
Setelah beberapa saat Ramlan pergi, aku terbangun.
"owalah jam berapa ini, tidurku sangat enak sekali huhhhh... tunggu-tunggu ini apa ya?" aku tampak penasaran, lalu ku buka bungkusan yang ada di depan meja itu.
"What Ramlan? serius ini? Hemmm bisa juga cowok es batu itu narik hati gue" batinku dalam hati
Karena perutku sudah terasa lapar, akhirnya ku makan tuh nasi goreng yang katanya spesial dari cowok es batu.
Lumayan enak, lebih enak nya makan gratis sih hehe
Jam sudah menunjukan waktu istirahat sudah selesai, semua kembali bekerja seperti biasa.
Tidak tahu kenapa aku senyum-senyum sendiri, karena masih kepikiran soal nasi goreng yang di berikan Ramlan tadi.
"Lu kenapa Ra??" tanya Dewi padaku sambil mengerjakan tugas yg di berikan pak Iyus
"Wi lo tadi makan siang bareng siapa?"
"Indri, kenapa? Eh tapi tadi juga Irfan sama Ramlan ikutan bareng juga sih, cuma Ramlan tiba-tiba ilang gitu aja. Ada apa sih??"
"Tapi lo janji ya jangan kasih tau siapa-siapa"
"Lo gak percaya sama gue hah? cepetan apaan?" Semakin penasaran dan gak sabar apa yang akan aku katakan kepada Dewi
"Si cowok es batu tuh"
"Ramlan maksud Lo?"
"Yesss, gue kan tadi pas anter-anterin barang gak sengaja tuh saling tabrakan sama dia. terus pas gue tadi bangun tiba-tiba di meja ada nasi goreng. Dan Lo tau siapa yang ngasih nya?"
"siapa? siapa?"
"Ramlan..." aku ngasih tau dengan pelan agar tidak terdengar oleh siapapun kepada Dewi
"Apa? Serius Lo?" dengan lantang nya Dewi sampai-sampai Bu Ati pun menoleh ke arah kita
"Ada apa Wi?? cepat kerjakan" ketus Bu ati
"Hehe tidak Bu, ini lagi Bu" jawab nya sambil senyum malu
"Lo gak salah baca kan Raa, itu emang bener dari Ramlan?"
"Nih Lo baca sendiri kartu ucapan nya" aku menyodorkan kartu ucapan dari Ramlan kepada Dewi
"Wah wah bakalan ada yang tlaktir nih"
"Maksud Lo apa? Ramlan suka sama gue gitu hah? kagak mungkin lah. Cowok Es batu kaya dia gaakan ada yang suka"
"Kan Lo yang suka hahahaha" ledek Dewi kepadaku
Suasana kantor hening seketika, semua fokus pada kerjaan nya masing-masing.
Dan Dewi diam-diam memberi pesan kepada indri tanpa aku tahu.
...****************...
*Isi Pesan*
Dewi : Dri?
__ADS_1
Indri : iya Wi, kenapa?
Dewi : Besok ulang tahun nya Rara
Indri : Kasih Surpice apa?
Dewi : belum tau, malem kita janjian buat rencanain masalah ini ya
Indri : Oke
Dewi : ajak sekalian Irfan sama Ramlan biar seru
Indri : boleh juga, ntar gue kasih tau anak dua itu
Dewi : sipp, nanti gue kabarin lagi ya. bye
jam sudah menunjukan pukul 17.00 sore, semua tengah siap-siap untuk pulang.
Aku yang selalu pulang naik grab, dan Dewi yang selalu di antar jemput oleh Ayah nya.
Menurutku Dewi termasuk anak yang sangat beruntung, bisa di sayangi oleh kedua orang tua nya.
Ayah nya mempunyai toko kue yang tidak jauh dari rumah nya Dewi, sedangkan ibu nya Dosen di kampus ternama yg ada di Jakarta.
Aku dan Dewi seperti langit dan bumi, aku adalah anak angkat dari kedua orang tua yg setiap hari nya bertengkar. Kedua orang tua kandungku berada di kota Banten.
dari usia 6 bulan aku sudah di berikan kepada orang tua angkatku, tidak lain beliau Kakak dari ibu kandungku. Mereka bilang, alasan kenapa aku di berikan karena orang tua kandungku yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Aku anak ke dua dari 10 bersaudara.
Tidak sedikitpun aku berkecil hati soal ini, Takdir dan nasib yang sedang aku jalani saat ini mungkin sudah suratan yang di berikan Tuhan kepadaku.
