
Setelah sampai di kantor, aku yang di berikan pengarahan dan beberapa tugas oleh direktur Perusahaan tersebut, mengerti bahwa aku harus siap dengan segala hal.
Di berikan nya beberapa map yang berisi dokumen-dokumen yang harus aku pelajari saat itu juga.
Disini posisiku sebagai sekretaris di sebuah perusahaan ekspor dan impor obat-obatan tradisional. Bersyukur nya aku mendapatkan posisi itu, jika aku di tugaskan untuk menjadi marketing perusahaan mungkin Ramlan kekasihku bakalan melarangku habis-habisan.
"Jika ada yang tidak mengerti, bisa langsung tanyakan kepada saya!" perintah nya seorang pria tampan berkulit sawo matang dengan gagah nya seperti seorang CO disana.
"Baik pak terimakasih"
"meja kerja Anda ada di sebelah sana, silahkan"
Aku melirik ke arah tempat kerjaku,
"Tidak salah aku satu ruangan dengan seorang direktur, ahhhh jika Ramlan tau bisa saja dia cemburu. Tidak akan aku ceritakan hal ini padanya, sekarang aku harus profesional dalam mengerjakan pekerjaanku" ucap batinku
"Kenapa masih berdiri disini, silahkan kerjakan apa yang seharus nya kau kerjakan"
"ee eee baik pak, permisi!" jawabku terbata-bata
Segera ku langkahkan kaki menuju meja kerjaku, aku melirik ke kanan dan ke kiri, meraba-raba dan merapihkan semua barang yang berjejer di meja, ku dudukan bokongku di kursi istimewa, tidak menyangka aku bisa berada duduk disini, rasa antusias karena masih tidak menyangka aku akan menjadi seorang wanita karier. Sebelum nya cita-citaku ingin menjadi seorang guru TK , tapi apalah daya saat itu orang tuaku tidak mengizinkan nya karena yang mereka tahu gaji dari hasil mengajar tidak sebanding dengan pengeluaran ku tiap bulan.
terlihat dari ujung mataku pria itu menatap dan tersenyum melihatku yang tengah sibuk merapihkan dokumen-dokumen yang berserakan.
"Apa maksud senyuman itu? ahhh sudahlah aku tidak peduli" gumamku
*Pesan Masuk*
Tinggg...
My Sun♥️ : ingat jaga kesehatan !
Me : Iya iya sayang, aku tidak akan melupakan nasehat mu
(Senyumku sambil melihat layar ponsel)
My Sun♥️ : Yasudah nikmati pekerjaan mu hari ini, semangat 😘 aku mecintai mu
Me : Aku juga mencintai mu😘
Pria itu terus saja menatapku dengan penuh penasaran, aku yang hanya melirik sebentar lalu melanjutkan pekerjaanku.
"dengan siapa wanita itu berkomunikasi, terlihat dari raut wajah nya dia seperti menerima pesan masuk dari seseorang. dan bahagia terlihat nya" Ucapnya dalam hati
"Ahhhh bodoh sekali kau Yog, kenapa kau memikirkan sekretaris baru itu. apa untung nya untuk ku. Fokus...fokus..fokus..." ucap batinnya lagi, dengan sambil menggigit jarinya dengan tangan menahan dahi
Waktu menunjukan pukul 13.00 siang, waktunya istirahat.
Aku yang masih sibuk dengan layar komputer menghalangi wajahku.
"Sudahhh lanjut nanti saja, ini waktu nya istirahat. Anda mau makan siang dengan saya" tawar nya dengan tubuh berdiri menghampiri meja kerjaku
"Terimakasih atas tawaran nya. Duluan saja, saya masih ada sedikit pekerjaan yang harus di selesaikan" jawabku dengan sedikit senyum dan menolak permintaan nya. Padahal pekerjaan sudah selesai, namun aku enggan untuk makan siang dengan nya. Apa kata karyawan lain nantinya, bisa bisa menjadi satu pembicaraan di kantor ini.
