
keesokan paginya Zhera sedang mandi, dia baru ingat bahwa dia tidak membawa baju ganti
" aduh Zhera Lo gimana sih, masa sampe lupa bawa baju ganti " zhera berucap sendiri
" aduh gimana dong gue keluarnya, masa pakai handuk doang "
padahal kemarin malam pakaian Zhera sangat se*y
" apa gue suruh minta ambilin pak Noval aja ya "
" tapi gimana dong dalemannya, masa minta suruh ambilin juga " Zhera frustrasi
cukup lama Zhera berdiam di kamar mandi
" gue keluar aja kali ya, siapa tau pak noval ngga ada di kamar " Zhera keluar kamar mandi dengan mengintip terlebih dahulu.
Zhera merasa lega saat Noval tidak ada di kamarnya.
Zhera pun langsung melangkah dengan cepat untuk mengambil pakainya
belum sempat Zhera mengambil pakaiannya, tiba tiba...
Ceklek!
pintu kamar terbuka.
ya itu adalah suaminya
Zhera menatap Noval dengan gugup,
sedangkan Noval menatap Zhera dengan tatapan yan tidak bisa di artikan.
Noval sudah menahan nafsunya kemarin malam, tapi pagi ini Zhera menyuguhkan Noval lagi yang membuat Noval tak bisa menahannya lagi.
Zhera yang memakai handuk hanya panjang Sepahanya, hingga terlihatlah kulit putih nan mulusnya.
Noval mulai mendekati Zhera
" saya lupa membawa baju ganti " ucap Zhera.
Zhera pun ingin melangkah pergi tapi tiba tiba tangan Noval memegangnya
" Zhera " panggil dengan suara berat, mata keduanya bertatapan. Noval langsung memeluk Zhera
kini Noval sudah mulai menciumi leher zhera, sambil memeluk pinggang zhera.
bau sabun yang wangi membuat ciumannya semakin agresif
" pak saya mau pakai baju " ucap Zhera yang tak dipedulikan oleh Noval yang sedang sibuk menciumi lehernya.
kini ciuman itu beralih ke dadanya
Zhera memegangi handuknya yang akan melorot..
Noval justru semakin memperdalam ciumannya..
tiba tiba Noval mendorong tubuh zhera Hinga Zhera jatuh terlentang di ranjang.
Noval langsung menindih tubuh zhera
bibir Noval langsung menyerang bibir Zhera dengan sangat rakus, Zhera ikut terbuai atas perlakuan suaminya.
bibir Noval beralih menciumi dada Zhera dengan sangat agresif.
Zhera menekan kepala Noval agar memperdalam ciumannya.
Zhera pun baru sadar bahwa ia harus berangkat kuliah
" pak saya mau uliah, nanti saya terlambat " Zhera mendorong tubuh Noval, tapi Noval sama sekali tak bergeming
" pak Noval " ucap Zhera. Noval pun langsung berhenti dari aksinya lalu beranjak duduk dan mengusap wajahnya dengan kasar
" ma'af " ucap Noval
zhera merapikan handuknya yang terangkat sedikit lalu berdiri dan beranjak untuk mengambil pakaian
* DI KAMPUS
*Zhera memakai baju bermotif koran
*Mirna memakai baju berwarna merah
*dan Chacha memakai kaos putih dan jaket Levis
" Zhe leher Lo kenapa?" tanya Mirna penasaran
__ADS_1
Zhera langsung menutupi bekas ciuman Noval dengan rambutnya
" ah bukan apa apa " jawab Zhera gugup
" tapi itu kok kayak bekas ciuman " Mirna tak percaya
" ha mana sih? sini gue liat " kini Chacha yang penasaran
" apa jangan jangan lo sama si Rivaldo " lanjut Chacha membulatkan matanya tak percaya
" eh ngga. ini cuma gigitan nyamuk " Zhera berusaha untuk tenang
" eh gue cabut dulu ya " pamit Zhera lalu pergi meninggalkan kedua sahabatnya yang masih penasaran
iya Karna Zhera ada janjian bertemu Rivaldo
" Mir Lo yakin kalau itu bekas ciuman? " tanya Chacha penasaran
" kayak bekas ciuman tapi gue ngga terlalu yakin sih, Karna agak ngga keliatan " jawab Mirna nampak sedang berfikir
" tapi mungkin aja benar kalau itu bekas gigitan nyamuk " lanjut Mirna Karna tak ingin berfikiran yang buruk tentang sahabatnya
" bener juga. Zhera tidak mungkin seperti itu " Chacha membenarkan
di tempat lain ....
