My Crazy Boyfriend

My Crazy Boyfriend
Dalam satu hari?


__ADS_3

Andi menatap Karamel dengan senyum yang entah kapan mulai terhias. Ia begitu bersyukur akhirnya bisa kembali bertemu dengan bidadari kecil yang sempat menghilang.


Andi menyelip lembut helai rambut Karamel yang nakal.


"Kamu semakin cantik saja," guman Andi.


Ia begitu betah menatap Karamel dengan begitu lama.


Sudah 10 menit mereka sampai ke tujuan, tetapi Andi belum juga membangunkan Karamel dari tidur pulasnya. Bahkan, ia mengendarai mobil dengan sangat hati-hati, tidak menggila seperti biasanya. Karena sekarang, ada hal yang perlu ia lindungi.


"Aku tidak akan membiarkan kamu menghilang lagi," gumamnya, masih mengelus pucuk kepala Karamel. "Apalagi menghilang dengan cara di ambil oleh orang lain." Andi terdiam sejenak, lalu rahangnya mengeras. "Orang gila mana yang kamu maksut tadi bidadari kecilku? berani-beraninya dia ingin memilikimu," geram Andi, "Akanku cari dan kuberikan pelajaran yang setimpal kau orang gila," Berangnya.


Terganggu dengan erangan yang tertahan dan sentuhan yang perlahan-lahan menjadi genggaman, membuat Karamel menggeliat. Dengan malas ia membuka matanya.


"Sudah bagun bidadari kecil?"


Karamel menatap si pemilik suara yang lembut dengan lama, sungguh mimpi yang indah, batinnya, lalu tersenyum simpul dan kembali memejamkan mata.


"Lah? enggak jadi bangun? kita sudah sampai."


Mata Karamel yang tadi terpejam, membulat seketika. ini bukan mimpi? batinnya dengan mata membulat dan ekspresi syok melihat Andi, tepat berada di depan wajahnya. "Aaaaaaaaa..."


Andi terloncat kaget, sampai terjedot atap mobil.


"Aduh," ringis Andi.


"Kamu ngapain?" tanya Karamel histeris dengan lengan menyilang di dadanya.


Andi menatapnya bingung, lalu menyeringai nakal. "Menurut kamu?" tanya Andi balik dengan tatapan menggoda.


"Aaaaaa... mamaaa... aku udah enggak suci lagiii... huhuhu... mama maafkan anakmu yang kurang ajar ini..." Teriak Karamel dramatis.


Andi tertawa terbahak-bahak,


"Teayong... huhuhu... maafkan istrimu ini, dan jangan tinggalkan aku karena kecelakaan tak tersengaja ini... aku benar-benar tak bermaksud Teayong ku... huhuhu... maaafkan istrimu...."


Lalu ia mengerut alis dalam dan menatap Karamel tajam.

__ADS_1


"Siapa Tiyong yang kamu ucapkan tadi?" tanya Andi tajam, aura di sekelilingnya berubah menjadi begitu suram dan menyeramkan.


Karamel takut, tapi ia berusaha tidak peduli. Apa salahnya hingga mempunyai alasan untuk takut?


"Teayong bukan Tiyong," ralat Karamel.


"Bodoh dengan namanya," katus Andi. "Siapa dia?" tanyanya tajam.


"Teayong?" tanya Karamel meyakinkan. Andi hanya menatapnya datar menunggu penjelasan. "Dia suamiku," jawab Karamel polos. kalimat yang selalu dia agung-agungkan pada teman-temannya di sekolah dulu.


"Tidak mungkin," timpal Andi tajam.


"Lah? dia kan emang suamiku. kami udah nikah selama..." Karamel terlihat sedang berpikir, "aku kelas 1 SMA," sambungnya.


"Buk!"


Karamel terloncat kaget dengan hantaman Andi yang begitu keras di setir mobil. Andi terlihat begitu murka.


