My Dear Ramlan

My Dear Ramlan
Menjemput Ramlan di Bandara


__ADS_3

* 2 Minggu kemudian *


"kringgg kringgg kringgg..."


terdengar telpon berbunyi , segera ku angkat telpon tersebut. Ternyata Nayla, dia memberitahu bahwa teman bisnis nya Yoga sudah menunggu di ruang rapat.


"Hallo Raa, sampaikan kepada bos mu itu. Tuan Andre selalu Direktur PT. JAYA ABADI baru saja datang dan mungkin sudah menunggu di ruang rapat"


"Oke baik, terimaksih Nah. segera ku sampaikan kepadanya"


segera ku tutup telpon, dan melangkah menghampiri dan memberitahu bahwa Pak Andre teman bisnis nya itu telah sampai di kantor.


"Maaf Pak bos , Tuan Andre sudah sampai di kantor kita. Dan menurut Nayla barusan dia tengah menunggu anda di ruang rapat"


"Baik saya segera kesana, oh iya satu lagi anda siapkan dokumen yang sudah saya tandatangani kemarin, segera ikuti saya" perintah nya dengan serius


"Baik pak bos.." segera ku ambil map bersambul navy itu dan bergegas meninggalkan ruangan menuju lift.


"tinggg..."


Yoga dan aku langsung masuk ke dalam lift Vvip menuju lantai 11.


tidak lama menunggu kita langsung memasuki ruangan area rapat.


Disana hanya ada aku dan yoga, serta Tuan Andre dan sekretarisnya.


Kami berempat seperti biasa merundingkan proyek baru yang akan di laksanakan dalam jangka waktu dekat ini.


Yoga dan Tuan Andre berencana akan membuka bisnis baru nya membuatkan Mall besar di kawasan kota Bandung.


Hampir 2 jam pembahasan itu selesai, Tuan Andre dan sekretaris nya langsung pergi meninggalkan ruangan.


"Terimakasih Pak yoga, semoga bisnis kita berjalan dengan lancar. Saya permisi"


"Sama-sama, baik terimaksih"


jabatan tangan itu terlepas begitu saja, aku yang masih berdiri menunggu perintah apa yang harus aku jalani lagi sekarang.


"Nama anda Devia ya, saya panggil nama saja boleh?


tanya padaku


"Kenapa tidak dari kemarin-kemarin saja kau panggilku nama, dasar bos tengil"


"Panggil saya Raraa saja seperti yang orang-orang katakan pak" ucapku menunduk


"Oke baik Raraa. Tolong nanti kau atur jadwalku. mungkin seminggu lagi saya akan berangkat ke Bandung, dan ingat jangan sampai kau lupa !!" ejeknya


"Baik Tuan Yogaaa" selintas ku ejek kembali


"Apa katamu!!" sambil mencubit batang hidungku dan tertawa


"berani-berani nya dia mencubit hidungku huhh, liat akan ku laporkan kepada kekasihku" dengus kesal


...****************...


* di ruangan kerja*


"dertttzzz" pesan masuk


My Sun♥️


"Hai sayang, Lusa aku pulang"

__ADS_1


melihat pesan itu, aku tersenyum bahagia.


karena sebentar lagi aku akan bertemu dengan Ramlan. Kekasih yang sangat sekali aku rindukan.


Aku sudah biasa LDR dengan nya, yang dimana setiap dia pulang selalu memanfaatkan waktu menghabiskan seharian dengan nya.


Kebetulan saat Ramlan pulang, besok nya adalah hari weekend.


Bos tengil itu mencuri-curi pandanganku, rasanya ingin sekali pindah posisi kerja, atau kalau bisa aku ingin pindah ruangan agar tidak seruangan dengan nya.


Tapi apalah daya, ini bukan perusahaan miliku yang bisa saja aku rubah dan atur-atur sesuka ku sendiri.


*Dua Hari kemudian*


Sore itu sepulang kerja aku langsung buru-buru pergi ke Bandara untuk menjemput kekasihku Ramlan.


Aku sudah tidak sabar hasratku rasanya ingin segera memeluk tubuh kekar nya itu.


"Terburu-buru sekali, kau mau kemana?" tanya yoga


"Ada urusan, semua pekerjaan sudah aku selesaikan. Maaf aku pulang duluan. Selamat sore" ucapku sambil berlari ke arah lift


terlihat taxi online yang ku pesan sudah menungguku di bawah, segera aku masuk dan meninggalkan gedung yang mencakar langit itu.


30 menit sudah aku sampai di Bandara, segera ku turun dan bergegas menuju ruang tunggu.


ku duduk dengan meletakan handbag tepat di atas kedua pahaku.


melihat ke arah arloji nya ku pakai, 5 menit lagi Ramlan akan tiba disini.


Beberapa menit kemudian, aku yang masih duduk di bangku ruang tunggu dengan memainkan ponsel melampiaskan kejenuhaku.


Tiba-tiba dari belakang terasa dua tangan menutup kedua mataku. Ku raba, dan merasakan jelas ini tangan nya kekasih ku Ramlan.


ternyata dugaanku tidak meleset, benar saja dia Ramlan.


langsung aku menoleh ke arah nya, dan melangkah menuju dekapan nya.


