
Selesai semuanya, aku yang sudah berpenampilan rapi mengenakan baju overall berbahan kain bermotif kotak-koyak berwarna pink berpduan putih dengan panjang selutut dan tidak lupa sneakers putih dengan tas kecil yang melingkari pundakku rambut di kuncir satu di biarkan mengkerli. Aku rasa Ramlan cukup menikmati penampilanku yang tidak ingin berneko-neko.
Tak lain dengan Ramlan, yang selalu menggunakan celana pendek berbahan katun berwarna hitam dan kaos oversize abu serta tidak lupa dengan topi menghiasi kepalanya agar selalu terlihat lebih muda.
"Hallo pak, bisakah kau antarkan mobilku ke tampar Rara sekarang juga?"
sepertinya Ramlan sedang memerintahkan seseorang untuk mengantarkan mobilnya, karena sepulang dari Bandara hanya menaiki taxi dan langsung bermalam di disini.
"Kau sudah siap sayang?" melihat ke arahku
"sudah sayang, hari ini aku ingin sekali makan ramen" ucapku
"Baiklah, Tunggu pak Tono dulu ya !! dia segera mengantarkan mobil nya untuk kita"
Selang beberapa menit, begitu cepatnya pak Tono tiba di halaman depan rumah. dengan dua buah mobil yang langsung terparkir di bawah halaman rumah.
"Ini kunci nya Den" segera pak Tono menyerah kan kunci mobil hitam BMW nya itu.
"Terimakasih pak, kau sangat bisa ku andalkan"
"sama-sama den, saya permisi dulu"
pak Tono bergegas pergi dengan mobil yang satunya lagi.
"Ayo kita pergi makan ramen sayang" sigap tangan nya menarik tanganku yang tengah asyik memainkan ponsel
Kita segera masuk, lalu melaju pergi menuju Mall yang ada di pusat kota ini.
"Hahhh sudah lama sekali aku tidak bersanding berdua di mobilku ini" ujar nya dengan sebelah tangan yang sedang menyetir dan sebelah tangan nya dia memegang tanganku
"Mobil ini sama seperti ku sangat merindukan tuan nya, makanya jangan pergi lama-lama setelah ini" perintahku
"baik nona manis, kali ini aku tidak akan meninggalkan mu sendirian. Lagian mama tadi pagi menelponku agar aku meneruskan bisnis nya yang disini, jadi tidak ada lagi yang kau takuti setelah ini"
"Benarkah?? kenapa kau tidak beri tahu aku bahwa mamah menelpon mu tadi pagi. aku sangat merindukan mama"
"sorry ya sayang, saking bahagianya aku akan pergi dengan mu jadi lupa memberitahu bahwa Mama mengabariku tadi pagi. Nanti jika kita ada waktu, kita pergi ke tempat Mama" balas nya dengan merayu
...****************...
"Sampai di Mall"
Setelah memarkirkan mobil nya, kita langsung bergegas masuk ke dalam Mall di kota itu, Ramlan tidak sama sekali melepaskan genggamannya, dia terus menggenggam erat tanganku.
segera kita memasuki kawasan timezone dimana disana terdapat permainan yang sangat seru.
__ADS_1
Mulai dari lempar bola basket, ngedance, mencapit boneka, dan bermain balap mobil disana.
"Sayanggg aku ingin fhoto box dulu" seraya ku tarik tangan nya dan Ramlan menuruti apa saja perintahku saat itu. Segera aku memasuki ruangan fhoto box dan memulai nya.
setelah selesai aku menunggu menunggu hasil foto yang keluar dari sebuah mesin.
"Lihat sayang, ini sangat bagus"
"Kau menyukainya? bagi satu untuk ku" Ramlan mencabut foto yang sedang ku pegang dari genggaman tanganku.
"huhhh dasarrr" ucapku
setelah banyak sekali kegiatan yang telah kita lalui, akhirnya kita mampir ke sebuah restoran Korea.
seperti janji nya tadi akan mengajakku makan ramen disana.
kita mencari tempat duduk, akhirnya kita duduk berhadap-hadapan.
Seorang waiters menghampiri kita berdua, menyodorkan beberapa menu besselernya.
