My Dear Ramlan

My Dear Ramlan
Terakhir Magang


__ADS_3

Taxi sudah datang, segera aku masuk dan pergi untuk pulang. Menatap ke arah jendela kaca mobil, terdengar suara gemercik air hujan yang terus menerus berjatuhan ke bumi.


Tersadar, aku menoleh ke arah kotak hitam bertali pita merah. Segera ku ambil lalu ku buka, terdapat kotak musik yang begitu cantik, ku periksa kembali ada sebuah buku diary bersampul gambar matahari dengan pena mahkota yang sangat menakjubkan.


*Isi kartu ucapan*


"Hai Raa..


kamu tahu tidak aku lebih menyukai matahari di bandingkan pelangi.


kamu tahu alasan nya kenapa??


karena matahari selalu berjanji untuk datang kembali, bila tengah malam ia pergi, tapi pagi nya ia selalu datang lagi, berbeda dengan pelangi. Dia hanya datang sesaat setelah hujan reda, setelah itu ia pergi tanpa pamit.


aku hanya ingin kamu selalu menjadi matahari yang aku maksud ya Raa !! Ini perintah


Selamat ulang tahun wanita baik !! harapanmu hanya kamu Dan Tuhan yang tahu, semoga terkabul yaa !! semangat !!


Ramlan.."


Ku tutup lagi kartu ucapan itu, ku simpan semua kado ke dalam kotak.


Taxi sudah berhenti di depan gerbang rumah. Segera ku turun dan masuk ke dalam rumah.


Seperti biasa, suara pertengkaran itu mulai terdengar kembali. Sudah tidak asing lagi bagiku melihat dan mendengar semua itu.


Aku langsung memasuki ke kamar, meletakan tas dan kotak kado pemberian dari Ramlan.


...****************...


"Kringgggg kringggggg kringgggg...." terdengar jam alarm membangunkan dari tidurku


segera ku gapai jam tersebut, menunjukkan pukul 7 pagi, mata yang masih mengantuk badan yang begitu terasa sangat lelah.


Akan tetapi Aku harus segera bersiap-siap untuk pergi ke kantor, di karenakan hari ini adalah hari terakhir magang.


Bagaimana tidak merasa sedih, kantor yang yang ku jadikan tempat magang sudah seperti tempat rumah kedua bagiku.


Semuanya sudah siap, aku langsung menghampiri meja makan.


Sudah biasa aku membuat sarapan sendiri, duduk sendiri di meja makan sudah menjadi kebiasaan.


*Pesan masuk*


"Ra?" (nomor baru)


"Iya, siapa?"


"Ramlan, bisa sharelock? penting"


sharelock terkirim


"Untuk apa dia meminta sharelock" tanyaku sendiri sambil sarapan roti coklat dengan segelas susu yang di santap


Pukul 07.20 , suara klakson mobil terdengar dari luar.


"Raa...noh ada yang jemput" sontak ibu yang sedang menyiram tanaman dengan kepala yang penuh tempelan di jidat memanggil


"Iyaa Bu, suruh tunggu sebentar" aku segera keluar

__ADS_1


"Bu Raraa pamit ya, Assalammualaikum" aku yang tengah buru-buru menghampiri sebuah mobil yang sedang parkir di depan rumah.


seperti tidak asing dengan wajah nya, pria memakai kemeja hitam memakai kecamata hitam tidak lain kalau bukan cowok es batu yaitu Ramlan.


"Ramlan??"


"Ayo cepetan naik, nanti kita kesiangan"


tanpa basa-basi langsung ku buka pintu mobil lalu duduk berdampingan dengannya. Mobil langsung melaju pergi.


"Lo beneran udah sembuh?"


"katanya harus balas Budi? , gue gak mau berhutang. makanya gue langsung jemput Lo"


"ya bukan begitu, semalem kan gue lihat Lo masih terbaring lemas Ram. Serius Lo udah sehat?"


"setttttttttttt" jarinya langsung menutupi mulutku yang belum usai berbicara


"Lo lihat sendiri kan gue gimana hari ini, soalnya semalem langsung sembuh karena di jenguk sama di urusin wanita yang palinggggg bawell" ejek nya


"Ishhhhh apaan sih, ya Alhamdulillah kalau gitu. jadi gue gak usah repot-repot lagi ngurusin pasien modelan kaya Lo" ejek ku juga pada nya


"hahaha" tawa nya


Sesampainya di kantor, terlihat Dewi Irfan Dan Indri sedang asyik mengobrol di depan pintu masuk.


Kita langsung menghampiri mereka bertiga.


"Heiiiii Ramlannnn, akhirnya Lo masuk juga. Syukur deh kalau lo udah sehat" Sapa Irfan sambil merangkul Ramlan


"tunggu...tunggu...tunggu... kok kalian bisa semobil bareng sih??" tanya Indri


"iya bener tuh, kalian pacaran ya" goda nya Dewi


"hehe abis nya baru pertama kali ini gue liat Lo jalan berdua bareng cowok, terakhir kapan yaa. ada mungkin ya 2 tahun yang lalu"


"Dewiiiii, udah yuk ah cepet masuk. Nanti kena marah bu ati sama pak Iyus lagi mau Lo??"


Kita semua pergi ke masing-masing ruangan, untunglah Bu ati dan pak Iyus belum Dateng ke ruangan.


