My Hot Teacher

My Hot Teacher
Hari H


__ADS_3

Pukul 5 subuh Elena sudah di bangunkan oleh Mami nya. Dia harus segera bersiap karena ijab kabul akan di lakukan pukul 9 pagi.


Tempat ijab kabul adalah di ruangan tengah rumah mereka. Kini ruangan itu sudah di dekor sedemikian rupa. Sehingga terlihat indah dan elegan.


Entah sejak kapan merek mendekornya, Elena tidak tahu. Sejak semalam di tidur hingga terbangun ketika Mami nya membangunkan saja. Bahkan saat ini Elena tidak tahu bagaimana dekor nya.


"Nak, apa kamu sudah siap?" tanya Bianca.


Wanita cantik itu masuk untuk memeriksa putrinya.


Bianca tersenyum, dia takjub melihat penampilan cantik putrinya dengan balutan gaun putih dengan juntaian indah membuat Elena terlihat seperti putri kerajaan yang sangat cantik.


Riasan wajah Elena juga tidak tebal. Terlihat natural namun cantik.


"Putri Mami memang sangat cantik" puji Bianca.


Elena tersipu malu, dia hanya menunduk di depan Mami nya.


Ceklek.


Elena dan Bianca menoleh, melihat siapa yang membuka pintu.


"Elena..." Panggil Rose dan Lisa berjalan cepat memasuki kamar nya.


"Kalian datang?" seru Elena terkejut. Dia berpikir kedua sahabatnya tidak akan datang.


"Tentu saja mereka datang, Leo meminta mereka untuk datang ke sini. Bahkan Leo yang memintai ijin. untuk kalian bertiga pada kepala sekolah" terang Bianca bangga.


Elena terkejut, jika Leo yang meminta ijin kepada kepala sekolah. Itu artinya, semua orang mengetahui tentang pernikahan ini?.


Namun, itu hanya ketakutan pemikiran Elena saja. Dia bisa bernafas lega setelah Maminya kembali berbicara.


"Ijin nya bukan untuk menikah. Kamu tenang aja yah" ujar Bianca.


Fyu..


Elena bisa bernafas lega sekarang, dia tidak mau semua ini tahu jika dia menikah dengan Leo.


Tepat Pukul 9,Bianca meminta Rose dan Lisa mendampingi Elena menuju ke ruangan bawah.


Ijab kabul akan segera di mulai, dan Elena harus berada di samping suaminya.


Saat Elena keluar, semua orang tampak terkejut dan terpesona. Bahkan Leo yang tadinya duduk, kini berdiri menyambut kedatangan calon istri nya.


Tidak ada kata yang keluar, namun dari matanya yang berbinar sudah dapat di pastikan bahwa pria itu sangat terpesona.

__ADS_1


Lisa memberikan tangan Elena pada Leo, agar pria itu membantu calon istri duduk di atas panggung yang di desain indah sebagai latar tempat mereka melaksanakan ibadah ini.


Setelah semuanya siap, pak penghulu menatap kedua mempelai wani dan pria.


"Apa kedua mempelai wanita sudah siap menjadi seorang istri?" tanya pak penghulu pada Elena.


"Tidak, Aku tidak siap" jawab Elena di dalam khayalan nya. Dia sangat ingin menjawab dengan kata kata seperti itu.


Namun, dia tidak berdaya. Dia hanya bisa menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


Semua orang menjadi lega, mereka berpikir Elena akan menolak Leo dengan sangat lantang.


Penghulu beralih pada Leo, mengajukan pertanyaan yang sama.


"Bagaimana dengan mempelai laki-laki?"


"Saya siap pak!" jawab Leo cepat.


Semua orang tersenyum, Leo sangat bersemangat.


"Tentu saja Lo siap, bisa menikahi gadis muda seperti gue" dengus Elena di dalam hatinya.


Acara ijab kabul pun segera di lakukan. Tanpa ada kesalahan, Leo berhasil dalam satu kali pengucapan ijab kabul.


Kini mereka sudah sah menjadi suami istri. Elena tidak percaya,dia sudah menikah dengan pria ini.


