My Complicated Boyfriend

My Complicated Boyfriend
Episode 13 - Tidak akur.


__ADS_3

“Hei apa yang kau lakukan” teriak Adellia ketika di tarik paksa oleh Rey, bahkan gadis itu amat bingung kenapa pria aneh itu menarik dirinya dengan sikap marah “Kau mau membawaku kemana?” tanya Adellia sekali lagi, bahkan suaranya yang meninggi membuat Rey tidak mempedulikan.


Gadis itu di hempaskan kearah dinding, bahkan tubuh Adellia yang kurus terpental dengan cukup keras hingga dirinya meringis sakit, pergelangan tanganya yang memerah pertanda cengkraman tangan pria itu amatlah kuat, sedangkan sorot mata tajamnya benar-benar seperti pisau yang siap melukai.


“Ada apa dengan mu” terusnya dengan tidak terima hingga rasanya ia ingin marah pada pria itu, bahkan Adellia mendongakan wajah penuh pertentangan.


“Ada apa denganku!" beo Reynanda dengan tatapan jengkel. "Aku ingin sekali menghabisi orang-orang seperti mu” terusnya penuh kesal.


Membuat Adellia terdiam ketika mendegar perkataan pria itu, apa maksud dari sikapnya ini, memangnya ada apa dengan Adellia.


“Kenapa kau harus hidup untuk ikut campur dengan masalah orang lain, kenapa kau tidak mengurus dirimu sendiri, dan kenapa kau tidak tahu diri sekali” sambung Rey penuh kesal diantara tatapan merendahkan yang ia berikan.


Bahkan Reynanda begitu kesal ketika Adellia terdiam memandang dirinya, seolah ia ingin sekali gadis itu membangkang agar Rey bisa meneriakinya.


“Ikut campur? Tidak tahu diri?” lirih Adellia dengan tidak percaya, bahkan kebingungan mulai melanda fikirkanya, mata yang tadinya menatap sendu kali ini menajam melihat kearah Reynanda. “Di bagian mana diriku yang salah? Ikut campur akibat perangai mereka yang menindas sesama temanya sendiri, atau aku yang selalu menentang kalian para anak elit dan orang terpandang? Apakah begitu?”


Hanya saja pria itu nemilih diam untuk tidak berani membalas apapun, meskipun apa yang di katakan Adellia adalah hal yang di maksudnya, tapi kenapa rasanya Rey begitu enggan untuk membalas padahal hatinya sangat mengebu ingin melenyapkan Adellia.


“Aku bahkan sangat bingung dimana letak salah diriku. Jika kedua sikap itu kau anggap salah, lalu apakah membiarkan orang lain di tindas dan tidak mampu melawan hanya karna status ekonomi dibiarkan saja, apakah hidupku yang terlahir miskin adalah kesalahan!!” bentak Adellia dengan tidak terima, rasanya ia mulai menarik simpati yang ia tempatkan terlalu tinggi pada pria itu.


“Kau benar. Mungkin bagi dirimu yang berfikir normal itu adalah hal yang salah, tapi jika kau sudah mengetahui kebenaran tentang dunia yang tidak ada keadilan ini, maka kau akan mengerti jika posisimu yang tidak tahu diri dan suka ikut campur dengan urusan orang lain, adalah tindakan yang salah. Sedari awal seharusnya kau mengerti tentang sekolah ini yang sebenarnya bukanlah tempat sembarangan untuk beberapa orang, apalagi kalagan seperti dirimu. Bahkan aku tidak paham, kenapa bisa kau bertingkah begitu berani, di antara para singa yang siap menerkam hidupmu”


“Ada apa denganmu tuan muda rlReynanda, aku bahkan sudah tahu hal ini dari pertama kali aku masuk ke sekolah ini. Hanya saja aku adalah orang yang tidak akan mau merendah hanya karna posisiku ekonomiku yang rendah, sebab aku percaya pada diriku sendiri, aku percaya tidak ada yang boleh menindas diriku, karna aku sudah sejauh ini bertahan di sekolah yang hanya berisikan sampah seperti kalian”


“Lebih baik kau hentikan sikap seperti ini sekarang juga, kau fikir berurusan dengan El akan membuatmu bebas dengan mudah. Biar aku katakan, hari ini adalah neraka baru yang akan kau terima” ancam pria itu ketika memperingati Adellia, membuat gadis itu mengepalkan tangan seraya menatap tajam kearah dirinya.


“Aku tidak akan kalah, dan aku tidak akan takut. Simpan saja kata-kata itu untuk dirimu sendiri, membiarkan ada penindasan, mengelompokan orang akibat kasta mereka, dan membiarkan beberapa kesalahan terjadi di depan matamu, jika sedari awal kau hidup seperti itu, maka hiduplah sesuai ke inginan mu. Aku tidak akan pernah melakukan hal seperti yang kau lakukan”


Adellia benar-benar muak ketika bermasalah dengan pria itu, sialnya Adellia selalu saja bertemu dengan Reynanda yang sangat menyebalkan, jika saja bisa mengulang waktu, Adellia ingim dirinya tidak merasa berhutang budi pada Reynanda.


