My Hot Teacher

My Hot Teacher
Aku Tidak Mau Menikah!


__ADS_3

Elena menutup panggilan video nya bersama kedua sahabatnya.


Lalu, gadis SMA itu perlahan keluar dari dalam ruangan musik. Menemui Mami nya yang masih berdiri di depan pintu.


"Ada apa Mi, kenapa panggil Elena?"


Bianca mencubit gemas pipi tembam putrinya. Sikap jutek seperti ini semakin membuatnya gemas pada Elena.


"Kamu ini yah, ada tamu di bawah. Tapi malah bersembunyi di dalam ruangan musik!" omel Bianca.


"Apaan sih Mami." Dengus Elena dengan ekspresi wajah di tekuk.


"Udah ah, gak usah merajuk. Ayo turun ke bawah. Papi mau bicara sama kamu"


"Bicarakan apa lagi Mami? Elena gak mau bahas apapun menyangkut perjodohan konyol itu!" ucap Elena malas.


Bianca terdiam, yang akan di bicarakan oleh suaminya adalah menyangkut perjodohan itu. Walau bagaimanapun Elena tidak bisa menolak nya. Ini sudah keputusan mutlak.


"Nak, kamu ini harus dengar perkataan orang tua. Apapun yang kamu rencanakan, semua nya demi kesejahteraan hidup kamu!",


"Jadi, dengarkan terlebih dulu sebelum kamu menolak nya!"


"Tapi Mi-"


"Udah deh, gak usah tapi tapian. Kita turun sekarang. Sekalian minta maaf sama Tante Eva dan om Romi" ajak Bianca. Dia menarik tangan putrinya, memaksa agar Elena mau ikut dengan nya.


Dengan terpaksa, Elena mengikuti Mami nya ke ruang tamu.


Elena melihat ke arah sofa, di mana Tante dan om Romi duduk.


Tapi, Di mana dia?


Leo tidak ada di sana, apa dia sudah pulang?. Elena merasa bisa menghirup udara segar sekarang. Seolah Leo adalah pencemaran udara yang mampu membuat nafas nya tersengal.

__ADS_1


"Elen, ayo duduk. Papi mau membicarakan sesuatu sama kamu!"


"Tidak mau, jika Papi hanya membahas soal perjodohan konyol itu. Sampai kapan pun, Elena tidak akan mau Pi. " Tolak Elena.


Eva tersenyum hangat, dia beranjak dari duduk nya. Mendekati Elena yang menatap berang pada wanita baru baya seperti Eva.


Dengan lembut, Eva menyentuh kedua sisi pundak Elena.


"Nak, jika kamu tidak mau menikah dengan Leo. Tidak masalah, tapi apa kamu tidak mau bersilahturahmi dengan kami? "


Elena mengangguk cepat, dia malah menjadi tidak enak dengan kedua sahabat papi dan mami nya ini.


"Maaf Tante om, Elena tidak bermaksud menyinggung hati kalian. Tapi, Leo benar benar membuat darah tinggi ku kambuh. Dia itu biang masalah dalam hidup ku. Bagaimana aku bisa menikah dengan nya?"


"Tidak apa apa nak, kamu tidak perlu memaksakan diri" ujar Eva lembut.


Bianca hendak memprotes ucapan Eva yang mengatakan tidak apa apa untuk menolak perjodohan ini. Padahal mereka tidak bisa membatalkan nya, Elena dan Leo harus menikah dalam waktu dekat.


"Tapi Tante, menikah dengan Leo bukan solusi yang tepat. Itu akan membuat aku seperti masuk ke dalam lubang buaya!" seru Elena.


"Lagi pula, Mami dan Papi tidak boleh meninggalkan aku sendiri di dunia ini. Mereka harus melihat aku menikah dulu!" sambung nya lagi.


Eva tersenyum hangat, mengusap lembut anak rambut yang menjuntai di pelipis Elena.


Yoga dan Romi tersenyum senang. Mereka yakin, Eva bisa mengatasi Elena yang sangat keras kepala itu.


Begitu juga dengan Bianca, dia merasa lega ketika melihat Eva mengeluarkan jurus nya.


"Nak, kamu menikah dengan seorang pria yang bahkan baru kamu kenal. Apa hidup mu akan terjamin? tapi dengan bersama Leo. Kamu bisa percaya dengan nya. Setidaknya percaya pada kami yang akan merasa mu seperti anak kamu sendiri " ucap Eva mulai dengan jurus terampuh nya.


"Maaf Tante, perkataan mu itu seakan mami dan Papi akan pergi untuk selamanya dari hidup ku. Aku tidak suka!"


Elena menjauhkan tangan Eva dari bahu nya. Dia cukup risih mendengar perkataan Eva barusan.

__ADS_1


Elena beralih pada papa nya, menatap dengan penuh wibawa.


"Pi, sampai kapan pun. Aku tidak akan mau menikah dengan Leo. Itu keputusan mutlak dari aku, dan tidak akan pernah berubah sampai kapan pun." Tegas Elena tidak terbantahkan.


Elena menatap Eva lagi, memeluk wanita yang sebaya dengan Mami nya.


"Maaf Tante, lain kali aku akan menyambut mu dengan sangat baik. Tapi hari ini, aku minta maaf!"


Elena mengurai pelukan nya, lalu menghampiri Romi.


"Om, maaf. Tapi Elena harus pergi sekarang! hati hati ketika pulang nanti" ujar Elena setelah Salim dengan Romi.


Setelah berpamitan seperti itu, Elena pun memutuskan untuk pergi dari sana. Dia tidak mau mendengar celotehan Papi nya yang terus memaksa nya untuk menerima perjodohan ini.


"Huh. Dasar keras kepala. Bagaimana dia bisa melakukan semua ini. Di saat semua wanita ingin menjadi istri Leo. Dia malah menolak nya" dengus Bianca menggerutu di dalam hati nya.


Sementara itu, di dalam mobil nya. Leo menatap jalanan yang macet dengan tatapan putus asa.


Dia tidak menyangka, jika gadis yang akan di jodohkan dengan nya adalah Elena. Murid cantik yang sudah lama menjadi incaran nya.


Sebuah fakta yang mengejutkan, Leo menjadi seorang guru tanpa sepengetahuan Ayah dan Bunda nya.


Dia menjadi guru hanya semata mata ingin bersama dengan Elena. Dia ingin dekat dengan gadis itu.


Beruntung yayasan itu membutuhkan investasi besar dari seseorang seperti Leo.


Jadi dia bisa sesuka hati untuk mendekati gadis yang kini telah menjadi calon istri nya.


Apapun yang akan terjadi, dia tidak akan membiarkan wanita itu kabur dari perjodohan ini.


Leo akan membuat Elena menerimanya. Apapun caranya akan dia lakukan.


"Aku Leo, tidak akan ada satu orang pun yang bisa menolak ku!" ujar Leo bangga.

__ADS_1


__ADS_2