My Crazy Boyfriend

My Crazy Boyfriend
Garel


__ADS_3

Karamel menghempaskan tubuhnya keatas kasur dan menghela nafas berat, hari ini benar-benar hari yang begitu panjang dan melelahkan.


Bertemu dengan laki-laki gila membuatnya begitu stres.


"Kenapa ada manusia spesies begituan sih di dunia ini?" tanyaya heran pada diri sendiri.


"Padahal, aku berharap sekolah baruku berawal dengan hari-hari yang seru dan menyenangkan. Normal, dan penuh keceriaan."


Karamel kembali menghela nafas. Meraih boneka doraemon yang terletak di pinggir kepala kasur. Ia menatap boneka doraemonnya dengan lama.


"Doraemon!" panggilnya, "cepat keluarin mesin pengulang waktu, aku mau cancel untuk pergi ke sekolah elit itu. Sekolah ya elit, tapi penghuninya--gila semua," gerutunya.


"Ck, awas kamu Andi, coba aja kalau besok kamu semena-mena sama aku... ku patahin semua kerangka tubuh sampai remuk. Heh Karamel di lawan, pencat silat sabuk hitam di tangan," ucapnya dengan tegas dan bangga.


"Tok tok tok..."


Karamel tersentak, saat terdengar suara ketokan pintu yang begitu keras, seakan si pengetok ingin menghancurkan pintu berwarna coklat itu.


"Dek... dek... kamu enggak gila kan?" teriak sebuah suara dari balik pintu.


Rasa kesal Karamel yang tadi sempat berapi, tambah berapi ketika mendengar suara dari balik pintu coklat.


"Apaansih?" tanya Karamel kesal.


"Buka pintu cepat," titah suara dibalik pintu.


"Untuk apa? enggak ada yang penting kan?"


"Cepat buka, penting banget ini juga," suara di balik pintu terdengar lebih menggelegar.


"Enggak ah, abangkan suka tipu," tolak Karamel.

__ADS_1


"Dibilang ini pinting juga. Ini pinting untuk kesehatan kamu adekku..."


"Enggak mau ah, aku sehat walafiat kok."


"Sehat apanya? kamu udah kayak orang gila tahu," ucapnya. "Cepat bukain."


"Ck, ganggu aja," decak Karamel kesal.


Dengan malas-malasan Karamel beranjak dari kasurnya pergi menuju pintu berwarna coklat. Ia memutar kunci pintu dengan rasa kesal dan antisipasi. Pasti nanti, ada saja yang abangnya--si tukang jahil--lakukan.


"Clek"


Pintu berhasil terbuka.


"Apa?" sinis Karamel.


"Adekku!" seru si pemilik suara serak, dengan langsung menyolong masuk ke kamar Karamel dan meraih bahu Keramel lalu memutar-mutarkannya ke seisi ruangan.


"Kamu baik-baik aja?" tanya Garel--abang kandung Karamel.


"Tadi baik-baik aja, tapi sekarang kagak," ketus Karamel.


"Lah? kenapa?"


"Karena liat muka abang. Nyebelin banget tahu..."


"Ih!" Geral menyentak tangannya, lalu merangkul wajahnya yang tirus, kokoh dan tegas, terlihat begitu menawan dimata para kaum hawa--kecuali Karamel. "Ganteng-ganteng gini adek bilang nyebelin?" tanyanya histeris.


Karamel hanya memasang wajah datar sebagai jawaban.


"Tunggu sebentar," ucapnya, lalu meraih ponsel yang berada di dalam saku celana. Mengetik sesuatu dengan sangat cepat dan menempelkan ponselnya ke telinga, seakan sedang menelpon seseorang.

__ADS_1


"Abang ngapain sih?" tanya Karamel keheranan.


"Telpon Bastin," jawab Garel.


"Untuk?"


"Minta no hp dokter matanya, kayaknya mata adek mulai bermasalah."


"Ah abang..."


"Buk."


Sebuah hantaman keras dari bantal berbusa tepat mengenai wajah yang selalu Garel banggakan.


"Aw," ringisnya.


"Rasain," ujar Karamel yang pergi meninggalkan Garel dengan rasa dongkol yang begitu besar.


Bukannya marah, Garel malah tertawa terbahak-bahak karena berhasil membuat adiknya merasa begitu kesal.


Memang, kesenangan Garel--si abang jahil--ketika melihat adiknya merasa kesal karena ulahnya.


Tapi jangan salah, Garel begitu menyayangi adik perempuan semata wayangnya. Karamellah harta karun yang sangat Garel jaga. Ia tidak akan membiarkan seorang pun berani menyentuh harta karunnya.


Jika rasa sakit, hanya Garel yang bisa menimbulkan rasa sakit itu dan hanya Garel pula yang bisa mengeluarkan air mata yang berharga dari iris coklat yang begitu indah. Tidak boleh orang lain, tidak akan Garel biarkan. Bahkan, Garel begitu murka saat melihat Ayahnya memarahi Karamel hanya karena nilai matematika Karemal yang morosot. Yang bisa memarahi Karamel hanyalah Garel, karena Karamel harta karunnya.


Siapapun yang berani mendekati, menyentuh, apalagi menyakiti harta karunnya, siap-siaplah berurusan dengan Garel--si singa tak berbulu.


________


uhuy, maaf ya lama update, lagi masa PAS. tapi tenang, sekarang udah kelar kok, cumaaa... lagi remet aja😅

__ADS_1


semoga kalian terhibur😘 maaf kalo rada2 abstrak😅


__ADS_2