
Elena berdiri di depan Leo, menatap pria itu dengan tatapan sinis.
"Ada apa pak, mengapa saya di panggil ke depan?" tanya Elena nyolot.
Para siswa siswi di belakang sudah berdebar menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya pada Elena.
Mereka yakin seratus persen, Elena akan di hukum oleh Leo. Guru killer yang selalu mencari cari kesalahan Elena.
Mereka berpikir Leo menaruh hati pada Elena, mereka hanya tidak tahu jika mereka sudah menikah.
"Kamu masih bertanya apa kesalahan kamu?"
"Tentu saja!" balas Elena.
"Cih. Mana tugas mu?" tanya Leo santai.
Pria itu bangkit dari kursinya, berdiri di hadapan Elena.
Senyum menyeringai di bibir Leo, membuat hati Elena semakin gondok.
"Aku memang tidak membuatnya!"
"Lalu, mengapa ada pertanyaan seperti.... Ah aku malas mengulangnya!" dengus Leo dengan dengan eskpresi mengejek.
"Aku beneran tidak tahu, bagaimana-"
"Tidak tahu, tapi kamu sendiri yang share ke teman teman mu kan!"
Leo menegakkan tubuhnya, menoleh pada ketua kelas.
"Siapa yang menyebar tugas?" tanya Leo.
"Elena pak" jawab ketua kelas jujur.
Elena melebarkan matanya, dia juga bisa melihat isi percakapan di grup itu. Di sana juga terlihat jelas tugas di kirim menggunakan akun wa nya.
Oh astaga, Elena menggigit bibir bawahnya. Menahan amarah yang tak terbendung lagi. Ingin rasanya dia mengamuk, berteriak di hadapan Leo mengatakan bahwa Pria itu yang menjebaknya.
"Gue tahu, Lo jebak gue kan..." geram Elena pelan.
"Begitukah?" balas Leo menirukan suara Elena.
Leo mendekatkan wajah nya ke telinga Elena, membisikkan sesuatu yang membuat Elena mengepalkan kedua tangannya.
"Katakan saja pada semua orang, bahwa aku yang memakai ponsel mu untuk mengirim tugas ke teman teman mu" bisik Leo.
Elena tentu tidak akan melakukan hal itu. Dia masih waras dan tidak akan mau menjerumuskan dirinya sendiri.
Teman temannya pasti berpikir yang bukan bukan jika dirinya mengatakan hal itu.
Rose dan Lisa pasti percaya, karena mereka mengetahui segalanya. Lalu, bagaimana dengan teman sekelasnya yang lain?
"Huh!"
__ADS_1
Elena mendengus kesal, lalu pergi keluar dari kelas.
"Bolos lagi" decak Leo menggeleng pelan.
"Yahh.... Elena keluar lagi" lenguh yang lain.
Mereka sangat tidak suka apabila elena keluar dari dalam kelas. Leo selalu mempersulit mereka jika Elena tidak ada di dalam kelas.
"Baiklah anak anak, kita akan membahas satu persatu tugas kalian ini. Bagian yang mendapat nilai sempurna, maka akan mendapatkan hak istimewa. Yaitu, nilai 8 di lapor."
"Huh?"
Semua siswa harap harap cemas dan merasa ini adalah kesempatan bagus. Nilai 8 adalah nilai yang sangat sulit untuk di dapatkan.
"Mulai hari ini, saya akan membuat peraturan yang bagus dan akan menambah semangat kalian untuk belajar"
"Apa pak?" tanya Lisa penasaran.
"Seperti yang baru saja saya jelaskan. Bagi kalian yang ingin mendapatkan nilai bagus, maka dari sekarang, mulailah untuk mempelajari materi dengan baik. Ada masanya saya memberikan latihan dadakan"
Huff..
Semua murid menahan nafas, awalnya mereka merasa senang dengan nilai yang di tawarkan.
Namun, setelah di pahami baik baik. Kebijakan baru ini malah membuat mereka semakin terasa mencekam.
