My Dear Ramlan

My Dear Ramlan
Panggilan Interview


__ADS_3

*3 Bulan kemudian*


Aku yang tengah menyibukkan diri sendiri, menyiram tanaman di halaman belakang, lalu bekerjasama dengan bi Isah untuk merubah suasana baru di rumah itu.


Dewi yang hendak pergi melanjutkan S2 nya di Jepang bersamaan dengan Irfan, mereka memang tidak bisa menjalin hubungan jarak jauh. Maka dari itu mereka memutuskan untuk melanjutkan S2 disana bersama-sama serta menjalin sebuah bisnis kecil-kecilan katanya.


Beda hal dengan aku, aku yang masih sibuk mencari lowongan pekerjaan kesana dan kemari. Meskipun Tante Maria menawarkan aku menjadi bagian sekretaris pribadinya, tapi aku menolak karena terlalu sering aku merepotkan keluarga nya.


Ramlan melanjutkan S2 nya sambil menjalani bisnis pulang pergi keluar kota, dia tak ingin melanjutkan pendidikan nya di luar negeri seperti sahabatnya Irfan. Dia khawatir sesuatu yang buruk nanti nya menimpaku, katanya lebih baik cape pulang pergi asalkan selalu ada di dekatku.


Aku tak menjadi masalah perihal itu, tetapi kali ini aku ingin lebih hidup mandiri tidak menyusahkan banyak orang lagi. Meskipun saat ini aku masih dalam tahap berobat jalan.


"Huhhhhh cape sekali ya bi" seraya ku baringkan tubuhku di sofa


"ini non di minum dulu" Bi Isah yang menyajikan segelas orange juice yang kelihatan begitu segar


"Makasih ya bi, sudah bibi istirahat saja. Hari ini tak perlu memasak. Biar saya pesan gofood saja" perintahku


"Baik non, kalau begitu bibi permisi dulu"


...****************...


Ku mainkan ponsel untuk melampiaskan kebosananku saat itu. Menatap langit-langit atap rumah, sepertinya aku bosan dengan semua ini. Yang tidak lain hanya keluar pergi ke pasar atau supermarket dengan bi Isah, menyiram tanaman dan membantu sesekali bi Isah di dapur.


Tak sengaja mensecroll salah satu aplikasi mendia sosial, terdapat ada lowongan pekerjaan yang seperti nya pekerjaan ini sangat cocok untukku. Menjadi Sekretaris di perusahaan yang baru berkembang.


Tak berpikir panjang langsung ku membuka laptop, dan membuat persyaratan kerja untuk segera ku kirimkan ke email perusahaan tersebut.


Meskipun Ramlan sudah melarang ku untuk bekerja, karena khawatir akan nantinya kondisiku semakin tidak baik-baik saja.


Tapi aku mengeyel, aku tak ingin merepotkan siapapun termasuk kekasihku.


Rencana nya setelah aku mendapatkan pekerjaan baru, ingin segera pindah dari tempat ini.


Aku merasa malu harus terus menerus di biayai hidup oleh Ramlan dan Tante Maria.


...****************...


Pagi itu aku yang tengah duduk di kursi halaman depan rumah, dengan tubuh yang masih memakai piyama menghirup udara segar menikmati secangkir teh hangat dan kepingan kue di piring kecil yang di sajikan bi Asih. Mata yang tengah sibuk melihat majalah berisi alat-alat makeup dan baju.


Selembar demi selembar ku lihat, tak lama setelah itu ponsel berbunyi.


"Dertttzzz dertttzzz ...." (nomor yang tidak di kenal)


Melirik ke arah ponsel dan terlihat nomor yang tidak di kenal menghubungi ku


"Siapa ya?" tanyaku dalam hati

__ADS_1


Langsung ku angkat, dan tak ku sangka hari itu sedang hoki.


"Selamat siang, Apakah benar ini dengan Devia AZZURAA Khumairaa" suara wanita terdengar dari dalam layar ponsel


"Yaa..saya sendiri" jawabku


"Baiklah, Kami dari PT. HPAI Group sudah menerima Lamaran yang anda kirimkan melalui email perusaan kami. Dan PT. HPAI Group mengundang anda wawancara besok tepat pukul 09.00 pagi. Kami harap Anda bisa datang tepat waktu."


Ya tuhannn benarkah ini? aku di undang untuk interview besok pagi. Saat nya kehidupan ku di mulai. semoga saja aku bisa lulus interview di perusahaan ini.


"Hallo..apakah anda masih mendengar suara saya?"


"Oh i---ya iya Bu, baik. Besok saya akan hadir. Terimakasih"


Akhirnya sekarang aku mempunyai kesibukan lain, bisa merasakan seperti orang-orang normal lainnya.


Tiba-tiba perasaan ini seketika berubah, aku tidak tahu harus bahagia ataupun sedih.


Disisi lain aku kegirangan atas panggilan interview itu, dan di sisi lain aku takut Ramlan marah kepadaku.


