
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
Up lagi
"Paan mau nikah sekolah yang bener". Cibik Meysha
"Kek punya duit aja". Sambungnya.
"Bercanda loh ish dibawa serius aja dasar bocil". Cibir Nantha
"Kirain beneran cihh nikah modal cakep doang kaga berguna bang dikasih makan apa entar anak orang". Sahut Keysha
"Hooh bener banget sih bunda". Timpal Meysha
"Bund, sore nanti abang mau keluar". Izin Nantha
"Hmm iya pulangnya jangan kemaleman, sholat jangan lupa". Nasehat Keysha
"Bang ikutlah". Tawar Meysha
"Dih paan ikut segala abang mau bawa cewek". Ucap Nantha
"Yah pakai mobil lah". Jawab Meysha
"Kenapa sih pengen ikutan tadi malam udah kan". Keluh Nantha
"Yahh ada deh". Jawab Meysha sambil tersenyum
"Jangan-jangan Mey ada suka sama temen abang". Tebak Nantha
"Ishh nggak dong". Jawab Meysha
"Michael atau Daniel ?". Tanya Nantha
"Kak Daniel sih kalau kak Michael pentakilan banget sama kek abang". Jawab Meysha sambil cekikikan
"Diih gila". Cibir Nantha
"Sana naik sholat langsung istirahat, mau makan nggak ?". Tanya Keysha
"Kaga udah kenyang sama kasih sayang bund". Jawab Nantha
"Gembel ? Yang kelas dong dek". Sahut Meysha
"Entar di seriussin panik kau dek dek". Jawab Nantha lalu berdiri dan meninggalkan kedua wanita kesayangannya itu.
.
.
.
Sore itu genk Nantha sudah berkumpul di salah satu kafe. Kafe legendaris yang dulu tempat Keysha sering berkumpul bersama circlenya. Pemilik kafe juga merasa bingung dan bersyukur, bingung karena setahu dia suami Keysha sifatnya tak seperti Nantha namun ia kembali diingatkan oleh sifat Keysha.
"Woyy makan kek apa kek ?". Sahut Nantha karena mereka sibuk mabar sedari tadi.
"Ya udah pesen lah anj nggak usah kek orang bisu". Jawab Michael
Baru saja Nantha akan memanggil waiters tiba-tiba handphone berdering sebuah panggilan masuk. Senyum manis merekah di bibir tipis Nantha.
__ADS_1
"Ehh anj jalan taik, afk entar". Omel Michael
"Jagain anj, ayang gw nih nelponnin gw". Ucap Nantha
"Ehh bucin asu". Umpat Michael
"Gw percaya sama lo El". Jawab Nantha
Ia kemudian menarik tombol hijau itu dan telepon pun tersambung.
"Iya kenapa hmm ?". Tanya Nantha
"Lo emangnya dimana ?". Lanjutnya
"Deket, tungguin disana gw jemput bentar".
"Iya sayang iya, tunggu jangan kemana-mana".
"Sape dah ?". Tanya Michael
"Palingan Meysha". Timpal Daniel
"Kaga si Sherly ini". Jawab Nantha sambil mencari kunci motornya.
"Cari apaan lo ?". Tanya Michael
"Cari perhatian anj". Jawab Nantha
"Babi". Umpat Michael
"Cari kunci motor monyet". Jawab Nantha
"Oh iya iya lupa gw asu". Ucap Nantha
"Lah lo udah mau cabut aja ?". Tanya Daniel
"Kaga mau jemput Sherly bentar di toko buku depan pertigaan". Jawab Nantha
"Orkay tuh kaga bawa sopir kah". Ucap Michael
"Dia kaga mau di tungguin plus dompetnya kelupaan jadi nggak bisa bayar". Jawab Nantha
"Tuh Hp di bawa". Ucap Michael
"Kartu punya bokap bukan punya dia". Ucap Nantha
"Gw cabut bentar entar balik". Pamit Nantha
Nantha pun keluar dari kafe tersebut ia mengenakan helm lalu menjalankan motornya. Tak sampai lima belas menit ia mengendarai motor itu ia sudah tiba di depan toko buku. Ia melepas helmnya kemudian berjalan masuk kedalam toko.
"Kemana dah ?". Batin Nantha
Baru saja ia akan memanggil Sherly yang sedang mencari buku namun matanya menangkap sosok yang sangat ia kenal.
"Sisil ?". Batin Nantha
Ia terheran-heran karena setahu dia Sisil tak suka membaca buku apalagi buku novel. Namun ia segera menepis pemikirannya itu ia kembali bodoh amat terhadap apa yang dilakukan oleh Sisil.
"Sayang". Panggil Nantha
__ADS_1
Saat Nantha melihat kembali kearah tempat Sisil berada tiba-tiba dia sudah tak ada entah menghilang kemana.
"Ishhh si ege". Kesal Sherly ia berjalan dengan cepat menuju Nantha.
"Apa sih lo teriak-teriak nggak jelas kek tarzan, mana manggil sayang lagi nggak tau malu bet". Omel Sherly
"Sutt diem terserah gw mau gimana, idup gw juga". Jawab Nantha
"Bukunya yang mana ? Ayo sini gw bayarin". Lanjutnya
"Ini cuma dua kok nggak banyak". Jawab Sherly lalu memberikan buku itu kepada Nantha.
"Ayo sini". Ucap Nantha lalu menggenggam tangan Sherly ia berjalan menuju tempat kasir.
"Udah mas ?". Tanya Mbak kasir
"Hmm". Jawab Nantha dengan deheman saja.
"Totalnya menjadi lima ratus ribu rupiah". Ucap mbak kasir.
Nantha memberikan kartunya dan mengambil barang milik Sherly. Sherly menatap tanpa kedip tangannya yang digenggam erat oleh Nantha. Rasanya nyaman dan juga aman sampai sejauh ini tak pernah merasakan genggaman tangan sehangat ini selain genggaman papanya.
"Makasi". Ucap Nantha lalu berjalan keluar.
"Tangan gw bangsat". Umpat Sherly
"Nggak papa paling disini doang, entar diparkiran kan dilepas". Jawab Nantha
"Bisa naik nggak ?". Tanya Nantha
"Bisa sekarang mah udah tinggi banget gw sekarang". Ucap Sherly
"Iyain biar seneng". Cibir Nantha
Ucapan hanya tinggal kata-kata saja namun faktanya Sherly tak kunjung duduk di jok motor Nantha.
"Sini biar gw bantuin". Ucap Nantha
Akhirnya Nantha mengalah ia kembali melepaskan helm-nya. Dia turun dari motornya kemudian memutar tubuhnya menghadap Sherly. Dia kemudian memegang pinggang ramping Sherly lalu mendudukkan di jok motor.
"Nasi yang lo makan-makan itu kemana dah ringan bener lo". Ucap Nantha
"Lambung gw ada tiga njir kaga tau lo". Jawab Sherly
"Sapi dong". Ucap Nantha
"Dihh lo babi". Cibik Sherly
"Bener kan sapi punya lambung ada tiga". Ucap Nantha
"Iyain biar seneng". Jawab Sherly
🌼 Bersambung 🌼
Ayo jangan lupa like, komen, tekan favorit dan VOTE sebanyak-banyaknya dan juga jangan lupa klik profil author kemudian follow akun mangatoon author.
terima kasih.
wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨
__ADS_1