
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
Up lagi ...
"Serang oyy balik lagi dong anjir". Teriak Nantha
"Cok cok kepung". Sambung Michael
"Hahaha seneng bet njir gw siksa orang". Ucap Nantha
Nantha, Daniel dan juga Michael sedang duduk anteng di kantin paling pojok. Kantin yang selalu menjadi tempat favoritnya. Karena sang guru tak masuk mereka memilih untuk keluar kelas dari pada tetap di kelas.
Brakkkk
"Jancok".
"Mex".
"Anjir".
Umpat Nantha dan Michael sedangkan Daniel hanya diam saja. Sontak ketiga teman solid itu mendongak melihat siapa yang berani mengebrak meja dan siapa yang berani menganggu kesenangan mereka.
"Bagus, nyaman banget kalian disini yah".
"Ehh buk Tina, bu guru yang selalu ngasih saya surat cinta yang membuat saya semakin cinta". Ucap Nantha cengengesan
Buk Tina, guru BK terkiler sepanjang sejarah. Dari masa Keysha menjadi siswi disana sampai saat ini. Guru yang tak pernah melepas tugasnya sebagai guru BK hingga umurnya setengah abad, kesangarannya tetap tak berkurang walau satu ons saja.
"Ngapain kalian disini ?". Ucap buk Tina
"Nongki lah buk". Jawab Nantha
"Siswa-siswi yang lain lagi belajar kok kalian malah dengan nyaman, aman, damai dan sentosa duduk disini ?". Tanya buk Tina
"Duduk dulu atuh buk, turunnin darah tinggi maklum udah tua cepat naik darah". Ucap Nantha
"Kurang ajar kamu yah dulu ayah kamu nggak gini amat tau malah dia tuh kebalikannya kamu". Omel buk Tina
"Duh tau saya buk malah gantengan saya kan". Ucap Nantha sambil tersenyum banggga.
"Cihh".
Buk Tina berdecih meremehkan, dia heran mengapa bentuk anak dari salah satu murid terunggul dahulu seperti ini. Apakah salah cara pembuatan atau kekurangan bahan ?. Haish
"Kamu mah beda banget sama ayah kamu". Cibik buk Tina
"Kan tadi saya udah bilang buk, tingkat kegantengannya aja beda, beda banget malah kalau ayah mah ganteng kalau saya mah ganteng banget ganteng overdosis gitu". Jelas Nantha dengan bangga.
"Capek ibu kalau ngomong sama kau mah". Ucap buk Tina frustasi
"Makanya buk sini duduk pesen es teh gih biar adem". Tawar Nantha
"Ya udah pesen nin ibu es teh haus ini". Ucap buk Tina sembari duduk disamping Daniel.
"Oyy mak es teh satu". Teriak Nantha
__ADS_1
"Oke". Jawab buk kantin.
.
.
.
"Kalian tau nggak sih". Sahut Sherly tiba-tiba
"Ape sih boncel ?". Jawab Nantha
Jam istirahat sudah berbunyi sontak membuat kantin di penuhi oleh siswa-siswi yang kelaparan. Tak tertinggal ketiga gadis cantik primadona sekolah, Sherly, Alana dan juga Ilona.
"Anak kon-". Ucap Sherly setengah mengumpat lalu
"Toll". Lanjut Michael
"Ehh mulut sembarangan siapa yang ngajarin". Garang Nantha
"Lo sih manggil gw boncel mulu". Jawab Sherly ngeles.
"Istigfar dulu gimana istigfar-nya ?". Ujar Nantha
"Astagfirullah halazim". Lanjut Sherly
"Nah pinter". Ucap Nantha sambil tersenyum.
senyuman Nantha kali ini terlihat begitu berbeda dari senyuman sebelum-sebelumnya hingga membuat pipi Sherly bersemu merah. Dikatai boncel oleh Nantha membuat Sherly naik pitam namun memiliki kesan tersendiri di dalam hatinya.
