My Crazy Boyfriend

My Crazy Boyfriend
Episode 14


__ADS_3

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨


Up lagi.


Setelah perdebatan yang cukup panjang antara Michael, Nantha, Sherly dan Ilona. Michael menarik nafas panjang lalu menghembuskan nafasnya pelan.


"Lo kenapa sih ?". Tanya Michael


"Gw ?". Tanya Ilona balik


"Cepet bener lo lupa ama gw". Jengkel Michael


"Ish udah deh capek gw dengernya, ini juga si buaya cap kakap sok kenal banget". Sahut Sherly


"Ayang diem dulu biarin mereka selesain masalah mereka". Sambung Nantha


"Ayang ayang pala otak kau peyang". Ucap Sherly


"Udah ah laper gw". Sambung Sherly


Michael mengacak rambutnya frustasi, ia mendengus kesal. Bisa-bisanya Ilona melupakannya secepat itu. Ini belum cukup satu minggu bahkan hanya lewat dua hari saja. Ini benar-benar kali pertama ia merasakan hal ini.


"Aah udahlah frustasi gw lama-lama". Teriak Michael


"Dih gila". Cibik Nantha


Mau tak mau Michael pun duduk di depan Ilona. Dia menatap Ilona dengan penuh tanya, sedangkan Ilona hanya acuh biasa saja.


Tak lama akhirnya bel masuk kelas kembali berbunyi. Semuanya buru-buru menghabiskan makanan mereka dan beranjak pergi dari kantin. Dan baru kali ini, sepanjang mereka sekolah baru kali ini geng Sherly terlihat akrab dengan geng Nantha. Apalagi rumor desas-desus antara Sherly dan Nantha yang menjadi musuh tiba-tiba saja akrab, begitu aneh bukan.


"Napa sih kalian ngekor, liat noh mata-mata julid siswa-siswi ehh serem". Ucap sherly


"Nggak papa biar aman aja, bidadari gw harus nyampe tujuan dengan aman, damai, kaga kekurangan barang satu helai rambut pun". Jawab Nantha


"Ish sok lo ye, dah lah pergi sana capek gw ngeliat lo". Ucap sherly

__ADS_1


"Katanya capek tapi diladenin". Sahut ilona lalu berlalu masuk kedalam kelas.


"Lona ish julid lo yeh". Cibik Sherly


"Nggak papa, kaga usah malu gw kan calon suami lo, bilang aja kalau kangen". Ucap Nantha


"Kangen kangen kaga ada rasa begituan mending pergi deh capek gw". Ucap sherly lalu berlalu masuk kedalam kelas.


Michael hanya bisa menatap ilona dari kejauhan. Tetapi seseorang diam-diam tersenyum tipis sambil menatap gadis cantik namun pendiam.


"Ciwi-ciwi yang ini kok agak lain yah Nant". Ucap Michael sambil berjalan.


"Agak lain ? Maksudnya ?". Tanya Nantha balik


"Yah agak lain aja gitu, si cewek lo kek humoris gitu nah cewek yang namanya ilona kok beda, irit bener kalau ngomong". Ucap Michael


"Perasaan lo aja kali". Ucap Nantha


"Iya nggak sih Nant, cewek satu lagi kaga pernah ngomong kerjaanya baca mulu, astaga spesies langka". Ucap Michael


Ketika kedua cowok tampan itu berdebat ria, Daniel hanya tersenyum-senyum kecil. Michael yang tak sengaja menatap kearah daniel yang sedang tersenyum menjadi terkejut. Dia pun menoel lengan Nantha yang langsung dapat respond dari Nantha berupa alis mengernyit keatas.


"Apa ?". Tanya Daniel


"Senyam-senyum mulu lo". Ucap Nantha


"Hooh kek lagi kasmaran". Sambung Michael


"Nggak biasa aja". Jawab Daniel


"Humm bisa-bisanya main rahasia ya kan Nant". Ucap Michael


"Yoi". Jawab Nantha


Perbincangan ringan mereka membuat mereka tak sadar bahwa mereka kini berada tepat di depan itu kelas, 12 IPA². Kelas yang benar-benar mengukir sejarah bagi setiap guru. Meninggalkan kesan yang amat dalam tetapi semenjak kelulusan seorang Keysha Maheswari dan kedua sahabatnya.

