
Segera lh mereka bergegas ke arah tempat permainan karena itu adalah tujuan mereka jalan jalan ke kota selain bermain mereka juga akan makan makan di sana.
di sana mereka memulai permainan dari dance, lempar bola, bowling dan sky luncur.
tak terasa rasa lapar menghampiri mereka segeralah mereka mencari makan di sana mereka berkeliling dan menemukan ada penjual makanan di sana.
"Lihat di sana ada penjual telor gulung, cilok, dan dimsum" ucap devi dengan semangat karena perut mereka sudah keroncongan.
"iya ayo ke sana" ucap desi tak kalah semangat sama dengan devi.
setelah sampai mereka pun memesan dan tak lama pesanan mereka jadi dan mereka mulai menyantap.
setelah selesai makan mereka berencana untuk keluar dari tempat seperti mall ke pasar malam yang jaraknya sekitar 200 m dari situ.
"Ayo kita turun dan kita melanjutkan ke pasar malam di sana kita akan makan makan" ucap desi ke teman temannya.
mereka segera turun dan segera ke pasar malam di sana langit sudah mulai gelap tak lama terdengar suara adzan Maghrib.
"eh.. sudah adzan ayo kita sholat maghrib dulu di masjid seberang pasar malam" ucap cantik kepada temannya dan di tanggapi dengan anggukkan oleh semuanya.
setelah selesai sholat mereka melanjutkan ke pasar malam di sana mereka sangat senang karena suasana yang ramai dan juga banyak penjual dan permainan, di sana mereka mulai ke tempat penjual merasakan setiap makanan tak lupa juga mereka bermain beberapa permainan di sana dan mereka mendapatkan hadiah.
setelah selesai semuanya pulang pada pukul 8 malam.
mereka merasa sangat capek karena seharian mereka berjalan jalan tapi itu menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi mereka sebelum perpisahan dan nantinya mereka berpisah karena berbeda sekolah.
tak terasa mereka sudah sampai di rumah masing masing sebelum itu desi mengantarkan mereka ke rumahnya masing-masing.
Tiga tahun kemudian seorang perempuan berumur 15 tahun dengan paras yang cantik dan anggun serta fisiknya yang sudah seperti wanita dewasa sedang berjalan ke arah desa Kemuning yang ada sekarang sudah agak ramai karena daerahnya yang asri dan sumber air yang melimpah sehingga banyak orang yang bermigrasi ke desa Kemuning.
gadis dengan paras cantik dan anggun adalah cantik Ia kini sudah menjadi wanita dewasa dan muslimah.
selama di perjalanan banyak pasang mata yang melihat ia terutama para laki-laki yang mengaguminya karena memiliki paras wajah yang cantik sesuai namanya.
di tengah perjalanan ia bertemu dengan salah satu saingannya atau orang yang tidak suka dengannya Ia adalah anak dari kepala desa Kemuning yang terkenal dengan kesombongannya dan parasnya yang tak kalah cantiknya dengan Cantik.
"Hehe... ada yang baru pulang kampung nih" ujar Meli anak kepala desa Kemuning dengan acuh tak acuh.
Cantik yang melihat itu menghela nafas dan bersabar " ada apa kau menyapaku Meli " ucap Cantik dengan lemah lembut.
Meli yang mendengar Cantik berkata dan menyapanya hanya mendengus dan berkata " ya untuk menyabut perempuan yang pulang kampung dan berubah penampilan seperti wanita alim" ujar Meli mengejek dan memprovokasi Cantik.
Cantik yang mendengar itu pun tersenyum dan bersabar atas tingkah laku anak dari kepala desanya. Ia tak menggubris Meli dan tanpa berkata atau pamit setelah Meli bicara Cantik pergi melenggangkan badannya ke arah sebuah rumah yang sederhana yang dulunya terdapat kenangan di dalamnya.