"Ehh gw mau nanya". Sahut Michael
"Cara mengalahkan batu ginjal ?". Tanya Michael
"Dengan cara kertas ginjal". Sahut Daniel tiba-tiba.
Hahaha
Sontak jawaban Daniel mengundang gelak tawa dari Nantha, Michael, Sherly dan juga Alana sedangkan Ilona hanya diam saja. Daniel menatap teman-temannya heran karena apa yang salah dengan perkataannya. Namun semua keherannya sirna ketika melihat senyum tipis yang tercipta di sudut bibir Alana.
"Cantik". Gumam Daniel
"Gw juga bisa ngalahin kertas ginjal lo anj pakai gunting ginjal". Sahut Nantha
Hahahah
Tawa mereka semakin pecah karena sahutan dari Nantha. Bahkan Sherly saking terhiburnya ia sampai tak sadar bahwa kepalanya ia sandarkan di pundak Nantha sambil tertawa.
"Ehh gw juga kemarin habis tes". Lanjut Michael
"Tes paan njir kok lo kaga pernah cerita ?". Jawab Nantha serius
"Tes otak kiri dan otak kan tapi kaga ada hasilnya njir". Ucap Michael serius
"loh tes masalah apa kok nggak bisa kaga ada hasilnya ?". Tanya Nantha serius
__ADS_1
"Kenapa ?". Lanjut Daniel bertanya.
"Karena gw kaga punya otak". Jawab Michael enteng.
"Anjir".
Hahaha
Tawa mereka kembali pecah karena candaan Michael. Sherly sampai memegang perutnya yang mulai terasa keram karena kelelahan tertawa. Nantha yang selalu sigap menaruh tangannya ditepian meja apa bila Sherly menunduk takut-takut kepala Sherly terkantuk oleh meja kantin.
"Bener banget sih Chel ngaku juga lo anjir". Ucap Nantha
"Sebenernya gw nggak bermaksud gitu tapi emang bener sih, karena lo udah jujur duluan gw nggak mau sembunyiin lagi kalau gw dah tau kalau lo kaga punya otak". Sahut Daniel dengan penuh tekanan batin terhadap Michael
"Gw juga makin kesini makin sering mikir". Sahut Michael lagi
"Sok-sok an mikir padahal kaga punya otak". Sahut Nantha
"Hahaha ape sih lo Nant capek banget gw". Sahut Sherly sambil tertawa terbahak-bahak.
"Sini istirahat dulu minum gih". Ucap Nantha sambil membuka satu botol air mineral dan memberikannya kepada Sherly.
"Mikirin apa lo ?". Tanya Nantha
"Mau nikah lo". Sambung Daniel
"Kaga". Jawab Michael
"Lah terus ?". Tanya Nantha tidak sabaran.
"Gini cok kalau hidup anda diselimuti masalah berarti anda manusia". Ucap Michael
"Terus ?". Tanya Nantha karena ia rasa perkataan Michael belum berakhir dan tak dapat ia pahami.
"Tapi kalau hidup anda diselimuti biji wijen berarti anda onde-onde". Sambung Michael
Hahahaha
Lagi, gelak tawa terdengar sangat nyaring dari meja kantin pojok tepatnya di meja tempat duduk geng Nantha. Sherly rasanya sudah tak tahan lagi oleh candaan Michael.
"Bisa-bisanya otak lo mikir kek gitu". Tanya Sherly
"Jenius gw". Jawab Michael
"Capek banget gw". Ucap Sherly
"Makan dulu bentar lagi masuk". Sambung Daniel
"Astaga lupa gw gara-gara lo sih". Ucap Nantha
"Pesen oyy pesen". Onar Michael.
🌼 Bersambung 🌼
Jangan lupa kasih like, komen, tekan favorit dan vote sebanyak-banyaknya dan jangan lupa klik profile author kemudian follow akun mangaton author.
__ADS_1
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