
sesampainya di rumah mereka mendapati pak Andi sedang duduk di teras depan. mereka melihat pandangan pak Andi seperti sedang merenungi masalah atau sesuatu hal.
"dia kenapa ya pak seperti sedang termenung" ucap nenek Sumi kepada suaminya, sedangkan Cantik langsung berlari menghampiri ayahnya.
"ngga tau bu mungkin ia lagi ada pikiran aja" ucap kakek Sapto.
pak Andi yang melihat seorang anak perempuan menghampirinya menoleh dan menemukan anaknya sedang berjalan ke arahnya "kamu habis dari mana Cantik" tanya pak Andi dengan tersenyum.
"aku dari taman bukit atas ayah di sana pemandangannya menakjubkan ayah dan banyak pengunjung wisatawan datang ke sana" ucap Cantik sambil memperlihatkan pemandangan yang ada di taman bukit atas dengan foto yang ia beli dari fotografer.
di sana selain Cantik membeli foto dirinya bersama kakek dan neneknya ia juga membeli foto pemandangan yang ada di sana dari mulai pemandangan alam hingga ornamen.
tak lama kakek Sapto dan nenek Sumi datang pak Andi yang melihat itu langsung mencium punggung telapak tangan bapak dan ibunya
"bapak ibu terima kasih sudah menemani Cantik, pergi jalan jalan" ucap pak Andi sambil melihat foto foto yang di bagikan oleh Cantik kepadanya ia tersenyum saat melihat foto Cantik bersama bapak dan ibunya.
sementara itu Cantik masuk ke dalam untuk mengambil air minum karena haus.
tak lama kakek Sapto dan nenek Sumi berbicara "nak kamu jadi akan pulang hari ini" ucap nenek Sumi dengan menghela nafas.
__ADS_1
"ma'af sebelumnya bapak, ibu sebenarnya Andi mau di sini lebih lama tapi aku ngga bisa karena takutnya Cantik ngga merasa nyaman, aku melihat ia seperti dalam keadaan sedih dan agak tertekan dengan sikap dari pamannya" ucap pak Andi dengan agak sedih karena ia melihat anaknya seperti kesepian dan sedikit tertekan.
"jika itu keputusanmu aku tak bisa apa-apa, yang terpenting jaga dirimu baik-baik dan Cantik do'a kami selalu membersamai kalian" ucap kakek Sapto dengan memegang pundak anaknya itu ia melihat jiwa seorang ayah yang tahu keadaan anaknya jika itu dirinya pasti ia akan melakukan yang terbaik untuk anaknya.
akhirnya kakek Sapto dan nenek Sumi masuk ke dalam rumah, sedangkan Cantik yang sudah mengambil air keluar rumah menuju teras di mana ayahnya berada.
Cantik pun duduk di samping ayahnya dan meminum air.
"Cantik nanti kamu siap siap ya kita akan pulang" ucap pak Andi.
Cantik yang mendengar itu agak tersedak ia kaget bahwa ayahnya akan mengajak pulang hari ini tanpa membicarakan kepadanya terlebih dahulu.
"baik ayah" ucap Cantik dengan agak lesu karena ini hari terakhir bersama kakek dan neneknya, walaupun sebenarnya ia tidak suka dengan adanya paman dan bibinya tetapi kakek dan neneknya selalu menceritakan hal-hal yang baru yang belum ia ketahui.
"hati hati di jalan ya nak" ucap nenek Sumi dengan lemah lembut
"baik bu Andi akan selalu mendengar apa perintah ibu" ucap pak Andi setelah itu pak Andi dan Cantik melenggang meninggalkan rumah tak lupa mereka mengucapkan salam.
"Akhirnya mereka pergi juga aku sebenarnya muak melihat wajah mereka" ucap seorang paruh baya yang tak lain adalah pak Doni
__ADS_1
"Iya mereka hanya menjadi beban aja kalau ada di sini terus" ucap bu Sela dengan nada meremehkan mereka.
pak Andi dan Cantik berjalan menuju sebuah rumah di mana di situ ada lahan parkiran yang luas milik temannya pak Andi, namanya adalah pak Adi.
mereka menuju parkiran dan melihat pak Adi sedang duduk di teras rumah dan menghampirinya.
"di makasih ya udah mau numpangin aku markir mobil di sini" ucap pak Andi dan menyuruh Cantik untuk bersalaman dengan pak Adi
"tenang aja ngga usah sungkan dulu pas aku susah kamu selalu bantu aku" ucap pak Adi dengan menceritakan masa lalunya ketika ia remaja dalam kesusahan ekonomi keluarganya pak Andi temannya selalu menolongnya saat ia kesusahan.
"ngga lh aku hanya membantu sebisaku saja, oh ya aku pamit pulang ya" ucap pak Andi dengan berjabat tangan dengan temannya itu.
setelah itu pak Andi dan Cantik menaiki mobil. setelah itu pak Andi menyalakannya dan melaju pergi ke luar desa Limbang.
"Cantik kita langsung silaturahmi aja ya ke pesantren" ucap pak Andi kepada Cantik.
Cantik yang mendengar itu hanya menganggukan kepalanya ia sudah tahu bahwa ia dan ayahnya akan pergi bersilaturahmi ke pesantren ayahnya sudah memberitahukan kepadanya pada ia dan ayahnya bersiap siap pulang sewaktu di rumah kakek dan nenek.
sebenarnya di dalam hatinya ia merasa sangat senang karena akan ke pesantren ia merindukan banyak hal di sana dan sejuta kenangan di sana baik senang maupun sedih, selain itu ia juga kangen kepada Abah dan Umi serta Ning Alma karena mereka sudah menganggap dirinya seperti keluarga dirinya jadi ia mempunyai memori keluarga kepada Abah dan Uminya di pesantren.
__ADS_1
mereka menempuh perjalanan sekitar 4 jam mereka terkadang mampir di warung makan untuk melepas dahaga dan perut mereka yang sudah lama tak di isi.
tak lama kemudian mereka sampai di pesantren dan pak Andi segera memakirkan mobilnya di parkiran kendaraan.