Mutiara Yang Terlupakan

Mutiara Yang Terlupakan
Berkunjung ke tempat saudara


__ADS_3

tak terasa besok adalah hari raya idul Fitri, di banyak tempat sudah banyak yang merayakan malam hari raya dengan takbiran yang menyeluruh di mana mana.


di depan teras seorang wanita tak lain adalah Cantik ia sedang menikmati kumandang takbiran dari masjid suara yang merdu itu ia sangat familiar dengan suaranya, karena suara lemah lembutnya seseorang bisa menilai bahwa orang itu adalah seorang yang baik dan tulus terutama dalam hal kasih sayang.


di saat Cantik sedang termenung seorang perempuan yang berumur 13 thn yang tak lain adalah Nisa menghampirinya yang membuatnya tersadar.


" hayo mba Cantik pasti lagi kepikiran mas Arman ya apalagi ia sekarang lagi mengumandangkan takbir hari raya" ucap Nisa yang seakan akan tahu tentang perasaan Cantik.


"Ih ngapain si Nis kenapa kamu bilang begitu siapa juga yang seperti itu" ucap Cantik sambil menyembunyikan perasaannya yang sedang kalut.


walaupun sebenarnya ia sedang memikirkan Arman tetapi ia tetap teguh supaya ia tidak terbawa suasana.


Di sisi lain


"apakah Cantik tidak pergi ke masjid, aku tidak melihatnya dari tadi" gumam Arman sambil termenung.


di sebelah Arman seorang laki-laki yang tak lain teman Arman yang bernama Alwi yang melihat Arman termenung ia segera menepuk pundak temannya itu


"eh... ada yang termenung aja lagi mikirin pujaan hatimu ya, penasaran ngga datang ke masjid ya" ucap Alwi dengan penuh selidik.


"ng...ngga koh aku cuman lagi mikirin mau lanjut sekolah bersama kakak atau tidak" ucap Arman yang mencoba mengalihkan topik yang Alwi bicarakan.


Alwi yang tahu tentang sifat temannya itu hanya mengangguk kepala saja sebenarnya ia tahu apa yang sedang temannya pikirkan.


tak terasa pagi sudah menjumpai dan Cantik sudah terbangun dari tidurnya ia langsung melihat waktu di hpnya, menunjukkan pukul setengah 4 pagi.


Ia masih duduk sebentar sambil menunggu kesadaran penuhnya, setelah itu lekas pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan badan sekaligus berwudhu untuk sholat tengah malam sebelum sholat hari raya di laksanakan.


di tengah malam itu masih bergemuruh suara takbiran di mana mana dan tak terasa suara adzan subuh berkumandang dan semua keluarga Cantik sudah terbangun semua mereka bergantian untuk membersihkan badan dan sekaligus sholat jama'ah di rumah yang di pimpin oleh Pak Andi.


mereka sholat dengan khusyuk dan setelah selesai mereka berdzikir dan di akhiri dengan do'a ya di pimpin oleh pak Andi.


tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 6 kurang 15 menit mereka bersiap siap untuk menuju masjid untuk melaksanakan sholat idul Fitri.


di sana mereka berpisah pak Andi dan pak Ali dan sementara itu Cantik bersama Nisa, bu Mala.


sebelum mereka sampai sebelumnya mereka bertemu dengan keluarga Arman, walaupun keluarga Arman dari desa Sabrang tetapi mereka sholat hari raya di desa Kemuning karena rumah mereka berada di perbatasan dengan desa Kemuning.

__ADS_1


"Assalamualaikum pak Arman dan sekeluarga" ucap seorang paruh baya yang tak lain adalah pak Amri ayahnya Arman.


"Walaikumsalam pak Amri" jawab serentak semuanya.


mereka berbincang dengan bertanya kabar dan sedikit bercanda dan mereka berjalan bersama menuju masjid.


di masjid seorang bilal sedang mengumandangkan takbir yang sangat merdu sampai menyentuh hati.


"Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Lailahaillah huallah huakbar Allah huakbar walillah Ilham.


terus di kumandangkan.


Cantik yang mendengar itu sangat sedih dan bahagia, ia sedih karena ia tidak bisa merayakan hari raya bersama ibunya dan di sisi lain ia bahagia karena ia merayakan bersama ayah dan keluarga bibinya.


di Pondok Pesantren


seorang kyai dan istrinya sedang di depan teras rumahnya ia memandang langit dengan seksama di ikuti istrinya.


