
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
Up lagi...
Sherly bergegas merapikan alat tulisnya karena ia harus mengejar bus. Sopirnya tak dapat menjemput karena ia sedang mengikuti papanya ke salah satu tempat untuk melakukan pertemuan penting.
"Lo ikut gw aja". Tawar Ilona.
"Nggak deh, soalnya kan kita nggak searah masa iya lo muter lagi". Jawab Sherly sambil tersenyum.
"Gw nggak bakalan jatuh miskin gara-gara ngehabisin bensin buat nganterin lo". Ucap Ilona jutek.
"Hahaha terharu banget sih gw, udah serius gw nggak papa kalian kan selalu pulang bareng soalnya kan searah". Ucap Sherly menjelaskan.
"Ikut aja Sher, kenapa sih". Sahut Alana.
"Nggak yah kalian aja yang pulang bareng". Ucap Sherly
"Nggak usah keras kepala". Sahut Ilona lalu menyambar tas selempang Sherly.
"Eh eh lo ngapain ege". Sahut Sherly
"Sherly pulang bareng gw".
Tiba-tiba suara sahutan seseorang dari ambang pintu berhasil menyita perhatian mereka. Sontak ketiga gadis cantik itu menoleh secara bersamaan. Di ambang pintu seorang siswa yang mengenakan jas almamater yang hanya dimiliki oleh para anggota osis berdiri dengan senyuman manisnya.
"Aldo ?". Tanya Sherly dengan nada bingung.
"Kalian pulang aja, Sherly biar gw yang anter". Ucap Aldo
"Sher lo yakin ?". Tanya Alana
"Nggak enak ati gw nolak dia, udah sering gw ngeles sekarang kaga bisa". Bisik Sherly kepada Alana.
"Ahh iya untung ada Aldo, gw pulang bareng dia aja nggak papa kok". Sahut Sherly sambil memberikan kode kepada Ilona supaya mengerti.
"Oke, lo berani jamin temen gw sampai rumah nggak bakalan kekurangan sehelai rambut pun ?". Tanya Ilona jutek.
"Gw jamin". Sahut Aldo cepat sambil tersenyum.
"Oke, gw pegang janji lo". Ucap Ilona lalu berjalan keluar.
"Ya udah sana buruan kejar Lona entar di tinggal hayo loh". Ucap Sherly menakut-nakuti Alana.
"Gw pulang pakai taksi lah". Jawab Alana singkat.
"Oh iya lupa kan ada ayang". Ucap Sherly dengan nada mengejek
"Nggak ada yah". Sahut Alana lalu bergegas meninggalkan Sherly yang tertawa cekikikan.
"Bye-bye, be careful oke". Teriak Sherly
__ADS_1
"Udah ?". Tanya Aldo
"Ahh udah dong, jadi nganterin nih ? ". Tanya Sherly
"Jadilah yok". Ajak Aldo
"Gas bestie". Ucap Sherly lalu berjalan lebih dulu.
"Lo nggak ikut esktrakulikuler ?". Tanya Aldo
"Kaga, mager gw". Jawab Sherly
"Kenapa nggak ikut teater ?". Tanya Aldo
"Gw nggak bisa ekting, gw apa adanya hahaha". Ucap Sherly ceplas ceplos sambil tertawa.
Aldo pun ikut tertawa karena melihat Sherly. Padahal jika dipikir-pikir apa yang lucu namun Aldo paham akan hal kecil seperti itu bagi seorang wanita.
Namun, di bawah tangga seorang siswa mengepalkan tangannya kuat. Matanya menatap tajam kearah kedua siswa-siswi yang sedang berjalan sambil tertawa itu.
"Milik gw bakalan menjadi milik gw wallahi gw nggak bakalan rela berbagi dengan siapa pun itu". Batinnya.
.
.
.
"Lo nggak mau mampir dulu ?". Tanya Sherly
"Sayang pulang bareng siapa, katanya mau pakai bus kan kepengen banget tadi mama minta tolong mang asep ngawasin". Tanyanya, Rini mama Sherly.
"Oh mama, kebetulan temen Sherly mau nganterin jadi nggak enak buat nolak". Jawab Sherly
"Teman kamu ? Teman yang mana ?". Ucap Rini
"Sini". Ucap Sherly sambil melambaikan tangannya kepada Aldo.
Dengan ragu Aldo menutup kembali pintu mobil yang sempat ia buka tadi. Lalu menatap wajah cantik Rini dengan tatapan bingung lalu tersenyum kaku sambil mengangguk kecil.
"Ma ini Aldo temen Sherly". Ucap Sherly memperkenalkan Aldo.
"Aldo ini mama gw". Ucapnya lagi.
"Hallo tante". Sapa Aldo
"Waalamu'alaikumsalam". Jawab Rini,
"Eh maksudnya assalamu'alaikum". Ucap Aldo sambil cengar-cengir.
Baru saja bibir Rini akan kembali mengucapkan sesuatu namun terhenti begitu saja. Matanya tak sengaja menangkap kalung salib yang berkilau terkena sinar matahari dibalik seragam sekolah Aldo.
__ADS_1
"Kamu ?". Tanya Rini linglung.
"Aldo tante". Jawab Aldo
"Ah iya iya, a-ayo masuk mampir dulu". Ucap Rini sedikit tergagap.
"Nggak dulu tan, aku harus pulang cepat hari ini". Jawab Aldo
"Oh iya, bener nggak mau mampir ? ". Tanya Rini sekali lagi
"Nggak dulu tante maaf banget". Ucap Aldo
"Oh iya udah besok kalau lewat sini masuk aja yah mampir gitu". Ucap Rini
"Iya tan pasti sih itu". Jawab Aldo
"Sher gw pamit dulu". Ujar Aldo sambil tersenyum kearah Sherly.
"Oke, ati-ati lo". Ucap Sherly sekedar basa-basi.
"Iya makasi gw pamit yah". Ucap Aldo
"Aldo pamit yah tante". Pamit Aldo pada Rini.
"Iya hati-hati". Jawab Rini sambil tersenyum
Aldo tersenyum sambil mengangguk kecil kemudian mencium tangan Rini. Lalu masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan Rini yang menatap mobil pemuda itu dengan linglung.
"Sher". Panggil Rini.
"Hmm". Jawab Sherly lalu berjalan lebih dahulu dan diikuti oleh Rini.
"Aldo suka deh sama kamu". Ucap Rini
"Dih si mama ngarang". Elak Sherly.
"Bener loh serius mama ini". Ucap Rini
"Nggak usah sok tahu mamaku sayang, si Aldo kaga suka ama Sherly oke". Ucap Sherly menjelaskan.
"Ini Rini, mama kamu, feeling dan insting seorang ibu itu lebih tajam dari insting hewan buas mana pun". Ucap Rini
"Ish masa sih kalau bener iya Sherly nggak sok-sok amatlah". Jawab Sherly
"Iya karena kamu dan hati kamu sudah membatu hanya gara-gara dia". Ucap Rini
Seketika Sherly menghentikan langkah kakinya. Ia mematung di tempat deru nafasnya terdengar sangat pelan seperti ada benda yang tersangkut di alat pernafasannya. Rini menatap punggung Sherly dengan sendu.
"Sampai kapan pun dia tidak akan kembali, sekalipun kamu menjelma menjadi Gumiho dia tidak akan kembali". Ucap Rini dengan nada bergetar seperti menahan tangis.
🌼 Bersambung 🌼
__ADS_1
Jangan lupa rutinitasnya, terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