" Zhera ada apa? " tanya Rivaldo tersenyum
" aku mau ngomong sesuatu sama kamu " ucap Zhera sudah mantap
" iya ada apa? " sahut Rivaldo
Zhera mengatur nafasnya semaksimal mungkin
" kita putus " ucap Zhera dengan yakin
" apa? salah aku apa Zhe? kalau aku salah aku minta maaf " Rivaldo berusaha menyentuh tangan zhera tapi di tepis
" maaf Val, aku yakin kamu pasti bisa menemukan orang yang jauh lebih baik dari pada aku " Zhera menatap Rivaldo
" aku sudah tidak nyaman denganmu, ma'af " lanjut zhera lirih
" kenapa kamu sudah tidak nyaman denganku Zhe? aku cuma cinta sama kamu, jangan putusin aku Zhe aku mohon " pinta Rivaldo memelas
" ma'af " Zhera tetap yakin
ternyata Noval melihat adegan itu, Noval bahagia saat zhera memutuskan pacarnya.
?
setelah itu Noval menghampiri mereka
" ini sudah jam masuk kelas. ayo kembali ke kelas " suruh Noval pada zhera dan Rivaldo
Noval lalu pergi meninggalkan mereka, dan di ikuti oleh Zhera.
Rivaldo masih syok, dia tidak percaya Zhera memutuskan dia.
padahal dia sangat ingat bahwa hubungannya dengan Zhera baik baik saja..
sekarang adalah jadwal pelajaran Noval di kelas Zhera.
Noval begitu sangat tampan walau hanya memakai kemeja putih
Noval menjelaskan materi dengan gamblangnya.
sesekali dia melirik ke Zhera.
dan terkadang mereka saling pandang.
Zhera masih malu atas kejadian kemaren malam dan tadi pagi.
Zhera langsung membuang wajahnya.
dan Noval begitu sangat bahagia karena Zhera putus dengan pacarnya
2 jam kemudian zhera sedang membaca buku di perpustakaan, tiba tiba ada tangan seseorang yang menarik dan membawanya ke tempat sepi
" pak Noval " ucap zhera setelah tau siapa yang menarik tangannya
" terima kasih " ucap Noval
" untuk? " tanya zhera tak mengerti
" kamu sudah memutuskan pacarmu " ucap Noval, Zhera hanya menatap noval
dan cup! Noval langsung mencium bibir zhera sekilas
" pak ini di kampus, kalau ada yang liat gimana? " tanya Zhera nahan malu karena baru di cium
__ADS_1
" oke, kita lanjutkan di rumah " kata Noval dengan tatapan mesumnya lalu pergi meninggalkan Zhera
Zhera Hanya diam mematung dan memegangi bibirnya yang baru di cium.
di sana noval berjalan sambil senyum senyum, Noval memegang bibirnya sendiri, dan menghapus lipstik istrinya yang menempel di bibirnya
#DI RUMAH
" kemana dia? " tanya Noval pada bi inah
" nona Zhera masih di kamar tuan " jawab bi inah
ya Bi Inah tau , tuannya pasti sedang mencari istrinya
" apa perlu saya panggilkan tuan? " tawar bi Inah
" tidar perlu bi " terdengar suara dari agak kejauhan, ya itu adalah Zhera
" sudah? " tanya Noval lalu melihat jam ditangannya
" aku ngga begitu lama kan? " tanya Zhera dengan senyum
" hm "
" bi kami pergi dulu ya " pamit Zhera pada bi inah
" baik nona. nona dan tuan hati hati ya " ucap bi Inah tersenyum
" iya bi " jawab Zhera lalu pergi bersama Noval
bi Inah sangat senang melihat majikannya sangat harmonis walau menikah Karna perjodohan.
bi inah begitu Sangat menyukai Zhera dari pada Seya.
karna Zhera wanita yang baik.
sedangkan Seya sering membentak bentak bi Inah
ya Zhera dan Noval ingin pergi makan di luar
*Noval memakai jaket berwarna biru
*dan zhera memakai baju berwarna putih bermotif pita warna merah. dan bando
#di dalam mobil
" kita akan pergi ke mana? " tanya Zhera karna memang Zhera tidak tau
" makan di luar " jawab Noval tetap fokus menyetir
Noval melirik Zhera sekilas,
" kenapa kamu selalu tampil cantik Zhera " batin Noval
ternyata Zhera sadar bahwa Noval sering meliriknya
" bapak kenapa ? " tanya Zhera
Noval langsung gelagapan
" itu ada sesuatu di lehermu " ucap Noval asal
" ha mana? " Zhera meraba lehernya
" itu kecil warnanya hitam " Noval seperti orang bodoh
" oh ini tahi lalat " Zhera tertawa
" pak " Zhera belum menyelesaikan ucapannya dan di potong oleh Noval
" kenapa kamu selalu memanggil saya pak ? " tanya Noval dingin
" bapak kan dosen saya " jawab zhera polos
" itu kalau di kampus, kalau di luar kampus kamu istri saya, jadi kamu jangan memanggil saya dengan sebutan pak " kesal Noval
" kalau bukan pak apa dong? " tanya Zhera menatap noval
" terserah. asal jangan pak " Noval masih fokus menyetir
Zhera masih memikirkan panggilan untuk Noval.
apakah dia memanggil Noval dengan namanya saja?
ah itu tidak sopan.
Noval adalah dosennya
__ADS_1