"Eh Raa..Lo pacaran sama Ramlan??" tanya Dewi yang terus menerus penasaran


"NGGAK !!!" jawabku singkat


"Terus Lo ngapain berangkat bareng dia?"


"Yaaa mungkin dia hutang Budi kali sama gue, karena gue udah donorin darah nya ke dia"


"Ishhhh bener-bener lo yaa, Setega itu Lo jadiin Ramlan supir pribadi. yang ikhlas dong Raa kalau nolongin orang" Rasa greget Dewi terhadapku


"Iya kali gue sejahat itu, nih dengerin ya wi. kemarin gue pulang kerja langsung di telpon sama nyokap nya suruh jagain dia, terus gue langsung pergi deh berangkat. tiba-tiba pagi nya di chat gue minta sharelock, gue kira buat apa. Tau nya buat jemput gue , bilang nya tanda terimaksih sudah jagain dia malam tadi"


"Ohh gitu, gue kira Lo minta bayaran sama Ramlan. tapi gue sebagai sahabat paling baik Buat Lo. Saran gue Lo pacaran aja sama si Ramlan, udah cocok tauuu"


"Apa sih wi ahhhh, udah cepetan kerja. Hari ini kita terakhir magang disini. Jangan sampai Pak Iyus ngasih nilai jelek buat kita. Cepet !!


Gak terasa 3 bulan sudah berlalu, rasanya waktu ingin sekali di perpanjang untuk bisa lebih lama lagi magang di kantor ini. Karyawan yang super baik, Pak Adam OB disini yang selalu siap di andalkan, dan lagi bisa kenal banyak teman-teman magang dari Universitas lain.


...****************...

__ADS_1


"Raraa, Dewi jangan lupa setelah istirahat kita kumpul di ruang rapat yaa" perintah Bu Ati


"Oh iya baik Bu" jawabku dan Dewi serentak


"Untuk dokumen-dokumen segera selesaikan sekarang dan kirim langsung ke email saya!" perintahnya lagi


"Baik Bu" jawabku


waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 , ada sisa waktu 30 menit lagi untuk menyelesaikan semua pekerjaan.


kedua tanganku serasa mau patah, karena harus menyelesaikan pekerjaan dengan waktu yang singkat.


"Selesai...Alhamdulillah"


"sutttttt suttttt beres belom Lo?" Dewi memanggilku dengan nada pelan, aku yang masih fokus mengerjakan tugasku.


"wait tinggal kirim ke email" jawabku dengan pelan juga


"Selesai...."


"Yuk ke kantin" ajakku kepada Dewi


Aku dan Dewi langsung pergi menuju kantin, seperti biasa Dewi selalu memesankan mie bakso dan es teh manis.


"Bu seperti biasa yaa, yg satu campur yang satu bakso nya aja" bicaranya Dewi ke ibu ibu kantin


"Raaa...kita bakalan kangen gak ya sama suasana kaya gini" tanya Dewi sambil melihat-lihat sekeliling kantin


"Kangen lah pastinya, tapi kapan-kapan kita main aja kesini. Itung itung silaturahmi bener ga??" ajakku


"Boleh tuh Raa, gak terasa ya Ra kita udah 3 bulan aja disini. gue jadi sadar sekarang cape nya kerja cari uang tuh kaya gimana"


"Wi wi... makanya Lo jangan selalu minta duit-duit Mulu sama orang tua Lo"


"Permisi ini bakso dan es teh manis nya"


"makasih ya Bu"


Waktu begitu cepat berlalu, jam istirahat sudah selesai.


Waktunya kita bergegas pergi ke ruangan rapat, yang dimana kita akan kumpul disana untuk saling berpamitan.


Kita masuk ke ruang rapat, terlihat semua karyawan magang sudah kumpul termasuk ada Ramlan dan Irfan.


Ramlan menatapku dengan penuh senyum, begitupun dengan Irfan yang menatap Dewi terus menerus.


Semua sudah duduk rapi, Pak direktur beserta manager-manager lainpun masuk.


"Selamat siang anak-anak"


"Siangggggg" jawab serentak


"Disini saya tidak akan berbasa-basi, terimaksih atas kinerja dan bantuannya selama 3 bulan ini. kalian luar biasa. Saya doakan semoga setalah lulus nanti kalian bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih bagus lagi.


dan mohon maaf selama kalian menjadi karyawan magang disini, jamuan kami masih kurang baik. mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan, sekali lagi saya dan para stap disini mengucapkan terimakasih banyak. Sehat dan sukses selalu untuk kita semua"


kami semua saling bersalaman perpisahan, aku ketika bersalaman dengan Ramlan menatap begitu lama. Sedih rasanya harus berpisah, tapi tidak apa meskipun kita berbeda kampus dan berbeda wilayah. Kita masih bisa berkomunikasi via telpon.


Aku dan Dewi merangkul Bu ati, Bu ati yang sangat kita cintai. meskipun terlihat tegas tapi kita sangat menyayangi nya.

__ADS_1


Suasana Ruangan banjir dengan air mata, semua mungkin merasakan begitu berat nya kaki untuk melangkah pergi meninggalkan kantor dimana yang sudah menjadi rumah kedua bagi kami.


"thank you Bu ati, thank you pak Iyus , thank you Pak Adam, tidak akan pernah aku lupa masa-masa saat bekerja magang disini. Sehat terus kalian semua"


__ADS_2