
Cantik yang mendengar itu bilang kepada ayahnya.
"ayah aku ingin ikut ayah aja di kota Kultur nanti Cantik sekolah di sana aja" ucap Cantik dengan penuh semangat.
pak Andi yang melihat anak berbicara dengan penuh semangat mengerti maksud dari anaknya itu ia ingin selalu dekat dengan dirinya, selama ini ia selalu bersama bibinya yang selalu merawatnya dengan penuh kasih sayang.
tak terasa sudah memasuki akhir bulan suci ramadhan tepat tanggal ke-29.
di hari akhir berpuasa Cantik dan Nisa berencana akan pergi ke kota untuk ngabuburit di sana mereka membeli aneka makanan dan minuman.
di sebelah barat sebuah penjual makanan seperti takjil di situ Cantik dan Nisa sedang membeli jajan beraneka macam, seorang laki-laki yang berumur 15 thn dengan paras wajah yang ganteng dan fisiknya yang gagah menjadikan ia seperti seorang pangeran mendekati Cantik dan Nisa dan menyapanya
"Hai Cantik lama tak bertemu" ucap laki laki tersebut yang tak lain adalah Arman.
Cantik yang mendengar ada yang nenyapanya ia menoleh ke belakang dan menemukan seorang laki-laki dengan paras wajahnya yang tampan. Ia agak terpana dan ia juga sangat familiar dengan wajah tersebut walaupun lama tak bertemu.
"Hai juga kalau tidak salah kamu Arman kan" tanya Cantik dengan agak grogi karena ia tak pernah berbicara lama dengan seorang laki-laki kecuali keluarganya.
"Iya benar lama tak bertemu Cantik, kamu udah banyak berubah seperti bidadari sekarang" ucap Arman yang juga terpana saat ia tersenyum kepadanya.
"ngga lh aku biasa aja, kamu itu yang banyak berubah" ucap Cantik dengan malu malu.
"oh ya Cantik kamu nantinya mau lanjut kemana" ucap Arman
__ADS_1
"saya mau ikut ayah saya ke kota Kultur Arman, kamu sendiri mau lanjut kemana" tanya Cantik.
"oh itu mungkin aku akan ikut kakak aku di kota Lentera" jawab Arman.
"Ih kalian ngobrol sendiri tanpa tau ada yang seperti obat nyamuk ini apalagi ngobrolnya sambil senyum²" ucap celetuk Nisa yang dari tadi cuman mendengarkan dan Arman tidak menyapanya.
"oh ada adik manis ini mas ngga tau" ucap Arman membujuk Nisa yang seperti merajuk.
"apaan si mas Arman masa ngga tau kalau ada aku di samping mba Cantik, atau mas Arman saking kangennya jadi ngga liat aku ya" ucap Nisa yang kini merajuknya berubah menjadi menggoda Arman yang melihat Cantik seperti melihat kekasihnya aja selalu memandangnya.
sebenarnya Cantik juga mempunyai rasa untuk Arman apalagi kesan pertama Arman kepadanya sangat baik Ia menolongnya dan membantu Ia berjalan ke rumahnya untuk di obati waktu itu, begitupun Arman yang sebenarnya juga mempunyai rasa tapi mereka tidak mengungkapkannya karena mereka di bekali ilmu agama untuk tidak berpacaran karena itu mendekati zina.
setelah itu mereka bertiga berjalan bersama tetapi mereka menjaga jarak satu sama lain. mereka berjalan dan membeli makanan atau minuman dan di selingi bercandaan.
setelah selesai itu mereka berpisah, ke jalan sendiri², sebelum berpisah Arman berbicara sedikit.
"ya semoga kita bertemu lagi ya dan nantinya kita sudah pada jalan yang terbaik" ucap Cantik.
mereka akhirnya berpisah, Cantik dan Nisa melanjutkan perjalanan di jalan Nisa berbicara "mungkin nanti akan ada yang rindu nih" ucap Nisa dengan sedikit tertawa yang melihat muka Cantik bersedih ketika berpisah dengan Arman.
"Ih kamu apaan si Nis, aku kayaknya tidak seperti itulah" ucap Cantik
tetapi di batin sebenarnya ia sangat sedih karena rasa ini yang selalu menguatkan dia untuk selalu berjuang nantinya dan mengingat Arman juga sering memotivasinya di sebuah surat untuk dirinya.
__ADS_1
Di sisi lain
"aku tak menyangka aku bertemu dengannya lagi apalagi melihat perubahannya aku sangat terpana" ucap Arman di dalam hatinya.
Ia melanjutkan perjalanan ke rumahnya dengan jalan kaki karena Ia ingin menikmati keindahan waktu sore.
Cantik dan Nisa akhirnya mereka tiba di rumah, sesampainya di sana ia di sambut oleh pak Andi yang sedang berdiri di teras rumah.
"kamu udah pulang nak" ucap pak Andi
"sudah ayah lagi ngapain di sini" tanya Cantik
"ayah lagi ingin di luar aja" jawab pak Andi
setelah pembicaraan anak dan ayah itu Nisa celetuk berbicara " apalagi mba Cantik bertemu dengan laki laki pujaan hatinya" ucap Nisa dengan nada menggoda Cantik.
pak Andi yang melihat wajah anaknya yang berubah setelah Nisa berkata seperti itu hanya tersenyum ia tahu bahwa anaknya sudah memasuki waktu remaja pastinya ia sudah ada yang ia sukai.
"ti.. tidak ayah itu ngga benar ia cuman teman" ucap cantik dengan gugup dan dalam hatinya ia berdebar debar.
pak Andi yang mendengar itu hanya tersenyum ia tahu perasaan putrinya karena ia juga pernah muda
" tak apa Cantik kamu suka sama siapa yang penting sekarang bukan waktunya menjalin cinta nanti kalau sudah waktunya kamu boleh menjalin itu tetapi pada kehalalan" ucap pak Andi yang di jawab anggukkan oleh Cantik.
__ADS_1
"sudah mau buka ayo kita masuk" mereka bertigapun masuk kedalam rumah di sana sudah ada bu Mala dan Pak Ali yang sudah ada di meja makan yang sedang menunggu mereka.
"kalian udah kembali ayo duduk sini kita nunggu waktu berbuka sebentar lagi adzan akan berkumandang" ucap bu Mala pada ketiganya dan mereka bertiga langsung mengambil kursinya masing-masing dan tak lama adzan berkumandang dan akhirnya mereka berbuka, mereka berbuka di mulai dengan minuman yang segar² dan ikuti jajanan yang Cantik dan Nisa beli dan selanjutnya mereka makan bersama.