Tapi saat itu juga aku memberanikan diri untuk memberitahu nya, urusan di perbolehkan atau tidaknya itu urusan nanti. Yang jelas aku tak ingin berbohong soal ini.


"Calling....." segera ku angkat benda pipih itu untuk menghubungi Ramlan yang sedang ada bisnis baru di Surabaya


"Iya sayang"


" Yaa seperti inilah, aku ingin segera selesai. aku sudah ingin pulang tak sabar bertemu dengan calon istriku" rayu nya


"emm..." (saat itu aku mengatur nafasku, memberanikan diri untuk bicara. aku tahu Ramlan pasti akan memarahiku, tapi aku harap Ramlan paham dengan keputusanku)


"Ada apa, katakan saja"


"Kau harus berjanji, tidak akan marah kepadaku" Ancamku


"tergantung"


"Ahhhh berjanji dulu, jika iya aku akan ceritakan kepadamu"


"yasudah , aku janji"


"maaf aku memasuki lamaran pekerjaan tanpa memberitahu mu, dan besok aku terpanggil untuk test wawancara di perusahaan PT. HPAI GROUP"


"Astagaaaa...."


"kau sudah berjanji tidak akan memarahiku bukan? , aku malakukan ini karena aku bosan di rumah terus. apalagi semenjak kepergian Dewi ke Jepang aku merasa tidak punya siapa-siapa lagi. Di tambah kamu yang harus pergi bulak-balik ke luar kota. Waktu bersamaku hanya sehari atau 2 hari saja, bahkan 1 bulan kamu bisa tak pulang"


"apa yang di bilang Raraa ada benarnya, tak bisa aku terus menerus mengurung nya di rumah. apalagi Dewi sahabatnya sudah pergi ke Jepang tak ada lagi yang bisa menemaninya main keluar" (batinnya)

__ADS_1


"Ramm..kau dengar aku tidak? apakah kau marah?" ucapku ketus


"Tapi bagaimana dengan kesehatan mu, kau masih berobat jalan sayang"


"Aku berjanji akan selalu menjaga kesehatanku, rutin kontrol, dan tidak akan telat untuk meminum obat tepat waktu"


"Yasudah lah jika itu mau mu, tapi ingat jaga kesehatanmu. aku tidak mau terjadi apa-apa dengan mu. kau mengerti sayang" ancam nya


"Terimakasih telah membuatku bahagia, i love you"


"yaaa i love you too sayang"


tuttt...tutt... segera ku mematikan telponku.


Semua berjalan lancar, Aku langsung meranjak pergi meninggalkan secangkir teh yang setengah nya sudah ku minum dan kepingan kue di meja itu.


*Di Kantor PT HPAI GROUP*


test wawancara selesai. Aku yang langsung di terima kerja. dan sudah bisa memulai besok


"Terimaksih atas waktu nya Bu Devia, besok jangan lupa untuk masuk kerja tepat pukul 08.00 kurang 10 menit sudah ada disini" dengan berjabatan tangan


"Terimakasih banyak Bu, semoga bisa bekerja sama dengan baik. Kalau begitu saya permisi"


Segera aku keluar dari ruangan itu, menuju pintu lift untuk keluar dan segera bergegas pergi untuk pulang.


Rasanya bahagia sekali, aku bisa bekerja seperti orang-orang. Mungkin lebih menyibukkan diri sendiri aku tidak akan merasa kesepian.


Taxi online yang sudah ku pesan, sudah datang tepat di depan halaman kantor.


aku langsung masuk dan segera pergi meninggalkan gedung tinggi itu.


Saat tengah perjalan, sengaja aku meminta untuk melewati jalan menuju arah rumahku.


Aku hanya ingin melihat bagaimana keadaan orangtua ku tanpa harus menemui nya.


tak lama saat itu, aku melihat Ibu yang sedang merapihkan rumput tepat di depan halaman nya, tak terlihat bapak ada disana. Mungkin bapak sedang di bengkel milik nya waktu itu.


Tak terasa bulir-bulir air mata terjatuh di pelipis kedua pipiku.


"Buuu, Raraa rindu....andai waktu itu ibu dan bapak tidak menjodohkan Raraa dengan pria yang sama sekali Rara tidak inginkan, mungkin kita masih bersama. Meskipun harus mendengarkan keributan antara bapak dan ibu setiap Raraa pulang ke rumah. Bu..apakah ibu dan bapak tahu, Raraa sudah lulus dan mulai besok Raraa sudah bekerja Bu..jika rasa kecewa ini sudah perlahan hilang, Raraa pasti menemui ini Ibu dan bapak"


(batinku)


Aku sudah berjanji kepada diriku sendiri, jika suatu saat nanti aku sukses. aku akan menemui ibu dan bapak.


membangunkan bengkel besar untuk bapak, karena itu adalah harapan bapak, sejak dulu.

__ADS_1


__ADS_2