My Beloved Werewolf

My Beloved Werewolf
Ch. 41 >> The Wedding


__ADS_3

Pagi yang cerah seakan ikut menyambut hari kebahagiaan Tresi dan Bima. Setelah melamar Tresi beberapa minggu lalu, Darwin—ayah Tresi—pun merestui hubungan mereka yang melaju ke jenjang berikutnya.


"Cie ... yang mau married," goda Emi.


Tresi tertawa kecil mendengar Emi menggodanya. "Lo sendiri, udah gimana? Kalian, 'kan udah nikah satu bulan."


"Apanya yang gimana?" tanya Emi sok polos.


"Ini." Tresi menyentuh perut rata Emi.


"Oh ... gak tahu," jawab Emi dengan cengiran lebarnya.


Obrolan mereka terhenti, saat suara ketukan pintu terdengar. Emi mendekat dan membuka pintu. Darwin terlihat berdiri di sana.


"Sudah siap?" tanyanya.


"Sudah, Om.


Darwin pun melangkah mendekati sang putri. Menatap Tresi dalam. Sebentar lagi, waktunya dengan Tresi akan semakin berkurang. Gadis kecilnya akan lebih memprioritaskan suami.


"Ayah, kenapa?" tanya Tresi saat melihat wajah mendung sang ayah.


"Tidak. Ayah hanya merasa sedih. Ternyata putri ayah sudah sangat dewasa. Sebentar lagi, akan ada pria yang mendampingimu selain ayah." Darwin mengusap lembut surai Tresi.


Tresi menghapus air mata yang membasahi pipi sang ayah. Begitu pun sebaliknya. Kedua ayah dan anak itu, saling bertangisan. Emi yang ada di ruangan itu, ikut menangis.


***

__ADS_1


Bima dan Tresi kini resmi menjadi pasangan.  Senyum di wajah keduanya tak pernah luntur. Kebahagiaan terpancar jelas di wajah mereka. Membuat para tamu undangan, ikut merasakannya.


Di tengah kebahagiaan mereka, seorang gadis muda nan cantik menghadiri acara mereka. Tidak seorang pun yang mengenalnya. Ia mulai mendekati pasangan itu. Darwin dan Bima, bisa merasakan aroma berbeda darinya.


"Dia bukan manusia," bisik Darwin.


"Paman, benar."


Tatapan Darwin berubah sengit. Membuat Bima meringis takut. Sedetik kemudian, ia menyadari kesalahannya. 


Astaga, aku gak sengaja panggil, Ayah, 'paman', batin Bima. Pria itu meneguk salivanya susah payah.


"Selamat atas pernikahan kalian," ucap gadis yang sejak tadi Bima dan Darwin perhatikan.


Gadis itu sudah berdiri di hadapan Bima dan Tresi. Dengan senyum ramah, Tresi menyambut uluran tangan gadis itu. Bima dan Darwin pun menatap penuh selidik padanya.


"Apa kita saling mengenal?" tanya Bima.


Mendengar pertanyaan Bima, Tresi menatap gadis itu. Gerakannya terlihat luwes di mata Tresi. Siapa dia? Ini kali pertama aku melihatnya, batin Tresi.


"Kurasa ... tidak," jawabnya.


Langkah gadis itu mendekat ke arah Bima dan Tresi. Tangannya terulur menyentuh jas yang Bima kenakan. Tresi menatap suaminya intens. Pria itu menangkap tangan gadis yang menyentuh jasnya.


"Tolong kondisikan sikap, Anda!" Bima segera menarik jemari Tresi dan pergi dari sana.


"Dia siapa?" tanya Tresi begitu ia menjauh dari gadis tadi.

__ADS_1


Bima menggelengkan kepalanya. "Aku juga tidak tahu. Tapi aku tidak suka dengan sikapnya," geram Bima.


Tresi menghentikan langkahnya dan menarik tangan Bima. Pria itu pun menatap wanita yang kini sudah menjadi istrinya. Kedua alisnya terangkat.


"Tapi, kenapa denganku berbeda?" tanya Tresi. Ia berjalan perlahan mendekati sang suami.


"Maksudnya?"


"Aku bahkan jauh lebih berani dari dia. Kau tidak lupa, jika aku langsung menciummu, 'kan?" bisik Tresi pada akhir kalimatnya.


Bima tersenyum miring. "Kau sedang menggodaku, Sayang?" tanya Bima di telinga Tresi.


"Mungkin," jawab Tresi tak jelas.


"Aku tidak pernah menolak sikap menggodamu sejak dulu. Apa kau lupa?"


"Karena itu aku bertanya. Kenapa saat gadis itu menggodamu, kau tidak mudah tergoda?"


"Aku hanya mencintaimu. Jadi, tidak ada gadis lain yang bisa menggodaku. Hanya kau yang kuinginkan." Bima menyambar bibir ranum Tresi.


Mereka tak lagi mempedulikan kehadiran para tamu yang hadir di sana.


»Cinta akan selalu menemukan jalannya, sekalipun perbedaan terbentang dan menghalangi kita untuk bersama. (Bima dan Tresi)


***


Akhirnya, cerita ini tamat. Mohon maaf, jika banyak yang tidak berkenan dengan cerita ini. terima kasih untuk setiap dukungan, gift, like serta komen readers semua... i love you all❤️😘

__ADS_1


__ADS_2