“Aku tidak tahu kenapa kau selalu ikut campur, hanya saja aku peringatkan untuk kau berhati-hati mulai detik ini. Awalnya aku cukup simpati dengan dirimu, tapi melihat keras kepalamu itu, aku rasa kau tidak akan tertolong lagi” putusnya dengan terus terang.


Bahkan bicara dengan nada rendah penuh peringatan, membuat Adellia yang sudah membelakangi dirinya mengepalkan tangan atas sikap pria menyebalkan tersebut, tentu saja Adellia tidak ingin menyerah dengan prinsipnya sedari awal, sebab baginya bukan Adellia yang harus berubah, melainkan mereka semua.


Gadis itu memilih pergi dari sana untuk menjauh dari Rey secapat mungkin, tentu dari arah belakang pandangan pria itu amat penjang kearah Adellia, rasanya ia benar-benar tidak percaya ada gadis sebodoh itu, tapi kenapa ia harus peduli padanya, bukankah sedari awal Reynanda ingin bermain-main dengan Adellia, tapi semenjak malam itu, ketika Adellia dibawa pergi oleh orang lain, ada sebuah rasa tidak terima jika gadis itu di selamatkan oleh seseroang yang bukan dirinya.

__ADS_1


Apakan semua ini karna Rreynanda ingin Adellia berada di bawah siksaan dirinya, Rey hanya ingin dirinya yang boleh mempermainkan gadis itu, jika ada pangeran berkuda putih datang menyelamatkaan gadis itu, jujur saja ada rasa tidak terima di batinnya.


*


Jam pelajaran siang ini sudah selesai, Adellia benar-benar tidak melihat Havier untuk seharian penuh, apakah pria itu benar-benar tidak masuk sekolan atau dirinya memang memilih bolos, tapi kenapa Vier tidak memberikan kabar, bahkan saat Adellia bertanya kepada aeman-temanya mereka mengatakan tidak menerima kabar dari Vier, rasanya Adellia benar-benar tidak tenang sebelum mendapatkaan kabar dari pria itu.


"Tan, apa kau tidak melihat Vier hari ini” tanya Adellia kepada gadis yang kala itu duduk di depan dirinya, membuat Tania menghentikan bercandaan yang tengah ia jalin dengana Anggara.


“Tidak Dell, kau bahkan sudah kesekian kalinya bertanya. Memangnya ada apa, apakah terjadi masalah?” tanya gadis itu dengan ingin tinggi.


“Entahlah, aku rasa dia marah padaku” lirihnya dengan malasa, bahkan Adellia cukup frustasi mengigat malam itu.


Membuat ketiga orang yang sedang sibuk dengan masalah mereka saling memandang sebab perkataan Adellia mengundang penasaran.


"Memangnya ada masalah apa? Apa dia bertengkar lagi dengan Enggi?” timpal Chytia yang memilih bersuara, membuat Adellia memandang penuh pengertian seolah sorot matanya membenarkan hal itu. “Apa lagi masalahnya?” kesal gadia itu dengan nada meninggi.


“Entahlah, ini semua salahku. Jika saja aku tidak membuat masalah dengan Veronica, mungkin aku tidak akan di permalukan di pesta itu, dan tidak akan membuat Veronica mempermalukan Enggi, bahkan setelah itu Enggi benar-benar marah hingga aku sulit mengendalikan emosinya”


“Kenapa Enggi harus marah?” tanya Tania dengan bingung, membuat Adellia terdiam atas pertanyaan itu.


“Adell, ada apa?” seru ketiganya dengan penuh kelas.


“Entahlah aku tidak tahu” balas Adellia dengan pusing, ia bahkan menjambak kepalanya sendiri lantaran frustasi atas apa yang menimpa pertemanan mereka.


Keempat orang itu masih duduk dengan berbagai percakapan mereka, tentu saja mereka ke kantin lantaran ada jam kosong siang ini, di tambah mereka sudah mengerjakan tugas yang di tingalkan oleh guru, membuat Adellia duduk diam dengan perasaan tidak enak tentang havier.


Adellia sibuk menyeruput susu ketan merah yang paling ia sukai itu, hingga matanya terpaku melihat sosok Reynanda yang masuk ke kantin bersama gadis yang menyebalkan pagi tadi.


Gadis itu memalingkan wajah sebab begitu enggan bermasalah dengannya. “Bahkan dia berani mengabaikan diriku” batin Rey saat memandang panjang kearah Adellia.


Pria menyebalkan itu nampaknya sengaja duduk untuk berhadapan dengan Adellia, tatapanya masih tidak di lepaskan kepadanya, bahkan Adellia dibuat semakin kesal, tentu saja Adellia enggan menyadarinya sebab ia tidak ingin bicara dengan pria aneh itu lagi, jika bukan karna Reynanda, mungkin tidak akan terjadi keributan seperti tadi malam dipesta itu.


