
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
up lagi
"Siapa dia". Batin Rini
"Mama". Panggil Sherly
"Iya sayang". Jawab Rini
"Mama perlu apa ?". Tanya Sherly
"Nggak mama cuma mau ngingetin buat sholat magrib, oh iya sayang dia siapa ?". Tanya Rini
"Mana ?". Tanya Sherly, ia lupa bahwa sambungan teleponnya dengan Nantha masih terhubung.
"Itu". Ucap Rini sambil menunjuk handphone Sherly.
"Ohh itu bestie jauh Sherly". Jawab Sherly ngasal
"Ohhh cakep yah". Ucap Rini
"Nggak biasa aja, ya udah Sherly mau sholat dulu". Ucap Sherly ia buru-buru mengalihkan pembicaraan mereka.
"Iya mama keluar dulu habis sholat turun buat makan, entar papa marah". Ucap Rini
"Iya mama sayang". Jawab Sherly
"Mama keluar dulu". Ucap Rini
"Iya mama sayang, cantik jelita". Ucap Sherly
Selepas Rini keluar dari kamar putrinya, Sherly bergegas menutup pintu kamarnya. Lalu menghembuskan nafasnya pelan. Buru-buru ia berjalan kemeja riasnya, benar terlihat Nantha sedang mendirikan sholat magrib.
"Hmm lumayan". Batin Sherly
.
Pukul enam tiga puluh menit terlihat Sherly sedang terburu-buru. Tadi malam ia kembali maraton drakor yang baru ia download beberapa episode.
"Sayang Sherly". Panggil Rini
"Iya ma, Sherly udah mau turun ini". Jawab Sherly dari kamarnya.
"Ya Allah kunci mobil gw mana". Ucap Sherly
"Sherly". Panggil papanya Sherly, Anton.
"Iya pa ini mau turun". Ucap Sherly
Sherly bergegas turun, ia sudah tak perduli lagi dengan kunci mobilnya. Hari ini ia harus menggunakan motor matic milik satpam rumahnya untuk berangkat ke sekolah.
"Kunci mobilnya udah ketemu ?". Tanya Rini
"Belum ma". Jawab Sherly
"Mau berangkat bareng papa". Tanya Anton.
"Nggak pa, papa berangkat aja nanti Sherly berangkat sendiri". Ucap Sherly
"Mau naik bus ?". Tanya Anton
"Nggak papa nanti Sherly pinjam motornya pak Udin". Ucap Sherly
" Ya udah hati-hati bawa motornya". Ucap Anton
"Hmmm baik". Jawab Sherly
.
.
.
Dipertengahan jalan menuju sekolah, motor yang Sherly kendarai berhenti secara tiba-tiba. Sherly melepaskan helmnya kemudian turun untuk memeriksa kondisi motor tersebut.
"Mah mampus mogok lagi". Gerutu Sherly
"Dahlah emang gw nggak dibolehin sekolah ama alam". Gerutu Sherly
Tit tit
Suara klakson mobil mengangetkan Sherly. Segera ia melihat kesampingnya, ternyata sebuah mobil berwarna hitam pekat terparkir disampingnya.
"Siapa sih ?". Gerutu Sherly
"Bini gw kenapa lo ?".
"Bini-bini mata lo". Cibik Sherly
"Kenapa sih galak bener sama suami".
__ADS_1
"Wahai Nantha yang katanya most wanted sekolah, pergilah sebelum setan didalam tubuh gw keluar". Ucap Sherly
"Mending lo berangkat sama gw, bentar lagi telat ini". Ucap Nantha
"Mending gw telat". Jawab Sherly
"Kenapa lo nggak mau ikut sama gw, tampan iya, kaya insyaallah titipan itu mah, idaman ciwi-ciwi lagi". Ucap Nantha
"Terima kasih tuan Nantha yang terhormat". Ucap Sherly lalu mendorong pelan motornya
Nantha menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah Sherly. Dia tetap menjalankan mobilnya dengan kecepatan rendah karena mengikuti Sherly.
