
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
Up lagiii....
"Oyy nggak mau es krim ?". Tanya Nantha karena ia melihat Sherly hanya mengutak-atik layar handphonenya sedangkan dia dan kedua temannya sedang main game online.
"Nggak". Jawab Sherly tanpa melihat kearah Nantha.
"Kenapa ? Tumben bener nggak sehat lo ?". Tanya Nantha
"Lo kan nanya "mau es krim nggak", lo nggak pernah nyebut kata mau dibelakangnya lo cuma nyebut kata nggak aja". Jelas Sherly
"Cuks iya in entar makin panjang". Bisik Michael
"Sorry sorry gw lupa, mau iya es krim". Ucap Nantha sekali lagi
"Itu katanya kebalik". Cibir Sherly sekali lagi tanpa melihat kearah Nantha.
"Oke fine, es krim mau ?". Tanya Nantha dengan penuh tekanan terhadap Sherly.
"Oke gw mau". Jawab Sherly dengan girang sambil tersenyum kepada Nantha
"Oalah anj senyumnya". Umpat Nantha sambil memukul lengan Michael karena gemas dengan wajah imut Sherly.
"Kon-ol lo jangan sikut gw anj dikira lo mukul pundak gw kaga sakit hah". Umpat Michael kepada Nantha
"Sorry sorry gemes gw anjir". Ucap Nantha sambil cekikikan
"Kenapa sih berdua, lama-lama gw ngeliat berdua beda aja". Sahut Sherly
"Beda ?". Tanya Nantha
"Pemikiran gw yang beda anjir". Ucap Sherly sambil menyipitkan matanya
"Lah kaga paham gw". Ucap Nantha
"Ya udah diem, sini es krimnya". Ucap Sherly
Sherly meraih es krim yang ada didepannya tanpa sungkan. Ia memakannya dengan lahap tanpa rasa malu. Nantha pun menggelengkan kepalanya takjub dengan gadis itu padahal dia cantik namun ia tak malu pada dirinya dan teman-temannya seperti kata cewek-cewek lain menjaga image.
"Ehh besok ke rooftop sekolah yo". Ujar Nantha tiba-tiba
"Ngapain ?". Sahut Michael
"Perko*sa lo". Jawab Nantha
__ADS_1
"Ihh nggak siap gw". Jawab Michael dengan cekikikan sambil membuat gerakan menutup dadanya dengan kedua telapak tangannya.
"Najis". Sahut Daniel tiba-tiba
"Hahah lo bisa ngomong". Timpal Sherly dengan tiba-tiba karena semenjak ia duduk ia hampir tak pernah melihat Daniel berbicara.
"Ya biasalah buat anak aja dia bisa". Timpal Michael
"Diih jorok lo". Sahut Sherly
"Ngapain di rooftop ?". Tanya Sherly
"Ada". Jawab Nantha.
.
.
.
Pagi harinya Nantha kembali telat dia di hukum di lapangan. Hukumannya menghormati bendera selama satu jam atau setengah jam mata pelajaran. Nantha bukannya kapok ia malah dengan senang hati menerima hukumnya. Karena tepat di depan tiang bendera adalah ruang kelas Sherly. Ia pun dengan leluasa melihat Sherly sedang menjelaskan materi pelajaran entah mata pelajaran apa itu yang jelas, ia melihat Sherly dengan penuh pesona.
"Ya Rabb mohon dipercepat untuk menulis nama Sherly di lauhul Mahfudz jangan di tunda-tunda yah". Batin Nantha
"Astaghfirullah terkejut saya Bu". Jawab Nantha
"Hormat". Ucap Bu Tina dengan menunjuk wajah Nantha
"Iya Bu, tadi kan saya terkejut jadi spontan gitu". Ucap Nantha cengengesan
"Banyak alasan kamu". Omel Bu Tina
"Aelah Bu nggak capek galak-galak ?". Tanya Nantha dengan santai
"Kamu nggak capek telat mulu ?". Tanya bu Tina balik
"Nggak Bu, soalnya kalau di hukum hormat bendera tuh enak tau". Jawab Nantha penuh dengan semangat.
"Enak kenapa ?". Tanya bu Tina
"Satu kan bisa ngerenungin pengorbanan pahlawan kita buat ngerebut bendera dari para penjajah". Jawab Nantha
"Terus ?". Tanya bu Tina
"Ngeliatin calon bini saya yang lagi ngejelasin mapel depan kelas ya Allah damage-nya". Ucap Nantha
__ADS_1
"Cihh sadar diri dong, spek preman nggak cocok sama spek primadona duhh nggak banget". Cibir Bu Tina
"Bu nih yah saya kasih tau entar kalau saya jadian sama si Sherly, ibu bakalan saya traktir mekdi deh entar saya go Food tin". Ucap Nantha merayu
"Ahh yang bener kamu ?". Tanya bu Tina
"Seratus rius malah Bu asal ibu bantuin do'a". Ucap Nantha
"Dihh paan kek gitu". Cibik Bu Tina
"Iyalah kan gini Bu kalau di sekolah itu guru adalah pengganti orang tua kita jadi kata lainnya adalah ibu guru jadi bunda saya dong". Ucap Nantha sambil cekikikan
"Bener juga". Jawab by Tina
"Jadi do'a in saya yah bu supaya Sherly jadi pacar saya, kalau beneran entar mas go Food datang nganterin ibu mekdi deh janji saya". Ucap Nantha
"Ya udah deh apa pun demi mekdi". Ucap Bu Tina
"Masuk gih sana udah panas ini lagian kelas kamu jam kosong, gurunya nggak masuk lagi kondangan dia". Ucap Bu Tina
"Serius bu ?". Tanya Nantha tak percaya karena tak biasanya Bu Tina sebaik ini.
"Beneran sana sebelum ibu berubah pikiran". Ucap Bu Tina
Nantha cengengesan ia lalu meraih tangan Bu Tina untuk disalami kemudian pergi meninggalkan lapangan sekolah.
"I'm coming teman-teman laknat". Sapa Nantha
"Goblok sakit kon-ol". Teriakan Caka terdengar begitu nyaring.
Nantha tak terkejut dengan suara teriakan Cak karena ia sudah terbiasa. Ia sudah terbiasa melihat pertikaian antara Caka dan juga Farhan. Entah apa masalahnya setiap hari yang pasti Farhan akan menarik keras rambut panjang Caka.
"Bangsat lo dikira kaga sakit pala gw". Omel Caka setelah Farhan melepaskan rambutnya.
"Lo sih kek kon-ol". Sahut Farhan
"Ada yang punya nomornya pak KUA nggak ?". Sahut Nantha
🌼 Bersambung 🌼
jangan lupa like, komen, tekan favorit dan VOTE sebanyak-banyaknya dan jangan lupa klik profile author kemudian follow langsung oke.
terima kasih.
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
__ADS_1