My Complicated Boyfriend

My Complicated Boyfriend
Episode 16 - Lepaskan dia!


__ADS_3

“Adell, apa yang kau lakukan. Bernafaslah” bentak Enggi dengan cemasnya, rasanya ia tidak sanggup melihat Adellia kesusahan ketika mengendalikan diri.


Air mata Adellia pecah sejadi-jadinya, ia tidak menyangka atas perkataan yang di katakan pria itu, bahkan seluruh ingatan dan kenangan selalu tertampil di benak Adellia, perhatian yang Enggi berikan, perlakuan manisnya kepada Adellia, dan malam itu apakah Enggi marah kepada Vier, karna dia tidak mampu menjaga Adellia dengan baik, apakah Vier mengetahui jika sebenarnya Enggi menyukai dirinya karna inilah pria itu mendiamkan Adellia.


“Kau bercanda kan denganku kan?” tanya Adellia dengan penuh harap, ia berharap apa yang saat ini di katakan pria itu hanyalah sebuah bercandaan, namun rasanya tatapan mata Enggi sekali lagi tidak bisa membohogi kenyataan.


Ia menepi sekali lagi, seraya melepaskan setbell yang mengikat tubuhnya, pria itu menjangkau tangan Adellia, namun Adellia menepisnya.


Tatapan penuh kebencian yang tidak pernah Enggi lihat sebelumnya, terpampang dengan nyata, membuat dirinya tidak percaya jika sebanarnya Adellia adalah alasan diantara hubungan Havier dan Enggi, kenapa semuanya malah seperti ini, bukankah mereka berdua saling menyukai dan Adellia menyaksikan sendiri bagaimana Vier sangat mengagumi pria ini, tapi sekarang Enggi mengatakan jika dirinya menyukai Adellia, sungguh ini adalah pengkhianatan yang paling sakit untuk di terima oleh Havier, tidak hanya mengetahui pria ini menyukai Adellia sepenuh hati, tapi sedari awal pria itu menyembunyikan kenyataan jika sebanarnya dirinya menyukai seorang wanita.


“Apakah sedari awal kau pernah menyukai Havier?” tanya Adellia, yang kala itu berurai air mata, ia benar-benar tidak menyangka, jika pada kenyataanya ia akan mengalami hal seperti ini.


“Tidak, aku tidak pernah menyukainya” ucap Enggi dengan nada dingin ketika menatap Adellia penuh sendu.


“Lalu kenapa kau membohogi Havier, apa kau fikir perasaan seseorang itu mainan!!!” bentaknya dengan marah, bahkan gurat emosi di wajah Adellia benar-benar membuat Enggi membisu.


Ia tidak pernah menyangka akan terjebak dengan Havier, jujur saja Enggi sudah menyukai Adellia semenjak SMP, mungkin Adellia tidak pernah sadar jika mereka satu sekolah pada masa itu, gadis itu adalah gadis pering yang paling manis dan penuh dengan energi, Adellia selalu menebar aura positif dimanapun ia berada, sedangkan Enggi adalah lelaki tertutup dan penuh dengan sikap dingin, ia tidak berteman dengan siapapun dan enggan memulai pembicaraan, dan saat itu Adellia yang tidak pernah sadar benar-benar menjadi alasan mata Enggi terpaku kearah dirinya, setiap hari ia selalu memandangi Adellia, entah dari belakang atau kejauhan, sikap Adellia yang periang benar-benar memundurkan keberanian dirinya untuk menghadapi gadis itu secara langsung, dan lambat laun Enggi mulai mengikuti keseharian Adellia, dia selalu suka mengambar di belakang sekolah, ia juga suka berteriak diatap sekolah, Adellia juga sering menangis di sana, sehingga Enggi seperti di temani oleh berbagai macam sifat Adellia yang menyenagkan untuk di ketahui, meskipun begitu, tetap saja seperti ada dinding pembatas diantara hubungan mereka.


Tapi saat acara pesta malam itu, Enggi melihat Adellia bersama dengan Havier. Ia bahkan tidak menyangka jika Adellia bisa berteman dengan pria itu, hingga suatu ketika Enggi mendekati diri kepada Havier, ia mulai mencoba berteman tapi ternyata Enggi mengetahui fakta tentang dirinya yang berbeda, awalnya Enggi ingin pergi dan menjauh untuk menyerah tentang Adellia, tapi saat tidak sengaja Havier mengenalkan dirinya pada Adellia, disana Dnggi tidak bisa menolak dorongan untuk terus berada di dekatnya, ia memilih sebuah langkah yang salah untuk mendekatkan gadis yang ia cintai, ia terpaksa masuk kedalam sandiwara yang mungkin membuat dirinya terlihat menjijikan, namun itu semua demi Adellia, dan tentu saja apa yang Enggi korbankan setara dengan apa yang ia dapatkan.


Enggi benar-benar merasa nyaman saat berada di dekat Adellia, memanjai dirinya dengan bebas, bicara dengannya tanpa ada pembatas, sehingga Enggi benar-benar merasa bahagia setiap kali Adellia memeluk dirinya, memberikan sentuhan yang di inginkanya selama ini, bahkan rasanya Enggi ingin terus di sisinya, namun semakin kesini ia mulai merasa resah dengan Havier, ia benar-benar tidak nyaman dan tidak mampu berpura-pura lagi, dan pada akirnya Enggi memutuskan semuanya.

__ADS_1


“Jika kau bisa memaklumi Havier dari sisi berbeda, apa kau tidak bisa memahami diriku juga” ucap Enggi dengan penuh harap, membuat Adellia mengelengkan kepala sebab ini semua benar-benar gila.