Elena tergagap, dia yang masih menunduk tampak kaku. Dia masih syok, namun kenyataan harus menyadarkan dirinya.


"Dengan sedikit menggeser kan tubuhnya agar menghadap pada Leo. Elena mencium tangan Leo.


"Sekarang, silahkan mempelai pria mengecup kening istri anda" ucap Pak penghulu lagi.


Elena semakin terkejut, pria itu akan menyentuhnya?? Bagaimana ini, Elena tidak bisa menghindar. Dia masih menundukkan kepala. Hingga kedua telapak tangan Leo menyentuh pipi nya.


Mengangkat pelan wajah Elena agar dia bisa melihat dengan jelas wajah istri nya sebelum dia mengecup keningnya.


Dengan posisi seperti ini, Elena bisa melihat wajah Leo dengan sangat jelas. Sebelum nya dia tidak pernah melihat wajah pria ini sebegitu dekat dan detailnya.


Tampan.


Kata itu terlintas di benak nya. Elena tidak menyangka pria itu, ternyata setampan ini.


Cup.


Mata Elena kembali membulat besar. Bagaimana tidak, perintah pak penghulu, Leo harus mencium keningnya.

__ADS_1


Tapi,apa yang pria itu lakukan. Untuk kedua kali nya dia mencium bibir Elena.


"Sudah" seru Yoga mengingatkan putranya agar menahan diri.


Dengan tanpa tahu malu, Leo terpaksa melepaskan ciuman nya.


"Huh, mengganggu saja" dengus Leo dalam hati. Dia hampir lupa jika saat ini mereka tengah di perhatikan oleh orang banyak.


"Dasar tidak sabaran" dengus Yolanda terkekeh pelan.


"Sabar Tuan Leo. Jangan terburu buru" ujar pak penghulu bercanda.


Semua orang tertawa mendengarnya, sedangkan Elena, dia malah menunduk malu. Di dalam hatinya, dia mengutuk Leo tidak tahu malu.


Setelah acar ijab kabul selesai, seluruh keluarga dan kerabat dekat melakukan acara makan bersama. Baik dari pihak Elena maupun Leo.


Melihat semua keluarga berkumpul menjadi satu. Acara sederhana terlihat seperti sangat meriah. Tanpa tamu undangan pun mereka sudah terlihat sangat ramai.


Kini, Elen dan Leo duduk di pelaminan. Menerima ucapan selamat dari semua keluarga.


Cukup lama juga, hampir jam 2 siang acara baru selesai. Elena pergi ke kamarnya, untuk beristirahat.


Dia merasa punggung nya seperti mau patah. Duduk dan berdiri selama berjam jam.


"Huh, sangat melelahkan" dengusnya sambil membuka semua riasan di kepala dan berganti pakaian.


Elena tidak menyangka, menjadi pengantin itu tidak senyaman yang dia lihat ketika menghadiri acara pernikahan saudara atau anak anak teman Maminya.


Ceklek.


Leo masuk ke dalam kamar, Elena yang masih berada di depan kaca menatapnya sinis.


Dia berbalik dan menghampiri Leo. Dia ingin bertanya apa yang pria itu lakukan di kamarnya,namun cepat cepat Elena ingat bahwa pria itu sekarang adalah suaminya. Tentu saja pria itu akan berada di kamar yang sama dengan dirinya.


"Lo bisa beristirahat di sofa itu" Ketus Elena, lalu melenggang masuk ke dalam kamar mandi.


Blam.


Leo menggeleng melihat tingkah istrinya. Dia harus banyak bersabar menghadapi sifat Elena yang mungkin melebihi ekspektasi nya.


"Kamu istri ku, lihat saja bagaimana aku bisa mendidik kamu" gumam Leo menatap lama pintu kamar mandi.


Setelah itu, Leo pun mengambil kopernya. Berganti pakaian, dengan pakaian santai.


Hari ini adalah hari pernikahan mereka, Leo tidak akan membiarkan hari ini kacau.

__ADS_1


Pria itu tersenyum sendiri, betapa bodohnya dia ketika selesai ijab kabul tadi mencium lama istri nya di depan semua keluarga.


"Ah malu sekali" desah Leo mengusap wajah nya.


__ADS_2