My Crazy Boyfriend

My Crazy Boyfriend
Kapan?


__ADS_3

Tangis Karamel sudah mereda, ia sekarang hanya duduk anteng di samping Andi_si laki-laki gila yang ingin menjadi pacarnya.


Apa aku secantik bidadari sampai dia ngotot mau jadi pacarku? batin Karamel yang ke-GRan sendiri.


Bagaimana tidak, seorang cowok most wanted di sekolah Blue Sky menembaknya__ralat, memaksanya untuk menjadi pacar di depan banyak orang di hari pertamanya masuk sekolah.


Bukankah wajar kalau Karamel ke-GRan? Jika si Andi, laki-laki dingin yang terkenal tampan, pintar, kaya, sadis dengan mulut tajam di sekolah Blue Sky ingin menjadi pacarnya, bahkan dengan cara paksaan.


Siapa yang tidak akan ke-GRan coba? ku rasa, cowok pun akan ke-GRan jika di tembak olehnya.


Dan Andi, kembali menjadi tranding topic di bulan ini.


"Cowok yang selalu menolak gadis manapun dengan sadis, menembak seorang siswi pindahan di dalam keramaian. Pada hari Senin, tanggal 25 November 2019, pukul 08.01 WIB."


Berita tentangnya begitu cepat beredar ke seantero sekolah, termasuk sekolah-sekolah tetangga. Dan mereka di landa patah hati berjamaah.


*HARI PATAH HATI SEDUNIA


Judul besar berita.


"Udah tenang?" tanya Andi dingin.


Karamel menoleh, ia hanya menatap sinis manusia di sampingnya tanpa niat menjawab satu patah katapun.


"Masih takut?" Andi masih saja bertanya.


Karamel masih saja diam. Dia hanya menatap Andi yang sedang mengemudi di sampingnya.


"Betah?" goda Andi.


Karamel mengerut alis keheranan.


"Betah liat aku lama-lama?"


Spontan, Karamel menoleh kalain arah. Andi terkekeh geli.

__ADS_1


"Enggak apa-apa kok, aku ikhlas kalau yang liatin pacar sendiri."


"Apaansih?" sinis Karamel.


"Iyakan?" goda Andi, lalu tersenyum kecil.


"Ih! siapa juga yang mau jadi pacar kamu. Amit-amit,"


"Di mulut boleh amit-amit, tapi dalam hati amin-amin. Ngaku!"


Karamel manyum, ia kesal. Rasanya ingin sekali ia menguyah si manusia tampan di sampingnya bersamaan dengan tulang-belulang.


"Jangan manyum begitu dong," ujar Andi,


Karamel tak peduli, malah semakin memanyumkan bibirnya.


"Nanti aku khilaf," sambungnya.


Seketika, Karamel langsung menghimpit bibirnya. "Dasar mesum," umpatnya.


"Enak aja, mentang-mentang pacar bisa mesum gitu? Belajar dari mana?"


"Hahahaaa..." Bukannya menyahut pertanyaan Karamel, Andi malah tergelak.


"Kamu kenapa ih? gilanya kumat?" tanya Karamel takut dengan alis menekuk dalam.


"Haha... jadi, sekarang kamu udah terima kalau kita pacaran?"


Karamel tercekat.


kapan dia mengatakan terima? masak iya Karamel mau pacaran sama orang gila?


"Ka_kapan?" tanya Karamel tergagab.


"Tadi kamu bilang "mentang-mentang pacar bisa mesum gitu?" ucapnya dengan suara diuru-uru seperti suara perempuan.

__ADS_1


"Kapannn??? enggak pernah kokkk???"


"Tadi," jawab Andi, "kalau enggak pernah, kamu enggak mungkin ngomongnya ngegas gitu," sambungnya.


"Kapan? enggak pernah aku ngomong gitu kok?" ulang Karamel dengan suara lebih rendah dan dibuat sesantai-santainya.


"Tadi bidadari kecil," jawab Andi lembut nan hangat. "Udah, tidur sana, perjalanan kita akan sedikit lama."


Karemel kembali menoleh. "Kok lama? rumahku sama sekolah kan enggak jauh-jauh banget." ujar Karamel, "loh loh loh... ini kan__"


"Sudah... tidur sana bidadari kecil," titah Andi lembut. "Kalau enggak mau tidur di kursi sendiri, kamu juga boleh tidur di pangkuanku," ucapnya kembali menggoda.


"Ihhh... apaansih? kamu mesum banget tauu?"


"Haha... Iya aku mesum," sahut Andi jujur, "makanya tidur sana, nanti aku ciumloh kalo enggak nurut."


Tanpa menunggu kalimat selanjutnya terlontarkan, Karamel menidurkan kepalanya berusaha untuk tidur. Tapi, tak lama setelah matanya terpejam ia kembali menegakkan tubuh dan membuka mata lebar.


"Entar, waktu aku tidur, kamu mesum lagi," Ujar Karamel yang menatap Andi was-was. Terlebih Andi adalah orang yang baru ia kenal. Dan Andi juga mengaku bahwa dirinya mesum. Kan ngeri banget kalau sampe ketiduran dalam satu mobil dengan orang mesum.


"Enggak bakalan bidadari kecil. Nanti aku mesumin kamu kalau kita sudah sah," sahutnya.


"Naùzubillah," gumam Karamel yang kembali merebahkan tubuhnya, lalu kembali duduk tegak, "seriusan kan?" tanyanya meyakinkan.


"Iya bidadari kecilku..." sahut Andi, masih dalam tahap berusaha tetap sabar. "Udah sana tidur, kalau eng_"


"Aku tidur," sela Karamel.


Andi terkekeh dan menggeleng-geleng kepala dengan tingkah kekanak-kanakan pacarnya itu atau mungkin... calon istrinya.


_________


Sampai sini duluuušŸ˜—


nanti malam akan up date lagišŸ˜

__ADS_1


__ADS_2