"Sama aja boong, kita mesti belajar dengan baik dan serius" dengus Rose.
"Itu tujuan utamanya." sambung Leo.
Sedangkan di luar kelas, Elena berdiri dengan satu kaki dan kedua tangan menyilang memegangi telinga.
"Huh, awas saja nanti. Akan gue pastikan Lo malu!" gumam Elena mendendam.
Setelah kejadian itu, keseharian Elena menjadi tidak mood. Dia bahkan tidak makan di kantin dan tidak makan di rumah.
Pulang juga bareng Rose dan Lisa. Elena sengaja menghindari Leo, dia masih marah dan tidak mau melihat pria itu.
Sepulang sekolah itu, Elena tidak langsung pulang. Dia pergi bersama Lisa dan Rose ke kafe dulu.
"Gak apa apa ni, Lo pulang lama. Entar pak Leo marah" seru Lisa tidak enak hati.
"Bener tu, gue takut tahu kalau dia marah" sahut Rose.
"Udah lah, gak usah di pikirin. Gue sama dia itu cuma sebatas pernikahan, bukan karena percintaan tapi perjodohan!" ujar Elena.
"Tapi El, pak Leo tetap suami Lo. Harusnya-"
"Husst... Hust.. Gak usah bahas dia. Gue lagi pengen tenang. Tanpa harus membicarakan nama pria bego itu" potong Elena.
Rose terdiam, mereka menghela nafas dalam, mereka tidak bisa berbuat apa apa. Urusan Elena dan Leo adalah urusan mereka.
"Yasudah, ayo antar gue pulang Udah jam 7 malam" ajak Elena.
__ADS_1
Lisa dan Rose pun segera beranjak, mereka semua keluar dari cafe dalam keadaan sedikit tegang.
Semenjak pembicaraan terakhir kali, membuat Elena mendadak diam.
"Makasih yah, besok jangan lupa jemput gue"
"Ok siap" balas Lisa
Elena tersenyum simpul, kemudian keluar dari mobil Lisa dan langsung masuk ke dalam rumah setelah mobil Lisa melaju pergi.
Ceklek.
Elena masuk ke dalam rumahnya, Leo pun langsung menyambut Elena dengan sebuah pertanyaan.
"Dari mana saja kamu?"
Elena tidak menggubris Leo. Dia berjalan lurus menuju ke kamarnya.
"Elana! Jawab aku!"
"Elena!"
Leo menyusul sang istri, dia benar benar khawatir tadi. Beruntung Rose memberinya kabar soal Elena sedang bersama mereka.
Blam!
Pintu kamar tertutup rapat tepat di depan wajah Leo. Hempasan angin kencang terasa menepis kulit wajah Leo.
"Huh... Sabar Leo, istri mu terlalu muda"
Leo berusaha keras mengendalikan emosi nya agar tetap sabar menghadapi istri labil nya.
Ceklek.
Leo masuk ke dalam kamar, mendapati kamar kosong.
"Kemana Dia?"
Byurrrr....
Leo menghela nafas gusar, istri nya ternyata sedang mandi.
Leo melepas sendalnya, dia memilih untuk tidur lebih dulu. Berbicara dengan Elena sekarang, hanya membuat emosinya memuncak dan akan menimbulkan masalah baru.
Setelah selesai mandi, Elena pun keluar menggunakan handuk dari kamar mandi.
Matanya menangkap sosok Leo berbaring di atas ranjang.
Mendengar dengkuran halus dari Leo, membuat Elena tahu bahwa pria itu sedang tertidur lelap.
Elena dengan leluasa bergerak di kamarnya, memakai pakaian nya tanpa harus khawatir Leo mengintip. Apalagi saat ini pria itu tengah membelakangi nya.
Setelah mengenakan pakaian tidur, Elena naik ke atas tempat tidur. Melirik Leo dengan tatapan sulit di artikan.
__ADS_1
"Situasi ini sangat sulit, jangan salahkan aku jika situasi ini akan semakin sulit!" gumam Elena, setelah itu dia berbaring dan membelakangi Leo
...----------------...