"Siall dia menolakku, dia tidak tahu semua wanita mengantri untuk bisa makan siang bersamaku" gumam nya dalam hati
"Baiklah, kalau begitu saya duluan, jangan lupa makan siang" dia bergegas pergi membuka pintu ruangan
Seketika aku melirik ke arah pintu keluar, apakah dia sudah benar-benar pergi atau masih ada berdiam diri disana.
Ku lihat kantor sudah sepi, hanya ada beberapa OB disana.
__ADS_1
Langsung aku beranjak pergi membawa handbag dengan botol minum yang pagi telah bi Isah siapkan.
Aku bergegas untuk pergi ke kantin, tiba-tiba dua orang wanita memanggilku dari belakang.
"Heiiii sekretaris baru" teriaknya
aku langsung menoleh, ke arah dua wanita itu.
"Hai perkenalkan aku Deti dan ini Nayla"
"Aku Devia, orang-orang memanggilku Raraa" ucapku
"Apakah kau akan pergi ke kantin??" tanya Nayla
"Iyaa"
"Kalau begitu kau ikut saja denganku, lagian kau belum hafal juga kantin nya dimana" ujar nya
Aku mengikuti langkah mereka, betul apa yang di katakan Nayla aku belum tahu posisi kantin ada dimana, dan belum sempat berkeliling juga mengetahui ruangan-ruangan apa saja yang ada di kantor ini.
"Kau sangat beruntung sekali Raa, bos kita sangat sulit sekali mencarikan pengganti sekretaris pribadinya, sudah hampir 1 tahun beliau tidak di dampingi seorang sekretaris" ucap Deti
"Bagaimana bisa?" tanyaku dengan penuh penasaran
"Bos kita itu terlalu pilih-pilih, mungkin kau termasuk tipe wanitanya"
"hah aku??" kaget dengan perkataan dua wanita itu
"Bisa saja Raa, kau harus menarik simpatinya. Agar bisa menjadi kekasih seorang Direktur perusahaan ini" canda nya sambil tertawa
"Dia bukan tipe ku" sontak tanpa basa-basa aku mengatakan kalimat itu
"Jika kau mau Nay, bisa ku bantu mendekatkan mu dengan bos ku itu" tawarku
"oh tidak...tidak... bagaimana nasib tunanganku" sambil mengangkat kedua tangan seolah memberi kode tidak ingin aku comblangkan dengan bosku itu
"Hahahaha itupun jika kau mau"
Jam istirahat sudah selesai, aku dan dua temanku itu langsung bersiap-siap untuk memulai pekerjaan lagi.
Nayla dan Deti masuk ke ruangan Divisi Pemasaran, karena disini mereka bertugas sebagai kepala divisi marketing untuk mengecek semua produk-produk yang akan di ekspor.
"kita duluan ya Raa.." sapa nya
"Baik.." jawabku
beberapa langkah menuju lift, aku segera bergegas naik ke lantai 16 dimana ruanganku tepat ada disana.
"Ting..." suara lift berbunyi
Aku yang telah tiba di ruangan ku itu, lalu masuk selangkah demi selangkah.
Terlihat pria itu tidak lain adalah bosku tengah sibuk dengan komputer dan berkas-berkas yang sedang di tandatangani di hadapannya.
"Sudah istirahat nya?"
serentak aku terhenti dari langkah kaki ku, menoleh ke arah nya dengan senyum gugup di bibirku.
"Sudah pak" mengangguk dan langsung berlari ke arah meja tempat kerja.
"Apakah saya setua itu di pandanganmu sehingga anda terus saja memanggilku dengan sebutan BAPAK"
__ADS_1
"Jadi saya harus memanggil anda apa?" jawabku
Lagi-lagi aku merasa canggung, serba bingung harus apa yang aku katakan padanya.
"Panggil saja Yoga" ujar nya
"Hah, saya tidak bisa. Saya tidak nyaman untuk memanggil itu kepada anda" dengan mata yang langsung tertuju pada sebuah komputer di hadapanku.
Dia langsung melangkah menghampiri ke tempat kerjaku, dengan suara berbisik yang seolah mengganggu gendang telingaku.
