Mutiara Yang Terlupakan

Mutiara Yang Terlupakan
Kepulangan ayahnya Cantik


__ADS_3

setelah itu Cantik dan Nisa pulang dengan di anterin Arman menuju rumahnya dan tak lupa Arman juga meminta izin untuk mengantarkan Cantik dan Nisa untuk pulang ke rumahnya mereka pulang dengan sepeda di sini Cantik membonceng Arman karena model sepeda perempuan. di perjalanan untuk mengurangi rasa bosan mereka mengobrol dan berbicara tentang di sekolahan. karena mereka di pedesaan jadi belum banyak kendaraan yang melintasi jalan, di tambah hari weekend jadi banyak yang bekerja atau pergi refreshing jalan jalan dengan berjalan kaki.


tak berselang lama mereka sampai karena jarak kedua desa yang berdekatan jadi jarak yang di tempuh tidak memakan banyak waktu.


sesampainya di rumah mereka di sambut oleh bibinya Cantik atau ibunya Nisa.


yang melihat Cantik terluka agak khawatir dan langsung menanyakannya


"kamu kenapa Cantik kok bisa terluka" ucap Bu Mala dengan penuh kecemasan.


"ngga papa kok bibi aku cuman jatuh dari sepeda" jawab Cantik melihat bibinya mengkhawatirkannya.


"oh ya sudah kamu lain kali hati hati ya, ngomong² ini siapa ya ganteng sekali" ucap Bu Mala dengan melirik Cantik dengan penuh makna.


Cantik yang melihat lirikan itu pun maksud dari perkataan bibinya. sementara Arman yang mendengar bibinya Cantik berkata begitu ia tersenyum canggung.


Cantik berdehem " ehm... kenalin bibi ini Arman orang yang menolong aku di jalan pas aku jatuh dari sepeda" ucap Cantik.


Arman yang mendengar itu langsung berkenalan sambil mencium punggung telapak tangan bibinya Cantik.


"oh ini nak Arman ya yang menolong Cantik, terima kasih ya nak" ucap Bu Mala dengan tersenyum.


"Iya bu sama sama" ucap Arman.


setelah itu Bu Mala mempersilahkan Arman untuk mampir ke rumahnya tetapi Arman menolak dengan halus bilang bahwa ia mau membantu ibunya di rumah. Bu Mala yang mendengar itupun tak bisa memaksa Arman dan akhirnya Arman pulang dan Cantik, Nisa dan Bu Mala masuk ke rumah.


* Flash off


"ooh ya aku ingat Arman kan yang mencariku selama aku ke pesantren" tanya Cantik.


"Ia mba Mas Arman kalau ke sini juga kadang bawa buah lh buat Mba Cantik" jawab Nisa dengan ucapan menggoda Cantik.


Cantik yang mendengar itu tersipu malu


" apa mungkin Arman mempunyai perasaan untukku ya" ucap Cantik dalam hati.


Nisa ya melihat kakak sepupunya yang seperti sedang melamun langsung menepuk bahu Cantik " hayo... Mba Cantik lagi mikirin Mas Arman ya" tanya Nisa dengan nada menggoda Cantik.


"ngga koh cuman lagi kepikiran nantinya mau lanjut sekolah di mana" ucap Cantik tapi dalam hatinya sebenarnya menggerutu anak dari bibinya itu karena selalu menggodanya.


* Di sisi lain


di dalam sebuah rumah sederhana tetapi dengan model yang menakjubkan di dalamnya ada sepasang suami istri yang tak lain pengasuh pondok pesantren di mana Cantik mesantren, yaitu Abah Kholil dan Umi Fatimah.


"Umi gimana kabarnya Cantik ya udah lama Ia pulang sekitar 2 minggu dan mungkin Ia juga mau memulai puasa di rumah" ucap Abah Kholil kepada istrinya Umi Fatimah.

__ADS_1


"Iya Abah Umi juga kangen sama Cantik Ia anak yang rajin dan pintar walaupun di awalnya banyak tidak senang dari kalangan santri putri karena parasnya yang seperti bidadari" ucap Umi yang juga bercerita tentang Cantik.


suasana di pondok dalam keadaan tidak ramai karena banyak santri yang pulang setelah acara khataman dan khaul untuk sesepuh pondok.


yang tesisa di pondok hanyalah para santri senior dan ustadz ustadz ya tinggal di daerah sekitar lingkungan pondok.


sudah 2 minggu Cantik di rumah Ia melakukan aktivitas seperti membantu bibinya membuat roti bersama Nisa karena bibinya mempunyai catering roti yang biasa pelanggan PT atau lembaga yang memesan rotinya untuk para pegawainya dan sisanya Ia titipkan ke warung².


tak terasa besok adalah bulan Ramadhan. di malam harinya Cantik, Nisa, Bu Mala dan Pak Ali seperti biasa mereka melaksanakan sholat tarawih di masjid di desanya bersama para warga semuanya.


