My Hot Teacher

My Hot Teacher
Rencana kedua orang Tuanya.


__ADS_3

Leo turun ke bawah, menemui kedua orang tuanya. Rambut nya terlihat masih basa.


Dapat di cium oleh kedua orang tuanya, betapa wanginya putra mereka saat ini.


Eva sempat bergumam mengomentari putra nya yang masih lajang itu.


"Ada apa bunda dan ayah memanggil Leo?" tanya Leo setelah duduk pada sofa depan Bunda dan Ayah nya duduk.


"Begini nak, nanti jam 7 bunda dan ayah mau ke rumah teman lama ayah" jelas Yoga.


Leo malah mengerut, hubungan ayah nya pergi ke rumah teman nya apa dengan dirinya? jika mereka mau pergi, yah pergi saja. Kenapa harus mengatakan padanya?.


Leo mulai merasakan sesuatu yang tidak beres akan terjadi di dalam hidupnya.


"Ayah mau ajak kamu, kan kita sudah lama tidak bertemu dengan mereka"


"Iya nak, kamu ingat kan Elen kan? gadis kecil yang sering kamu gendong dulu? dia sekarang sudah dewasa dan sangat cantik" sambung bunda Eva


Tuh kan, Leo mulai mencium aroma aroma yang tidak mengenakan.


"Siapa tahu kamu kecantol sama dia. Bunda akan urus perjodohan kalian."


Nah kan, bener. Leo sudah menebak ini di akhir pembicaraan ini.


"Jadi, ceritanya Ayah sama bunda mau ajak Leo untuk di jodohkan?" tanya Leo to the poin, membuat Yoga jadi salah tingkah dengan menggaruk tengkuk nya.


Sepasang suami istri itu lupa, jika putra mereka sangat pintar. Dia dengan mudah bisa menebak apa yang mereka rencanakan.


"Nak, lihat dulu calon nya. Bunda yakin. Kamu pasti suka. Percaya deh sama bunda" bujuk bunda Eva.


"Gak Bun, Leo gak mau. Jodoh Leo akan Leo urus sendiri" tolak Leo.


Dia sudah memilih seseorang untuk menjadi calon istri nya. Jadi, dia tidak akan menerima perjodohan ini.


"Terus, mau sampai kapan kamu melajang huh? mau sampe beruban baru cai istri?


Meskipun kamu ada uang, tapi kamu sudah tua. Tidak akan ada yang mau sama kamu!"


"Kamu harus tetap mau. Sebelum nya ayah sudah memberi kamu kesempatan untuk mencari sendiri 2 tahun belakangan ini. Lihat hasilnya, kamu masih lajang sampai saat ini.


Tanpa ada bantahan, kamu harus menerima nya. Ini adalah keputusan akhir!" tegas Yoga mengakhiri percakapan mereka. Dia menarik tangan istri nya pergi dari sana.


Kini, tinggallah Leo sendiri yang duduk termenung memikirkan permintaan ayah dan bunda nya.


Seumur hidup, Leo belum pernah membantah kedua orang tua nya. Meskipun sering bercanda dan kadang itu sedikit kelewat batas. tapi, tetap saja Leo selalu menurut.

__ADS_1


Apakah kali ini dia harus menurut juga??


Tapi, Leo merasa dia bisa mencari jodoh nya sendiri. Tidak harus kedua orang tuanya ikut campur.


Cling~


Bundađź’“


Bersiaplah, sebentar lagi akan berangkat. Ingat, ini adalah keputusan final.


Leo menarik nafas dalam, lalu menghembuskan nya secara perlahan setelah membaca pesan singkat dari bunda Eva.


"Bagaimana ini, apa yang harus gue lakukan?"


Bluss..


Leo menghempaskan tubuhnya begitu saja di atas sofa. Otak nya benar benar buntu sekarang.


"Apa gue lihat saja dulu, siapa tahu suka. Yah, seperti nya bunda benar."


Leo pun akhirnya memutuskan untuk ikut bersama kedua orang tuanya pergi ke kediaman keluarga Dantar.


Seperti yang sudah di janjikan, tepat pukul 07.00 Wib.