Ia mengetuk pintu dan mengucapkan salam
" Assalamualaikum bibi aku pulang" ucap Cantik yang berada di depan pintu.
tak berselang lama seorang wanita paruh baya datang dan membukakan pintu.
"Krekk..." bunyi pintu di buka.
__ADS_1
Dengan senyuman di wajahnya tak lain adalah bibinya menjawab salam
"Walaikumsalam, Cantik kamu sudah pulang" tanya bibinya saat Cantik mengecup punggung telapak tangan bibinya.
"sudah bibi" jawab Cantik.
setelah itu Cantik masuk bersama bibinya dan di arahkan ke ruang tamu karena bibinya mau bertanya kepada Cantik.
"Cantik gimana rasanya kamu di pondok, kamu betah ngga kamu di sana". tanya bibinya dengan wajah di penuhi penasaran karena Cantik ke pesantren selama 3 tahun itu Ia tak pernah pulang.
"Cantik betah sekali di sana bibi, di sana Cantik jadi santri ndalem jadi kalau ada apa apa tinggal bilang Abah atau Umi di sana bibi" ucap Cantik dengan perasaan yang sangat senang.
bibinya Cantik bertanya banyak dan Cantik menjawabnya dengan tenang dan mereka mengobrol cukup lama.
tak lama kemudian suara adzan Ashar berkumandang.
"Bibi sudah adzan Cantik mau sholat dulu ya" ucap Cantik meminta izin kepada bibinya.
"ya silahkan Cantik bibi juga mau sholat juga" ucap bibinya ke Cantik.
"oh ya bibi Cantik lupa paman di mana ya aku ngga lihat paman" ucap Cantik sebelum meninggalkan ruang tamu.
" itu pamanmu sedang ada urusan di kelurahan" ucap bibinya yang mau melangkah ke belakang yang di ikuti Cantik.
"ooh ya bibi" ucap Cantik singkat.
setelah itu mereka sholat bersama setelah sholat mereka makan bersama dan tak lama Nisa ikut bergabung ke meja makan.
"Mba Cantik sudah pulang dari pondok" tanya Nisa yang sedang mengambil nasi.
Bu Mala yang mendengar pembicaraan anak dan keponakannya tersenyum dan berbicara "udah makan dulu aja bicaranya nanti kalian tersedak" ucap Bu Mala atau bibinya Cantik dengan tersenyum kepada keduanya.
mereka pun makan tanpa ada pembicaraan setelah selesai makan mereka membereskan piring kotor dan mencucinya.
setelah selesai Nisa pun melanjutkan pembicaraan kepada Cantik yang tertunda sambil berjalan ke ruangan keluarga.
"Mba Cantik ke pesantren koh jarang pulang si kan aku kangen" ucap Nisa dengan tersenyum dengan wajah menggoda.
"Emang kamu kangen sama kakak sepupumu ini" tanya Cantik dengan wajah datar.
"Huuh mungkin aku kangen tapi pasti ada yang lebih kangen dari aku lh mba" ucap Nisa dengan wajah serius.
"Emang siapa si yang kamu bicarakan emang ada yang mencari aku ya selama aku di pesantren" tanya Cantik.
"ya ada lh mba masa Mba Cantik lupa sama Mas2 yang pernah nolongin mba pas Mba Cantik jatuh dari sepeda sewaktu kita sedang mau ke desa Salam waktu itu" jawab Nisa dengan percaya diri.
* Flash Black
"Hati hati Mba Cantik di depan ada banyak jalan yang berlubang" ucap Nisa dengan teriak
Cantik yang mendengar Nisa mengingatkannya hanya mengangguk dan terlalu menikmati suasananya karena di pagi hari dan udara yang sangat segar menjadikan Cantik agak terlena dan akhirnya Cantik jatuh dari sepeda karena melewati jalan yang berlubang dan kehilangan keseimbangannya dan jatuh di tengah jalan.
