My Hot Teacher

My Hot Teacher
Di Percepat


__ADS_3

Elena tiba di rumah, dia heran melihat banyak nya mobil terparkir di depan rumah.


"Ada apa ini? mengapa banyak mobil di luar?"


Elena bergegas masuk ke dalam, jantung nya berdetak kencang memikirkan entah apa yang telah terjadi di rumah nya.


Leo yang mengikuti Elena dari belakang, juga terheran melihat banyak nya mobil terparkir di depan rumah calon mertuanya.


Ketika masuk ke dalam rumah, Elena di kejutkan oleh keluarga besarnya telah berkumpul di ruang tengah.


"Kak Elena, selamat yah!"


"Kak. Selamat "


Elena heran, mengapa semua orang memberi selama dan memeluknya. Apa yang telah terjadi di rumah ini?.


Elena mencari Papi nya, dia harus menanyakan hal ini.


Di ruang keluarga, Romi terlihat sedang bercengkrama dengan sesepuh.


Elena mendekati nenek dan juga kakeknya. Memeluk mereka dengan sangat berat.


"Hai Grandma, i Miss you" ucap Elena senang, dia memeluk erat nenek nya yang sudah lama tidak bertemu.


"Hai my sweety, i miss you too" balas nenek nya.


Elena senang, melihat keluarga yang jarang bertemu, kini malah berkumpul di rumahnya.


"Oh iya, Ada acara apa Pi. Mengapa semua orang berkumpul?" tanya Elena polos.


Kakek Elena terkejut, dia menarik cucuknya masuk ke dalam pelukan nya.


"Mengapa kamu bertanya sweetie. Bukan kah ini acara pernikahan mu. Tentu kami akan hadir di sini!"


"Apa?"


Elena melepas pelukan kakeknya, dia menatap Papi nya yang kini duduk bersama Leo yang entah sejak kapan ada di sana.


"Pa, Ma. Ini calon nya. Dia seorang pengusaha muda sukses. Dia juga seorang guru di sekolah Elena" ucap Romi memperkenalkan Leo pada kedua orang tuanya.


Leo menunduk, memberi hormat kepada sesepuh.


"Saya Leo, putra dari Yoga dan Eva" ucap Leo sopan.


Kakek dan Nenek Elena tersenyum senang. Mereka terlihat suka dengan sikap santun Leo.

__ADS_1


"Pilihan kamu memang sangat bagus nak. Wajar kamu meminta menikah lebih cepat" ujar nenek sembari tertawa pelan.


"Ya. Itu benar. Pria seperti ini sangat sedikit. Jadi, harus gerak cepat" sahut kakek, mengundang tawa dari mereka semua.


"Sedikit apa nya, banyak kali yang modelan seperti ini di luar sana" balas Elena di dalam hati.


Ingin rasanya dia membanting Leo keluar dari ruangan ini. Bahkan Elena juga ingin berteriak pada semua orang. Bahwa dia tidak mau menikah. Ini bukan pilihannya. Tapi, pilihan dan paksaan Papi nya.


Elena tidak berontak, bukan berarti dia menerima. Tapi, karena dia tidak mau membuat keributan. Dia tahu kakek dan nene nya ini lemah jantung. Jika ada perdebatan di depan mereka, Elena takut akan mengakibatkan turunnya kesehatan keduanya.


Elena menoleh, saat merasakan genggaman erat dari tangan yang sudah keriput seperti tangan nenek nya ini.


"Nak. Jika menurut mu ini terbaik. Lakukan. Jika tidak, maka hentikan. Nenek dan kakek tahu apa masalah di sini. Tapi, nenek minta kamu harus tanya hati kamu dan pikirkan semuanya secara matang" ucap nenek.


"Benar nak, kami tidak akan memaksa mu jika kamu menolak" sambung kakek.


Leo tertegun, dia harap harap cemas. Bagaimana mungkin para tetua itu memberikan kesempatan bagi Elena untuk menolaknya.


Elena terdiam, dia menunduk untuk menetralkan kegelisahan dan emosi.


"Nak, kamu harus pikirkan. Selama ini, kami tidak pernah meminta atau pun memberikan sesuatu yang buruk kepada mu." Ucap Bianca. Dia melirik Leo.


