
Tak lama dari itu, aku yang sudah membersihkan badan memakai piyama setelan berbulu, langsung duduk di ruangan nonton tv.
Terlihat Ramlan belum menghampiri keluar dari kamar nya.
Segera ku buatkan 2 gelas air teh manis hangat dengan beberapa cemilan yang sempat tadi ku beli supermarket bersama nya.
Saat Aku melangkah mengarah ke ruangan nonton tv, dan sembari membawa baki berisi cemilan dan teh yang ku buat, terlihat Ramlan sudah duduk di bawah sofa dengan memakai celana trening abu-abu, dan berkaos putih tips yang tengah asyik menikmati drama series yang aku putarkan tadi.
Lampu sengaja di matikan, agar suasana seperti menonton bioskop. Hujan masih terdengar samar-samar di luar.
ku lihat sekeliling ruangan, Bi Isah sepertinya sudah terlelap tidur.
"Haiii sayang duduklah" perintah nya
"ini ku buatkan teh manis hangat untuk mu sayang" segera ku letakkan baki yang berisian 2 gelas teh dan beberapa cemilan ke meja yang ada di hadapannya.
Ramlan segera mengambil menyentuh gelas yang berisi teh itu, dia menyeruputi seolah menikmati nya.
Aku duduk di samping nya lalu menyender ke belakang ke belakang sofa dan menempelkan kepalaku ke arah dada bindai nya.
"Sudah lama kita tidak seperti ini, terkahir kau menemaniku saat masih duduk di kursi roda" ucapku dengan mata yang tengah fokus ke arah televisi
"maafkan aku sayang, dengan kesibukanku kau harus merasakan kesepian waktu itu" balas nya dengan bibir yang mencium ke arah puncak kepalaku
"Tidak masalah sayang, kau bekerja demi masa depanmu bukan? untuk apa aku marah"
"Bukan untuk ku, tapi untuk mu juga"
"Maksud mu?" aku langsung bangun dari dekapan nya itu, menatap langsung ke arah nya
__ADS_1
"Aku berencana dalam jangka waktu dekat ini akan menikahi mu, apa kau siap?" tanya nya dengan menghadapkan wajah nya ke wajahku
"Kapan? kau saja selalu sibuk dengan urusanmu"
"Sebentar lagi, ku mohon kau bersabar terlebih dahulu. Akan segera cepat ku selesaikan pekerjaanku" dengan menggenggam kedua tanganku seolah meyakinkan bahwa dia serius mengatakan hal itu. Aku hanya mengangguk dan balas senyum tipis.
Saat itu tiba-tiba tubuh Ramlan mendekap ke arahku, tangan nya yang mulai mendorong kan ku tepak ke arah nya, aku hanya bisa pasrah mengikuti gerak gerik tingkah nya.
CUP.....
suara kecupan bibir jelas sekali terdengar.
"sayang aku merindukanmu" berbisik di samping telingaku tak sadarkan diri aku langsung hilang kendali.
Malam itu di temani suara hujan, dan film drama Korea yang masih menyala tanpa bersuara di luar kendali kita melakukan first Kiss , semakin lama semakin aku terbuai dengan nafsu yang saat itu kita lakukan. Tangan Ramlan yang meraba kesana kemari, membuat hasratku semakin tidak karuan.
Jam menunjukkan pukul 06.00 pagi, Aku dan Ramlan semalam ketiduran di ruang nonton tv. Setelah semalam melakukan hal yang membuat orang dewasa lupa dengan segalanya.
Aku terbangun , terlihat Bi Isah tidak ada di sela-sela ruangan. Mungkin masih belum pulang dari pasar.
Sengaja aku bangun dan membuka tirai jendela sehingga cahaya matahari masuk ke sela-sela ruangan, dan memancarkan langsung ke wajah Ramlan yang masih tertidur.
"Selamat pagi sayang" Ramlan yang tengah bangun karena kesilauan cahaya matahari
"Selamat pagi juga sayang, maaf aku membangunkan mu dengan membukakan gorden jendela" Aku yang masih berdiri sambil mengikat kain jendela itu.
"apa kau masih mengantuk karena perlakuan mu semalam sayang? ejekku sambil kedua tangan mendekap ke arah pipi nya
"Seperti nya aku ingin lagi" jawabnya dengan tersenyum tubuh yang sudah duduk terbangun tetapi mata masih rapat untuk di buka
__ADS_1
"Ihhh kau ini, sudah aku pergi dulu untuk mandi" timpalku dengan wajah yang sedikit memerah di pipiku.
Hari ini adalah hari weekend, aku akan menghabiskan waktu seharian dengan Ramlan.
Mulai dari jalan-jalan, berbelanja, ataupun sekedar nongkrong minum kopi
Tepat pukul 08.00 pagi, aku keluar dari kamarku dengan handuk kecil yang masih menempel menyelimuti rambut basahku
"Sayangg... apa kau sedang mandi?" teriakku melangkah membuka pintu kamar Ramlan.
terlihat Ramlan tidak ada di dalam kamar tersebut. Segera ku mencari di ruangan-ruangan lain, masih saja tidak ada.
"Kemana pergi nya dia ya?"
Akan tetapi ponsel nya masih ada terletak di meja ruangan semalam.
terdengar suara debusan air yang keluar dari sebuah selang. segera aku menghampiri melihat ke halaman belakang.
"Sayang ternyata kau disini" aku melangkahkan kaki selangkah demi selangkah melewati jalan yang di penuhi oleh batu kerikil.
"Hei sayang, lihat tanamanku tumbuh dengan cantik" ujar nya sambil menyemprotkan selang air ke arah tananam buka matahari nya.
"Kau tak perlu khawatir sayang, aku selalu merawat nya sesuai perintahku waktu itu" jawabku dengan memeluk mendekap dari belakang dengan kedua tangan melingkari tubuh nya itu.
"Hari kita akan kemana sayang??" tanya nya padaku sambil mengelus-ngelus pipiku dengan tangan kirinya
"Terserah kau saja, yang jelas aku ingin menikmati masa-masa libur ku bersama mu. Aku sangat merindukan nya sayang"
"Baiklah kalau begitu, aku segera merapihkan diri terlebih dahulu. untuk itu kau juga siap-siap ya" dengan tangan mematikan selang air.
__ADS_1