My Dear Ramlan

My Dear Ramlan
Bromo i'm Cooming


__ADS_3

Besok hari setelah selesai acara, aku dan Ramlan langsung merapikan semua pakaian untuk pergi tinggal di rumah yang dulu nya aku singgahi.


Entah kenapa meskipun rumah itu tidak terlalu luas, rasanya sangat nyaman.


"Maaa kita akan tinggal di rumah itu, terimakasih banyak mama selalu menjadi saksi cinta kita berdua sampai akhirnya kita bersama" ucapku yang tengah berdiri memegang kedua tangan Tante Tiara mama mertuaku


"Secepat ini sayang, tidak kah kau semalam lagi disini? sebelum mama pergi lagi ke London" ucap nya dengan penuh harap


"maaf sekali ya Ma, Rara sudah kangen dengan rumah itu. kalau tidak keberatan Mama boleh menginap disana bareng kita" ucapku sambil tersenyum dan memeluk mama mertuaku


"Ide bagus, tapi Mama takut anak mama bakalan terus cemberut karena mama mengganggu acara kalian" jawab dengan ketawa


"Maksud nya apa ma?" tanyaku sambil menoleh ke arah Ramlan, sedangkan Ramlan hanya bisa tersenyum mesem


"Sudah berangkat saja, cepat kasih Mama Cucu yang banyak. dan hati-hati yaa" gurau nya


"Mamaaaaaaaa, yaudah Raraa pergi dulu ya. Raraa sayang mama Assalammualaikum" aku yang berpamitan sambil menyium dan bersalaman kepada mama mertuaku.


Setelah itu kami berangkat memasuki mobil, dengan sedikit di bantu oleh bi Isah.


Tidak banyak barang yang kita bawa, hanya bekas pakaian kemarin saja dengan kursi roda. Karena Ramlan khawatir kondisiku masih belum stabil.


2 jam sudah berlalu, aku dan suamiku serta bi Isah sudah sampai disana.


Aku hendak berdiri sendiri menginjakkan kaki ke tanah itu.


Rasanya aku rindu, sudah lama aku tidak merasakan udara segar seperti ini.


"Sayang sedang apa? ayo cepat masuk !" perintah Ramlan


"tunggu aku sayang" aku langsung melangkahkan kaki menuju ke dalam rumah.


"akhirnya aku bisa kesini lagi, aku sangat rindu"


Aku langsung bergegas memasuki area kamar, suasana kamar masih belum berubah, Ramlan yang langsung meletakan koper ke arah dekat ranjang kasur.


Aku duduk di meja dimana waktu itu sering aku putarkan kotak musik dengan nada yang selalu mengiringi tidur siangku.


"apa aku perlu membelikan lagi yang lebih besar dari pada ini sayang?" tanya Ramlan yang memegang kedua pundakku saat aku menatap sebuah kotak musik pemberian dari nya.


"Tidak, aku hanya ingin ini" balasku


Ramlan langsung memelukku dan mencium puncak ujung kepalaku. kita sangat merasa bahagia dengan memutarkan sebuah kotak musik itu.


"Sayang, ingat ya apapun yang kamu butuhkan beri tahu aku atau bi asih. jangan pernah kau sentuh apapun yang membuat tubuhmu lelah, okey! kau harus kasian kepadaku. Aku hanya ingin menikmati hidup bersama denganmu lebih lama" Ucap Ramlan


"Kau tenang saja suamiku, aku paham. terimakasih banyak atas segalanya" balasku dengan mengelus kedua pipinya


"Oh ya sayang, kau ingin kita berbulan madu kemana?" tanya nya


"Berbulan madu?" tanyaku


"Iyaaa, aku ada waktu libur selama 1 Minggu. untuk tempat kau yang menentukan saja. aku ikuti apapun yang istri kesayanganku ini ingin pergi" senyumnya


"Hmmm aku tidak tahu, ingin rasanya aku pergi berbulan madu. tapi dengan kondisiku bagaimana?" tanyaku lagi


"Aku sudah Konsul dengan dokter, kata dokter tidak apa-apa. asalkan kau tidak boleh kelelahan saja, akupun akan membawa suster untuk bisa mengecek kondisimu jika terjadi apa-apa nanti nya"


Ramlan memang pria yang sangat peduli, dulu aku salah menilai nya. Menganggap pria paling dingin di dunia, tapi pada kenyataanya dia bukan cowok es batu yang aku kira, dia begitu sangat menyayangiku.


