
Elena menghempaskan tubuh nya di atas ranjang begitu saja.
Dia tidak menyangka, kedua orang tuanya tega menjodohkan dirinya dengan guru jahat itu.
Tidak tahu mengapa mereka malah melakukan semua ini kepadanya.
"Kenapa Mami sama Papi tega sama gue sih, masa gue nikah sama cowo tua kaya gitu" gerutu Elena.
Ceklek.
Elena mendengar pintu kamar nya di buka, tapi dia tidak berniat untuk menoleh. Dia berpikir itu adalah Mami. Mami pasti akan membujuknya.
Namun, Elena salah. Orang yang masuk ke dalam kamar nya bukan Mami nya. Melainkan Leo.
"Sampai kapan kamu akan berbaring di situ?"
Deg.
Elena terkejut, dengan cepat dia berbalik dan menatap Leo marah.
"Lo ngapain ke sini?" hardik nya.
Elena turun dari ranjang, dia mendekati Leo dan menyeretnya keluar dari kamar nya.
"Keluar, gue gak akan mengijinkan Lo masuk ke dalam kamar gue!"
Seakan tidak bertenaga, Leo sama sekali tidak bergerak dari posisinya. Tenaga nya dalam mempertahankan posisi nya sangat kuat.
Elena merasa lelah, pria ini terlalu kuat darinya
"Mau Lo apa sih, keluar sekarang juga dari kamar gue!!!" teriak Elena lagi.
Leo tidak bergeming, dia malah mengalihkan pandangannya, melihat lihat isi kamar Elena.
"Bagus juga, aku pasti akan nyaman berada di kamar ini" gumam Leo membuat Elena membulatkan matanya.
"Lo gila?? gue gak akan membiarkan Lo masuk ke kamar gue. Keluar sekarang!!!"
Elena menarik tangan Leo yang baru saja duduk di tepi ranjang nya. Sekaan menikmati keempukan ranjang milik Elena.
"Ke-Lu-ar!!!!"
"Lo mungkin berkuasa di sekolah. Tapi tidak di rumah gue! ini kamar gue, dan gue yang berkuasa! gue yang menentukan siapa yang berhak masuk ke dalam kamar ini!"
Elena menatap Leo tajam, berkacak pinggang di hadapan pria itu.
Sementara Leo, dia hanya diam sambil membalas tatapan mata wanita yang akan menjadi istri nya.
Tadi ketika di rumah, Leo menolak mentah-mentah perjodohan ini.
Tapi, setelah melihat siapa calon nya. Dia langsung setuju. Rencananya menaklukkan Elena semakin di permudah oleh kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Mau bagaimana lagi sayang, aku sudah nyaman berada di sini. Jadi, aku akan memutuskan untuk berada di sini!"
"Tidak!" balas Elena marah.
"Jangan sekali sekali Lo berniat menerima perjodohan ini. Karena sampai kapan pun gue gak akan mau menikah sama Lo!!!"
Air muka Leo berubah, tadinya dia tersenyum manis. Kini malah berubah menjadi datar dengan tatapan dingin.
Leo berdiri dari duduknya, menarik tangan Elena agar mereka berdua semakin dekat.
"Apa yang lo-"
Kalimat Elena tidak terselesaikan, Leo mengunci mulut Elena dengan jari telunjuk nya. Membuat Elena terdiam dengan suara detak jantung menghiasi Indra pendengaran nya.
"Sssttt... jangan berbicara lagi sayang. Aku bisa melakukan apa saja pada mu!"
"Kau-"
Elena kembali ingin menyela, tapi sorot mata Leo membuatnya tidak berani melanjutkan kalimatnya.
"Kamu tahu sendiri kan, aku seperti apa. Di mana pun, aku adalah penguasa nya. Dirimu adalah milik ku. Kau tidak bisa menolak jika aku sudah setuju menikah dengan mu!"
Leo mengusap bibir Elena pelan, menggoda gadis itu dengan sentuhan hangat nya.
Sial nya, Elena malah terdiam dan terlena dengan perlakuan pria itu.
"Sadar elena, dia itu guru yang paling Lo benci!" Teriak Elena dalam hati. Berusaha menyadarkan dirinya dari tipuan sesaat ini.
