
setelah itu Cantik segera merebahkan badannya di tempat tidurnya yang empuk dan nyaman. tak terasa ia sudah terlelap, keesokan harinya Cantik terbangun di jam 4 pagi ia segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan, karena mandi di waktu pagi untuk sangat menyehatkan.
setelah selesai mandi ia segera berwudhu untuk melaksanakan sholat malam walaupun waktu untuk menunaikan sholat subuh tinggal sedikit tidak mengendurkan niat Cantik untuk sholat hajat dan tahajud.
setelah selesai sholat hajat dan tahajud adzan berkumandang dan pak Andi juga bangun. Cantik yang melihat ayahnya bangun untuk melaksanakan sholat subuh ia duduk terlebih dahulu di sajadahnya menunggu ayahnya selesai berwudhu.
tak lama pak Andi sudah selesai berwudhu dan ia mendapati Cantik sedang menunggu dirinya, ia lekas berganti pakaian dan menunaikan sholat subuh bersama anaknya itu, setelah selesai sholat mereka lanjutkan dengan dzikir dan tadarus Al-Qur'an.
dan di waktu menunjukan pukul setengah 6, Cantik dan pak Andi berhenti membaca Al Qur'an. setelah itu pak Andi turun ke lantai bawah untuk membuks jendela serta, mematikan lampu ia juga pergi ke arah taman di belakang rumahnya dan mendapati pak Parno tukang kebun di rumahnya sudah kembali bekerja
"selamat pagi pak Andi" ucap pak Parno, waktu kepulangan pak Andi ke kampung halaman pak Parno dan pembantu yang membersihkan rumah bi iyem di liburkan dari pekerjaannya, sekarang mereka berangkat lagi karena mendapat kabar kalau tuannya sudah kembali ke kota Kultur.
"pagi juga pak Parno, tumben gasik sekali biasanya juga jam 6 an datangnya" ucap pak Andi dengan meregangkan otot-ototnya
"Iya ini tamannya lama ngga di rawat takut banyak hewan yang berbahaya" jawab pak Parno.
setelah itu pak Parno melanjutkan pekerjaannya, sementara di dalam Cantik yang selesai bertadarus al Qur'an ia lekas melepas mukenanya dan ia membersihkan tempat tidurnya.
setelahnya ia turun tangga dan sudah mendapati ayahnya di meja makan.
pak Andi yang melihat putrinya turun dari tangga segera memanggilnya "Cantik sini temani ayah sarapan" ucap pak Andi.
Cantik yang mendengar itu langsung menghampirinya ayahnya dan melihat seorang paruh baya yang umurnya sekitaran 50 thn ia sedang menyiapkan makanan untuk ia dan ayahnya.
__ADS_1
pak Andi yang melihat Cantik seperti kebingungan melihat bi Inem segera ia memperkenalkannya.
"Cantik perkenalkan ia bi Inem, pembantu di sini nanti kalau kamu ada apa-apa tinggal bilang bi Inem ya" ucap pak Andi.
"Iya ayah" jawab Cantik dengan mengambil roti tawar yang sudah di baluti selai.
setelah itu mereka sarapan setelah selesai pak Andi memberitahukan kepada Cantik bahwa dirinya akan keluar sebentar.
Cantik yang melihat ayahnya keluar rumah karena ada kepentingan ia kembali kamarnya untuk melihat ponsel dan ia mendapati pesan dari ning Alma.
"Cantik gimana rasanya kamu sekarang tinggal bersama ayahmu" ucap ning Alma
Cantik yang melihat pesan itu ia membalasnya
"Alhamdulillah senang, aku tak menyangka akan melihat hal yang belum pernah aku lihat" balas Cantik di pesan yang di kirim ke ning Alma.
"he... pak kenapa semangat sekali kerjanya" ucap bi Inem dengan sedikit tertawa yang melihat penampilan pak Parno yang rambutnya banyak daunnya.
"he... eluh nem" ucap pak Parno, sambil memberhentikan kegiatannya ia menghampiri bi Inem karena membawa sarapan untuk pak Parno karena tadi ia di suruh membawanya ke pak Parno.
"he... iya pak, pak Parno tahu ngga anaknya tuan Andi, Cantik sekali seperti bidadari parasnya membuat siapapun terpana" ucap bi Inem dengan menggambarkan Cantik seperti apa.
"apa iya aku belum melihatnya" ucap pak Parno dengan penasaran sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
__ADS_1
tak lama Cantik keluar untuk menghirup udara segar, Cantik merasa senang walaupun di kota udaranya tak beda sama di desa.
pak Parno yang melihat Cantik keluar rumah ia terpana sejenak ia tahu bahwa anak yang sekitaran berumur 15 thn itu anak tuannya
"benar- benar bidadari" gumam pak Parno di ikuti senyuman dari bi Inem.
setelah itu pak Parno ia mencuci tangannya dan ia memakan sarapan yang telah di bawakan oleh bi Inem, sedangkan bi Inem sudah masuk ke rumah untuk membersihkan rumah seperti biasanya.
tak lama pak Andi pulang ke rumahnya, ia di sambut oleh Cantik di depan rumah
"Ayah nanti kita jadi untuk mendaftar sekolah" ucap Cantik dengan penuh semangat.
"Ia sebentar lagi kita berangkat ya" ucap pak Andi dengan membelai rambut putrinya itu
setelah itu mereka masuk, tak lama mereka berdua sudah berganti pakaian dan Cantik juga sudah selesai mengemasi dokumen yang di butuhkan untuk pendaftaran.
setelah mereka keluar rumah dan menaiki mobil untuk pergi ke sekolah, pak Andi akan mendaftarkan Cantik di SMA 1 Kultur karena di sana banyak siswa yang berprestasi, ia berharap semoga putrinya bisa menjadi orang yang bermanfaat.
tak lama akhirnya mereka sampai di SMA 1 Kultur, mereka keluar dari mobil dan memasuki sekolah.
di SMA 1 Kultur terdapat banyak kelas dan juga banyak gedung.
mereka menyusuri ruangan demi ruangan dan mereka sampai di tempat pendaftaran di sana juga ada banyak orang yang mendaftar, rata-rata yang mendaftar di SMA 1 Kultur mereka adalah anaknya yang berprestasi.
__ADS_1
mereka mengantri waktu pendaftaran, tak lama giliran mereka maju, pak Andi segera menyerahkan dokumen persyaratan mendaftar setelah itu ia di beri formulir pendaftaran untuk di isi oleh Cantik, sebelum itu seorang guru yang mengurusi pendaftaran sekolah ia agak terpana dengan penampilan Cantik, walaupun berjilbab itu tidak mengurangi kecantikannya.
setelah di beri formulir Cantik mengisinya setelah selesai mereka akhirnya pulang dan tinggal menunggu jadwal awal berangkat sekolah