Mereka sholat tarawih dengan biasa dan khusyuk tanpa adanya perselisihan, walaupun di masyarakat mereka sering saling menggunjing tetapi soal ibadah mereka tidak berdebat.


tidak seperti warga desa lain pada umumnya.


tak lama sholat tarawih selesai karena di waktu pertama kali pasti ada lh seperti syukuran seperti menyambut bulan suci ramadhan di masjid tersedia macam macam aneka makanan dan minuman.


setelah selesai dengan acaranya para warga pulang ke rumah masing-masing. begitupun dengan Cantik dan keluarga bibinya.


tak terasa sudah memasuki hari ke-20 bulan Ramadhan dan ayahnya Cantik akan pulang dari kerjanya ke rumah menemui Cantik.


Cantik yang tahu soal itu tak sabar menemui ayahnya yang selama ini selalu peduli padanya di semua kondisi. ayahnya juga sering menanyakan kabarnya sewaktu di pondok Ia sering mengabari lewat Pengurus Pondok.


tak lama kemudian di pintu ada seorang yang sedang mengetuk dan mengucapkan salam


"Walaikumsalam" ucap serentak Cantik, Bu Mala, Pak Ali dan Nisa yang sedang berkumpul di ruangan keluarga mereka sedang mengobrol dan bercanda tawa.


"Itu siapa yang datang bi" tanya cantik ke bibinya.


"ngga tau Cantik mungkin pak rt atau siapa" jawab Bu Mala.


"Nanti sebentar aku mau membukakan pintu dulu" ucap pak Ali kepada semuanya di jawab dengan Anggukkan.


Pak Ali melangkah untuk membukakan pintu dan pas di buka Ia kaget karena yang di depannya adalah suami dari almh kakak iparnya yang tak lain adalah Pak Andi.


"Apa kabar mas Ali lama tak bertemu" ucap Pak Andi membuyarkan lamunan Pak Ali.


Pak Ali ya mendengar itu tersadar


"Alhamdulillah baik mas Andi sendiri gimana kabarnya" ucap Pak Ali.


"Alhamdulillah baik juga" jawab Pak Andi.


"Ayo masuk mas mereka pasti kaget mas sudah kembali" ucap pak Ali.


mereka segera melangkah ke arah ruangan keluarga.

__ADS_1


mereka yang sedang di ruangan keluarga melihat 2 orang datang mereka menoleh dan mendapati 2 orang itu yang satu pak Ali dan satunya tak lain adalah pak Andi ayahnya Cantik.


"mas Andi" seru Bu Mala


"Pakde" ucap Nisa


"Ayah..." seru Cantik dengan lari melangkah ke ayahnya dan menghamburkan ke pelukannya.


"eh... anak ayah udah besar ya" ucap pak Andi sambil mengelus rambut anaknya.


"ayah kenapa baru pulang aku rindu ayah lama tidak menemui ayah, cuman bisa teleponan" ucap Cantik dengan nada terisak isak karena ia tak bisa menahan rasa rindu dan menangis di pelukan ayahnya.


semenjak ibunya ngga ada ayahnya selalu memberikan banyak waktu kepadanya dan setelah kelas 6 ayahnya pindah kerja ke luar kota dan ia sekarang tinggal bersama bibinya.


sementara rumahnya di kontrakan takut nanti tidak terawat.


"Iya Cantik maafkan ayah ya, ayah sekarang Alhamdulillah udah dapat pekerjaan lebih baik jadi jarang pulang untuk menemuimu" ucap pak Andi dengan lemah lembut.


Pak Ali, Bu Mala dan Nisa yang melihat itu terharu, mereka sadar bahwa selama ini Cantik berjuang sendiri walaupun ada mereka di sisinya tapi selamanya mereka selalu memberikan bantuan.


"sudah² jangan menangis terus nanti habis air matanya, air mata kamu sangat berharga" ucap pak Andi kepada Cantik yang masih menangis.


tak lama Cantik sudah selesai menangis dan ia menatap wajah ayahnya yang sedang tersenyum kepadanya.


"Cantik bawa ayahmu ke kamarnya ia pasti capek karena di perjalanan" ucap Bu Mala ke Cantik.


"baik bi" ucap Cantik singkat.


sebelum masuk kamar pak Andi mengobrol bersama pak Ali dan bu Mala menanyakan soal desa atau pekerjaan dan di selingi bercandaan.


setelah itu pak Andi dan Cantik melangkah di sebuah kamar di sebelah kamarnya Cantik.


Cantik membukakan pintunya dan mereka melangkah masuk.


setelah itu segera pak Andi menaruh barang bawaannya di kamar.


dan setelah itu ia duduk di kasur dan menyuruh Cantik untuk duduk juga di sebelahnya.


"sini Cantik ada yang mau ayah tanyakan sama kamu" ucap pak Andi.


Cantik pun duduk di samping ayahnya.


"ayah apa yang ayah mau katakan" ucap Cantik dengan penuh penasaran tidak biasa ayahnya seperti ini.


"Cantik kamu itu udah besar sekarang umurmu sudah 15 thn kamu nantinya mau lanjut sekolah di mana nanti ayah daftarkan" ucap pak Andi.

__ADS_1


__ADS_2