
" sayang, kamu marah sama ibu?? " tanya Mia lagi pada putrinya
Zhera tak menjawab pertanyaan ibunya
" sayang. pak Prayoga Dan Bu Vida sangat berjasa pada keluarga kita, mereka yang membantu kita di saat usaha kecil kecilan kita diambang bangkrut waktu itu " Mia menjelaskan agar putrinya mengerti
" jadi tanda terimakasih kalian adalah menjodohkanku dengan anak mereka, begitu?? " tanya Zhera kesal
" iya maafin ibu nak, ibu belum tanya dulu ke kamu, ibu minta maaf " ucapnya dengan sendu
" lagian Noval juga anak yang baik, dia pasti bisa jadi suami yang bertanggung jawab untukmu " sambungnya
apa?? baik?? dia sering marah marah sama gue saat di kampus (batin Zhera)
#
#
#
#
pagi sudah tiba , sinar matahari menerobos di sela sela jendela
" hah gue kesiangan " panik Zhera
" uh untung gue belum kesiangan " setelah melihat jam di ponselnya
DI KAMPUS
agak kejauhan Zhera melihat si dosen killer
" itu kan pak Noval " panik Zhera, dia ingin putar balik agar tak berpapasan, tapi sudah terlambat, Noval sudah melihatnya
saat berpapasan Zhera tersenyum sebagai tanda menyapa
"TUNGGU KAMU "
DEG!!
mau apa dia?? \*batin Zhera\*
apa dia akan membahas soal perjodohan?"
" iy.. iya pak " Zhera putar balik
" kamu kuliah pakai pakaian seperti ini? " tanyanya dengan melihat Zhera dari atas sampai bawah
" iy.. ya pak " jawab Zhera gugup
" pakaianmu bukan seperti seorang mahasiswi tapi seperti penyanyi dangdut " ucapnya sinis
" bagaimana kamu mau menjadi istri yang baik untuk saya, jika pakaianmu saat belajar saja tidak benar " lanjutnya
apa apaan ini?
jadi dia benar benar menginginkan perjodohan ini? \*batin Zhera\*
" kenapa kamu berpakaian seperti ini? " bentak Noval
" ma.. maaf pak " Zhera berusaha menahan air matanya
__ADS_1
" Yasudah kembali ke kelas " suruh Noval
" baik pak terima kasih " Zhera langsung melangkah pergi
\* pakaian yang dipakai Zhera\*

Zhera tak bisa menahan air matanya lagi
" laki laki itu yang di pilih ibu dan ayah sebagai menantunya. belum nikah aja dia udah bentak bentak gue... hiks apalagi sudah menikah "
padahal di sini Zhera yang salah dalam berpakaian, tapi Zhera tetap menganggap Noval dosen yang suka marah marah.
dosen manapun tidak akan marah tanpa sebab
" Zhe " Mirna dan chacha mengagetkan Zhera
Zhera langsung menghapus air matanya
" diem aja lo! awas tar Kesambet " celetuk Chacha
" hm " hanya deheman yang keluar dari mulut Zhera
" Zhe Lo kenapa? " tanya Mirna khawatir
" ngga papa " sahut Zhera
DI RUMAH
" sayang pakai ini aja " sambil menyodorkan pakaian
Karna memang Mia sedang sibuk mencari baju yang di pakai Zhera untuk berkencan dengan Noval
" terserah ibu " jawab Zhera malas
" yasdah ini aja bagus, putri ibu pasti makin cantik " Mia dengan mengelus pipi Zhera
2 jam kemudian
terdengar bunyi klakson dari luar
" itu pasti Noval " Mia dengan bahagianya
" ibu keluar dulu ya sayang " ijin Mia pada putrinya
" hm "
__ADS_1
DI LUAR
" selamat malam Tante " Noval menyalimi Mia
" malam Noval. Zhera sudah siap. silahkan duduk dulu. Tante panggilkan zhera dulu ya "
ucap Mia dengan tersenyum bahagia
" baik Tante terima kasih "
mia berlalu meninggalkan Noval yang duduk di ruang tamu
DI KAMAR ZHERA\*
" sayang, Noval sudah datang "
" ya " sahut Zhera malas
" cantik banget putrinya ibu " sambil mencium pucuk kepala putrinya
" ayo keluar, kasian Noval sudah menunggu " sambungnya
ck! tidak bisakah anda membatalkan kencan tak berguna ini tuan NOVAL JI CHANG ALEXANDER YANG TERHORMAT \*batin zhera geram\*
DI RUANG TAMU
" maaf ya . agak lama " Mia menyerahkan Zhera pada Noval
Noval langsung berdiri
" tidak apa apa tante " ucapnya dengan tersenyum
huh! kau sok baik! sok senyum segala! padahal kalau di kampus ngga pernah senyum. \*batin Zhera kesal\*
" ya udah Noval titip Zhera ya, jangan kemalaman pulangnya "
" baik Tante " sahut noval dengan senyum





__ADS_1