Bug.
Leo berteriak keras, saat dia terlengkap. Elena malah mengambil kesempatan menendang adik kecilnya.
Seketika Leo membungkuk sambil memegangi adik kecil yang kini berdenyut.
"Rasain! Lo pikir gue takut sama ancaman Lo!!"
"Awas kau yah! akan aku pastikan kau bertekuk lutut di hadapan ku. Memohon minta di belai di bawah Kungkungan tangan ku!!!" erang Leo masih menahan sakit.
"Aiss...Awas saja kalau sampai adik kecil ku kenapa kenapa!" gumam Leo .
Melihat Leo sibuk dengan kesakitan nya, Elena menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri.
Dia keluar dari kamar, kemudian masuk ke dalam ruangan musik dan langsung mengunci pintu itu dari dalam.
Leo mengejar Elena, namun gadis itu lebih dulu masuk ke dalam sebuah ruangan.
Brak!!
Leo memukul keras pintu yang sudah terkunci dari dalam. Dia kesal karena Elena berhasil kabur darinya
"Aissshhh awas saja kau Elena!!!!" erang Leo kesal.
__ADS_1
Di ruangan keluarga, Eva dan Bianca membicarakan soal pernikahan kedua putra dan putri mereka.
Padahal Elena sudah menolak permintaan mereka. Tapi, mengapa mereka masih membahasnya?
Entah apa yang akan mereka lakukan jika Elena tetap tidak menolak perjodohan ini lagi.
Eva melihat putranya kembali, Leo duduk di samping bundanya.
"Bagaimana? apa kamu sudah berbicara dengan Elena?" tanya Eva penasaran.
"Sudah ma" jawab Leo lirih, wajah nya terlihat sangat kusut.
"Lalu apa yang Kalian bicarakan? Apa dia sudah mau menerima nya?"
Eva dan Bianca menatap penasaran pada Leo, menunggu jawaban dari Leo.
"Maaf Bun, Tan..." Leo menggeleng pelan.
Eva dan Bianca mendengus bersamaan. Leo gagal membujuk Elena. Itu artinya mereka harus turun tangan untuk memaksa Elena menikah dengan Leo.
"Jadi, kamu tidak berhasil meyakinkan Elena?"
Leo menggeleng, kali ini dia gagal. Tapi, hari berikutnya Verrel akan pastikan, Gadis itu tidak akan menolak nya.
"Maaf bunda, dia itu terlalu keras kepala. Tidak mudah menaklukkan dirinya" terang Leo.
Kedua orang tua nya, dan juga orang tua Elena hanya menghembuskan nafas gusar.
Mereka tahu, ini adalah keputusan mendadak. Bahkan tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada kedua anak mereka ini.
"Maaf Leo, ini terlalu mendadak!" ujar Yoga tidak enak hati.
Namun, Leo tidak mempermasalahkan nya. Dia tahu sikap Elena seperti apa.
Mengingat bagaimana hubungan mereka di sekolah. Tentu Elena tidak akan mau menikah dengan Leo.
Jika wanita lain akan berlomba lomba menjadi pendamping hidup Leo. Berbeda dengan Elena yang sangat menolak hal itu.
Di dalam ruangan musik, Elena menghubungi Lisa dan Rose dalam panggilan video.
Kedua gadis itu ternyata sudah berada di rumah masing-masing.
"Hallo Elena, tumben banget Lo melakukan videocall jam segini" sapa Rose sambil menguap dia mengantuk sekali.
"Benar. Momen ini patut di abadikan" ujar Lisa. Dia langsung screenshot layar ponsel nya. Lalu menjadikan hasil gambar menjadi status Instagram dan juga WhatsApp nya.
"Kalian tidak akan pernah menduga, bahwa sekarang ini gue dalam masa darurat!" ujar Elena.
"Darurat apa bege, kaya Lo di culik sama pangeran aja" celetuk Rose.
"Tahu ih, cerita dong" sahut Lisa
__ADS_1
Elena ingin menceritakan pada kedua sahabatnya. Tiba-tiba terdengar suara mami nya dari luar.
"Elena, ayo keluar. Papa mau bicara sama kamu!"