" apakah Cantik akan berkunjung ke sini atau tidak ya umi" tanya Abah Kholil kepada istrinya.


sebenarnya Abah Kholil dan Umi Fatimah sudah menganggap Cantik sebagai anaknya karena kepribadiannya yang berbeda dengan yang lain, Ia memiliki jiwa yang penuh kasih sayang kepada siapapun dan kenal lelah.


tak terasa sholat idul Fitri sudah selesai dan waktunya untuk melakukan sungkeman ( meminta ma'af) kepada orang yang lebih dan saling memaafkan dan itu juga di lakukan di setiap rt melakukan salaman massal.


setelah selesai Cantik dan keluarga bibinya pulang ke rumah. di rumah mereka duduk di ruang keluarga dulu sedikit mengobrol, sementara itu bu Mala sedang menghangatkan opor ayam (makanan ciri khas lebaran) dan tak lama akhirnya sudah hangat dan bu Mala memanggil mereka semua untuk makan opor ayam.


"ayo semuanya ini opornya sudah hangat kalian sudah lapar kan" ucap bu Mala dengan tersenyum.


"Iya sebentar lagi kita ke sana" jawab mereka serentak.


kemudian mereka melangkah ke meja makan dan langsung mengambil kursi untuk duduk.


"hmm... baunya enak sekali pasti makanannya lezat" ucap Nisa dengan penuh semangat.


"ya pastinya enak lh siapa dulu yang masak" ucap bu Mala sambil membusungkan tubuhnya seolah ialah pahlawan.


pak Ali yang melihat tingkah istrinya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


sementara itu pak Andi yang melihat tingkah adik iparnya hanya tersenyum.


mereka semua makan bersama dengan lahap.


setelah mereka selesai makan pak Andi ingin mengutarakan maksudnya


"mas Ali dan mba Mala mohon ma'af ya sepertinya aku sama Cantik akan pergi pulang kampung ke desa Limbang mau ke tempat kakek dan neneknya Cantik" ucap pak Andi meminta izin kepada kedua adik iparnya.


"jika keputusan mas Andi untuk pulang kampung bersama Cantik aku dan istriku tak keberatan" ucap pak Ali sambil menepuk pundak pak Andi.


"Iya kami tau kamu juga rindu kampung halamanmu, apalagi anakmu sekarang udah besar dan waktunya ia mengenal banyak hal terutama tentang keluarga dirimu" ucap bu Mala sambil menatap Cantik dengan tersenyum.


Cantik yang mengerti tatapan bibinya hanya tersenyum kecut, sebenarnya ia betah bersama bibinya.


setelah itu mereka segera berkemas barang bawaan dan mereka juga tak lupa berpamitan kepada pak Ali dan bu Mala.


"hati hati di jalan mba Cantik" ucap Nisa dengan wajah berkaca kaca.


"pastinya Nisa kamu jangan sedih di tinggal aku ya kan kamu biasa sendiri pada saat aku di pesantren" ucap Cantik dengan mengelus kepala Nisa.


"Hati hati ya mas Andi, Cantik aku do'akan kalian selamat di perjalanan" ucap pak Ali begitupun bu Mala sambil mengelus kepala Cantik.


di sisi lain


di sebuah rumah sederhana yang di dalamnya terdapat 2 orang tua sepuh dan 2 orang paruh baya serta 2 anak laki laki dan perempuan yang umurnya sekitaran 14 thn lebih muda 1 tahun dari Cantik.


"kapan ya mereka berdua ke sini" ucap orang tua sepuh yang umurnya sekitaran 71 thn, yang tak lain adalah kakeknya Cantik. kakek Sapto.


"mungkin besok mereka ke sini atau lusa" ucap wanita sepuh yang umurnya sekitaran 69 thn, yang tak lain nenek Sumi.


dua orang tua sepuh sedang menantikan seseorang itu tetapi berbeda dengan 2 orang paruh baya mereka malah mencibir


"buat apa mereka ke sini mereka hanya beban" ucap salah satu pria paruh baya


"Iya apalagi mereka membawa anak pembawa sial itu, tahun lalu ia menjatuhkan vas bunga yang harganya mahal" ucap wanita paruh baya.


mereka adalah paman dan bibinya Cantik yang bernama pak Doni dan bu Sela, mereka membenci keluarga Cantik karena dulunya mereka adalah keluarga yang miskin yang selalu meminta bantuan kepadanya tetapi mereka selalu menolak untuk memberikan bantuan dan beberapa tahun yang lalu juga Cantik anaknya pak Andi sewaktu berumur 7 thn ia pernah menjatuhkan barang berharga milik pak Doni dan bu Sela itulah yang membuat mereka sangat membenci keluarga pak Andi atau kakaknya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2