Sebenarnya aku ingin sekali pergi ke Paris, tapi keadaanku yang belum stabil mana mungkin aku bisa menikmati liburanku disana, meskipun suamiku bilang dia menyewakan suster untukku, tapi aku tidak ingin merepotkan siapapun.


"Sayang bagaimana??" tanya nya lagi


"Nanti saja aku cari-cari tempat yang bagus ya sayang, sekarang kita makan dulu. mungkin bi Isah sudah menyiapkan makanan nya" balasku


Aku yang berjalan pelan dengan di dampingi oleh Ramlan suamiku menuju ruang makan.


Ternyata benar saja bi Isah sudah menyiapkan semuanya.

__ADS_1


"Non sini biar bibi bantu" bi Isah langsung berlari ke arahku dan membantuku menurunkan bokongku ke kursi makan


"Terimakasih ya bi, bibi makan bareng kita saja disini!" perintahku


"Tidak non, non sama Aden aja makan duluan. Bibi seperti biasa nanti saja" balas nya


"Bibiiiiiiii, ayo cepat !! biar makan siang kali ini lebih nikmat kalau rame-rame" ujarku


"tapi non----" menoleh ke arah Ramlan yang duduk di kursi utama


"Biii ayo, jangan malu-malu. jika bibi masih ingin bekerja disini ikuti perintah nya" jawab Ramlan


"Baik, den"


Bi Isah sudah ku anggap seperti sodara aku sendiri, meskipun kita hanya beberapa tahun kenal. tapi bi Isah yang selalu menemani hari-hariku disaat semua orang sibuk dengan urusan nya masing-masing.


...****************...


*Keesokan Harinya*


Pagi itu aku di bangunkan oleh aroma roti bakar yang begitu menyengat masuk ke saluran pernafasan ku.


Suamiku yang sudah tersenyum manis, dengan masih memakai baju piyama nya sudah menyiapkan segelas susu hangat dan sepotong roti bakar untuk aku sarapan.


"Morning istriku" wajah yang begitu tampan dengan kedua tangan tangan yang sigap membantu ku untuk bersender


"Morning sayang" jawabku dengan suara serak bangun tidur.


Terlihat sarapan pagi sudah tersedia di meja kecil samping ranjang kasurku.


"Bagaimana tidur mu malam ini, nyenyak??" jawab nya


Aku hanya mengangguk tak bersuara, karena kepalaku masih pusing saat bangun.


Ramlan membantuku untuk mencuci muka dan menggosok gigi, lalu menyenderkan kembali tubuhku ke tumpukan bantal yang ada di ranjang kasur.


"lain kali kau tidak usah repot-repot seperti ini sayang, aku bisa melakukan mya sendiri" jawabku dengan memegang segelas susu yang telah ia berikan


"Aku senang jika di repotkan" ujar nya


setelah sarapan itu habis tidak tersisa, aku memutuskan untuk memberitahu soalnya berbulan madu bersama nya nanti.


"Sayanggg tunggu !! " aku menarik tangan nya saat Ramlan akan pergi ke dapur bekas aku sarapan


"Iya kenapa sayang? kau mau ku buatkan lagi?" tanya nya


"Tidak, aku hanya ingin memberitahu mu soal kita akan pergi berbulan madu kemana"


Ramlan langsung meletakan nya kembali bagi yang sedang ia bawa.


"benarkah? kau ingin kemana?" tanya penuh dengan rasa bahagia


"Aku ingin pergi ke Bromo, menaiki mobil Zip sepertinya akan lebih seru" mauku


"Bromo? menaiki mobil Zip? tapi keadaan mu sayang, kau akan sangat lelah jika menaiki itu"


"Aku hanya duduk bukan menyetir, lagian selain ke impian ku ke Paris aku juga ingin ke Bromo. disana bagus untuk kita mengabadikan sebuah foto" jelasku


"kenapa kau tidak ingin ke Paris saja? aku bisa melakukan nya untukmu"


"Sayangg, waktu liburan mu hanya 6 hari lagi. Kapan-kapan saja kita pergi kesana. Ayolahhh aku mohon sayang!" rengek ku kepada suami


"Hemmm baiklah, sore ini kita berangkat. Kurang lebih kita akan 3 hari disana"


"Sungguh sayang??"