Hingga tiba di salah satu bengkel, Sherly tersenyum senang.
"Kenapa motornya neng ?" Tanya Abang bengkel
"Nggak tau pak keknya mogok deh". Jawab Sherly
"Pak jadinya bisa cepat yah". Ucap Sherly
Nantha segera turun dari mobilnya dan bergegas menuju bengkel tempat Sherly.
"Pak jadinya entar sore yah". Sahut Nantha
"Ehh apa-apaan sih lo nyambung aja kek kabel warga". Geram Sherly
"Pacarnya ya mas ?". Tanya abang tukang bengkel.
"Iya pak calon istri saya malah, tapi dia lagi ngambek". Ucap Nantha
"Neng jangan gitu dong". Ucap Abang bengkel
"Dih si bapak ngawur". Ucap Sherly
"Nih minum". Ucap Nantha sambil memberikan satu botol air mineral
"Nggak sudi gw". Ucap Sherly
"Neng jangan gitu dong, kasian jarang ada cowok kek gitu jaman sekarang". Ucap Abang bengkel
"Ayo sayang kita berangkat bareng". Ucap Nantha.
"Ehh muncung lo kaga disekolahhin". Geram Sherly
"Udahlah neng ikut aja, saya juga masih ada urusan belum sempat kerjain motor neng". Ucap Abang bengkel
"Ish". Cibir Sherly
"Ayo gw nggak mau dihukum". Ucap Sherly
"Siap sayang, thanks mang entar saya kesini lagi". Ucap Nantha pada Abang bengkel
"Sama-sama mas". Jawab Abang bengkel
Sherly sudah duduk anteng dan nyaman didalam mobil Nantha. Nantha melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata.
"Mobil lo rapi juga". Ucap Sherly..
"Iyalah harus rapi biar lo nyaman didalam mobil gw". Ucap Nantha
"Heleh buaya". Ucap Sherly
"Selain lo sama mama gw sama adik mungil gw, nggak ada yang boleh naikkin mobil gw selain kalian bertiga". Ucap Nantha
"Gw nggak mau ngeliat cewek lain ngotorin mobil gw kecuali lo". Ucap Nantha
Ucapan Nantha sontak membuat wajah Sherly memerah.
"Gitu aja tersipu lo". Ucap Nantha seketika wajah Sherly berubah masam.
"Andai bunuh orang nggak dosa". Ucap Sherly
Nantha tersenyum mendengar perkataan Sherly. Setelah beberapa saat mengemudi akhirnya mereka sampai di sekolah. Sherly bergegas turun dari mobil Nantha tetapi Nantha tiba-tiba menahan tangannya.
"Apa ?". Tanya Sherly
"Lo nggak mau balas budi gitu ?". Tanya Nantha
"ehh anjir gw kira lo ikhlas". Ucap Sherly
"Nggak ada yang gratis di dunia ini, bahkan air pun bayar dan gw nganterin lo pakai mobil, mobil jalan karena ada bensin". Ucap Nantha
"Entar gw kasih gocap, gw telat entar ini". Ucap Sherly
"Nggak mau, gw punya uang banyak". Jawab Nantha
"Terus ?". Tanya Sherly
"Entar malam gw ke rumah lo". Ucap Nantha
"Ngapain ? Kaga mau gw". Ucap Sherly kesal
__ADS_1
"Terserah gw dong, ya udah sana lo masuk". Ucap Nantha bodoh amat.
"Awas aja lo dateng gw bunuh lo". Ancam Sherly
"Kangen banget yah lo sama gw". Gurau Nantha
"Kaga, kaga sudi gw". Jawab Sherly lalu berlari meninggalkan Nantha di parkiran.
Kringggg Kringg Kringggg
Bel pulang sekolah baru saja berbunyi, para siswa-siswi pun bergegas kelaur dari kelas masing-masing. Begitu juga dengan Sherly, Alana dan Ilona mereka bertiga berjalan beriringan menuju gerbang sekolah.