Leo dan Kedua orang tuanya berangkat menuju ke rumah Romi Dantar dan Bianca Dantar.


Leo duduk di belakang, sedangkan bunda dan Ayah nya duduk di depan dengan ayah nya yang mengemudi.


Sepanjang perjalanan, bunda Eva terus mengoceh. Menceritakan soal Elen.


Leo kenal dengan gadis kecil yang bernama Elen. Tapi, dia tidak tahu bagaimana rupa gadis itu sekarang. Mengingat mereka sudah 14 tahun tidak bertemu.


Terkahir mereka bertemu ketika Elen ulang tahun ke 3 tahun. Bunda dan Ayah Leo memilih menginap di rumah keluarga Dantar karena terlalu larut untuk pulang.


Saat itulah Leo bermain dengan bocah umur 3 tahun.


Sekarang, dia akan di jodohkan dengan gadis itu?? oh God. Leo tidak bisa memikirkan hal ini menjadi nyata.


Dia akui, dulu gadis itu sangat manis dan lucu. Tapi, bagaimana sekarang? apa dia masih lucu atau malah lebih buruk dari itu.


"Ayo turun!"


Leo terkejut, mendengar perintah ayah nya menyuruh dirinya untuk turun. Apa mereka sudah sampai?


Ah ternyata benar mereka sudah sampai. Leo tidak sadar, karena dia sejak tadi sibuk dengan pikirannya sendiri.

__ADS_1


"Ayo nak, mereka pasti sudah menunggu kita" ujar Bunda Eva pada Leo yang berjalan di belakang mereka.


Leo hanya mengekori kedua orang tuanya, melihat lihat rumah yang sejak 14 tahun lalu tidak berubah. Masih terlihat sama dan hanya berubah sedikit lebih besar.


Seperti nya keluarga Dantar telah menambah bagian samping rumah nya. Kini menjadi ruangan keluarga di sana.


"Hallo Eva....Oh astaga kamu makin cantik aja"


"Oh makasih, kamu jauh lebih cantik" balas Eva memeluk Bianca.


Sedangkan Romi dan Yoga malah langsung pergi ke sofa. Mereka sibuk dengan urusan mereka berdua.


Sementara Leo, dia terlihat seperti kambing congek.


"Oh iya Bi, ini Leo. Putra tampan kami" Eva menarik lengan putranya agar lebih dekat dengan dirinya.


Leo tersenyum kikuk, membungkuk memberikan hormat pada Bianca.


"Yah ampun, Leo. Kamu semakin tampan yah. Pasti kamu dapatkan gen bunda kamu"


"Ah Tante bisa aja" sahut Leo malu.


Eva melirik ke belakang Bianca, mencari di mana putri nya.


Mengerti apa yang Eva cari, Bianca pun mengatakan pada mereka bahwa Elen sedang mandi di kamar.


"Ayo kita duduk Eva, yuk nak Leo" ajak Bianca menuntun mereka menuju ke ruangan keluarga. Di mana Romi dan Yoga sudah duduk santai di sana.


Kedua pria ini, jika sudah bertemu. Mereka pasti akan sibuk dengan dunia mereka sendiri.


"Iya, yuk mari" sahut Eva.


Di saat kedua orang tuanya sibuk dengan pembicaraan mereka masing masing. Leo sibuk memperhatikan setiap sudut rumah. Bahkan dia meneliti dinding yang terdapat beberapa foto terpanjang di sini.


Dia ingin melihat foto gadis itu, tapi pria itu tidak melihat satupun foto anak gadis di rumah nya.


"Kenapa tidak ada foto gadis muda?" gumam Leo heran.


"Sabar yah nak Leo, sebentar lagi Elen pasti keluar kok."


"Iya Tante, gak apa apa.. "Balas Leo sopan.


Inilah yang banyak orang suka pada pria ini. Dia memang kejam di sekolah, tapi dia tidak pernah kasar pada orang yang lebih tua darinya.


Ingin sekali, Leo menanyakan soal foto anak itu. Mengapa tidak ada foto yang terpajang.

__ADS_1


Setidaknya, Verrel bisa melihat bagaimana rupa gadis itu. Apa dia terlahir anggun atau bar bar.


__ADS_2