
Zidan yang mendengar ada suara minta tolong menuju ke arahnya segera berjalan ke arah yang di tujunya, di saat sorot cahaya senter menembus kabut ia melihat seorang laki-laki yang seumuran dengan paras wajah yang tampan dan menawan yang tak lain adalah Arman.
"Arman" ucap Zidan dengan lantang sambil membantu Arman menaiki jalan yang berkelok dan menjulang ke atas.
Zidan segera merangkul Arman dan mereka berjalan menuju ke arah tenda perkemahan.
di perkemahan para peserta di bangunkan oleh para kakak Osis.
setelah mereka di suruh berkumpul dahulu di sana ada beberapa pesan yang di sampaikan mengenai kegiatan selanjutnya setelah sholat subuh.
Alex juga sudah kembali di perkemahan ia tersenyum bahagia karena ia telah mengerjai Arman, sebelum mereka pergi membersihkan badan mereka di absen dahulu.
Cantik yang mendengar akan di absen ia khawatir dengan Arman apalagi Zidan juga tidak ada di tendanya.
"aduuh di mana ya Arman dan Zidan semoga mereka baik-baik saja" ucap Cantik di dalam hatinya.
tak lama kelompok Cantik di absen Cantik merasa gugup karena Arman dan Zidan belum kembali
"Ini dari kelompok 5 ya, di mana teman-teman yang lainnya kok cuman 3 orang aja" ucap kakak Osis yang mengabsen para peserta
"ma'af kak mereka sedang pergi keluar sebentar" ucap Cantik dengan mengepalkan tangannya
kakak Osis yang mendengar perkataan Cantik agak ragu ia tidak percaya dengan perkataan Cantik. hingga akhirnya dua orang laki-laki mendekati mereka dengan tersenyum
"jangan khawatir aku di sini" ucap Arman dengan tersenyum kepada Cantik, sebenarnya ia sedang keadaan yang sangat lelah.
Cantik yang mendengar perkataan seorang yang ia cari ia langsung menoleh
"Arman" ucap Cantik dengan lantang ia segera memeluk Arman tanpa sadar karena perasaannya yang tidak enak sudah berubah menjadi kebahagiaan karena Arman sudah kembali.
Zidan, Sani,Ami dan Rina yang melihat Cantik memeluk Arman mereka berdehem membuat Cantik tersadar
__ADS_1
"kayaknya ada yang sangat khawatir karena tidak bersama beberapa jam" ucap Zidan dengan menggoda kepada Cantik.
Cantik yang mendengar itu pipinya memerah ia sangat malu dan segera ia pergi ke tendanya di ikuti Sani, Rina dan Ami.
"Arman tuh lihat betapa perhatiannya Cantik kepadamu ia sangat khawatir denganmu, mungkin ia ingin selalu dekat denganmu" ucap Zidan dengan menyenggol bahu Arman
Arman hanya termenung ia juga terkejut Cantik berani memeluknya sebelumnya ia sangat malu kepadanya.
"mungkin begitu tapi aku ngga tahu ke depannya aku hanya ingin fokus ke pendidikan dahulu" ucap Arman kepada Zidan.
setelah itu mereka berjalan ke tenda untuk mengambil peralatan mandi mereka akan pergi ke sungai yang di tentukan di mana Sungai di timur untuk laki-laki dan yang barat untuk perempuan.
"dan kenapa kamu bisa tahu bahwa aku ada di tempat berkabut" ucap Arman berjalan membawa peralatan mandi ke arah sungai.
"aku tak tahu Arman cuman mengikuti insting aku aja" ucap Zidan dengan menggaruk kepalanya.