"Besok minggu kan, nggak ada niatan buat keluar gitu ?". Ucap Sherly
"Emang mau kemana ?". Tanya Alana
"Tidur aja dah". Ucap Alana
"Minggu depan kita ke kolam renang gimana ?". Sahut Ilona
Sherly dan Alana sontak melihat heran dan bingung ke arah Ilona. Karena Ilona sangat jarang mengusulkan idenya biasanya ia hanya mengikuti keputusan kedua sahabatnya.
"Setuju". Sorak Sherly dan Alana.
"Good". Jawab Ilona
Mereka berpisah dipertengahan jalan, Alana dan Ilona memang searah tetapi apartemen tempat tinggal Ilona lumayan jauh dengan rumah Alana.
Sherly bergegas turun dari mobilnya ia mencari-cari keberadaan sang tukang kebun rumahnya, pak Udin. Sampai dihalaman belakang rumahnya terlihat pak Udin sedang memotong rerumputan.
"Pak Udin". Panggil Sherly
"Iya nona". Jawab pak Udin ia segera melepaskan alat pemotong rumput itu lalu beralih mendekati Sherly.
"Itu pak motornya bapak tadi pagi mogok, jadi Sherly tinggal di bengkel tepi jalan, nanti Sherly minta pak supir buat ngambil". Ucap Sherly
"Tidak apa-apa nona, saya kira nona butuh apa gitu". Jawab pak Udin
"Nggak loh pak, Sherly cuma ngasih tahu itu takut nanti pak marah". Ucap Sherly
"Nggak papa nona". Jawab pak Udin sambil tersenyum
"Ya udah pak Sherly masuk dulu belum sholat ini". Ucap Sherly
"Nggih non". Jawab pak Udin
Sherly tersenyum simpul lalu berjalan masuk kedalam rumahnya. Suasana rumahnya sangat sepi karena mungkin sang mama sedang sholat di dalam kamarnya.
"Kapan gw punya adik ya Allah". Batin Sherly
"Ya Allah plis deh pengen adik". Batin Sherly
Sherly masuk kedalam kamarnya dan kemudian mandi lalu sholat Dzuhur. Di sekolah tadi ia tak sempat sholat karena kedua sahabatnya sedang datang bulan. Selepas sholat ia pun tertidur tanpa makan siang lebih dahulu.
Waktu terus berputar, senja sudah mulai terliha. Suara adzan magrib pun sidag terdengar berkumandang. Sherly dan sang mama sedang sibuk di dapur menyiapkan makanan. Sang papa pun belum kunjung pulang.
"Coba telepon papa, tanyakan kenapa belum pulang ?". Ucap Rini
"Oke ma". Jawab Sherly ia segera meraih handphonenya yang tergeletak di meja.
Sesuai perintah sang mama Sherly menghubungi nomor papanya. Terdengar nada suaranya tersambung tetapi papanya tak kunjung menjawab panggilannya.
"Ma mungkin papa lagi sibuk banget deh, telepon Sherly nggak dijawab". Ucap Sherly
"Iya deh nggak papa sayang". Ucap Rini
Ting tong
Perbincangan mereka terhenti karena bel rumah berbunyi. Sherly dan Rini saling menatap heran siapa yang bertamu di jam magrib seperti ini.
"Siapa yah mah ?". Tanya Sherly
"Mungkin papa, kamu buka pintu gih". Jawab Rini menerka-nerka
"Bentar ya". Ucap Sherly
Dia berjalan menuju pintu utama rumahnya. Dia menarik handle pintu dan taraaa dia benar-benar terkejut dengan apa yang dia lihat.
"Hah ?.....".
💮 Bersambung 💮
Allo author lama banget nggak up yah disini mungkin satu bulan lebih nggak up.
Btw ini squel dari novel _Si Cowok Cuek Itu Milikku_ yah jangan lupa kasih like, komen, tekan favorit dan VOTE sebanyak-banyaknya.
Jangan lupa klik profil author kemudian follow akun mangatoon author.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
__ADS_1