My Hot Teacher

My Hot Teacher
Tugas??


__ADS_3

Pagi harinya, Elena sudah siap dengan seragam sekolahnya. Dia bersiap berangkat ke sekolah.


Sedangkan Leo, dia juga sudah rapih dengan stelan kerjanya.


Elena menuruni anak tangga, berjalan melewati Leo begitu saja.


"Kamu mau kemana?" tanya Leo heran, istri nya pergi begitu saja.


"Ke sekolah" jawab Elena acuh tanpa memperhatikan Leo.


"Ayo berangkat bareng!" seru Leo.


Namun, tidak di indahkan oleh Elena. Dia terus berjalan keluar rumah.


"Pak, mana kunci mobil ku" tanya Elena pada pak somat selaku supir pribadi Leo.


Pria baru baya itu tampak kebingungan. Nyonya mudanya meminta kunci, sedangkan tuan nya melarang untuk memberikan istrinya kunci.


"Maaf Nyonya, tuan bilang.."


"Saya tidak menanyakan tuan bapak, saya hanya meminta kuncinya!"


"Tapi tua-"


"Aku melarangnya untuk memberikan kamu akses kemudi. " sambung Leo dari pintu rumah. Kemudian melangkah menghampiri mereka.


Elena pun merasa kesal, baru beberapa hari menjadi suaminya. Pria ini sudah mulai semena mena kepadanya.


"Jika Lo gak ngasih gue akses, lalu gue ke sekolah naik apa?" tanya Elena nyolot.


Elena tidak bisa tahan lagi, sikap pria ini selalu saja menekannya. Memaksa dirinya untuk mengikuti keinginannya.


"Kamu berangkat ke sekolah bersama ku!" seru Leo acuh.


Cih.


Lihat kan, bagaimana Elena tidak akan kesal dan durhaka terhadap suaminya. Jika sikap suaminya seperti ini.


"Oh ayolah pak Leo yang terhormat. Gue gak mungkin berangkat bersama bapak. Gue gak mau jika anak anak lain berpikir yang bukan bukan tentang gue!" ujar Elena frustasi.


Dia menatap Leo yang berdiri di depan pintu mobil yang terbuka, menatap kearahnya.


"Itu urusan mu, jika kamu tidak mau berangkat bersama ku. Maka jalan kaki lah!" ujar Leo acuh.


Setelah mengatakan itu, Leo pun langsung masuk ke dalam mobil. Meninggalkan Elena yang menahan kekesalan di hatinya.


Bagaimana dia akan pergi ke sekolah? jam sudah hampir pukul 7. Rumahnya yang menjorok masuk ke dalam perumahan elit, membuat dirinya kesulitan mendapatkan angkutan umum.


Ingin menghubungi taxi, Elena tidak memiliki satupun nomor taxi langganan. Dia tidak terbiasa menaiki semua itu. Terkadang dia meminta Lisa dan Rose yang memesan taxi untuk nya.


"Oke Fine!"

__ADS_1


Elen masuk ke dalam mobil, duduk di samping Leo dengan wajah di tekuk.


"Puas Lo sekarang" dengus Elena menghempaskan punggung nya ke jok mobil.


Sedangkan Leo, dia malah mengulum senyum melirik istri mungilnya yang menggemaskan.


"Lihat saja, Aku akan membuat mu jatuh ke dalam pelukan ku!" Batin Leo.


30 menit, perjalanan yang mereka tempuh. Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Elena.


Saat akan memasuki gerbang sekolah, Elena tiba tiba berteriak mengejutkan Leo dan juga pak somat. Secara mendadak pak somat menghentikan mobilnya.


"Ada apa?" tanya Leo khawatir.


"Berhenti di sini, gue mau turun di sini"


"Kenapa?"


"Ya karena gue gak mau di lihat orang lain, kalau gue bareng Lo!" jawab Elena yang langsung keluar dari dalam mobil.


"Aiss.... Sial!" dengus Leo. Niatnya ingin memamerkan pada para siswa di sekolah Elena bahwa dirinya bersama dengan Elena, dan membuat mereka semua berhenti mengagumi istrinya. Jadi gagal total.


Elena berjalan santai menuju ke kelasnya. Dia menatap sinis pada Leo yang ternyata berdiri di depan lorong kelas.


"Huh menyebalkan!"