"Kau ingin makan apa sayang?" tanyaku dengan mata yang mengarah ke beku menu
"terserah kau saja aku mengikuti" balas nya
"Oh ya mbak, saya ingin pesan spicy ramen nya 1, sushie goreng bertoping mozzarella nya 1 dengan milkshake sirsak nya 2" Pesanku.
"Tidak, itu aja"
"Baik, di tunggu sebentar yaa"
Ramlan yang terus menerus memandangku dengan penuh senyuman.
"sayang kamu kenapa menatapku seperti itu, ada salah dari penampilanku ya?" tanyaku dengan melirik ke arah pakaian
"Tidak ada, aku hanya bahagia bisa melihat wajahmu langsung. wajah yang sering aku rindukan setiap saat" puji nya
"kau pandai ngegombal, dasarrrr"
15 menit sudah, makanan telah siap di hidangkan. Aku yang tak sabar ingin segera menyantap Ramen yang telah ku pesan.
Hari itu aku lepas tertawa bersamanya , rasanya tak ingin lagi dia jauh dari sisiku. untung saja Tante Maria mengerti akan keinginan anaknya itu.
1 jam acara makan telah usai, kita keluar dari tempat itu. aku sudah tak ingin pergi lagi kesana kemari rasanya cukup lelah.
Tidak seperti biasanya tubuhku selelah ini.
__ADS_1
"Kau mau beli apa lagi sayang? make up , baju, tas, sepatu atau apa?" Tawarnya
"Tidak sayang, rasanya aku ingin pulang saja" pintaku dengan pandangan yang semakin tidak jelas terlihat
"Loh kok pulang, aku belum sempat membelikan apapun untuk mu" tatap nya kepadaku
"badanku sangat terasa lelah"
"yasudah kalau itu mau mu, tapi kalau kamu minta apapun bilang saja padaku" bergegas melangkah kaki menuju area parkir.
"gubrakkkkkk..."
saat itu mataku sudah tidak bisa melihat, rasa nya gelap, badan yang sudah tidak kuat lagi untuk di ajak berjalan, tiba-tiba aku tidak sadarkan diri di depan mobil yang sudah terparkir disana.
"Sayang, sayang.. bangun sayang ..." Ramlan terus saja menepuk kedua pipiku dan langsung mengendong memasuki mobil.
dengan wajah nya yang cemas segera dia melajukan mobilnya dengan cepat.
"Bertahanlah sayang...." ucap nya dengan nafas yang tak teratur karena khawatir melihat keadaanku
20 menit tiba di Rumah sakit, Ramlan langsung membukakan pintu mobil dan menggendongku cepat masuk ke dalam ruangan.
"Susss.. susster bantu saya cepat"
Akhirnya beberapa perawat disana segera mambantu membaringkan tubuhku di kasur ranjang trolli yang sudah di sediakan.
"Bertahan lah sayang, ku mohon" dengan ikut mengiringi kasur ranjang trolli.
sampai nya di sebuah ruangan pemeriksaan.
"Tolong bapak tunggu saja di luar, dokter akan segera menangani nya"
"Sayaanggggggggg"
sekilas Ramlan mundar mandir dengan rasa kegelisahan nya, khawatir jika susuatu menimpa diriku kembali seperti dulu.
menggigit ujung kuku nya, menunduk dan berjalan mundur maju. tidak tenang rasanya jika dokter belum keluar dari ruang pemeriksaan.
"Krekkkk..." suara pintu dari ruangan itu terdengar oleh nya, Dokter segera keluar dan Ramlan langsung menghampirinya.
"Bagaimana keadaan pacar saya dok?"
"Kita harus menangani nya lebih lanjut, kanker yang menggerogoti tubuhnya membuat Raraa tidak akan lama bertahan hidup" ucap dokter itu
"Apaaa?? gak..gak mungkin, ini gak mungkin dok. Bahkan dia sudah lama keadaanya terlihat baik-baik nya, mana mungkin terjadi seperti ini??" Ramlan menjatuhkan air matanya seketika.
__ADS_1
"Sussss tolong pindahkan pasien ke ruangan IGD sekarang juga" dokter langsung pergi meninggalkan Ramlan
"Baik dok"