My Complicated Boyfriend

My Complicated Boyfriend
Episode 5 - Terlambat.


__ADS_3

Beberapa menit berlalu, tidak ada yang berani beranjak dari posisi. Bahkan Adellia masih berlatih menarik nafas dalam-dalam untuk mencoba mengambil keberanian diri, tapi seperti apapun ia mencoba tetap saja Adellia tidak bisa melakukanya.


“Astaga...bukankah itu Pak Maman” putus Sean hingga membuyarkan pandangan mereka.


"B-Benar, itu pak maman" timpal tania ketika memeluk tangan Cyntia penuh takut. Sedangkan Adellia mengepalkan tangan seraya mengigit bibir bawahnya.


"Astaga pak maman" batin Adellia penuh gugup.


Pak Maman adalah wakil kepala sekolah, sedangkan Adellia adalah Ketua Osis yang tidak menghadiri upacara bendera pada senin pagi, jika ia tertangkap oleh beliau, maka tamatlah riwayatnya oleh guru cerewet itu.


“Vier, cepat buka mobilmu” cemas Adellia ketika menepuk pundak temanya, bahkan secara implusif Adellia melakukan tindakan yang paling bertentangan dengan karakternya.


Kelima siswa yang sedang terlambat itu, berlalu memasuki mobil dengan segera, menyembunyikan diri didalam sana, seolah amat takut tertangkap dan kena hukuman.


Sedangkan Pak Maman malah berlajan dengan begitu angkuh kearah mobil Havier, sepertinya beliau sudah mengetahui akan kehadiran Adellia dan teman-temanya, hingga tangan beliau mengetuk pintu kaca Havier seperti seseorang mengetuk pintu.


"Astaga......kenapa Lak Maman bisa mengetahui jika kita dimobil" decak Sean ketika melihat pria parubaya itu.


“Adellia apa yang harus kita lakukan, kenapa kau harus mengajak kita bersembunyi” gerutu Tania yang tidak percaya akan situasi ini, padahal jika mereka berdiri saja bukankah tidak masalah, sedangkan Adellia malah menyuruh mereka untuk bersembunyi dimobil, ini tentu akan menjadi masalah besar.


“Iya Dell, aku ingin keluar saja. Rambutku akan berantakan jika begini” protes Chia yang kala itu menimpal perkataan Tania.


“Apa kalian gila untuk keluar. Aku terlalu takut dengan Pak Maman, kita bisa saja akan di hukum membersihkan toilet siswa” terusnya seraya menajamkan mata pada temanya yang tukang protes itu.


“Kau benar. Tamatlah riwayatku jika sudah membersihkan toilet. Bahkan minggu lalu aku tidak bisa makan seharian saking mualnya melihat kotoran itu. Bagaimana bisa seseorang tidak menyiramnya” imbuh Tania dengan heboh saat membayangkan kejadian dua minggu lalu, akibat ketiduran di jam pelajaran, dan sialnya itu dengan mata pelajaran Pak Maman juga.


“Kenapa kau harus mengungkitnya lagi, aku sudah melupakan itu semua, dan kau malah membicarakanya, itu menjijikan tau” dengus Chia saat menepuk tubuh temanya, ia benar-benar membenci kejadian yang menyebalkan itu.


“Apa kalian tidak bisa diam!! Pak Maman masih mengedor kaca mobilku” bentak Havier dengan penekanan lambat namun tatapan itu sangat mengerikan.

__ADS_1


“Dasar wanita” timpal Sean yang membela kaum pria.


“Apa kau tidak sadar akan dirimu, kau bahkan mengunakan pakaian dalam berwarna pink. Kau juga termasuk kaum wanita!!” dengus Tania untuk mengejek Sea.


Hingga keduanya berlabuh pada pancaran tajam yang saut-sautan, hingga tangan Tania mengunci leher Anggara dari arah belakang, bahkan mereka seperti ingin bergulat di mobil yang sudah pengap untuk lima orang.


Rasanya Adellia tidak mengerti kenapa ia memiliki teman yang seperti mereka, seolah tidak pernah ada ketenangan jika sudah menyangkut hal seperti ini.


“Kalian!!!” bentak Adellia dengan geram, bahkan suaranya yang megelegar itu saja mampu menghentikan semua orang yang saling menyalahkan dan menyudutkan, hingga Pak Maman terpana saat suara itu melenceng ke pendengaranya. “Apa kalian tidak bisa tenang!!!” bentaknya ketika mendudukan diri dengan benar.


Memang keputusan yang salah untuk mengajak mereka bersembunyi, seharusnya Adelllia sadar, jika mereka tidak akan bisa diajak bekerjasama, bahkan tidak ada kecocokan sama sekali.


Dengan kesal, gadis itu membuka pintu mobilnya, sudah saatnya untuk menghadapi Pak Maman “Dell, Adell. Jangan!!” teriak mereka secara bersamaan, hingga keheningan terbentang saat gadis itu menutup pintu mobil dengan kasar.


“Adellia.......” tegur Pak Maman dengan kagetnya, bagaimana bisa ketua Osis di sekolah ini terlambat dihari senin, bagkan ia merupakan siswi berpestasi yang membolos upacara bendera.


Hingga sungut tebalnya Pak Maman seperti melengkung dengan tegas seolah gurat tidak percaya terpampang nyata, ia menyilangkan tangan kebelakang saat menghadapi Adellia.


Membuat ke-empat orang yang ada di dalam mobil itu terdiam melihat kejadian diluar sana, mereka hanya mampu memandang nanar, rasanya mereka cukup bersalah untuk beberapa hari ini sudah merepotkan Adellia.