Aku sangat berterimakasih, meskipun terkadang orang tua angkatku selalu bersikap ungkit-ungkitan soal mengurus aku dari kecil, tapi aku tahu mereka sangat menyayangiku dengan tulus.
...****************...
Malam itu Dewi dan teman-teman yang lain nya merencanakan sesuatu untuk ulang tahunku.
"hai Dri..." sontak Dewi memanggil Indri dengan melambaikan tangan kanan nya.
mereka berkumpul di sebuah cafe, sengaja tidak memberitahuku karena ingin memberikan aku Surpice ulang tahunku di besok hari.
"sorry ya lama nunggu.." permintaan maaf Indri kepada Dewi
"it's oke dri, gue juga baru dateng juga kok. Irfan dan Ramlan jadi ikut kesini?"
"Jadi, sebentar lagi nyampe kayanya"
tidak lama kemudian mereka berdua datang, Dewi yang sangat terpana dengan penampilan Irfan.
mereka berdua memang selalu mengutamakan fashion. Wajah yang tampan, kulit putih bersih, dengan tinggi badan yang sangat menawan. Tapi sayang meskipun begitu, Ramlan selalu stay dengan sikap dingin nya seperti es batu.
"Hai Dewi....makin cantik aja nih" goda Irfan kepada Dewi
"Mulai dehhhhh...udah ya jangan suka goda-goda gue. sekarang kita fokus ke acara buat besok"
*Keesokan Harinya*
Dewi dan yang lainnya sudah berada di lokasi, di taman dimana Dewi dan Raraa sering berkunjung kesana.
"Semua udah siap kan?" tanya Dewi kepada Irfan dan Indri
__ADS_1
"Siap dong baby.." godanya Irfan ke Dewi
"bentar-bentar, Ramlan gak ikut apa dia telat??"
"Wait gue telpon dulu" jawab Irfan
...*Telpon masuk*...
"Ram lu dimana? semua udah nunggu nih"
"yaaa gue lagi di toko buku dulu nih, kalian duluan aja"
"oke deh, hati-hati"
Irfan menghampiri Dewi dan Indri yang sedang sibuk merapih-rapihkan dekorasi tdi taman.
"udah gue telpon Ramlan, katanya duluan aja"
"oh gitu, yaudah deh nanti juga kesini. cepet wi sekarang telpon Raraa" suruh nya Indri kepada Dewi
"oke oke , huhhhh takut nih gue" sambil mengeluarkan ponsel dengan menarik nafas
Aku yang sedang tengah asyik membaca novel di kamar, tiba-tiba suara handphone bergetar.
"Hallo wi, kenapa?"
"Raa Raa... tolongin gue Ra, aduhhhh Raa.." berlagak akting seolah-olah terjadi apa-apa
"Lo kenapa wi??" aku yang khawatir dengan Dewi
"pokonya gue sharlock sekarang yaa, cepetan kesini Raa tolongin gue" langsung Dewi mematikan ponsel nya
aku yang langsung bergegas pergi, karena khawatir takut Dewi terjadi apa-apa.
"pak...pak... cepetan tolong antar saya" panggilku kepada tukang ojeg.
sepanjang perjalanan, hatiku merasa tidak tenang, karena takut terjadi apa-apa dengan Dewi.
"tolong cepetan ya pak" suruhku kepada tukang ojeg
Sesampainya disana, tidak ada satu orangpun yang aku lihat.
Tiba-tiba ada anak kecil datang menghampiri, dia memberikan kartu ucapan yang di dalam nya memberi petunjuk agar aku mengikuti petunjuk tersebut.
anak itu langsung bergegas pergi berlari.
Selangkah demi selangkah petunjuk tersebut aku ikuti, setelah sampai tidak menyangka, ternyata apa yang aku takutkan itu berbuah kebahagiaan.
terlihat banyak balon-balon berwarna warni disana, dekorasi yang bertulisan "HAPPY BIRTHDAY DEVIA AZZURAA HUMAIRA"
terdengar letusan petasan, aku yang merasa kaget tiba-tiba mereka keluar dari bilik dekorasi.
"selamat ulang tahun Raa" saut Dewi yang memeluk ku sambil membawa kue
terlihat senyuman-senyuman mereka yang sangat bahagia.
Aku masih tidak menyangka, mereka begitu peduli. Bahkan aku sendiripun tidak ingat dengan tanggal kelahiran.
Very very happy ..... thank God !!
__ADS_1