"Kalau begitu panggil aku SAYANG"
Dia langsung pergi dan duduk lagi di kursi kewibawaan nya dengan tersenyum menatap ke arahku.
"Apa maksud ucapan bosku itu, dia tidak tahu marah nya kekasihku jika dia terus saja menggodaku"
Aku yang masih memikirkan ucapan Deti dan Nayla siang itu.
seolah-olah pikiran yang ada di otakku mengarah negatif tentang pria itu.
"Apa mungkin sekretaris nya dulu berhenti bekerja karena tidak tahan dengan sikap bos nya itu? seolah bersikap tidak sopan dan selalu menggoda-goda wanita lain? Ahhh sudah lah tidak penting juga bagiku mengetahui semua tentang dirinya" (batinku)
selang beberapa jam, aku telah usai dengan semua pekerjaanku saat itu. menghampiri melangkahkan kaki dengan menyerahkan semua berkas-berkas yang harus segera ia tanda tangani.
"Pak bos, ini berkas yang anda minta sudah selesai. tolong tanda tangani hari ini juga" perintahku
Dia langsung membuka selembar demi selembar berkas yang telah ku serahkan, tersenyum sinis seolah-olah tidak merasa malu dengan ucapan nya tadi. Aku yang masih berdiri menunggu berkas yang harus di tanda tangani itu, karena akan aku serahkan ke bagian kepala Divisi mengelolaan.
"Kerja anda lumayan bagus, anda seperti nya sungguh-sungguh bekerja disini" ujar nya
"jika saya tak sungguh-sungguh saya tidak akan melamar pekerjaan di perusahaan ini. cepat tanda tangani saja berkas nya. berkas ini sudah di tunggu oleh Pak Yanto di bawah" ucapku seolah kesal karena dia seperti nya memanfaatkan situasi untuk bisa berlama-lama denganku.
"Wawwww baru pertama kali ini ada yang bisa memerintah saya dengan seperti itu, tapi aneh dengan anda kenapa saya selalu menurutinya" jawab nya dengan tertawa sinis mengarah ke pandanganku
"Aduhhhh lagi dan lagi harus seperti ini"
"Ma---afff maaf pak"
"sudah saya bilang, saya belum merasa tua"
"Jadi saya harus panggil anda apa?"
"Yoga saja, anda harus menuruti semua perintah saya disini. Jika anda masih ingin bekerja disini!" ancam nya
"Ta----piii" aku yang merasa canggung dengan semua nya, haruskah ku teruskan bekerja disini atau tidak aku terpaksa kembali mengurung diri di kamar seharian seperti yang sudah-sudah
"Sudah, kembali ke tempat mu !! sudah ku selesaikan berkas ini. Tunggu apalagi? silahkan!!" dengan wajah yang begitu tengil
"Baikk Pak eh... bos... eh yoga" aku yang tidak nyaman dengan panggilan itu, apakata orang-orang disini jika aku harus memanggilnya dengan sebutan tadi.
"hahhhh kacauu baru saja hari pertama kerja sudah setres begini, seminggu dua Minggu sebulan setahun,, aaaaaaaaaaa"
Aku masih menahan diri dengan semua perlakuan nya, tapi kali benar-benar aku harus berbica dengan nya.
segera aku bergegas menghampiri dirinya yang tengah asyik memainkan ponsel milik nya.
"Saya tidak bisa melakukan ini, sudah saya bilang saya tidak merasa nyaman dengan ini. apa kata orang nanti nya jika saya memanggil anda dengan sebutan nama anda sendiri" aku yang kesal terus saja mengoceh mengeluarkan unek-unek yang ada di dalam dada
"jika anda tidak merasa nyaman, panggil saja sesukan hati anda dengan senang hati saya akan menerima nya. Lagian tadi saya hanya ingin mengerjai anda, semakin anda kesal semakin terlihat lucu dan menggemaskan" tertawa sinis sambil melangkahkan kaki meninggalkan ku yang tengah mengoceh terus menerus
"Siallll...bos macam apa, bisa-bisa nya kau mengerjai sekretaris baru mu disini. Lihat saja nanti, tunggu pembalasanku"
__ADS_1