Tantu saja Havier sadar alasan Adellia telat hari ini karna ia pulang cukup malam dan kemarin Havier mendapatkan laporan dari orangnya jika ada pihak yang mengincar Adellia semalaman, dan pria itu tentu sudah menyelesaikan orang-orang itu yang merupakan suruhan Salsabilla mantan kekasihnya.


Begitupun dengan Sean yang semalaman penuh menelfon Adellia hanya untuk meminta gadis itu mengajarinya soal matematika, sebab jika ulangan hari ini nilainya tetap anjlok, Sean benar-benar akan di berhentikan uang jajan oleh kedua orang tuanya.


Sedangkan Tania dan Chia malah sebaliknya, mereka tidak membantu dan malah membuat keributan hingga Adellia tidak bisa berfikir jernih atas situasi ini.


Dan rasanya Adellia yang keluar dari mobil seperti melindungi mereka semua, bahkan gadis itu rela dinasehati dengan perkataan menyakitkan oleh wakil kepala sekolah.


Tapi jika Tania keluar, ia pasti akan di hukum oleh guru sehingga tidak akan bisa menghadari acara pemotretan yang sudah dijadwalkan hari ini, jika Tania keluar takutnya ia malah membersihkan toilet sampai sore harinya. Sedangkan Havier juga membuat janji temu dengan Enggi, Sean juga sebaliknya, serta Tania yang merupakan artis sosial media, ia harus menghadiri acara jumpa fans sepulang sekolah nanti.

__ADS_1


Bahkan jika mereka keluar dan memiliki kasus lagi, mereka benar-benar mendapatkan surat panggilan orang tua, ini akan berdampak pada kehidupan mereka yang mungkin akan di ganggu gugat oleh orang tuanya.


“Maaf pak, Adellia terlalu takut untuk masuk kedalam” serunya dengan bersalah, bahkan rasanya tidak ada kata yang mampu dia ucapkan, selain meminta maaf pada Pak Maman.


Adellia tentu mengerti jika ia tidak bisa membawa teman-temanya, karna dibalik kehidupan mewah mereka, ke-empat orang itu memiliki kesibukan sepulang sekolah. Jika hari ini mereka keluar dari mobil hal itu akan membuat mereka menyelesaikan hukuman sepulang sekolah.


“Adellia, Adellia….. bapak tidak percaya kamu melakukan hal seperti ini, sebagai seorang ketua Osis kamu harus bertanggung jawab atas kesalahanmu. Bukankah visi dan misimu adalah menjunjung tinggi rasa displin seorang murid, menanamkan setiap kedisiplinan pada mereka untuk megajari cara bertanggung jawab. Tapi kenapa kamu malah sebaliknya sekarang. Bapak—“


“Permisi pak” tukas seseorang yang kala itu memutus perkataan Pak Maman, bahkan Adellia mengangkat kepala melihat kearah pria yang hadir disana.


“Apa saya boleh bertanya, dimana kantor kepala sekolah pak? Saya adalah murid baru disekolah ini, saya cukup kebingungan untuk mencari ruang Kepsek” serunya dengan sikap sopan.


Namun tatapan pria itu amat dingin, bahkan semua teman-teman Adellia menatap kearah dirinya, hingga mereka pangling atas pria tampan yang ada di depan mereka, sedangkan Sean malah sebaliknya, ia mengenal pria itu, teman lamanya semasa SMP, Reynanda.


“Anak baru ini. Bukankah dia yang menolongku semalam” batin Adellia dengan tatapa nanar melihat pria yang ia temui hari ini.


Hanya saja Adellia bisa merasakan jika pria itu sepertinya tidak mengeali Adellia, sikapnya amat dingin, tapi berkat dirinya Pak Maman mengalihkan fokus hingga tidak menghiraukan Adellia lagi, bukankah ini sudah kedua kalinya pria itu menyelamatkan dirinya.


“Oh jadi kamu yang namanya Reynanda itu. Aduh, maaf atas struktur sekolah yang agak membingungkan ini Nak Rey, saya akan mengantarkan kamu keruang kepsek. Sedari pagi, beliau sangat menanti kedatangmu hari ini” ucap Pak Maman dengan ramah, membuat Adellia memandang wakil kepala sekolah yang bisa berubah menjadi penjilat.


“Terimakasih pak” balasnya saat melirik kearah Adellia namun setelah itu membuang muka dengan angkuh, bahkan dengan sopan pak Maman pergi begitu saja tanpa memperhitungkan dirinya, tentu semua teman-teman Adellia keluar dari mobil untuk mengelilinginya.


“Adellia siapa itu?” tanya Tania dengan hebohnya.


“Aku rasa ia anak yang cukup berpengaruh, sebab Pak Maman yang sangat cerewet bisa berubah semanis itu. Seperti seorang penjilat saja” timpal Chia ketika memperhitungkan tingkah Pak Maman, tentu Adellia hanya terdiam melihat punggung Reynanda dari belakang.


"Benar Ci, ia memang anak yang berpengaruh. Mari kita lihat koglomerat mana yang ada disekolah kita” ucap Havier yang kala itu menimpal perkataan temanya.


"Tapi anak itu sepertinya aku kenal" tukas Anggara hingga membuat semua mata menatapnya.

__ADS_1


“Reynanda” seru Adellia, hinga mata keempat manusia itu melirik kearah Adellia, namun dengan segera Adellia pergi dari sana, hingga mereka mengikuti langkahnya.


__ADS_2