
30 menit sampai di Rumah kedua nya Ramlan.
Mobil parkir di halaman depan rumah, Ramlan turun dan membukakan pintu mobil untukku yang akan segera beranjak keluar dari mobil BMW hitam itu.
"Sayang, maaf aku tidak akan mampir. Kamu langsung istirahat ya. Besok acaramu, Aku berjanji akan tepat waktu datang ke acara kelulusan mu" ujar nya sambil memegang kedua tanganku yang masih berdiri di samping mobil hitam itu.
"Padahal aku masih ingin bersama mu, tapi aku tahu kamu sangat lelah seharian ini. Kamu juga istirahat ya! Hati-hati salam untuk Mama" jawabku dengan senyum
Aku yang melangkah pamit, dan berdiri di depan rumah melihat Ramlan yang tengah masuk ke dalam mobil dan segera melaju untuk pergi pulang.
Klakson berbunyi, segera ku lambaikan tanganku.
"Byeee..hati-hati" teriakku
Segera ku bergegas masuk, melangkahkan kaki duduk berbaring di sofa.
Rasanya badan seperti remuk seketika, padahal hari ini hanya menemani kelulusan Ramlan, makan bareng, berfoto, tapi rasanya lelah sekali.
Aku yang tak sadarkan diri, tertidur di sofa hingga jam menunjukkan pukul lima pagi.
"Non..Non Raraa" terdengar bi Isah menepuk pundakku
"Eh bi Isah, kenapa bi? udah pagi yaa?" sapaku dengan suara serak terbangun
"sudah subuh non, kenapa non bisa tertidur disini?"
"Oh iya bi, maaf bi badan ini terasa cape sekali dan gak sadar saya bisa tidur disini" jawabku sambil memutarkan badanku ke kanan dan ke kiri.
"Oh begitu, yaudah non siap-siap. bukan nya hari ini adalah hari kelulusan nya non Raraa. Bibi akan segera membuatkan teh jahe untuk non Rara"
"Terimaksih ya bi, yasudah saya mandi dulu"
Aku langsung pergi melangkahkan diri menuju bilik kamar.
Setelah selesai mandi dan sholat subuh, aku langsung menyalakan musik K-Pop BTS favorite ku, Dan langsung ku kenakan kebaya pemberian dari Tante Mariska waktu itu.
Berdiri di hadapan cermin, memandang tubuhku yang begitu cukup terisi.
Aku sengaja tidak berangkat ke salon, Aku hanya ingin berdandan sendiri karena aku tidak ingin mengenakan make-up yang terlalu begitu tebal.
jam sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi suara burung sudah terdengar, matahari mulai menyinari sudut-sudut jendela, cuaca hari ini sangat bagus.
"Tok..tok..tok.. Non boleh bibi masuk"
"Iya silahkan bi"
bi Isah langsung masuk membawa baki berisi segelas teh jahe, dan seperinh nasi goreng. melihat nasi goreng yang di sajikan bi Isah teringat dengan nasi goreng spesial pemberian Ramlan dulu.
Bi asih langsung meletakan di kasur yang sudah ku rapi kan.
Aku yang masih sibuk berdandan bersiap-siap untuk pergi ke acara kelulusan.
"Masyaa Allah non, Non cantik sekali" bi Isah takjub melihat kecantikan wajahku dengan mengenakan baju kebaya berwarna hijau daun berpuring emas, dan sedikit di hiasi pernak-pernik yang semakin terlihat elegan
"Benarkah saya cantik bi?" tanyaku menoleh langsung ke hadapan bi Isah
"Non sangat cantik, persis seperti putri dari kayangan" puji nya bi Isah.
