Mutiara Yang Terlupakan

Mutiara Yang Terlupakan
Di jebak


__ADS_3

setelah semuanya selesai dengan tugas yang di berikan oleh kakak kelas segera mereka menyerahkan hasilnya, hasilnya bermacam-macam dengan kreativitas mereka sendiri, kelompok Cantik sendiri membuat sebuah kreativitas dari barang bekas terutama botol yang di buat menjadi sebuah tempat pensil dan bunga.


tak lama semua kelompok sudah selesai, begitupun dengan kelompoknya Cantik.


"Alhamdulillah sudah selesai ini" ucap Cantik kepada teman-temannya.


"Iya aku senang, semoga kelompok kita menang" ucap Sani,Rina dan Ami dengan serentak.


setelah itu para kakak Osis mengumpulkan mereka semua untuk menilai hasil dari pekerjaan setiap kelompok.


"perhatian kepada semua peserta kemah kami akan mengumumkan pemenang dari kreativitas" ucap kakak Osis dengan di ikuti gemuruh para peserta kemah mereka sangat antusias sekali dengan pengumuman itu.


setelah itu para kakak Osis mengumumkan pemenang dan juara satu jatuh pada kelompoknya Cantik, Cantik dan teman-temannya segera bersorak senang dan salah satu dari kelompok Cantik mewakili temannya untuk mengambil begitupun selanjutnya juara kedua di dapatkan oleh regunya Angga sang Ketua kelas dari kelas IPS dan juara ketiga di raih dari kelas MIPA X yang anggotanya adalah salah satu bintang kelasnya di kelasnya Cantik yaitu Angel dan setelah itu perwakilan mereka mengambil hadiahnya mereka kembali ke kelompoknya masing-masing.


setelah selesai acara, di lanjutkan dengan acara yang lainnya.


sampai akhirnya waktu istirahat tiba kak Osis segera memerintahkan semua peserta kemah untuk tidur.


"Kita di suruh tidur ini ayo kita tidur" ucap Sani kepada Cantik, Rina dan Ami.


setelah itu mereka semua segera melenggangkan badannya ke arah tenda yang di siapkan.


tendanya berukuran sedang dan muat untuk 5 orang, walaupun muat 5 orang di dalam tenda masih saja panas karena di dalam tenda biasanya tidak ada ruang untuk udara masuk.


jadi biasanya di bagian pintu di buka resletingnya sedikit supaya ada udara yang masuk.


di tengah malam Arman dan Zidan sedang berada di tenda tiba-tiba seorang berbadan tinggi dengan ukuran 175 cm menghampiri mereka.

__ADS_1


"Hai lagi ngapain kamu anak baru" ucap ketua OSIS yang tak lain adalah Alex


"ehhh... kakak ketua OSIS ini lagi mau tidur si" ucap Arman dengan biasa saja sebenarnya ia tahu niat dari Alex.


"ooh mau tidur sebelum itu kamu mau ngga nemenin aku" ucap Alex dengan tersenyum jahat.


Arman yang mendengar langsung menatap Zidan ia ingin mendengar pendapatnya, Zidan yang mengetahui tatapan Arman ia segera memberikan kode bahwa ia agak ragu firasatnya mengatakan bahwa Alex akan menjebak Arman.


karena rasanya tidak enak jika menolak permintaan Alex, Arman mengiyakan dan setelah itu mereka berdua bersama sedangkan Zidan di tinggal di tenda sendirian.


Alex membawa Arman ke sebuah tempat yang agak jauh dari perkemahan.


"Man tolong temenin aku ya untuk membuat hajat" ucap Alex dengan memelas sebenarnya di hatinya ia sangat senang karena Arman masuk dalam jebakannya ia membawa Arman ke tempat yang agak jauh dan tempat di mana di tengah malam kabut embunya sangat tebal.


