My Complicated Boyfriend

My Complicated Boyfriend
Episode 3 - Siapa kau?


__ADS_3

“S-Siapa kau?” lirih gadis itu yang di lingkupi gugup, ia tidak percaya pria itu menyelamatkan dirinya, bahkan nampaknya seseorang yang sudah menolong dirinya cukup baik.


"Apa pentingnya mengetahui siapa diriku, lebih baik kau berdoa jika hari ini kau akan selamat dari mereka"


"Kau tenang saja, sepanjang aku berlari, aku sudah berdoa ribuah kali untuk Tuhan menjagaku, lihatlah aku selamat"


"Apakah ini bisa kau anggap selamat, saat kau sendiri tidak tahu siapa aku" ejeknya hingga langkah Adellia membeku penuh berat. "Tapi aku tidak berniat jahat padamu" terus pria asing itu hingga melongarkan dadanya yang berdebar kencang.


"Apa kau mempermainkan ku"


"Tidak, aku sedang menyelamatkanmu"


"Benar, kau sudah menyelamatkanku, terimakasih, tapi kau siapa? Kenapa kau ada disini?" terus Adellia dengan ingin tahu besar.


"Apa pentingnya itu"


"Tetap saja itu penting" tegas Adellia penuh kritis.


"Astaga kau teliti sekali" decak pria itu penuh kagum, saat memandangi wanita yang ia selamatkan


"Tentu saja aku teliti, tapi aku serius siapa kau? Kenapa kau menyelamatkan aku?" terus Adellia sembari memulihkan kekuatanya untuk berdiri, gadis itu menyelisik penuh tajam dengan pandangan mata yang nyaris tak tergambar.


Namun pria asing yang sedang ia pertanyakan hanya diam saja, bahkan pria itu terlihat enggan memperkenalkan identitasnya pada orang sembarangan.


"Dasar orang aneh, apakah ia benar-benar menolongku, atau malah menjadi ancaman paling membahayakan" batin Adellia tatkala rasa takut mengumpal tebal hingga muncul dari tatapan mata itu jika ia sangat berprasangka buruk.

__ADS_1


"Aku tidak akan menjual ginjalmu, jadi kau tenang saja, berhenti menatapku"


“S-Siapa yang menuduhmu penjahat, aku juga tidak menatapmu" bantah Adellia dengan gagap, bahkan ia tidak menyangka pria itu sangat peka sekali.


"Tatapan takut di wajahmu sangat mudah aku baca Nona, untuk itulah, tidak perlu bersikap seolah-olah kau percaya padaku" ejeknya sambil menundukan pandangan menatap Adellia dengan pancaran tajam, membuat gadis itu menekukan wajah penuh rasa sungkan.


Hingga pria asing didepanya, menarik senyum simpul disudut bibir yang nyaris tak terlihat ketika gadis yang ia tolong sudah takut setengah mati namun tetap memberanikan diri untuk mempercayainya.


"Maaf, aku tidak berksud untuk menuduhmu, sebagai orang normal bukankah wajar untuk ku bersikap wasada pada orang asing"


"Tentu saja, bahkan terlihat sangat aneh jika kau percaya begitu saja"


Membuat Adellia sedikit terhibur meskipun cara bicaranya sangat ketus, tapi sikap dan tingkahnya benar-benar menenangkan Adellia. "Terima kasih sudah menolongku, aku tidak mengerti kenapa kau mau membantuku, tapi aku sungguh berterima kasih untuk itu” imbuh Adellia dengan sunguh-sunguh.


Tak cukup sebatas ucapan saja, Adellia juga membungkukan badan penuh tulus, hingga mata Reynanda dibuat bingung atas sikap anehnya, apakah harus menundukan diri ketika Reynanda sendiri malah terselamatkan karnanya.


Melihat hal itu, membuat Adellia tak habis fikir dengannya, kenapa tingkahnya sangat sombong seolah-olah keangkuhan sudah mendarah daging di sebagian jiwanya, hingga Adellia ingin meremukan benda apapun atas kegeraman ini.


“Tapi aku serius untuk bertanya sekali lagi, kenapa kau menolongku?” tanya Adellia penuh cerewet, bahkan tidak terhitung lagi berapa kali pertanyaan itu ia ucapkan.


Membuat Reynanda memejamkan mata penuh kesal seraya memancarkan tatapan jengkel kearahnya.