"Ah bi Isah ini terlalu berlebihan, saya cantik karena saya perempuan bi" jawabku dengan penuh rasa malu karena bi Isah terus saja memujiku
"Fakta nya non, pasti Den Ramlan akan terkesima melihat penampilan non hari ini" senyum greget terlihat sepintas dari bi Isah
"Yasudah kalau begitu bibi permisi dulu, jangan lupa non sarapan dulu sebelum berangkat ! bibi sudah taruhkan sarapan nya di ranjang kasur yaa"
"Terimakasih ya bi" senyumku sambil memegang tangan bi Isah
__ADS_1
*Pesan masuk*
BF Dewi : Raa Lo udah siap?
Me : mengirim foto selfie
BF Dewi : Lo berangkat sama siapa??
Me : sama siapa lagi kalau bukan sama cowok es batu
BF Dewi : Hahaha bagaimanapun juga dia udah mencair oleh Lo Raa
Me : sialan !!
BF Dewi : Gue udah mau otw, sampai ketemu di acara ya Raa.. byee
Ku seruput segelas teh jahe buatan bi Isah , lumayan membantu sekali. Badanku seperti terlihat fresh kembali.
Tak lama kemudian setelah sarapan, suara klakson berbunyi terdengar dari halaman rumah.
"tett tett..." seperti nya itu Ramlan. aku yang segera mengenakan Heals berhak 5 cm itu merapihkan semuanya langsung melangkah menuju luar rumah.
"Bi saya berangkat yaa" teriakku dengan cepat mengambil langkah menuju keluar
Ramlan yang di dampingi oleh Tante Maria sedang duduk di kursi teras depan rumah.
"Raraa..." Tante Tiara menghampiri ku dan melihat menampilan berputar ke samping belakang dan depan.
"Kamu sangat cantik hari ini sayang..iya kan Ram cantik" tanya Tante Maria kepada anak semata wayang nya
"Calon mantu mama memang cantik" bisik nya kepada Tante Maria
Ku cubit badan nya, karena aku malu dengan Tante Maria.
"Sama-sama cantik, apa sih yang engga untuk calon menantu ku ini" puji nya sambil tertawa
"Udah udah kangen kangenan nya, sekarang kita berangkat takutnya kesiangan" ucap Ramlan yang memecahkan suasana
*Di tempat Acara*
Semua telah duduk rapi, aku yang duduk di barisan ke dua bersama sahabatku Dewi. dan Ramlan, Irfan, Tante Maria, keluarga nya Dewi duduk di bangku tamu.
dan aku terpilih menjadi mahasiswa terbaik di tahun ini, sungguh sangat luar biasa. sedih terharu karena perjuanganku ingin berkuliah tidak sia-sia.
Aku yang langsung menaiki ke atas dengan beratribut toga langsung melihat ke arah Ramlan dan Tante Maria, tersenyum mengangkat tangan yang menggenggam sebuah sertifikat yang telah dosen berikan.
Ramlan dan Tante Maria ternyum balik mereka saling berpelukan melihatku di bawah.
Sungguh perjuangan yang tidak sia-sia.
Topi toga berterbangan di udara, mendakan kita akan pergi untuk mencari jati diri nya masing-masing.
Aku yang tertawa tersenyum memeluk sahabatku Dewi, memotret mengabadikan setiap momen pada acara berlangsung.
"Terimakasih Tuhann, Engkau berikan aku kehidupan yang selama ini aku tunggu. Ini apresiasi untuk diriku yang tidak pernah mengeluh, Hari bahagia ini tidak akan pernah aku lupa. Meskipun kedua orangtua angkat ku tidak ikut hadir dalam acara ini, aku rasa tidak menjadi masalah. Yang ada jika mereka ku beritahu akan semakin memperburuk suasana.
Tugasku sekarang Mencari pekerjaan yang lebih layak, Sebenci benci nya aku kepada orang tua angkatku, tetap dalam naluri kecilku Aku sangat menyayangi nya. Doakan aku Pak, Bu .. ketika aku sukses akan ku bawa hidup bahagia bersama ku, tidak untuk hari ini melainkan nanti"
*Acara selesai*
Ketika sedang asyik berfoto-foto, tiba-tiba Tante Maria dan Ramlan menghampiriku.
