
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
Up lagi
Pagi senin, terlihat Nantha sedang menyisir rambut hitam pekatnya didepan cermin. Sesekali ia menggelengkan kepalanya heran melihat dirinya.
"Buset cakep bener gw".
"Kenapa sih gw cakep banget, plis keknya bunda serakah".
Tok tok tok
"Woyy Abang".
"Huuh pagi yang indah diawali dengan sarapan bukan dengan suara teriakan". Gerutu Nantha
Nantha mendengus lalu melepaskan sisirnya. Dia berjalan menuju pintu lalu membukanya. Benar, saat ia melihat siapa dalang dibalik pengetukan pintu ia merasa sangat jengkel.
"Apa sih Mey, meymunah". Ucap Nantha
"Meisya aahh". Ucap Mey
"Nggak mau". Sangkal Nantha
"Kenapa sih pagi-pagi udah gedar gedor pintu kamar abang ?". Tanya Nantha
"Yah buat sarapanlah apa lagi, iya kali buat minta tanda tangan mimpi". Ucap Mey
"Iya lah bisa aja, abang kan cakep ganteng lagi". Ucap Nantha
"Cakep doang punya doi kaga malu sama tampang, udah ah buruan kita laper". Ucap Mey
"Ya Allah mulut adek gw". Ucap Nantha frustasi
Nantha segera meraih ranselnya lalu kunci motornya. Benar, hari ini ia berniat untuk menjemput Sherly.
"Assalamu'alaikum semuanya selamat pagi". Sapa Nantha
"Waalamu'alaikumsalam, pagi". Jawab semuanya
"Ish lelet banget deh, perut Mey udah mau keluar". Ucap Mey
"Apanya yang keluar ?". Tanya Nantha
"Isinya lah, usus-usus juga". Ucap Mey
"Dasar kebo". Ejek Nantha
"Bunda lihat abang". Adu Mey
"Tumben pakai motor, capek pakai mobil ?". Tanya sang ayah, Daffa
"Nggak, cuma mau jemput seseorang aja". Jawab Nantha
"Cih sok-sokan pakai seseorang segala punya pacar nggak malu atuh sama tampang". Sahut Mey
"Dedek jangan gitu ish nggak boleh". Tegur Keysha
"Fakta bunda". Jawab Mey
"Nanti abang bawa calon ketar-ketir kamu dek". Sahut Nantha
"Coba aja dulu iya kan bunda". Ucap Mey
"Iya-iya, makan gih sarapannya". Ucap Keysha
Pukul enam tiga puluh menit, Nantha berangkat ke sekolah dengan motor yang tak sembarang orang bisa membawanya. Motor kesayangan sang bunda berhasil ia pinjam.
Bukan tak mau membeli atau takut kehabisan uang. Ia benar-benar kagum pada motor bundanya itu. Proses pembujukan pun berlangsung sampai dua hari. Dan sang bunda luluh ketika ia menyebutkan bahwa ia akan gunakan motor itu untuk menjemput sang calon menantu.
.
.
.
"Sayang, hari ini bawa mobil yang mana ?". Tanya Rini mamanya Sherly
"Nggak deh ma". Jawab Sherly
"Loh kenapa ?". Tanya Anton, papanya Sherly.
"Hmm dijemput temen hehe". Jawab Sherly cengengesan
"Ya udah papa berangkat duluan kalau begitu". Ucap Anton
"Oke pa hati-hati yah". Ucap Sherly sambil meraih tangan papanya untuk ia salami.
"Assalamu'alaikum".
"Waalamu'alaikumsalam".
Kemudian kedua wanita kesayangan sang kepala keluarga itu mengantar pria mereka ke depan pintu. Rini, menatap Sherly yang terus saja celingak-celinguk kesana kemari. Raut wajah yang gusar membuat dirinya tersenyum tipis.
"Nunggu siapa ?". Tanya Rini
"Nunggu manusia yang jemput Sherly". Jawab Sherly
"Siapa ?". Tanya Rini
__ADS_1
"Si Nantha katanya tadi malam bakalan jemput". Ucap Sherly
"Katanya nggak suka toh". Sindir Rini
"Iya tapi dia udah janji kan, lumayan hemat bensin". Ucap Sherly
"Alasan". Sangkal Rini
Baru saja Rini akan masuk kedalam rumah tiba-tiba suara klakson motor membuat dia mengurungkan niatnya tersebut. Senyuman tipis terbit disudut bibir Sherly.