"Di suami yang cocok untuk kamu nak. Mami sama Papi tidak akan memaksa kamu lagi, jika kamu memang mau menolak nya"


Elena semakin terdiam, dia menatap satu persatu wajah keluarga yang sangat dia sayang.


Bagaimana ini, mengapa dia harus di hadapkan dengan pilihan ini??.


"Grandma, apa menurut Grandma ini yang terbaik untu Elen?"


Nenek Elena tersenyum, dia mengelus punggung tangan Elena.


"Tentu sayang. Kami tidak akan memilihkan sesuatu yang buruk untuk cucuk kami" jawab Nenek.


"Nak, kita sudah mengenal Leo bukan? kamu ingat dengan kakak yang selalu kamu rindukan? dialah orang nya" ujar Romi.


Leo tersenyum hangat, dia tidak menyangka keluarga ini masih sehangat dulu.


Grandma yang pengertian, kedua orang tua yang baik hati.


Leo merasa keluarga mereka akan sangat cocok.


"Jika menurut kalian ini yang terbaik. Baiklah, aku akan mencoba nya" jawab Elena. Membuat semua keluarga nya tersenyum bahagia.


Leo juga merasa senang, dia baru bisa bernafas lega. Akhirnya Elena menerima perjodohan ini.

__ADS_1


"Terimakasih God" batin Leo bersyukur.


"Terimakasih nak, Mami sangat sayang kepada mu"


Bianca mendekati putrinya, memeluknya erat. Dia akhirnya bisa tenang ketika ikut dengan suaminya melakukan perjalanan bisnis.


"Baiklah, karena sudah setuju. Besok acara pernikahan akan di langsungkan" ucap Romi.


"Secepat itu? bukan kah banyak proses yang harus di lakukan?"


"Tidak nak, kamu hanya perlu melakukan fitting gaun pernikahan. Selebihnya tidak ada lagi, kami sudah mengurusnya!"


Itu suara bibi keduanya, istri dari adik Papinya Elena.


"Acara mu akan sangat meriah sayang" tambah nya.


"Tapi, Aku tidak mau acara yang besar" balas Elena lirih, dia menunduk sedih.


"Loh kenapa? bukankah semua orang menginginkan pernikahan yang mewah, kami akan membuat acara pernikahan mu sesuai dengan yang kamu impikan sayang" ucap Bibi lagi.


Elena menggeleng. " Maaf, tapi aku tidak mau semua orang tahu jika aku sudah menikah. Kalian tahu sendirikan, bagaimana kondisi ku saat ini. Apa yang akan mereka katakan, jika tahu aku menikah di saat aku masih duduk di bangku SMA? "


Elen menghadap kearah neneknya. "Grandma, aku tidak mau mereka berpikir jika aku menikah karena sesuatu. Apalagi dia adalah guru ku!" lirih Elena dengan nada memohon.


Leo ikut terdiam, dia mulai memikirkan apa yang Elena katakan ada benarnya juga


"Menurut ku apa yang Elena katakan benar." Ucap Leo.


"Maksud ku, kita bisa membuat acara setelah Elena lulus nanti" sambung Leo memperjelas maksudnya.


Elena menatap pria itu, tatapan nya memiliki arti yang beda.


"Benar, Elena akan lulus dalam waktu 6 bulan lagi. Itu tidak akan terasa lama." Sahut kakek.


Leo tersenyum, perkataan nya akhirnya di mengerti juga.


"Baiklah, kita akan melakukan resepsi nya setelah kelulusan Elena. Tapi, pernikahan nya akan di laksanakan besok pagi" ucap Bibi senang.


"Baiklah Elena. Ayo bersiaplah. Leo akan mengantar mu ke butik. Kalian harus segera fitting baju" ucap Bianca. Dia menuntun putrinya untuk pergi ke kamar nya.


"Ayo nak."


Elena tidak bisa menolak, dia hanya bisa menuruti apa yang Mami nya perintahkan.


Mungkin, apa yang Rose usulkan tadi benar. Elena berpikir akan mencoba pernikahan dengan Leo.

__ADS_1


Hidup bersama Leo di saat kedua orang tuanya pergi ke luar negeri.


__ADS_2