"Tidak akan kubiarkan dia mengambilmu dariku, sekalipun sudah menikah. aku yang lebih dulu menyukaimu, jadi kamu hanya milikku," ucapnya tegas.


Karamel melongo. Lalu tergelak dengan terpingkal-pingkal bahkan sampai tersedak ludahnya sendiri.


Andi masih dengan ekspresinya. Ingin marah, tapi gemas melihat Karamel tergelak sampai melipat perut. Ingin tertawa, tapi marah dengan kenyataan yang baru ia dengar. Bagaimana mungkin bidadari kecilnya sudah menikah sejak dia kelas 1 SMA, dan saat itu Andi masih belum bisa menemukannya.


"Minum," titah Andi, menyondongkan sebotol mineral sedang yang selalu ia sediakan di dalam mobil.


"Hahaha... makasih," ucap Karamel di sela tawanya.


"Tidak perlu tertawa, tidak ada yang lucu," tukas Andi dingin. "Sekarang kamu pacarku, aku tidak peduli kamu sudah punya suami ataupun belum, kamu tetap pacarnya."


"Pfffftttt..."


Air yang sedang Karamel teguk otomatis muncrat keluar mendengar perkataan bodoh orang gila di depannya. Bagaimana mungkin ada manusia millenial yang tidak mengenal Lee Teayong? Si leader members NCT127.


"Please deh Andi. Teayong itu suamiku, kenapa kamu jadi maksa-maksa pengen pacaran sama orang yang udah bersuamai," ucap Karamel yang berusaha mati-matian menahan tawa.


"Masa bodoh dengan suamimu itu. Yang jelas kamu sekarang adalah pacarku," ujarnya dingin.

__ADS_1


"Pfffttt,"


"Apa yang kamu tertawakan?" tanya Andi tajam. Keramahan dan kehangatan yang tadi ia perlihatkan lenyap sudah.


"Tidak," jawab Karamel masih dalam pertahanannya.


"Sekarang turun," titah Andi. "Jangan pernah membahas tentang siapapun nanti, hanya bisa membahas tentangku."


Karamel terdiam. Apa maksud dia dengan tidak boleh membahas tentang siapapun nanti? Memang, sekarang aku lagi dimana? batin Karamel yang seketika melihat ke sekitar.


"Sekarang kamu ada di rumah nenekku," kata Andi, menjawab pertanyaan yang terlihat pada raut wajahnya. "Aku akan mengenalkanmu pada nenekku sebagai pacar dan calon istriku," tambahnya.


Sentak Karamel menoleh cepat dengan tenggorokan tercekat. "Apa maksudmu?" tanyanya dengan mata melebar.


"Aku akan memperkenalkan mu," jawab Andi seadanya.


"Hari ini?" tanya Karamel tak percaya.


"iya! hari ini," jawabnya dengan seringai lebar.


"Tunggu-tunggu," karamel tampak berusaha mencerna semua kejadian dalam satu hari ini. "Baru tadi pagi kamu maksa aku jadi pacar kamu, siang tadi kamu juga maksa aku harus pulang dengan kamu, dan sekarang? kamu mau kenalin aku sama nenek kamu?" tanya Karamel mengangkat jarinya tak percaya.


"Iya," jawab Andi enteng, masih dengan seringai kemenangannya.


"Dalam satu hari ini?" tanya Karamel masih tak percaya.


"Iya," Andi kembali menjawab.


"Bunuh saja aku dari pada kau siksa seperti ini," ringis Karamel yang membenamkan wajahnya dalam kolom lengannya. Rasanya ia ingin menangis terisak-isak.


"Itu tidak mungkin terjadi bidadari kecilku, karena aku penjagamu, bukan pensiksamu," ucapnya dengan mengelus lembut rambut Karamel.


"Ayo kita turun."


__________


sampai sini dulu ya guyss...😘

__ADS_1


mohon maaf masih abstrak dan banyak typonya😅


__ADS_2