"Ehh siapa tuh ?". Tanya Rini
"Nggak tahu". Jawab Sherly asal
Siapa lagi kalau bukan Nantha, cowok dibalik helm hitam itu. Dia membenarkan rambutnya yang panjang. Lalu turun dari motornya ahh ralat sebaiknya kita mengingatkan bahwa motor itu milik Keysha.
"Assalamu'alaikum mama mertua selamat pagi". Sapa Nantha
"Waalamu'alaikumsalam sayang pagi, udah sarapan ?". Tanya Rini
"Udah dong mama mertua, oh ya papa mertua mana yah masih pagi loh ini masa iya udah berangkat aja ?". Tanya Nantha
"Iya sayang udah berangkat barusan aja, ayo masuk dulu". Ucap Rini
"Lo kaga nyapa gw gitu ?". Tanya Sherly yang merasa terabaikan sedari tadi.
"Ehh sayang aduhh sayang, nggak gitu entar aja kita ngobrol biar puas diatas motor". Jawab Nantha
"Ya udah gih ambil tas sana sayang". Ucap Rini
"Hmm tunggu awas aja lo ninggalin, gw doain lo kaga bakalan naik kelas". Ancam Sherly
"Nggak sayang nggak, percaya deh ama gw kan calon suami lo ini". Ucap Nantha
"Haha ayo sini duduk dulu". Ajak Rini
"Aahh sudah lama sekali, mama baru ngeliat dia deket sama cowok lagi". Ucap Rini
"Loh gimana ceritanya dia kan cantik". Ucap Nantha
"Iya, dulu dia ada s-....".
Tak sempat Rini melanjutkan perkataannya tiba-tiba suara Sherly mengejutkan dirinya dan Natha.
"Dih cepat banget akrabnya gw curiga lo pakai guna-guna". Ucap Sherly
"Ngarang, inilah gunanya muka cakep kek gw". Ucap Nantha
"Hahah sudah-sudah ayo cepat berangkat nanti telat". Ucap Rini menengahi
"Iya udah ma, Sherly berangkat". Ucap Sherly
"Mama mertua kita berangkat dulu doain semoga selamat sampai tujuan plus pelaminan ammin". Ucap Nantha
"Iya sayang mama doain". Ucap Rini
"Dih gila lo yah, mama gw itu lo jangan ngadi-ngadi jangan ngarep". Ucap Sherly
"Iya iya terserah lo, cepat atau lambat bakalan jadi mama gw juga". Ucap Nantha
"Bisa naik kaga lo ?". Tanya Nantha ia sudah anteng didepan setang sambil memasang helm-nya.
"Bisalah". Ucap Sherly
"Iya sapa tahu kan kaga bisa secara kan lo pendek gini". Ucap Nantha
"Kaga, bisa gw". Ucap Sherly
"Ya udah buruan entar telat lo ngamok lagi". Ucap Nantha
Sejak tadi Sherly hanya menaik turunkan kakinya. Ia menatap ragu jok motor yang lebih tinggi dari pinggangnya itu. Dia tak berani mencobanya takut terjatuh, itu akan membuatnya malu. Tetapi jika meminta bantuan pada Nantha juga ia begitu gengsi.
"Nahkan lo kaga bisa, apa sih susahnya tinggal ngomong juga". Ucap Nantha
"Nggak peka". Ucap Sherly..
"Sini tangannya". Ucap Nantha
Sherly dengan wajah cemberut bercampur malu ia mengulurkan tangannya. Dia berpegangan kuat pada tangan Nantha supaya tak terjatuh. Setelah pantatnya sudah terduduk di jok motor baru ia bernafas lega.
"Haha kasian bet sih lo, keknya menderita banget". Ucap Nantha
"Lo sih udah tau gw pendek masih aja otak kotor lo mikir bawa motor gede plus tinggi kek gini". Gerutu Sherly
"Sengaja gw, biar kek yang di novel-novel ". Ucap Nantha
"Nggak usah mimpi deh lo". Ucap Sherly
"Pala lo sini gw pakai in helm biar aman". Ucap Nantha
"Nggak ah, lo lebih penting secara kan lo yang ngendarain". Ucap Sherly
"Dih perhatian bet lo". Ucap Nantha
"Kaga pokoknya lo aja yang pakai entar rambut gw yang kece badai ini bakalan kusut". Ucap Sherly
"Iya iya terserah lo, udah nih yah". Ucap Nantha
"Iya cerewet bener lo". Ucap Sherly kesal
__ADS_1
"Hmm, mama mertua kita berangkat dulu assalamu'alaikum". Pamit Nantha
"Waalamu'alaikumsalam hati-hati sayang jangan kebut-kebutan". Ucap Rini
"Aahh anak muda". Batin Rini sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
.