“Rey, apa kau mau jus?” tanya Ellysia kepada pria itu, namun Rey hanya menganggukan kepala seolah tidak mempedulikan apa yang di katakanya. “Baiklah akan aku pesankan jus strawberry untuk mu, apa kau ingin tambahan toping?” tanya Ellysia sembari melihat daftar menu yang berjejer di depan matanya, merasakan tidak ada sahutan apa-apa, tentu ia mengangkat kepala melirik kearah Reynanda, pandanganya terpaku melihat pria itu tidak fokus menatap dirinya, melainkan Adellia.


“Rey..” lirih Ellysia sekali lagi, hingga menarik perhatian Reynanda yang sibuk memancarkaan tatapan tajam kearah depan.

__ADS_1


“Pesankan saja semau mu” ucapnya dengan malas hingga membuat gadis itu mengerucutkan bibir dengan geram, sebab sikap Rey yang terkesan enggan, membuatnya merasa diabaikan.


Ellysia memesan dua jus yang sama dengan topping keju diatasnya, bercampur taburan kacang almond.


Rasanya Ellysia mengerti jika Reynanda mulai tertarik dengan gadis itu, bahkan melihat sikap Reynanda tadi pagi sungguh membuatnya shock, pria itu amat dingin dan tidak pernah suka ikut campur, tapi kenapa ia sangat peduli pada gadis kampungan seperti Adellia, jika begini gadia itu harus menjadi target utama untuk ia lenyapkan.


Setelah minuman itu disoderkan kearah mereka, rasnaya ia cukup senang saat calon tunaganya itu satu sekolah dengan dirinya, sebab sudah hampir 2 tahun Ellysia tidak bertemu dengan Rey, siapa yang menyangka jika pria itu amat tampan dan juga sangat mengagumkan, hingga El tidak bisa menepiskan perasaan suka yang sangat besar itu.


*


Adellia dan teman-temanya berlalu kearah kelas, mata Anggara terpaku kearah Reynanda yang duduk bersama calon tunaganya. “Hai Rey” sapanya dengan begitu akrab, bahkan membuat keduanya terlihat sangat nyaman. “Pagi itu aku sungguh tidak mengenalimu, kau sudah banyak berubah selama dua tahun ini, beberapa hari ini aku sangat jarang melihatmu, siapa yang menyangka kita akan bertemu hari ini, disekolah yang sama” ucap Anggara kearah pria itu, bahkan ia terkekeh dengan sikap akrab diantara mereka.


“Aku yang banyak berubah, atau kau yang sudah berubah” ketus pria itu kearah lawan bicaranya, hingga rasanya Adellia merasa jengkel atas sikap sombong pria itu, tentu mata Adellia dan Rey saling memancar hingga keduanya memperlihatkan ketidak akuran diantara mereka.


“Aku sungguh tidak mengenalimu, kau semakin tampan Rey” ejek Anggara sambil menepuk pundak Reynanda, bahkan ketika tatapan Rey memancar kearah Adellia, tentu membuat Angga menyadarinya.


“Apa kalian berdua saling mengenal?” tanya pria itu dengan kalimat menuduh.


“Tidak!!!” bantah Adellia dan Reynanda secara bersamaa.


Bahkan Adellia memalingkan wajah sebab enggan melihat pria itu, tentu Reynanda menatap penuh jengkel atas wanita keras kepala tersebut. Hingga beberapa orang yang ada disana, di buat bingung dengan sikap keduanya.


“Jika tidak, kenapa rasanya kesamaan kalian saat bicara mengatakan jika kalian saling mengenal sebelumnya?” terus Anggara dengan engga.


“Tidak!! Siapa yang mengenali dia!!” kesal mereka dengan serentak.


Sekali lagi kesamaan itu. membuat ke canggungan diantara semua orang, bahkan Reynanda amat jengkel jika ada gadis yang bersikap menyebalkan seperti itu padanya.


"Tania, Chia. Ayo kita pergi” putus Adellia sembari menarik tangan sahabatnya, membuat Anggara. amat bingung sebaab kedua orang itu adalah temanya, reynanda adalah sahabatnya ketika di bangku SMP, sedangkan Adellia adalah sahabatnya semenjak SMA.


Melihat keduanya tidak akur, tentu membuat pria periang itu sadar jika mereka sudah saling mengenal, tapi nampaknya ada masalah diantaa keduanya yang membuat kesalah pahaman.


Sedangkan wajah Queen El mengelap meliahat kedekatan diantara Reynanda dan gadis kampungan itu.


“Aku tidak akan melepaskan gadis kurang ajar itu” batin Ellysia saat menatap panjang kearah Adellia yang sudah menjauh pergi.

__ADS_1


__ADS_2