"Apapun yang membuat kamu bahagia aku turuti"


ucap nya sambil tersenyum dan mencium keningku

__ADS_1


*Di tempat lain*


Dewi yang tengah sibuk melayani pelanggan di toko kue nya itu, merasa di kagetkan dengan kedatangan Irfan kekasih nya.


Dia sebetulnya sudah tahu dari awal Irfan sangat sibuk sekali dengan bisnis baru yang akan di bangun oleh dia dan ibu nya.


Bahkan sama sekali dia tidak sempat untuk hadir ke acara pernikahan aku dan Ramlan..


"ada yang bisa saya bantu kak? boleh silahkan di pilih-pilih saja" ucap Dewi dengan begitu sibuk nya melayani costumer


Irfan sengaja menutupi dirinya dengan memakai hoddie berwarna hitam, di lengkapi masker dan topi.


dia hanya tertunduk dan menunjukkan ke arah satu potongan kue.


"Boleh saya membeli dengan mbak nya" timpal Irfan


"Tolong jangan kurang ajar kak, disini banyak cctv. saya bisa saja menuntut Anda" ucap Dewi dengan ketus


Seketika Irfan membuka kuplukan Hoodie itu dan masker nya.


"Serius kau akan menuntut ku sayang?" Dewi yang tengah memalingkan wajahnya seketika melihat ke arah Irfan


"Sayanggggg, kau...." Dewi langsung berlari menghampiri Irfan dan memeluk nya.


seketika karyawan yang lain terlihat berbisik ke arah Irfan, wajah nya yang tampan sangat menggoda para gadis karyawan disana.


"Kapan kau balik, bahkan kau tidak menghubungiku seharian ini" Dewi yang masih memakai epron nya dan melingkarkan kedua tangan ke arah leher Irfan


"Aku baru sampai jam 2 siang tadi, sengaja aku mampir kesini. Karena aku tau pasti kau sangat sibuk disini" jawab nya dengan senyum


Mereka langsung duduk di kursi costumer dan Dewi menyiapkan beberapa potongan kue serta kopi besseler yang ada di toko itu.


"Sayang kapan kau akan pergi menemui Ramlan? dia sangat kecewa kau tidak hadir di acara pernikahan nya kemarin"


"Mungkin besok siang sayang, aku sudah membelikan nya kado pernikahan untuk mereka. jangan khawatir ku rasa Ramlan selalu mengerti kesibukanku"


"Baiklah, aku akan ikut. sembari melihat kondisi Raraa" jawabnya


...****************...


Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 , Aku yang tengah duduk di atas ranjang tempat tidurku melihat Ramlan merapikan beberapa pakaian yang akan di bawa untuk berbulan madu disana.


"baju hangat sudah, sepatu ganti sudah, pakaian yang lainnya pun sudah, obat sudah, sarung tangan sudah, skincare kamu dan aku sudah, cassan, power bank sudah. Sayang ada lagi yang akan kau bawa?" tanya padaku


"Tidak sayang" jawabku dengan terus menerus memperhatikan kesibukan suamiku saat itu


"Yasudah kita akan berangkat, ehhh ia lupa kau belum memakai kaos kaki yang hangat"


Ramlan segera mengambilkan kaos kaki untuk ku.


lalu dia memasangkan kaos kaki itu.


"Sayanggg maafkan aku yang selalu merepotkan mu. Jika suatu hari nanti aku telah tiada, ku harap kau juga bisa bersikap seperti ini kepada wanita lain"


Setelah suamiku memakaikan kaos kaki dan sepatu, serta mengenakan jaket bulu yang tebal, dan memakaikan kupluk tebal di kepalaku.


"Sepertinya kau sudah aman, tidak akan kedinginan. Kau sudah siap sayang??"


"Siap sayang, Bromo i'm Cooming!!"


Serentak kita tertawa dan langsung bergegas keluar kamar untuk pergi berangkat.


"Bi baik-baik di rumah ya, kalau ada apa-apa telpon saja saya" kata Ramlan


"Baik den, jagain non Raraa ya. Kalian hati-hati !!" balas nya


"Iyaaa Bii, sampai jumpa" serentak kita berpamitan kepada bi Isah.


kita langsung memasuki mobil, dengan di temani seorang perawat yang akan ikut untuk menjaga kondisiku jika terjadi sesuatu selama di Bromo.

__ADS_1


__ADS_2