Arman menunggu Alex yang sedang turun ke bawah di seperti jurang tetapi bukan karena itu adalah sebuah arah ke sungai.


di tengah malam Cantik terbangun ia melihat teman-temannya masih terlelap tidur sedangkan ia dalam perasaan yang tidak ungkapkan ada sebuah kecemasan tetapi ia tidak mengerti apa itu.


karena kecemasan itu sering muncul akhirnya ia memakai jilbabnya dan keluar ia menuju tendanya Arman dan Zidan yang berjarak tidak jauh dari tendanya.


"Zidan kamu sedang bersama Arman" ucap Cantik dengan penuh kecemasan di luar tendanya Arman dan Zidan.


Zidan yang tadinya agak terlelap ia terbangun karena panggilan dari Cantik dan ia segera keluar dari tenda, ia melihat wajah Cantik yang berkaca-kaca.


"Zidan apakah kamu tahu Arman di mana perasaan aku tidak enak ini" ucap Cantik dengan berjalan mondar mandir.


Zidan yang tahu bahwa Arman pergi dengan Alex ia tidak langsung memberitahukan kepada Cantik takutnya ia langsung menyusul.

__ADS_1


"tenang aja Cantik, Arman sedang pergi ke sungai sebentar" ucap Zidan sambil memijit- mijit kepalanya.


Cantik yang mendengar itu sebenarnya tidak percaya tetapi ia tidak bisa bilang bahwa yang di katakan oleh Zidan itu salah, setelah mendengar yang di katakan oleh Zidan.


Cantik kembali ke dalam tendanya ia melihat Sani yang terbangun.


Sani yang melihat Cantik kembali dengan wajah yang muram ia tahu apa yang terjadi


"kamu kenapa wajah sangat muram dan berkaca-kaca" ucap Sani dengan menarik lengan Cantik untuk duduk di sebelahnya.


Cantik yang tahu bahwa Sani mengetahui perasaannya ia berkata "Sani aku merasakan rasa yang tidak enak, aku khawatir dengan Arman Sani ia sekarang sedang pergi ke sungai aku takut ia kenapa-napa" ucap Cantik dengan menggenggam tangan Sani.


Sani yang mendengar perkataan dari temannya sekaligus yang ia anggap sahabatnya ia membalas genggaman tangannya Cantik "kita berdo'a aja ya semoga Arman baik-baik saja" ucap Sani sambil mengambil air minum supaya Cantik merasa tenang.


Di sisi lain Arman yang merasa ganjil dari awal kenapa Alex tidak kembali, ia segera mencari tahu tetapi ia terhalang oleh banyaknya kabut embun di dalam hutan.


Arman yang sudah lama hidup desa ia tidak keberatan dengan situasi yang seperti ini ia segera melangkah dengan hati-hati menyusuri jalanan di depannya, tak sekali Arman agak kesulitan tetapi ia bisa mengatasinya.


Di sisi lain tak lama waktu menunjukan pukul 3 pagi banyak dari para kakak Osis yang sudah bangun sedangkan para peserta ada sudah bangun dan ada juga yang masih terlelap dalam tidurnya.


"Ini sudah jam tiga apakah kita akan membangunkan mereka sekarang" ucap ketua koordinator kepada Sekretaris Osis karena ketua OSIS tak ada dan wakilnya sedang mengurus hal yang lain.


"nanti saja sekitar jam setengah 4 kita bangunkan mereka dan suruh mereka persiapan melakukan sholat subuh" ucap Dewi sang sekretaris Osis.


di dalam tebalnya kabut di hutan Arman berjuang keluar dan akhirnya ia melihat sedikit cahaya yang bersinar ia segera mendekatinya.


Ia tak tahu bahwa cahaya yang ia lihat adalah cahaya senter dari Zidan yang sedang mencari Arman karena takut nantinya Cantik akan menyusul pergi ke hutan.

__ADS_1


Arman yang mendekati cahaya itu dan berkata " hai yang di sana tolong aku tak bisa melihat" ucap Arman dengan melambaikan tangannya.


__ADS_2