“Nagaimana aku memahami dirimu, jika sedari awal caramu sudah salah, bahkan kau menyakiti sahabatku”


“Tapi aku sunguh-sungguh mencintaimu!! Aku tidak pernah nyaman untuk bersama Havier, aku selalu ingin bersamanya jika ada kamu Del”


“Jika kau tidak hyaman dengan dirinya, seharusnya kau tidak perlu membohogi perasaan pria itu, apa kau tidak bisa menempatkan bagaimana jika berada di posisi orang yang menyukaimu!!” tatapan itu melumpuh, memandang nanar kedua mata yang sedmag membencinya.


Bahkan Enggi berusaha menjangkau Adellia, sebab ia merasa dirinya sudah begitu terluka atas air mata, tapi Adellia menepia dengan gerakan yang paling minim.


Hingga sebuah tamparan keras melayang bebas tanpa jeda, memberikan rasa sakit nyata, bahkan membuat Enggi terdiam melihat Adellia, seperti apapun Adellia marah pada sesorang mungkin ini kali pertama ia melayangkana tangan untuk memberi pelajaran, apakah sekecewa itu Adellia kepadanya, tapi kenapa? Enggi hanya menyukainya tanpa syarat, ia hanya melakukan ini untuk mendekati Adellia yang rasanya sulit ia genggam, dan sekarang Adellia menyalahkan dirinya dan bahkan sekecewa itu


“Aku kecewa padamu, sekalipun kau tidak menyukai seseorang kau tidak seharusnya masuk hanya untuk menyakitinya” tandas gadis itu sembari membuka pintu mobil dengan paksa, ia terlampau muak melihat wajah pria itu, bahkan rasanya Adellia tidak ingin bicara apa-apa lagi dan menjauh sejauh-jauhnya dari Enggi.


“A-Adell tunggu dulu” bentak pria itu saat menahan Adellia, namun Adellia berhasil turun dan berjalan di trotoar jalan, pakaianya yang mengunakan baju tidur dengan luaran jaket hangat membuat Adellia semakin terlihat kacau, kemana ia harus mencari Havier saat mata sembab dan juga hidung memerah tengah membuatnya kehabisan tenaga.


“Adellia aku minta maaf, jangan seperti ini. Biarkan aku mengantarmu pulang”


"Tidak usah!! Aku bisa sendiri” tepis Adellia dengan marah.


Hingga senja menuju malam, saat sang surya menengelamkan diri dibawah cakrawala, meskipun langit tengah berduka dan menjatuhkan airnya agar terjun bebas ke bumi, mampu meleburkan air mata Adellia dengan air hujan yang menderas, tangisan Adellia tidak terdegar akibat riyuhnya jalanan yang di jatuhkan oleh semesta, bahkan suara angin yang bertiup membuat tubuh Adellia mengigil.

__ADS_1


Langkahnya yang tidak bertujuan membuat sang Tuan mengikuti telapak sang Puan, namun Adellia enggan untuk mendengarkan, memalingkan wajah hingga menghilang adalah sikap terman untuknya, tapi siapa yang bisa menyelamatkan Adellia dari sini.


“Adellia ayo masuk kemobil” paksa Enggi ketika berhasil menarik tubuh Adellia yang kedinginan di bawah derasnya hujan.


Namun Adellia menepisnya, bahkan ia mendorong paksa pria itu agar menjauh sejauh mungkin.


“Jangan menyentuhku!!” ancam Adellia ketika menentangkan jari telunjuk dengan murka. “Aku tidak ingin bertemu denganmu, dan aku tidak akan pernah menyukaimu lagi, lupakan tentang perteman kita dan aku tidak ingin kau ada diantara hidupku lagi!! Menyakiti orang lain, membohongi perasaan orang lain, aoa kau sedang bercanda dengan hidup seseorang!” teriaknya dengan tagisan yang mengeras, hatinya amat tercabik-cabik, hingga membuat sesak mengumpal di jantungnya, darahnya mendidih untuk meleburkan amarah, benar-benar mengantarkan Adellia pada ambang kesabaran, ia tidak mengerti kenapa Enggi bisa sekejam ini, bahkan pada Havier, sahabatnya sendiri.


“Adellia, aku memang salah, tapi biarkan ini menjadi masalahku, aku akan membawamu pulang. Meskipun kau membenciku, aku tidak peduli, aku tdak ingin meninggalkan dirimu seperti ini” terus pria itu dengan paksa, hingga Adellia menyungingkan senyum penuh hina atas sikap menyebalkan pria itu.


"Pergilah, sebelum aku benar-benar membencimu" terus Adellia dengan benci.


"Aku tidak mau" tarik Enggi dengan paksa.


“Aku tidak mau, lepaskan aku!!” bantahnya sambil memukul tangan pria itu, tapi sedikitpun tidak ada belas kasih dari Enggi, sebab ia tidak bisa membiarkan Adellia di tengah hujan setelah mereka bertengkar.


"Lepaskan dia!!!” bentak seorang pria yang kala itu menarik paksa tangan Adellia hingga tengelam dalam pelukanya.


Membuat Enggi terpaku memandang kehadiran seseorang yang cukup akrab dengan kedua matanya. “Kenapa kau menarik dia seperti ini!!” bentak Reynanda dengan geram, ia sangat marah melihat sikap Enggi yang keterlaluan, tadinya Reynanda hanya ingin memantau saja, tapi siapa yang menyangka jika pria itu mengkasari Adellia..


 

__ADS_1


__ADS_2