“Apakah perlu alasan untuk menolong seseorang. Jangan banyak bicara aku tidak butuh kata maaf dan terimakasih mu, diamlah dengan sikap tenang”


Sontak gadis yang sedang berharap penuh atas jawaban pria asing itu, dibuat kesal sambil mengerucutkan bibirnya, ia benar-benar terdiam atas sikap angkuh pria tampan yang dingin itu, sekalipun ia menyelamatkan Adellia seperti menolong kucing gembel yang terlantar, tapi haruskan ia bersikap sekasar itu, benar-benar suatu sikap yang tidak tertolong lagi.

__ADS_1


“Sepertinya ada kesalah pahaman yang mambuatmu tersingung atas sikapku. Tapi aku benar-benar tulus untuk mengucapkan terimakasih—“


“Itu dia!!!!” teriak para preman yang mengalihkan perhatian Adellia dan Reynanda, membuat pria itu berdecak kesal sebab keberadaan mereka sudah di ketahui, pasti ini semua karna gadis berisik itu yang mengundang mereka.


“Sialan!” tanpa terkira, pria itu menarik tagan gadis yang tidak di kenalinya, ia tidak menyangka jika dirinya yang sengaha ingin kabur, malah berurusan dengan wanita aneh itu, bahkan Reynanda tidak mengerti kenapa ia harus menolongnya, padahal Reynanda sendiri tidak pernah sudi ikut campur dengan masalah orang lain, tapi kali ini ia malah berurusan dengan seorang gadis yang tidak tahu alasan kenapa mereka mengejarnya.


“Astaga, kenapa mereka mengejarmu” teriak Reynanda pada Adellia, rasanya ia amat jengkel sudah terjebak sejauh ini dengan urusan orang lain.


“Aku juga tidak tahu, apa kau fikir aku orang yang memiliki musuh. Bahkan membunuh semut yang melintas saja aku tidak berani” balasnya dengan nafas terengah ketika pria itu menarik tangan Adellia untuk berlari kencang.


Tentu mereka menuju kekeramaian, setidaknya Reynanda tidak akan sebodoh gadis aneh itu, yang malah berlari ketempat terpencil yang membuatnya semakin terjebak.


Beruntung mereka mengejar dari arah sebaliknya, membat Reynanda menuntun Adellia ke trotoar jalan untuk menuju emperan toko, hingga perlaha-lahan sebuah lampu di emperan toko sangat ramai akan pengunjung, tentu pria itu berlari kearah sana, hingga beberapa orang yang berlagak seperti preman menghindar dengan sendirinya.


“A-Apa kita sudah aman?” tanya Adellia kepada pria yang menolongnya, bahkan semua orang melirik mereka yang sudah basah kuyup entah dari mana, rasanya ini kali pertama bagi Reynanda mempermalukan dirinya sendiri, bahkan ia tidak menyangka akan terlibat dengan wanita aneh itu.


“Kenapa mereka mengejarmu!!” tanya pria itu dengan nada membentak, membuat Adellia menghempaskan tangan Reynanda yang masih mengegam erat jemarinya.


“Jika aku tahu, aku akan memberitahunya padamu. Bahkan aku tidak mengetahui kenapa mereka mengejarku” dengus Adellia seraya menghirup oksigen dalam-dalam. “Bahkan semut saja tidak tega aku sakiti, kenapa aku harus memiliki alasan menyakiti orang lain”gerutunya dengan kesal, membuat pria itu menatap panjang seolah tidak bisa bicara lagi.


Jika dilihat, gadis itu nampaknya tidak mungkin orang jahat, bahkan ia tidak memiliki kemampuan untuk melarikan diri, selain langkah dan kemampuan berlarinya yang cukup baik, selain itu tidak ada yang di banggakan darinya. Tapi kenapa Reynanda harus peduli, ia bahkan tidak seperti ini sebelumnya.


Tanpa kata apapun pria itu berlalu dari sana, membuat mata Adellia membulat seolah di tinggaalkan tanpa kata oleh pria yang tidak mau menerima kata terimakasih darinya “Hei. Siapa namamu, aku sungguh-sungguh minta maaf, dan berterimakasih” sambung Adellia saat meneriakinya.


Namun Reynanda malah menghilang di kerumunan orang, membuat langkah Adellia terhenti seraya menghela nafas degan berat. "Ada apa dengan pria aneh itu"

__ADS_1


“Tenanglah Dell, anggap saja kau bertemu orang jahat dan orang baik disaat yang bersamaan. Dan sialnya orang baik itu sangat menyebalkan” terusnya sambil mengusap dada secara perlahan, atas gejolak emosi yang dirasakan.


__ADS_2