Dengan acuh, Elena mel ati Leo. Seolah dia tidak mengenal pria itu. Mengabaikan tatapan intimidasi dari Leo.


Elen tersenyum manis, menghampiri kedua sahabatnya yang dengan senang hati menyambut dirinya di depan kelas.


"hei El, Lo dari mana aja? kok 3 hari gak masuk?" tanya ketua kelas.


"Ada urusan mendadak" jawab Elena seadanya. Lalu, mereka bertiga pun duduk ke kursi masing-masing.


Elena sibuk mengeluarkan buku buku pelajaran nya yang akan di butuhkan di jam pertama.


"Gimana El? udah coblos belum?" tanya Lisa setengah berbisik.


"Maksud Lo apa?" tanya Elena tidak mengerti.


Rose berdecih kesal, berpikir Elena pura pura tidak mengerti saja.


"Lo berdua apaan sih. Gue gak ngerti apa yang sedang kalian bicarakan!" dengus Elena.


"Lo udah malam pertama belum? sama pak suami?"


bug..


Elen langsung menutup mulut Lisa. Melirik ke kanan dan kiri takut ada yang mendengar pembicaraan mereka.


"Lo apa apaan sih. Kalo yang lain dengar gimana?"

__ADS_1


"Gak akan ada yang dengar El" balas Lisa.


"Tapi beneran, Lo dan pak Leo belum melakukan apa apa?" tanya Lisa lagi.


Elena terdiam, apa yang harus dia lakukan dengan pria tua itu. Mereka hanya menikah tampa cinta, lalu apa yang akan mereka lakukan?.


"Oh astaga Elena, Lo wanita apaan sih. Kenapa Lo bisa membiarkan pria tampan seperti pak Leo begitu saja". erang Rose tidak habis pikir.


"Ada banyak orang yang menginginkan posisi Lo, tapi Lo? malah menyia nyiakan kesempatan!" sahut Lisa.


Elena menatap kedua sahabatnya, entah apa yang mereka bicarakan. Dia tetap terlihat santai.


"Ya sudah, kalian ambil saja pria tampan yang kalian sukai itu" jawab Elena acuh.


"Cih.. Andai saja dia di jodohkan sama gue, huuu gue gak akan biarkan siapapun melihat suami gue!!"


"Pak Leo datang!!!" Seru ketua kelas.


Semua siswa siswi di kelas itu pun langsung berhamburan ke kursi masing-masing. Termasuk Elena dan kedua sahabatnya. Pembicaraan mereka langsung terhenti.


Leo masuk ke dalam kelas 12 IPA. mata tajam nya melirik setiap murid yang duduk dengan rapih di kursi mereka masing-masing. Termasuk pada Elena.


Cukup lama pria itu menatap istrinya, kemudian berseru dengan lantang membuat gadis itu terkejut.


"Kumpulkan tugas sekarang juga!"


"Huh?"


Elena terkejut, dia tidak tahu soal tugas ini. Setahunya, tidak ada pemberitahuan tugas di pertemuan sebelumnya.


Elena menatap setiap teman sekelasnya, mereka bergerak menuju ke meja Leo. Membawa buku tugas mereka dengan penuh percaya diri.


"Eh, El, Lo gak ngerjain tugas?" tanya Lisa terkejut.


"Kalian bahkan tahu?" seru Elena dingin. Bisa bisanya Lisa dan Rose tidak memberitahunya.


"Hei El, bagaimana mungkin Lo gak ngerjain tugas. Sedangkan di grup, Lo yang memberitahu kita." sahut ketua kelas.


"Apa?"


Elena semakin di buat bingung. Dia merasa tidak pernah membagikan apapun pada teman teman nya. Bagaimana ini bisa terjadi?


Elena menatap Leo, pria itu juga tengah menatap kearahnya.


Melihat senyum miring dari pria itu, membuat Elena mengerti. Bahwa semua ini adalah perbuatan nya.


"Bagi yang tidak mengerjakan tugas. Silahkan maju!" titah Leo.


Mau tidak mau, Elena terpaksa maju ke depan. Menghadap pada guru yang merupakan suaminya sendiri.


"Bagaimana ini bisa terjadi?" gumam Lisa khawatir.

__ADS_1


"Bukankah ini Elena sendiri yang mengirimnya?" ujar Rose, memperlihatkan chat grup yang Elena kirimkan kemarin.


__ADS_2