.
.
Kringg Kringggg
Bel istirahat berbunyi semua siswa-siswi bergegas menuju ke kantin untuk melepaskan dahaga yang begitu menyiksa. Hari senin sama seperti hari-hari biasanya. Padat, tak ada yang mau mengalah karena mereka sama-sama mengalami kelaparan dan kehausan.
"Ngapain lo dibonceng ama tuh orang ?". Tanya Ilona sarkas
"Maksud lo Sherly ?". Tanya Alana
"Iya". Jawab Ilona singkat
"Oh itu dia aja yang mau jemput, kalau gw mau dibeliin album terbaru". Ucap Sherly
"Dih dibujuk gitu aja lo mau". Tanya Ilona
"Iyalah secara gw kan pengen bet punya album itu". Ucap Sherly
"Lo kaga bakalan miskin hanya karena beli album kek gitu". Ucap Ilona
"Tapi semuanya kan titipan harus dimanfaatkan dengan baik". Ucap Sherly sambil cengengesan
Pesanan mereka tiba, entah mengapa ketiga sahabat itu sangat mirip dengan Keysha dan juga sahabat Keysha. Perhatian mereka semua tiba-tiba tersita oleh ketiga si most wanted sekolah.
Tapi sayang, ketiga gadis cantik enggan membalikkan badan mereka. Lagi pula ini bukan kali pertama kejadian seperti itu. Melainkan setiap hari, yah kecuali hari minggu, tanggal merah dan hari-hari libur lainnya.
"Pagi cantik". Sapa Nantha
"Cantik-cantik endasmu". Sahut Sherly
"Kenapa sih, masih psms ?". Tanya Nantha
"Pms bodoh, tolol sih". Ucap Sherly geram
"Iya iya deh serah lo". Ucap Nantha
"Hay ketemu lagi dong kita". Sapa Michael
Semua orang menatap kearah Michael. Lalu menatap ke arah Ilona karena tatapan mata Michael jatuh pada Ilona. Bingung, mereka bingung sejak kapan kedua manusia beda sifat itu saling mengenal.
"L-lo ?". Tanya Sherly sambil menunjuk kearah Michael dan Ilona secara bergantian.
"Nggak saling kenal". Sahut Ilona dengan cepat
"Loh kok lo gitu sih". Sambung Michael dengan cepat pula tak mau kalah dengan Ilona.
"Terus ?". Tanya Ilona
"Masa lo lupa, kita kan udah kenalan ish keterlaluan banget sih kalau lo lupa ama gw secara kan gw ganteng, pakai komplet malah". Ucap Michael
"Dih pakai komplet dikira scean care". Sahut Nantha
"Diem lo, masa iya lo lupa gitu aja ama gw ?". Tanya Michael dengan serius.
"Iya". Jawab Ilona singkat
"Lo kaga ingat pas belanja lo yang bayarin". Ucap Michael
"Anjir". Sahut Nantha terkejut
Mampus, kali ini ia akan benar-benar merasa sangat malu kepada teman-temannya. Seorang Michael Samuel, tuan muda keluarga Samuel dibelanjakan oleh seorang gadis.
Dimana ia akan meletakkan wajah tampannya itu. Dia baru sadar bahwa Ilona mendorong dirinya untuk membuka kartu as-nya didepan teman-temannya dan juga ketiga gadis cantik itu.
"Gw kaga nyangka hal ini sama lo sih Chel ". Ucap Nantha
"Dengerin dulu ege". Sahut Michael
"Gw juga sih" sambung Daniel
"Kaga gitu njir". Ucap Michael membela diri.
"Iya kaga nyangka aja gw, secarakan bokap nyokap lo orkay tuh ya kan Dan". Sahut Nantha
"Yoi sih, gw aja kaga nyangka banget sampe cewek aja lo porotin". Ucap Daniel
"Iih ngeri ngeri cewek di plorotin". Sahut Nantha
"Porotin ege lo kalau ngomong berabe njir". Sahut Sherly
"Astaga oh gunung merapi dan laut, jangan salah paham ege".
🌼 Bersambung 🌼
Jangan lupa rutinitasnya like, komen, tekan favorit dan VOTE sebanyak-banyaknya.
Dan jangan lupa klik profil author kemudian follow akun mangatoon author.
Terima kasih.
__ADS_1
wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