My Complicated Boyfriend

My Complicated Boyfriend
Episode 2 - Sial.


__ADS_3

Adellia Meyna adalah gadis biasa, ia cukup rajin dan pintar serta mudah bergaul, bahkan perbedaan status ekonomi dengan teman-temanya tidak menjadikan alasan untuk mereka mengasingkan Adellia, bahkan teman-temanya sangatlah akrba dan baik terlepas dari status ekonomi masing-masing.


Selain itu Adellia bersekolah di SMA elit terbaik yang ada di ibu kota, ia merupakan anak berprestasi dari panti asuhan yang bisa memasukinya, Adellia bida di katakan sebagai murid yang bijaksana serta penuh tanggung jawab, namun kebijaksanaan itu tidak bisa ia terapkan pada temanya Havier.


Sebab terkait perbedaan seseorang itu bukanlah ranah Adellia untuk merubah, tetapi harus menjadi kemauanya sendiri dan urusan dirinya dengan sang pencipta, sebagai teman tugas Adellia sudah selesai, mengigatkan, memberikan masukan, dan juga mengajaknya untuk berfikir ulang, memberikan wadah untuk Havier berubah tetap saja hasilnya terus sama.


Di sepanjang sore Adellia memilih menelusuri jalanan untuk menepi kesebuah danau yang dikatakan cukup jauh dari kosan, namun sebagai orang yang suka dengan ketenagan Adellia benar-benar ingin menetap disuatu tempat yang tidak ada orang disana selain dirinya.


Mungkin mimpi sederhana gadis itu hanya ingin memiliki sebuah pulau dimana Adellia bisa hidup sendiri dan mandiri, sayangnya di dunia yang Adellia pijaki, ia tidak bisa meraih mimpi itu, karna manusia tidak pernah bisa hidup seorang diri, sebab kita membutuhkan manusia lain untuk bertahan hidup dibumi.


“Aish!! Kenapa bisa hujan. Bukankah hari ini akan cerah” gerutunya ketika merasakan rintikan hujan membasahi tubuh, bahkan gadis itu tidak menyangka jika ponselnya habis daya sedangkan dirinya tidak membawa payung seperti biasa. “Kenapa aku sial sekali hari ini, ya Tuhan.....”


Dengan tergesa Adellia mengangkat tas selempang kecil yang melingkar di tubuhnya, seraya mencoba mengedarkan pandangan keseluruh bagian, setidaknya ia perlu menepi sebab angin yang menerjang cukup kencang hingga bisa membasahi tubuhnya.

__ADS_1


Gadis itu menepi disebuah Ruko untuk berteduh. Ia tidak menyangka menghabiskan waktu di taman kota akan membuat Adellia lupa waktu, bahkan ini sudah hampir malam hari, ditambah hujan deras yang banjir keemperan toko, membuat gadis itu sadar diluar sangat mengerikan.


Angin yang senyap-senyap menyentuh kulitnya nan tipis, tentu membuat Adellia berjongkok sambil memeluk lututnya menjelang rasa dingin yang menembus tulang menghilang, bahkan ia tidak mengunakan jaket saat keluar rumah sampai tidak mengerti jika hidupnya akan sial begini.


Dengan tubuh kedinginan yang rasanya membuat Adellia sulit dalam bertahan diri, segerombolan lelaki berjalan kearahnya, mata itu memancar tajam ketika mengamati mereka ingin menghampiri Adellia, sinyal peringatan dengan otomatis keluar, seolah berfikir kenapa mereka berjalan kearahnya? Apakan untuk sekedar menunpang berteduh atau membawa niatan yang baruk? Hingga desiran jantungnya berdebar kencang setelah sadar bahwa niatan yang mereka bawa tidak baik.


Gadis itu memilih tenang, ia berusaha mengontrol diri untuk mempersiapkan ancang-ancang agar bisa lari, persetan dengan hujan berangin yang lebat menguyur tubuhnya, Adellia lebih peduli pada harga dirinya sebagai seorang wanita, sekalipun mereka bukan bertujuan melakukan tindakan yang buruk, tapi jika para lelaki sudah bersama-sama dengan rekannya, secara alami akan membuat mereka memiliki kekuatan, di tambah melihat wanita sendirian, hal itu pasti mendorong adiksi untuk melakukan sesuatu.


