My Dear Ramlan

My Dear Ramlan
Kepulangan Ramlan


__ADS_3

"Fan, thank nya udah tlaktir kita berdua" ucap Dewi yang tengah berjalan menuju pulang


"It's oke, sorry gue jadi ngerusak acara kalian. dan makasih banyak udah mau nyempetin waktunya buat nemenin ngobrol. Kalau gitu gue duluan yaa, jangan lupa besok Dateng, terutama Lo wi gue tunggu" Sambil melayangkan tangannya ke dahi Dewi


2 jam telah berlalu, sesampainya di Rumah Aku ajak Dewi untuk sekedar minum teh. Tapi sayangnya Dewi menolak permintaanku dan langsung berpamitan izin untuk pulang.


Langkahku langsung menuju bilik kamar dengan paperbag yang masih ku tenteng.


"Loh kok gelap" ucapku, dugaanku mungkin bi Isah yang mematikan tempat tidurku saat beranjak aku pergi tadi siang.


Langsung ku hidupkan kembali cekrekan lampu kamar itu.


"cekrek.."


"Surpice!!!"


Oh my God ... ternyata Ramlan sudah pulang, sengaja dia mematikan lampu kamarku agar memberi Surpice kedatangan nya.


"Ramm..." aku menghampiri nya dan langsung memeluk nya, rasanya rindu ini terbayarkan dengan kepulangan Ramlan.


"jahat, mengapa kau tidak mengabariku 1 Minggu ini. Ku kira kau tidak akan pulang-pulang dan melupakanku" pukulku pada dadanya


"Apakah kamu merindukan ku?"


omong kosong, jelas saja aku sangat merindukan nya. pertanyaan macam ini !! (batinku)


"Sorry, aku sangat sibuk hari itu. makanya aku tidak sempat untuk memeriksa ponselku. Sebetulnya aku masih ada sedikit pekerjaan disana, cuma aku tahu besok adalah hari kelulusanku" ucap nya dengan menjelaskan begitu lembut.


Aku kira dia pulang, karena aku tetapi bukan huhhh..


"Oke gapapa, kamu sudah makan?" tanyaku sambil membangunkan tubuh dari pelukan itu


"Belum, aku akan mengajakmu makan malam. untuk itu kita siap-siap ya !!"


Rasanya seperti pasangan kekasih yang saling merindukan satu sama lain, tapi sayang sekali aku tidak berani untuk mengatakan aku mencintainya. Aku takut jika perasaan ini ku utarakan akan semakin jauh antara aku dan dia.


"Raa .. sudah siap? ayo !! " teriaknya


30 menit sudah, aku keluar dari pintu kamar melangkahkan kaki menuju ruangan yang dimana Ramlan sudah menunggu ku disana.


Sebetulnya aku tidak PD mengenakan gaun yang di berikan Tante Maria waktu itu. Ramlan tidak tahu saat itu Tante Maria sempat berkunjung kesini dan memberikanku Gaun cantik sexy selutut yang ku kenakan saat ini.


Tapi aku terpaksa memakai nya, karena hari ini pertama kalinya Ramlan mengajakku dinner.


Ramlan langsung terpana melihat tanpa mengejapkan matanya, ntahlah. Mungkin sangat aneh melihatku mengenakan pakaian itu.


"Ram...kenapa? jelek ya?"


"Oh ti---dak, itu sangat bagus, kamu terlihat berbeda"


jawab terbata karena aku tau dia tidak ingin mengakui bahwa aku cantik haha GR ku.


Kita pergi malam itu, Ramlan yang memakai kemeja biru muda dan berjas navy sangat terlihat tampan dengan arloji mahal nya semakin terlihat pria yang menawan.


...****************...


*Sampai di Restoran*


"Selamat malam, ada yang dapat kami bantu" tanya pelayan restoran


"Malam, saya ingin memesan kursi untuk berdua untuk makan malam disini" jawab Ramlan


"Baik, mari saya antar Pak, Bu"


mengikuti langkah pelayan restoran tersebut, di tariknya tanganku untuk memegang tangan kirinya yang sudah di lipat.


