanan ke rumah karena sebentar lagi akan adzan shalat ashar jadi ia bergegas pulang ke rumah.


setelah sampai di rumah tak lama terdengar suara adzan shalat Ashar.


Cantik yang mendengar adzan itu ia bergegas masuk rumah dan segera berwudhu untuk melaksanakan sholat di rumah.karena yang wajib di masjid adalah laki laki sedangkan perempuan tidak jadi cantik memilih sholat di rumah sebenarnya perempuan juga boleh sholat di masjid tetapi cantik memilih di rumah saja.


setelah sholat ashar ia merapikan mukena dan selesai itu keluar dari kamarnya untuk pergi makan karena perutnya yang sudah lapar.

__ADS_1


__ADS_2