“Sial!! Gadis itu kabur” teriak mereka yang mendapati target melarikan diri.


“Astaga!!Ternyata mereka benar mengejar ku, kenapa aku sial sekali. Ya Tuhan!!” gerutu Adellia pada takdirnya, ia tidak menyangka akan berlari-lari di tengah malam yang dingin ini, dan dikejar oleh para anjing gila yang tidak tahu apa tujuanya. “Siapa mereka sebenarnya, kenapa mereka mengejarku” tanyanya penuh bingung, seolag Adellia tidak percaya akan berada disituasi ini, bahkan ia sudah dianggap sebagai pelakor hari ini, di tambah di-incar oleh segerombolan pria, apakah mereka utusan wanita yang diputuskan Havier barusan.


“Jika benar mereka adalah utusan wanita Havier, akan ku kebiri pria itu besok pagi” teriaknya saat melangkahkan kaki dengan besar, ia mengayunkan tangan dan kaki secara berlawanan seolah memberikaan kekuatan yang begitu kuat untuk menjauh pergi, beruntung Adellia adalah atlet lari 100 Km membuat dirinya sudah terbiasa dengan hal-hal seperti ini, hanya saja Adellia juga memiliki batasan, sampai sejauh mana ia akan berlari, bahkan sialnya ia malah masuk ke perumahaan sempit dimana gang-gangnya itu bisa saja menjebak jika Adellia salah langkah.

__ADS_1


Hingga sebuah tangan menangkap dirinya, membekap mulutnya, bahkan terasa sekali pria itu lebih tinggi dari Adellia, ia berdiri tegap di belakang seraya merengsengkan kedua badan mereka untuk bersembunyi kecela bangunan sempit yang memiliki tumpukan kardus didekat mereka. “Apa aku tertangkap?” fikir gadis itu yang tidak bisa berbuat apapun selain diam.


“Kemana dia pergi. Sial!! Bagaimana bisa bocah itu menghilang” kesal orang-orang yang mengejarnya, membuat mata Adellia membulat secara sempurna jika orang-orang itu malah frustasi kehilangan dirinya, jadi yang saat ini membekap dirinya siapa?


Apakah orang ini sang penolong atas kesialan Adellia hari ini, jika benar. Adellia benar-benar berterimakasih padanya.


“Diamlah!! Jika mereka mengetahui keberadaanmu, dengan terpaksa aku akan memberikanmu dengan Cuma-Cuma untuk menyelamatkan diri” ancamnya yang kala itu ada dibelakang Adellia, membuat tubuh gadis itu merinding saat nafasnya begitu hangat merambat ke permukaan kulit tipis, jika diterka seseroang itu pastilah laki-laki, sebab dari nafas dan juga suaranya saja dapat membuat tubuh Adellia bereaksi gugup, bahkan suara serak basah itu terdengar amat akrab, hingga ia hanya mampu pasrah untuk ditolong oleh seseorang.


Beberapa saat keadaan cukup tenang, bahkan tidak nampak pergerakan apapun, selain mereka yang ada di gang sempit buntu dan itu ada di balik tumpukan kardus-kardus, Adellia tidak mengerti ini gang apa hingga seseorang menyelamatkan dirinya, tangan pria itu melepaskan mulutnya, bahkan tubuh Adellia yang melemas hingga ambruk untuk menarik nafas dalam-dalam, seraya membalikan pandangan kearah belakang, ia melihat pria tinggi dengan pakaian berwarna hitam yang terlihat mewah di tubuhnya, tentu sebagai orang yang bergaul dengan kalangan atas, ia dapat mengerti jika Brand yang dikenakanya amatlah berkelas.


Adellia masih melumpuhkan pandangan menatap pria asing dihadapanya, tanganya di kepalkan penuh takut seraya menelan saliva dengan berat, Adellia berusaha mengendalikan diri untuk bertanya padanya.


“S-Siapa kau?” lirih gadis itu yang di lingkupi gugup, ia tidak percaya pria itu menyelamatkan dirinya, bahkan nampaknya ia cukup baik dan berwibawa. Membuat Adellia memulihkan kekuatanya untuk berdiri.

__ADS_1


__ADS_2