"Aku merindukan mu" peluk ku tak tertahan.


Ramlan membalas pelukan itu, dan mencium puncak kepalaku.


Dia tetap saja tampan, apalagi dengan hari itu mengenakkan kaos putih, celana pendek putih, dan memakai topi berwarna putih juga, menjinjing nya sebuah koper berisi barang-barang miliknya.


"Aku juga sangat merindukan mu sayang" balas nya dengan senyum penuh kerinduan


"Kau sudah makan?" tanya nya


"Belum, aku pulang kerja langsung bergegas menuju kesini. tidak ingin kau menunggu lama" jawabku


"Yasudah kita cari tempat makan di sekitaran sini saja yaa" ajak nya


"Baik sayang"


kita berjalan mencari tempat makan di sekitaran Bandara, dengan aku yang tidak terlepas dari rangkulan kekasihku.


*Di tempat makan"


Hari sudah menjelang petang, kami memilih tempat makan seperti lesehan. Sudah tersedia beberapa menu disana tidak lupa juga kami memesan es kelapa muda sebagai minuman penutup makan.


Ramlan sudah cukup terbiasa makan di tempat seperti ini, awalnya dia enggan untuk menyantap makanan lesehan. Akan tetapi dia berusaha mencoba dan saat itu dia lebih sering mengajakku ke tempat seperti ini, sepertinya dia tertarik dan ketagihan. katanya lebih nikmat makan seperti ini menggunakan tangan apalagi di suguhkan air teh hangat.


selang beberapa menit, saat kami sedang menyantap makanan tiba-tiba Ramlan menanyakan perihal pekerjaan.

__ADS_1


"Bagaimana dengan pekerjaan mu sayang? apakah kau merasa nyaman?"


"Mana bisa aku nyaman bekerja dengan bos tengil seperti yoga"


Rasanya ingin ku ceritakan pengalaman kerja yang saat ini sedang aku kerjakan, tapi rasanya tidak mungkin. Ramlan pasti tidak akan mengizinkan nya lagi jika tau apa yang sebenarnya terjadi.


"sangat nyaman sayang, disana orang-orang nya sangat baik. Apalagi Deti dan Nayla" ucapku


"Deti dan Nayla?" dia mengerutkan wajah nya


"iya teman baru di kantor ku, mereka selalu membantu setiap pekerjaanku. Lain kali akan aku kenalkan calon suamiku dengan mereka" ucapku merayu, agar aku tidak seperti kelihatan sedang berbohong


"Syukur lah kalau begitu, tapi jika kau merasa lelah. berhenti lah bekerja jangan kau paksakan. Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan mu sayang. Kamu ini masih dalam tahap pemulihan" dia terus saja mengoceh menasehati diriku


"Laksanakan kapten" ujarku dengan sedikit tertawa agar suasana tidak terlalu serius


...****************...


Malam sudah hampir larut, kita bergegas untuk pulang.


suara petir sudah terdengar, pertanda hujan agar segera turun.


1 jam kita sudah sampai di Rumah, hujan semakin deras, tidak mungkin aku membiarkan Ramlan pulang sendirian dengan cuaca seperti ini.


"Bi isahhhh... tokk.tokk..tokkk"


teriakku


"cekrek..." bi Isah membukakan pintu


"Eh non sudah pulang, den Ramlan?? kapan den Ramlan pulang?" Segera kita memasuki ke dalam rumah secara bersamaan


"tadi sore sudah sampai di bandara, bagaimana keadaan bibi sehat??"


"Alhamdulillah sehat den, non dan Aden sudah makan? biar bibi siapkan" tawar nya bi Isah


"Oh tidak Isah bi, kami sudah makan di luar barusan" jawabku


"kalau begitu saya permisi dulu ya, mariii"


Ramlan dan aku langsung menduduki sofa di tamu, aku yang tidak pernah jauh dari samping nya dan menyender di pundak nya.


"Sayang, apakah kau akan pergi lagi?" tanyaku dengan menaikan wajah mengarah kepada nya


"Belum tahu, Aku masih ingin berdiam lama disini" jawabnya


"Lantas bagaimana dengan proyek baru mu?"


"Semua sudah beres, tinggal menunggu arahan dari mama saja"


"Oh iya bagaimana kabar mama sayang? sudah lama aku tidak bertemu dengan nya"


"Mama baik-baik saja sayang, hanya saja sedikit sibuk akhir-akhir ini"


suasana seketika hening, aku beranjak dari tempat duduk ku.


"sayang menginap lah semalam disini" pintaku


"Wah sepertinya calon istriku sedang merayu untuk bisa tidur bersama" godanya


"Ihhhh meskipun kau ku perbolehkan semalaman disini , tapi kau tidak tidur denganku" langsung ku cubit kecil perut nya


"Awww galak sekali, iya iya sayang aku mengerti. Baiklah aku akan menuruti perintah kekasihku. kalau begitu aku akan mandi dulu"

__ADS_1


"baiklah" jawabku sambil tersenyum


__ADS_2