"Selamat ya sayang, Tante bangga padamu" sambil menggenggam kedua tanganku lalu memelukku
"Makasih ya Tante, Raraa tidak tahu lagi harus berbalas kebaikan Tante seperti apa. Nanti dan Ramlan sudah cukup banyak membantu Raraa"
__ADS_1
"Sayang jangan bicara seperti itu, Tante senang membantu mu. Tante yakin kamu adalah anak yang baik. Ramlan tidak salah pilih memilih wanita seperti mu" senyum nya dengan tangan yang mengusap ke pipiku
"Sayanggg selamat yaa" peluk nya Ramlan di hadapan Tante Maria
Aku hanya berbalas senyum kepada kekasihku Ramlan.
Tante Maria membukakan tas yang sedang di tenteng oleh nya, keluarlah tangan dari tas nya sambil memegang kotak persegi panjang berwarna merah maroon itu.
Beliau langsung menarik tanganku, dan menadahkan kotak itu di tangan kananku.
"Ini apa Tante??" tanyaku
"Bukalah!!" perintah nya
Sebuah kalung emas putih dengan liontin berbentuk hati kecil yang sangat mewah. Aku kaget, kenapa Tante Maria memberikan ini kepadaku.
"ini untuk Raraa Tan?? masih tidak percaya
"Iya ini untuk calon menantu kesayangan, kalian sudah lulus. Mama ingin sekali melihat anak semata wayang mamah terurus" kedua tangan Tante Maria menggenggam erat tanganku dengan tangan anak semata wayang nya
Kami pun tersenyum dan langsung memeluk tubuh wanita paruh baya itu.
Disisi lain Dewi yang belum selesai dengan sesi foto nya, terlihat Irfan yang berdiri tegak di ujung dekat gedung, terlihat ingin sekali menghampiri sahabatku Dewi. Akan tetapi Dewi masih sibuk dengan acara sesi foto nya.
"Sayang, lihat deh Irfan seperti memperhatikan gerak gerik nya Dewi"
"Tunggu dulu disini yaa" Ramlan langsung menghampiri sahabat nya yang masih berdiri disana.
Tidak tahu apa yang sedang di bicarakan, seperti nya mereka akan merencanakan sesuatu. Tapi ntahlah
Aku dan Tante Maria segera menghampiri Dewi mengganggu acara sesi foto nya.
"Raaa sini, Lo belum berfoto dengan keluargaku"
di tariknya aku oleh Dewi, disana kita melangsungkan pemotretan.
*Pesan masuk"
My Sun♥️ : Sayang bisakah kau membujuk Dewi untuk pergi ke tengah halaman gedung
Heran ada apa ini, apa yang akan di lakukan dua pria itu huhhh
"Wi ikut aku dulu sebentar" ku tarik dan ku ajak berlari menuju tengah halaman gedung
"Aduhhh Raaa, ada apa? Lo gak melihat aku sedang asyik berfoto" ketus nya
"Sudah diam jangan protes" Ancamku
tidak berselang beberapa menit, terlihat balon udara melintas membawa selembar kain bertulisan "Dewi I love you"
Aku dan Dewi melihat ke langit langit udara , merasa heran siapa yang membuatkan ini semua. Sangat romantis sekali.
"wahhhhhh romantis sekali wi" ucap ku dengan mata yang masih melintas ke udara
"Mau kah kamu menjadi pacarku?" Irfan menekuk kaki nya seolah bersujud kepada Dewi yang tengah berdiri.
Kaget dengan apa yang Irfan utarakan.
Dewi melihat ke arah keluarga nya, mereka tersenyum seolah memberi kode untuk menerima perasaan Irfan.
Aku dan Ramlan hanya bisa tersenyum menyaksikan acara mereka berdua.
"Dewi hanya mengangguk, menandakan bahwa ia menerima cinta nya Irfan"
Kita semua disini tersenyum bahagia, akhirnya sahabatku Dewi bisa menemukan lelaki pilihan nya.
__ADS_1