Benar-benar seperti pasangan suami istri.


"Kenapa tiba-tiba jantungku semakin kencang berdetak, apa yang sebenarnya terjadi" tanya batinku

__ADS_1


Setelah sampai, pelayan restoran menunjukkan tempat dimana kita akan menyantap makan malam. ruangan yang di penuhi dengan pasangan couple, dan suara biola yang sangat merdu, ini sangat romantis bukan??


"Ram.. kita gak salah pilih tempat kan?" tanyaku


"Kenapa? kau gugup ya?" tanya nya sambil ketawa


"gu---gup? gugup untuk apa? biasa saja" jawabku terbata-bata


"Sudah kita nikmati saja" sambil senyum tertawa


aku tau dia sedang mengejek ku saat itu.


Aku palingkan muka ku ke buku menu untuk segera memesan makanan saat itu.


"Kamu mau makan apa Ram?" tanyaku dengan mata yang masih melihat ke buku menu yang di sajikan.


"Aku mengikuti saja, bukan kah kau sudah hafal seleraku bukan?" Terus saja mengujiku seperti itu


Lambaian tanganku untuk segera memanggil waiters di ujung dekat kasir. Waiters tersebut langsung menghampiri dan mencatat apa yang sedang ku pesan saat itu.


"Raa..kau suka tempat ini?" tanya nya


"Sukaaaa, kenapa? apakah kamu sering mengunjungi restoran ini Ram?"


"Ini kali kedua aku berkunjung kesini"


"kali kedua? pertama kau datang dengan siapa?" tanyaku penasaran. Pikirku pasti dia pernah datang ke restoran ini dengan mantan kekasih nya, karena yang aku tau dia masih melajang sampai saat ini.


"Pertama Mamaku dan kedua kamu"


ternyata dugaan ku salah, ahhh mana mungkin dia mempunyai kekasih. pasti wanita-wanita nya segan untuk mengobrol dengan nya, laki-laki es batu seperti dia mana mungkin pernah menjalin kasih dengan seseorang.


"Permisi, maaf pak Bu ini pesanan nya" seorang waiter menyuguhka 2 steak dan 2 orange juice. sengaja ku pesankan itu karena yang aku tahu Ramlan sangat tidak menyukai makanan yang berhubungan dengan sayur


tidak lama setelah di sajikan, kita langsung menikmati makanan itu dengan di iringi suara biola yang dimana tempat itu berubah menjadi nuansa romantis seketika.


Makan malam sudah selesai, kita yang masih berada di meja itu seketika suasana menjadi lebih serius


dia meletakan kotak kecil tersebut di atas meja.


sudah ku tebak itu adalah kotak cincin.


"Iya Ram kenapa?" tanyaku dengan hati yang bergemetar


"Mau kah kamu menikah denganku?" sambil membuka kotak kecil itu, dan ternyata benar saja isi nya sebuah cincin dengan motif bunga matahari


Tak terasa air mataku jatuh, ternyata perasaan yang selama ini aku pendam bertahun-tahun di bayar oleh nya dengan perasaan yang sama juga.


"Iya aku mau" jawabku tanpa basa basi mengangguk dan menangis bahagia


Ramlan yang harus tersenyum terlihat gugup saat memasangkan cincin di jari manis ku itu.


Sontak dia langsung menghampiriku dan memeluk ku saat itu.


Tidak peduli dengan keberadaan orang-orang sekitar, jelas aku bahagia dan sangattttt bahagia.


...****************...


*Keesokan Harinya*


"Drttttzzz drtttzzz..." terlihat di layar ponsel BF Dewi


"Yaaa wi?" suara serak yang masih tertidur


"Yaaa ampun Lo belum bangun, ini udah jam 8, acara kelulusan nya Irfan dan Ramlan 1 jam lagi di mulai. Lo gak mau dateng?" ucap tegas


"Astagfirullah... sorry sorry gue siap siap sekarang" kaget dengan omongan Dewi, aku langsung bergegas untuk bersiap-siap.