__ADS_1
Nisa ya melihat Cantik jatuh langsung turun dari sepedanya tanpa menghiraukan keadaan sepedanya lekas menuju Cantik.
"Mba Astaghfirullah mba ngga papa" ucap Nisa dengan cemas.
"Aduhh sakit" ucap Cantik merintih karena kaki dan tangannya ada luka baru dan keluar darahnya.
Nisa yang melihat itu pun panik dan bingung harus melakukan apa karena tidak membawa apa apa.
tak lama kemudian ada seorang yang datang seorang laki-laki yang berumur sebaya dengan Cantik dan melihat Cantik yang sedang terluka langsung bergegas lari ke arah tempatnya.
"kamu terluka dan harus diobati karena takut nantinya infeksi" ucap laki laki tersebut dengan penuh perhatian. laki laki tersebut bernama Arman Ia sedang berjalan habis dari warung membeli barang belanjaan karena di suruh ibunya.
Cantik yang mendengar ada orang yang menghampirinya langsung menoleh begitupun Nisa.
"Mas tolongin kakak sepupu saya Ia terluka jatuh dari sepeda" ucap Nisa dengan penuh kecemasan walaupun itu luka kecil tapi bagaimanapun Nisa tetap khawatir.
Arman yang mendengar Nisa berkata langsung menolong Cantik dan berkata
"Rumahku dekat dari sini ayo ke rumahku nanti aku obatin" ucap Arman dengan membawa Cantik pelan pelan ke rumahnya.
sesampainya di depan pintu Arman mengucapkan salam
" Assalamualaikum" ucap Arman yang sedang menitih Cantik ke dalam pintu rumah.
"Walaikumsalam" ucap seorang wanita paruh baya yang tak lain ibunya Arman yang bernama Bu Yuni
Bu Yuni yang melihat Arman yang sedang menitih seorang perempuan sebayanya dan di sampingnya ada perempuan yang sekitar 12 tahun melihat seksama tak lama ia tersadar bahwa perempuan yang sebaya anaknya itu terluka.
"Ibu aku minta tolong untuk ambilin kotak P3K karena khawatir luka Cantik menjadi infeksi.
Bu Yuni yang mendengar perkataan anaknya langsung mengambil kotak P3K dan memberikannya kepada anaknya.
"Ini nak" ucap Bu Yuni
setelah itu Arman mendudukan Cantik di kursi depan rumah ia segera membuka kotak P3K dan mengobati Cantik.
"aw... sakit" rintih Cantik dengan menahan rasa sakitnya.
"tahan sebentar sakitnya bentar lagi udah selesai" ucap Arman sambil mengobati luka Cantik dengan hati hati.
"kayaknya bentar lagi ada ya kepikiran terus ini malam harinya" batin Nisa yang melihat Arman mengobati Cantik dengan penuh kehati-hatian.
"Anaku udah besar ia sudah tahu cara memperlakukan orang" ucap Bu Yuni di dalam hatinya.
setelah selesai mengobati Cantik, Ia masuk ke rumah untuk menaruh barang belanjaan yang ibunya titipkan kepadanya.
setelah itu ia kembali menghampiri Cantik bertanya apakah lukanya sudah agak sembuh sambil membawakan air minum untuk Cantik dan Nisa.
"aduuh repot² sekali ini mas" ucap Nisa dengan nada menggoda Cantik.
"engga koh aku malah senang ada yang bertamu ke rumah, oh iya itu luka kamu udah agak sembuh atau belum" tanya Arman.
__ADS_1
Cantik yang mendengar itu menjawab "sudah mas, sudah ngga sakit lagi" ucapnya
setelah itu mereka berdua berkenalan dan mengobrol. tak lama kemudian Cantik dan Nisa meminta izin untuk pulang, Arman pun mengangguk kepalanya dan ia juga menyampaikan ke ibunya bawa Cantik dan Nisa mau pulang.