My Crazy Boyfriend

My Crazy Boyfriend
Apa yang salah denganku?


__ADS_3

"Cepet Anterin aku pulang."


Andi menoleh, ia berniat tak langaung mengantar Karamel kerumahnya. Bagiamana pun caranya, hari ini Karamel harus memakai gelang itu.


"Kamu pakai gelang ini dulu," titah Andi yang kembali menyondongkan sebuah gelang antik berwarna emas.


"Sudahku bilang, aku enggak mau. kamu tuli ya?" geram Karamel.


"Pakai," titahnya.


"Enggak mau." Karamel masih kekeuh pada pendiriannya. "Kalau kamu enggak mau antar aku pulang, yaudah. Aku bisa pulang sendiri."


Baru hendak Karamel membuka pintu mobil dengan spontan Andi melajukan mobilnya.


"YA?! kau gila? kau mau bunuh aku HAH? Main bawa mobil gitu aja? Kau pikir nyawa aku banyak?" murka Karamel mengusap-usap dadanya. Hampir saja Karamel mati.


Seandainya Karamel tadi berhasil membuka pintu mobil, habis sudah kepalanya teriris oleh aspal dan terinjak ban mobil mahal. kematian yang sangat mengenaskan.


"Tapi kan tidak," sahut Andi.


"Gila," upat Karamel kesal.


"Tidak baik ngatain calon suami."

__ADS_1


"Calon suami? heh! Siapa?" tanya Karamel dengan suara merendahkan.


"Aku," jawab Andi santai.


"Sorry sorry strowbery. Maaf ya mas, saya tidak berminat menikahi orang gila seperti anda," ujar Karamel, lalu menoleh ke luar jendela.


Andi hanya mengimpit bibirnya dan mengangkat dua alisnya. "Yah, sekarang kamu bisa mengatakan demikian. Aku yakin, beberapa hari kemudian, kamu yang akan mengemis-ngemis cinta."


Spontan Karamel menoleh, "maaf? apakah saya tidak salah mendengar?"


Andi hanya mengedik bahunya. "Kamu ingat saja kata-kataku tadi, apakah perkataanku ini salah atau benar."


"Tentu saja salah," sahut Karamel cepat. "Itu tidak mungkin benar tuan."


Karamel terdiam, ia tidak bisa menyangkal perkataan Andi karena itu ada benarnya. Tapi, bukankah Karamel tidak mungkin menyukai orang gila ini. Dia orang gila loh, orang yang tidak waras, walaupun tampangnya bisa dibilang cukup waras, tapi...


"Sekarang, kamu bisa mengatakan tidak akan menyukaiku, namun siapa tahu dengan besok? mungkin besok kamu tergila-gila denganku," lanjutnya.


"Hahahaha..." Karamel tergelak. "Apa? tergila-gila? tidakkah kata-kata tuan ini berlebihan? hahahaha..." Rasanya, semua isi perut Karamel menggelitikinya. Kata-kata itu sungguh menggelikan.


"Maaf tuan Andi, tapi tolong ingat kata-kataku ini,"


Andi menoleh sesaat,

__ADS_1


"Dari sekarang, sampai kapan pun itu, baik satu tahun kemudian, dua tahun kemudian dan seterusnya, aku tidak akan pernah suka pada anda tuan. Tolong camkan itu baik-baik."


Andi terdiam, hatinya membara. Ia ingin marah, namun tidak memiliki hak. Ingin memaki, tapi dia adalah bidadari yang ia puja. Dan sekarang, ia hanya bisa merutuki diri sendiri, atas kebodohannya yang tidak bisa membuat orang yang ia cintai kembali mencintainya.


Sebenarnya apa salah dirinya sampai bidadari kecilnya begitu membenci sosoknya?


Jika dikatakan miskin, itu tidak mungkin. Bahkan Andi sudah memiliki penghasilan sendiri dengan nominal yang cukup untuk kebutuhan hidupnya yang styles.


Jika dikatakan jelek, itu lebih tidak mungkin, karena Andi cowok paling tampan di sekolahnya, bahkan seantero sekolah termasuk sekolah tetangga begitu tergila-gila dengan dirinya.


Lalu, apa yang salah dengannya?


Andi Kehabisan kata-kata. Ia menoleh kearah karamel.


"Katakan," lirihnya lemah,


Karamel ikut menoleh, "apa?"


"apa yang salah denganku sampai kamu se benci itu padaku?"


_______


oke guys... maaf aku updatenya lama nih... soalnya lagi masa PAS😅

__ADS_1


mohon maaf yaaa teman-teman... semoga kalian menikmati lanjutan ceritanya😄


__ADS_2