"wah berarti kamu kaya peramal dan" ucap Arman dengan tertawa terbahak-bahak sambil menepuk bahu Zidan.
setelah itu Arman dan Zidan di sungai banyak yang mandi mereka mandi bersama terkadang mereka bermain-main sebentar walaupun masih pagi dan dingin itu tidak membuat mereka untuk takut mandi, sebaliknya itu membuat mereka tertantang untuk mendapatkan pengalaman tersebut.
setelah mereka semua selesai jam empat lebih lima belas menit mereka berkumpul untuk melaksanakan sholat yang akan di pimpin oleh pak Asif sesepuh dari desa yang di buat acara perkemahan.
setelah selesai melaksanakan sholat mereka berberes semua dan mereka berkumpul kakak Osis memberikan kegiatan terakhir yang akan di lakukan yaitu pertama mereka akan membuat sarapan dahulu dan memakan bersama-sama, yang kedua nanti ada sebuah games dan challenge yang akan di ikuti para peserta kemah dan acara yang terakhir adalah penutupan.
Di sisi lain di sebuah rumah yang sederhana seorang pria dan perempuan yang sudah tua mereka sedang duduk bersama di depan rumah
"pak gimana ya kabarnya cucu kita dan anak kita" ucap nenek Sumi kepada kakek Sapto sambil memandang ke arah timur di mana kota Kultur berada.
"entah bu aku juga ngga tahu semoga mereka baik-baik saja, aku berharap semoga Cantik nantinya mendapatkan jodoh yang baik" ucap kakek Sapto sambil menyeruput tehnya.
"iya aku juga berpikir begitu karena Cantik adalah anak yang baik dan juga parasnya yang tidak kalah Cantik dengan para gadis di kota" ucap nenek Sumi.
__ADS_1
di dalam rumah seorang wanita paruh baya dengan ekspresi yang tidak enak di pandang berbicara
"emang anak sialan itu sudah menjadi kesayangan dari dua tua bangka itu" ucap Bu Sela dengan menggenggam tangan dan matanya yang melotot ke arah depan.
kembali di perkemahan waktu menunjukan pukul setengah enam pagi segera mereka bersiap untuk membuat sarapan terutama kelompok Cantik mereka akan membuat sarapan sayur buncis dengan lauk tahu dan tempe.
para laki-laki tugas membuat api untuk memasak sedangkan para perempuan mempersiapkan bumbu untuk masak.
"Cantik ini apinya sudah jadi sudah siap untuk masak" ucap Arman sambil menambah kayu bakar ke yang untuk memasak seperti pawon.
Cantik yang sedang fokus memotong cabai mendengar ada yang berbicara kepadanya menoleh ia melihat Arman tersenyum kepadanya Cantik segera tergugup dirinya.
"Iya tolong taruhkan wajan untuk masak" ucap Cantik sambil menunjuk arah wajan untuk memasak.
setelah selesai memasangkan wajan untuk memasak Arman kembali pergi mengumpul kayu bakar.
setelah wajan di pasangkan Cantik memerintah kepada Sani untuk menggoreng bumbu seperti cabai, bawang merah putih serta yang lainnya.
"San itu tolong bawang dan cabainya di goreng setelah itu masukkan sayuran buncisnya ke wajan" ucap Cantik sambil mengiris tahu dan tempe.
"oke laksanakan" ucap Sani sambil membulatkan jari telunjuk dan ibu jari.
sedangkan Ami dan Rina mereka sedang membersihkan peralatan makan yang kemarin belum mereka cuci.
setelah selesai memasak Cantik, Sani, Rina dan Ami membawa sayuran buncis dan lauknya ke tenda mereka.
suasana di sana ramai karena banyak dari kelompok yang juga sedang membuat sarapan menunya juga berbeda-beda.
setelah menaruh sayuran dan lauk mereka menyiapkan piring dan gelas sedangkan para laki-laki membersihkan tempat habis mereka masak sekaligus peralatan masaknya.
tak lama seorang kakak Osis berseru
__ADS_1
"apakah semua selesai kalau sudah, kita akan melakukan makan bersama, masing-masing kelompok membuat lingkaran di dekat tenda kalian