__ADS_1


Suasana kelas itu kembali seperti suasana kelas pada umunya. Hingga sekian tahun berlalu, kedatangan seorang Nantha dan kedua sahabatnya membuat suasana kelas itu kembali hidup. Para guru pun tak menyangka akan keajaiban itu.


Seorang Nantha tiba-tiba muncul dengan status baru. Yaitu ber orang tua-kan Keysha dan juga Daffa. Sontak para guru terkejut dengan identitas seorang Nantha. Mereka benar-benar tak menyangka akan hal itu.


"Kok kelas IPS sama IPA beda jauh yah ?". Tanya Michael


"Perasaan tadi kelas IPS bersih banget mana rapi lagi, lah ini ?". Ucap Michael


"Lah ini kelas kita, gimana pun bentuknya gw tetep bakalan nyaman". Ucap Nantha lalu berlalu masuk kedalam kelas.


Menyusun beberapa meja dan meletakkan tas sebagai bantalnya. Setelah dirasa cukup ia membaringkan tubuhnya dengan nyaman. Sebelum terpejam ia mengingat bahwa jam terakhir adalah mata pelajaran matematika.


Dan guru pembimbingnya adalah salah satu guru ter kiler diantara barisan para guru lainnya. Guru yang tak akan pernah bisa diajak untuk bernegosiasi mau pun berkompromi. Ahh rasanya Nantha begitu benci jam terakhir ini. Tetapi herannya hanya dia dan kedua manusia yang selalu bersamanya yang bisa berbicara bahkan bercanda dengan guru satu itu.


Tapi namanya juga siswa-siswi ada yang suka dan ada yang tidak suka baik dalam berbagai bidang. Ada yang suka matematika ada yang tidak suka begitu juga dengan mata pelajaran lainnya.


Tetapi Nantha, jika diukur dari kapasitas otaknya nilainya benar-benar unggul dalam semua mata pelajaran tanpa terkecuali. Bukan hanya di bidang akademik namun juga di bidang non akademik contohnya basket, futsal, bola, taekwondo dan berbagai cabang olahraga lainnya. Dia benar-benar menjadi salah satu dan nomor satu yang dari banyaknya siswa-siswi yang memiliki talenta, dia yang paling ber-multi talenta.


Itu adalah alasan para guru untuk tak bisa marah terlalu lama padanya. Mereka tahu Nantha tipe anak yang suka pada kebebasan bukan pada peraturan. Bahkan para guru dengan sengaja mengatakan kepada Nantha untuk membangun sekolah sendiri.


Nantha selalu menjawab bahwa jika dia sukses nanti ia akan membangun sekolah sampai memiliki beberapa tingkat. Sekolahnya harus menyaingi sekolah bergengsi di luar negeri. Para guru pun manggut-manggut saja, mereka tak menyangka bahwa seorang Nantha siswa ter nakal bisa memiliki cita-cita yang begitu besar nan mulia.


"Oyy Sisil pak Rudi kaga masuk kan ?". Tanya Nantha kepada Sisil


"Nggak beliau ada urusan mendadak". Jawab Sisil singkat


Sisil salah satu siswi kelas 12 IPA ² yang semenjak sekelas dengan Nantha. Semenjak dia menduduki kelas sepuluh di sekolah SMA NUSA BANGSA hingga sampai saat ini ia menaruh hati kepada Nantha.


Merangkap menjadi bendahara sekaligus sekretaris kelas. Sikapnya pun dia ubah menjadi dingin dan terkesan cuek supaya Nantha menatapnya. Tetapi Nantha ia tak perduli akan hal itu bahkan enggan untuk menatap Sisil.


"Oke". Sahut Nantha


🌼 Bersambung 🌼


Jangan lupa kasih like, komen, tekan favorit dan vote sebanyak-banyaknya dan jangan lupa klik profile author kemudian follow akun mangaton author.

__ADS_1


Terima kasih.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh ✨


__ADS_2