Untung saja acara nya di lakukan di gedung yang tidak jauh dari Rumah yang ku singgahi sekarang, hanya perlu 30 menit langsung sampai.

__ADS_1


ku kenakan gaun putih dan sedikit ku hiasi rambut dengan jepitan kecil yang sengaja ku beli saat itu bersama Dewi. karena aku ingin terlihat lebih cantik di acara kelulusan nya Ramlan.


sengaja aku tidak ingin memberitahu Ramlan soal kedatanganku dan Dewi di acara nanti.


Taxi online sudah tiba, aku bergegas pergi sendiri karena ingin mampir dulu ke sebuah toko bucket disana.


hari ini hari paling sibuk pasti sangat sibuk.


1 jam sudah.


Aku turun dari taxi online tersebut dengan tangan yang menenteng paperbag berisi bucket itu.


Terlihat Dewi sudah menunggu ku, raut muka yang terlihat kesal, karena dia tipekal orang yang tidak mau menunggu lama.


Aku menghampirinya.


"Selamat pagi sahabatku" Rayuku padanya


"Aduhh Raa lama banget sih kamu, ayo cepetan acaranya udah mau mulai" Dewi yang bergerutu menarik tanganku berlari menuju gedung besar itu


"Eh tunggu tunggu Raa!!" sejenak memberhentikan langkahku dan langkahnya


"Ada apalagi sih?"


"Aku rapi belum Ra, Makeup ku, baju ku " dengan cemas dan tak berhenti mengomentari dirinya


"Udah udah wi, Lo cantik hari ini perfect !!" balasku agar dia berhenti berbicara


Tidak seperti biasa Dewi berpenampilan seperti ini. Dia lebih terlihat dewasa dan anggun ketika mengenakan gaun berlutut berwarna abu di hiasi penuh dengan pernak pernik mengkilap. Tidak heran karena Tante nya seorang desainer ternama di kota itu.


Terlihat Ramlan dan Irfan menuju ke atas di temani dengan toga nya yang membuat semakin menawan.


Tak ku sangka dia sekarang sudah menjadi calon suamiku.


Setelah acaranya selesai. Dua pria itu menghampiri keberadaan kita yang sedang berdiri menuju pintu keluar.


"Selamat ya sayangku" Ucapku sambil tersenyum dan memberikan bucket yang sudah ku pesankan tadi


"Makasih sayang" jawab Ramlan


"Hah Sayang?" mereka berdua terdengar kompak menyebutkan kata itu


...****************...


Di cafe sebrang gedung


"Jadi kalian udah pacaran?" tanya Dewi


"Iya wi, doakan saja dalam waktu dekat ini" balas Ramlan


"Serius Lo? kalian bener-bener yaa. Raa gue benci sama Lo, kenapa Lo gak bilang-bilang" tanya nya merengek


"sorry gue belum sempat cerita, semalem gue pulang larut malam. mau ngasih tau Lo, kasian takutnya udah tidur. Sorryyyyyyyyy......" mohonku pada Dewi


"Oke gapapa, jadi fan makan kali ini kita gratis yaa" senggol Dewi ke Irfan


"Asyikkkk, Lo yang tlaktir ya" jawab nya sambil kegirangan


"Enggaklah, tuh mereka yang baru jadian" tunjuk nya dengan tangan yang masih menyedot minuman


"Oke oke , makanan ini biar gue yang bayar. Jadi fan kapan Lo mau nembak cewek itu" tanya Ramlan


Aku dan Dewi langsung saling melirik dan menatap, siapa wanita yang di maksud Ramlan itu.


"Apaan sih lo" jawab Irfan dengan malu dan salah tingkah


"Jangan di lama-lamain ntar di ambil orang baru nyesel lu" ejek nya


Aku dan Dewi yang hanya terdiam dan langsung fokus menyantap makanan yang tersedia.

__ADS_1


Setelah selesai makan kita langsung berfoto-foto dan pulang ke rumah masing-masing.


__ADS_2